
" apa yang terjadi?" tanya Sonia saat anggota lain mengabarkan jika tuan Ansel membutuhkan penanganan medis.
" tuan Ansel terkena peluru " jawab anggota itu. Wanita itupun langsung berjalan cepat ke arah ruang medis.
" di bagian mana lukanya?" tanya Sonia dengan wajah panik.
" ini di bahu" jawab Lelaki itu sambil tetap menekan menggunakan kain.
" aku akan memulai tindakan" ucap Sonia. Semua anggota lain akhirnya harus pergi.
Gael baru saja membuka pintu kamarnya. Dia melacak peluru yang tadi sudah dia tembakkan. Semuanya sesuai dengan prediksinya. Mobil itu berada di kawasan dermaga. Lelaki tua itu langsung meninggalkan kota.
" sial sial sial!" teriak Gael. Lelaki itu membanting semua barang, melampiaskan amarahnya karen gagal membawa Myria kembali. Lelaki itu merasa sangat frustrasi, dia kehilangan Myria dan pastinya wanita itu akan mengalami hal buruk lagi karena dirinya.
Pagi baru saja datang, operasi Ansel berjalan dengan lancar. Kini dokter PIN sedang mengecek dan memberikan obat tambahan.
" semuanya sudah sangat baik. lukanya juga di tangani dengan baik. Saya salur dengan anda nyonya Sonia" ucap dokter itu. Dia membawakan obat dan diberikan aturan minum kepada Sonia.
" terimakasih dokter" ucap Sonia.
" untuk sementara jangan biarkan tuan Ansel terlalu banyak bergerak dulu" Dokter itu pergi setelah bertemu dengan Gael dan menjelaskan kondisi Ansel.
" bagaimana?, sudah terlacak?" tanya Ansel yang masih terbaring di ranjang.
" Mereka meninggalkan kota" jawab Gael lemas. Dirinya seperti kehilangan semangat hidup.
" maafkan aku, aku tidak tau jika surat itu palsu dan meninggalkan Myria" ucap Sonia sedih.
" ini bukan kesalahanmu. Keadaanya memang berbahaya, aku tidak bisa memperhatikan Myria dengan baik" jawab Gael menenangkan Sonia.
__ADS_1
" lalu bagaimana rencana selanjutnya?" tanya Ansel mengganti topik.
" aku tidak tau, kita tunggu saja. Sebentar lagi lelaki tua itu pasti meminta tebusan" jawab Gael datar. Ansel dan Sonia tampak sangat prihatin dengan apa yang Gael alami.
" kita lakukan sebaik mungkin" jawab Ansel yakin.
" Lelaki tua menginginkan PIN, kita semua mengetahui itu. kita harus memilih" jelas Gael, inilah alasan sebenarnya dia datang menemui Ansel.
Ansel menatap dalam diam, dia tidak bisa memberikan balasan dari perkataan Gael.
" jika mereka menginginkan ku semua akan terasa mudah. Tapi jika PIN, kaulah yang berhak menentukannya" lanjut Gael. Sedari awal pemimpin 2M adalah Ansel. Dia juga yang memiliki PIN. Gael hanya bertanggung jawab sebagai jaminan kelompok.
Ansel tidak bisa berkata apapun. Sonia juga ikut diam seribu bahasa.
" kita harus memilih" ucap Gael lagi, kemudian pergi dari ruangan medis.
Sore harinya seperti yang sudah di prediksikan. PIN mendapatkan kiriman sebuah Video. Mereka langsung melaporkan kepada Gael.
" cepat katakan!" teriakan lelaki menandai video itu mulai.
" tidak" suara wanita. Dia sana Myria terikat di sebuah kursi di sebuah ruangan yang remang.
" dasar kau!"
plak.. Myria di tampar.
" katakan padanya untuk segera menyerahkan PIN" Ucapan lelaki itu kasar.
" Gael jika kau melihat video ini, jangan pernah mengikuti keinginan mereka" Myria tetap teguh.
__ADS_1
plak.. satu tamparan lagi mendarat di pipi mulusnya.
Gael menggenggam erat,melihat bagaimana mereka memperlakukan Myria dengan kasar.
" wanita tidak berguna!" lelaki itu dalam video.
" kau sudah lihat kan. Segera serahkan PIN kepada kami. kami tunggu 2x 24 jam di pelabuhan" video itu berubah menjadi sosok lelaki tua yang menculik Myria. Dan setelahnya video itu mati.
Gael mengetatkan rahangnya, dia tidak pernah merasakan sakit hati dan kemarahan sebesar ini.
Mereka sudah bermain-main dengannya. Gael harus melakukan sesuatu.
" Bos semuanya sudah berkumpul" ucap bawahannya.
" baiklah" jawab Gael datar.
Semuanya sudah berkumpul dan baru saja melihat kiriman video. Termasuk Ansel, lelaki masih belum bisa memastikan pilihannya. Setidaknya apakah nyawa Myria setara dengan 2M yang sudah berkembang selama ini. Tentu saja Ansel tidak bisa melepaskan 2M dengan mudah.
" aku sudah melihat ini sebelumnya. Dan masih belum memiliki rencana lain. Sekarang aku izinkan jika kalian memiliki saran silahkan maju" ucap Gael yang terlihat pasrah. Baru kali ini sepanjang sejarah Gael tidak memiliki rencana.
Semuanya tampak diam, mereka tidak berani berpendapat.
" aku mendapatkan ini" Ansel mengeluarkan sebuah Hp.
" milik siapa?" tanya Gael, dia tidak pernah melihat Ansel membawa benda seperti ini.
" Sergio, sebelum dia meninggal aku menyuruh seseorang menemuinya di kamar apartemen. kalian bisa memeriksa mungkin saja ada sesuatu yang bisa membantu" ucap Ansel. salah satu bawahannya maju dan mengambilnya.
" kita akan berkumpul lagi setelah membuka isi barang itu" lanjut Ansel kemudian langsung pergi keluar.
__ADS_1
Gael bisa merasakan jika kali ini Ansel sendiri tidak bisa serta merta memberikan PIN. Gael bisa mengerti. 2M dan PIN bagaikan nyawa bagi Ansel.