
Beberapa minggu setelahnya Harry mengabarkan jika dia sudah menjadi bagian pengaman beberapa hari yang lalu. Lelaki tersebut juga mengirimkan agenda beberapa transaksi yang akan dilakukan dalam satu bulan ke depan.
" kini semua sudah bisa saya kendalikan" ucap Harry puas. Dia bisa memberikan hasil terbaik yang dia bisa.
" bagus, kita mulai rencana selanjutnya" ucap Myria sambil menarik sudut bibirnya. Wanita itu sudah tidak sabar untuk segera masuk kedalam Batu Hitam.
Myria memulai pertemuan untuk memulai rencananya. Dia akan bergerak dia akan menyamar akan sebagai wanita berandal. Mereka mulai dengan memberikan serangan pada sistem. Mereka akan mengusik sistem keamanan dan mengacak data yang ada di kelompok batu hitam.
" kami siap melaksanakan" ucap para rekan Myria. Setelah ini mereka akan kembali ke PIN. Karena setelah Myria masuk, wanita itu akan bekerja secara mandiri. Hanya perlu beberapa hal saja yang bisa mereka back up saat di PIN.
Hari yang dinanti sudah datang. Mereka sudah siap di posisi masing-masing.
" Kalian sudah siap?" ucap Myria menggunakan earphone.
"siap!" jawab mereka serentak.
setelah rekan-rekan mereka siap, Myria segera pergi ke titik lokasi di mana transaksi akan dilaksanakan. Kali ini kelompok Batu hitam akan melaksanakan transaksi di sebuah gudang kosong berdekatan dengan markas mereka.
Setelah sudah mendapatkan sinyal dari Harry, Myria memulai misi.
" siaga 1" ucap Myria kepada timnya. Mereka langsung bertindak sesuai dengan arahan.
Semua langsung menyerang sistem. Dari jauh Myria bisa melihat bagaimana paniknya mereka. Wanita itu cukup puas, kini Myria berganti lokasi.
" kita mendapatkan serangan bos" ucap Harry dengan wajah khawatir. Transaksi mereka terancam batal.
" apa begitu parah?" ketua mereka segera mengkonfirmasi, dia tidak mau agenda transaksi ini batal.
" semua data mulai di serang" Harry yang sedang berkomunikasi dengan anggota lain di markas semakin membuat bos mereka tampak panik.
" apa kau bisa mengatasinya?" tanya ketua itu tidak memiliki solusi lain. Selama ini mereka hanya berfokus tentang penjualan barang obat terlarang. Tidak ada yang mengetahui seseorang sistem secara mendalam. Mereka hanya memperkerjakan orang-orang dengan pengetahuan normal yang tidak tau bagaimana mengatasi serangan.
" saya tidak terlalu tahu" ucap Harry semakin membuat ketua itu khawatir.
" kita serahkan saja kepada anggota yang di markas" lanjut Harry yang terlihat memberikan solusi.
"mereka sama saja, tidak ada yang becus" ketua itu nampak kesal. Lelaki itu langsung mendapatkan serangan panik.
" kita batalkan transaksi ini dan kembali ke markas" ketua langsung memutuskan. Dia berjalan tergesa menaiki mobil.
"sepertinya saya bisa mencobanya" ucap Harry mencoba menenangkan dia bersandiwara dengan sangat baik.
Tanpa sang ketua ketahui Harry memberikan sinyal kedua.
__ADS_1
"siaga 2 dimulai" kembali lagi Myria memberikan arahan.
Wanita itu kini hanya menunggu sambil menghabiskan minumannya. Sedangkan Harry sudah sampai di markas. Lelaki itu mulai menghandle bagian sistem keamanan.
" kita kehilangan banyak sekali data besar Bos" ucap Harry sambil terus mengotak atik PC.
"kau yakin itu?" ketua nampak semakin kelimpungan dan ketakutan.
"kau segera melindungi sebisa mungkin, jangan sampai mereka berhasil mengambil alih" lanjut ketua dengan sangat serius memperhatikan layar.
"saya akan berusaha" jawab Harry seolah-olah mengetahui semuanya. sampai akhirnya lelaki itu mendapatkan sinyak lain.
" kita sudah tidak bisa mengambil alih, kita sudah habis" saut Harry semakin membuat ketua itu panik.
"Apakah tidak memiliki cara lain?" inilah yang Harry tunggu.
"saya memiliki seseorang yang mungkin bisa menolong, tapi dia sedikit berandal dan mata duitan" saran Harry kepada ketua.
" cepat panggil dia, mau berapapun akan aku bayar" ketua itu tidak perhitungan yang penting baginya datanya aman.
Harry segera memulai panggilan handphone. Myria yang menerimanya langsung menarik sudut bibirnya. Dia langsung menolak panggilan.
" panggilan di tolak," ucap Harry panik.
Myria tersenyum senang, rencananya semakin berhasil.
"kau di mana?" tanya Harry.
" baru saja minum kopi" jawab Myria acuh.
" jangan ganggu hariku" lanjut Myria dan menutup panggilan.
Tak berselang lama Harry kembali menghubunginya. " kau bisa membantuku sebentar?" tanya Harry, dia semakin pandai berbasa-basi.
" bisa asal bayarannya besar " jawab Myria. Ternyata Harry mengeraskan suaranya. Semua percakapan mereka bisa di dengar oleh sang ketua.
" tidak masalah" bisik ketua kepada Harry.
" baiklah tidak masalah, aku kirim lokasi, kau segeralah datang" Harry menutup panggilan.
" apakah kau yakin temanmu akan bisa mengatasi hal ini?" tanya ketua.
" sangat Yakini. Ya, dia memang sedikit sombong dan mata duitan. Namun keahliannya cukup di acungi jempol" ucap Harry seolah-olah menampilkan jika temannya bukanlah orang biasa.
__ADS_1
Tak bersarang lama Myria akhirnya datang dengan menggunakan motornya. Wanita itu langsung menuju ke markas batu hitam. Dia dengan mudahnya lolos pemeriksaan dan langsung menuju ke sebuah ruangan.
Harry sudah menunggu di sana. Dia menjemput dan mengajak Myria masuk ke ruangan khusus.
" dia sudah datang bos" ucap Harry kepada ketua yang berdiri tak jauh dari sana.
Myria berjalan di belakangnya dengan tampang slengean. Sang ketua tidak menyangka jika orang yang dia tunggu adalah seorang wanita cantik. Lelaki itu tersenyum penuh arti ke arah Myria, namun wanita itu tampak biasa saja sambil melihat-lihat ruangan.
"Apa yang bisa ku bantu?" tanya Myria memulai sandiwara. Myria terlihat tidak sopan dengan tampilan Berandal. Dia hanya menggunakan jaket dan celana jeans serta tidak lupa dengan permen karet yang ada di mulutnya. Wanita ini benar-benar berbeda dia menyamar dengan sangat meyakinkan.
" kau bisa mengamankan data-data di dalam sini agar tidak bocor?, beberapa jam yang lalu kami baru mendapatkan serangan" ucap Harry menerangkan dan mempersilahkan Myria duduk di depan sebuah komputer.
" tidak masalah" jawab Myria dengan sombong, seakan menyepelekan masalah yang terjadi.
ketua batu hitam hanya diam dan melihat bagaimana kinerja Myria. Dia ingin melihatnya sendiri jika wanita yang dibawa oleh Harry dapat diandalkan.
Myria memulai aktifitasnya, dia secara rahasia memberikan kode lewat komputer kepada rekannya untuk melanjutkan misi siaga 4. Kini semua melihat Myria seolah-olah seorang hacker yang handal, berbagai macam serangan dapat wanita itu tangkis dengan mudah. Beberapa lainnya di ruangan menatap Myria dengan kagum, apalagi dengan paras wanita itu yang cantik, semakin membuatnya menarik di mata kaum adam.
Setelah setengah jam lamanya, Myria tersenyum.
"data sudah aman" ucapnya kepada Harry dan menatap semua orang di sekelilingnya. Mereka bernafas lega.
Ketua menatap Harry dan memberikan kode untu berpindah ke sebuah ruangan.
"kemari lah ikut aku" Harry sengaja Myria mengikutinya. Mereka masuk ke sebuah ruangan tertutup. Di dalam sudah ada bos dan asistennya ditambah dengan Myria dan Harry.
"Selamat malam nona" ucap ketua itu basa-basi.
"selamat malam" jawab Myria cuek.
"kulihat kau cukup memiliki kemampuan" lanjut ketua menyindir kejadian yang baru saja Myria tangani.
" ya begitulah, setidaknya aku bisa makan dari sana" ucap Myria dengan nada acuh, bahkan Harry menyenggol lengannya agar Myria menjaga sikap
Myria ternyata benar- benar bisa memerankan sebagai wanita berandal dengan baik.
"di mana uangnya?" lanjut Myria tak kenal malu.
"kau cukup pintar, apa ini sebanding?' ketua itu memberikan kode kepada asistennya dan dikeluarkannya sebuah amplop berisi uang.
Myria langsung membukanya dan menghitung di tempat. Wajahnya tampak puas dan senang.
" lumayan" Jawab Myria sambil menepuk-nepuk uang tersebut.
__ADS_1