
tuan Sergio dan Dom memasuki ruangan khusus ketua. Sergio segera duduk dan Done berdiri di depan mejanya.
" aku tidak mau seperti ini terulang lagi" jelas Sergio memperingatkan Dom.
" anda lebih percaya dengan ucapan wanita itu?" Done merasa di curangi. Tidak pernah sekalipun ketua membela orang lain.
" aku melihatnya sendiri bagaimana mau memukul Grace padahal wanita itu diam saja, aku paling tidak suka kekerasan pada wanita kau bukannya mengetahui hal ini?" Sergio malah semakin emosi mendengar ucapan Dom.
" wanita itu berlagak tinggi karena ... " Dom tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Dia keceplosan membuat pengakuan Myria menjadi nyata.
" karena apa? karena aku yang memasukkanya. memang sejak awal begitu, kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Dia memiliki kemampuan" Sergio panjang lebar menjelaskannya.
" jangan pernah ganggu wanita itu, mengerti!" ucap Segio final. Dia tidak mau di ganggu gugat.
mendengar keputusan Ketua, Dom dengan sakit hati keluar dari ruangan tersebut. Dia benar- benar kecolongan membiarkan Myria masuk ke dalam kelompoknya.
" bresngsek!" teriak Dom di dalam mobil. Baru kali ini di kalah dari seorang wanita. Dia akan mengingat hal ini sampai kapanpun. Dia tidak akan melepaskan Myria dengan mudah.
Di sisi lain Myria yang merasa sudah menyulut api mau tidak mau harus memulai rencana nya. Dom adalah orang yang ingin Ansel hancurkan. Myria akan membuatnya terusir dari kelompoknya sendiri.
malam menunjukkan pukul 21.00 Myria bergegas menuju markas. sesuai dengan tugasnya, dia akan mengamankan data salam proses transaksi berlangsung. Dia juga akan menunggu sampai laporan transaksi selesai.
Saat sendirian itu, Myria mulai mencari tau detail tentang informasi Dom. termasuk beberapa akun lelaki itu dan dimana dia tinggal sekarang. Dengan mudahnya wanita itu masuk ke dalam Handphone lelaki itu. Dia mencuri beberapa data sebagai bahan pertunjukannya nanti.
Tidak ada satupun yang mengetahui apa yang wanita itu kerjakan.
" ini laporan transaksi kali ini" ucap Harry saat baru saja kembali.
__ADS_1
" terimakasih" ucap Myria tanpa menimbulkan kecurigaan. Dia memberikan sebuah pesan kepada Harry tanpa sepengetahuan siapapun.
Besok harinya Myria meminta izin tidak masuk karena tubuhnya sakit. Dan tanpa banyak persyaratan Sergio langsung memberikan izin.
Hari ini dia akan memulai komunikasi dengan timnya. Dari hasil dia menyadap handphone Dom dia mengetahui jika lelaki itu sedang mencari tau latar belakangnya.
" kalian buat sebuah identitas dengan nama selain Grace, dimana dia seorang wanita yang pernah terlibat kasus penipuan dan pencurian. yang jelas dia hanya tinggal sendiri " ucap Myria kepada rekannya. Mereka menggunakan alat khusus agar percakapan mereka tidak bisa di sadap.
" baik ketua," ucap mereka serempak.
Myria melihat luar rumahnya dari dalam. usaha Dom benar-benar tidak main- main. Lelaki itu mencoba menangkap celah pada dirinya.
" kau tidak akan pernah bisa menangkap ku" guman Myria.
Hari berganti Hari, dia dan Harry saling bekerja sama membuat Dom pergi dari sana. Myria semakin lihat mengotak atik informasi Dom. Dia bahkan sudah menemukan seseorang yang mau membantunya tentu dengan bayaran yang pantas.
" bagaimana keadaanmu?" tanya Sergio saat Myria akan bersiap pulang.
" sudah lebih baik" jawab Myria. beberapa hari Sergio memang sibuk mengurusi beberapa hal. Membuat nya tidak berada di Markas. begitupun dengan Dom, lelaki itu selalu menemani ketua. Membuat Myria semakin leluasa melancarkan aksinya.
" mau aku antar?" tanya Sergio berharap di terima.
" tidak usah, lagi pula tempat yang anda berikan tidak jauh dari sini" Myria menolak halus. Dia tetap pada sikap dingin dan cueknya.
" sepertinya aku ingin berjalan-jalan sebentar" Sergio seakan memaksa.
" baiklah, jika anda memaksa" Myria hanya jual mahal saja tadi. Dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk semakin dekat dengan Sergio.
__ADS_1
begitu keduanya keluar dari markas,Dom mengepalkan tangannya kuat. Dia semakin hari semakin muak dengan tingkah Myria.
" kau sudah menemukan nya?" tanya Dom lewat handphonenya.
" sudah" jawaban dari sebrang. Dom terlihat puas. Dia akan menyerahkan berkas ini kepada ketua nanti.
" segera kirim padaku" Dom langsung mematikan panggilan. Dia mendapatkan sesuatu yang selama ini dia tunggu.
" kau tak ingin makan malam dulu?" tanya Sergio menawarkan.
"aku tidak biasa hidup normal seperti itu, aku hanya wanita yang hidup dalam persembunyian. anda tidak usah terlalu baik padaku" jawab Myria menarik simpati Sergio.
" aku mengerti keadaanmu, setiap orang pasti memiliki rahasianya. kau tidak usah khawatir" Sergio memeluk Myria. Lelaki itu mudah sekali terbawa dalam rencana Myria.
" kita akan makan malam sebentar ya?" ajak Sergio sedikit memaksa.
"baiklah" jawab Myria dengan wajah pasrah.
Disisi lain rekan Myria sudah berhasil memasukkan profil pesanan Myria kepada orang suruhan Dom. Sesuai dengan perkiraan Dom tanpa curiga langsung mempercayai berkas tersebut.
sepulangnya dari mengantar Myria, Sergio kedatangan tamu di kediamannya. Tak lain adalah Dom. lelaki itu sudah tidak sabar menyerahkan hasil temuan nya mengenai identitas Grace yang sebenarnya.
" kita bisa membahasnya di markas" ucap Sergio seakan malas menanggapi urusan Dom.
" ini adalah hal penting. Berkas ini mengenai Grace,
Wanita yang anda percayai setengah mati. Anda pasti kaget setelah membacanya" Dom memberikan berkas tersebut.
__ADS_1