
Myria sudah berdandan dan memulas wajahnya agar menjadi seseorang yang berbeda. Dia menggunakan lensa kontak, merubah bentuk alisnya bahkan menggunakan rambut palsu dan sebuah kacamata.
Semuanya dilakukan agar gel tidak bisa mengenali dirinya. Myria pergi ke acara fashion tersebut tanpa sepengetahuan Ansel, dia mengikuti semua acaranya melihat satu persatu dan mengunjungi galeri perhiasan yang terpajang cantik. wanita itu tidak tahu jika semua perhiasan cantik ini bersumber dari dirinya. Semua perhiasan ini adalah bentuk kecintaan Gael terhadap wanita itu.
Myria sangat terkesima dengan semua perhiasan. Sangat menawan hatinya, karena dia tau setiap dari perhiasan tersebut memiliki makna tertentu.
Ketika sibuk mengamati, dia melihat seseorang yang berapa bulan ini dia rindukan. tak jauh dari sana dia bisa melihat Gael yang sedang menjelaskan sebuah model perhiasan kepada sekumpulan koleganya. Myria mengamatinya dari posisinya. Dia juga mencuri pandang kepada wanita-wanita yang ada di sekeliling Gael.
Setelah aman dia semakin mendekat, ketika Gael dan rombongannya sudah selesai di sana. Myria segera pergi untuk mendekati perhiasan yang sejak tadi Gael jelaskan. di sana Myria melihat ada sepasang cincin pernikahan yang memiliki manik kebiruan. Seakan mengingatkannya dengan birunya laut Maldives, dia masih ingat betul di sana Gael memaksanya menikah.
Myria mengamati benda itu dengan begitu dalam hingga tidak menyadari seseorang yang ada di pikirannya berdiri di belakangnya.
"Sepasang cincin ini begitu indah" ucap seorang wanita di belakang Myria.
" kami memang merancang perhiasan ini khusus untuk pasangan yang ingin menikah. Cincin ini melambangkan ikatannya suci pernikahan. Pernikahan dan cincin ini sama-sama begitu indah" ucap Gael yang sedang menjelaskan kepada koleganya. Myria sedikit tegang, namun mencoba untuk tenang.
"Apakah anda pernah berpikir untuk memberikan kepada pasangan anda kelak?" tanya wanita lagi. Memang status Gael masih berstatus lajang di dunia bisnis. Tidak ada yang tahu jika lelaki itu sudah menikah, hanya dia dan Myria saja yang mengetahui hal ini.
"aku tentu saja ingin memberikan wanita itu sesuatu yang lebih berarti daripada cincin ini" jawab Gael ringan.
" Lalu seperti apa itu?" para koleganya terus bertanya, mereka begitu penasaran dengan masalah asmara pemilik perusahaan ini.
__ADS_1
" aku akan memberikan seluruh hidupku padanya" jawab pria itu tegas. Myria yang mendengarnya seakan mengiyakan. Dia masih ingat betul bagaimana Gael mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyelamatkan dirinya. Dia masih ingat bagaimana lelaki itu menjaganya dan tidak ingin dia terluka sedikitpun. Mengingat semua itu membuat Myria tidak bisa membendung perasaannya. Wanita itu akhirnya memilih untuk pergi dari sana.
Namun karena pergerakan dirinya yang tergesa-gesa malah membuat Gael terpancing untuk mengikutinya. Lelaki itu berpikir jika wanita di depannya ini mencurigakan.
Akhirnya Gael membuntuti wanita itu sampai masuk dan berada jauh dari galerinya.
"anda sepertinya tersesat nona" ucap Gael membuat Myria terkejut. Dia tidak menyangkan Gael akan mengikutinya sampai ke sini.
"saya sedang mencari toilet" ucap Myria sambil menyembunyikan wajahnya. Dia membalikkan badan dan berjalan melewati Gael.
Lelaki itu dengan jelas mendengar suara yang sangat dia kenal. Itu adalah suara orang yang sangat Gael cintai. Gael memang selalu peka dan sensitif secara detail dan tidak melewatkan hal-hal kecil. Begitu melewati dirinya Gael segera menarik lengan wanita itu.
Myria segera menarik lengannya, dia memberontak. Gael semakin merasa aneh, wanita di sampingnya sangat lihai dalam melepaskan diri. Myria langsung berjalan cepat menjauhi lelaki tersebut dan mencari pintu keluar. Dia harus membuat lelaki ini tidak bisa mengejarnya. Alhasil dia kembali lagi ke galeri, dia yakin kalau Gael tidak akan berani melakukan sesuatu padanya di depan banyak orang.
Myria terus berjalan meskipun Gael mencoba menghentikannya. Untung saja pelatihannya selama ini membuahkan hasil, Myria menjadi lebih cepat dan gesit dalam bergerak. Dalam beberapa menit saja Myria sudah sampai akhirnya di tengah-tengah galeri. Myria menyadari jika Gael telah tertinggal jauh di belakang, wanita itu berjalan secara normal menuju pintu keluar.
Myria sedikit lega karena tidak ada pengawasan di sana, tidak ada satu penjaga pun yang mencurigai tingkahnya, sampai akhirnya ketika dia sudah keluar dari galeri dan menuju ke parkiran, dia dikagetkan dengan kehadiran Gael yang sudah ada di sana.
Dia tidak menyangka kalau lelaki itu sudah menunggunya, Myria langsung berbalik badan dan segera melarikan diri sebelum lelaki itu menyadarinya. Namun sayang sebelum hal itu terjadi lelaki itu lebih dulu mengetahuinya dan langsung mengejarnya lagi.
Kali ini Myria semakin terjepit, parkiran benar-benar sepi dia tidak bisa melakukan drama kecil untuk menahan pergerakan. Gael semakin leluasa menunjukkan keahliannya dalam menangkap seseorang.
__ADS_1
Langkah lelaki itu begitu cepat dengan mudahnya tubuh Myria langsung ditahan.
"siapa yang mengirim mu?" ucapkan lelaki itu yang masih mengira jika wanita yang ada di depannya adalah mata-mata mafia lain.
Myria memberontak, Dia segera melakukan serangan agar dirinya terlepas dari tubuh Gael. Myria menyadari jika dia telah salah perhitungan. Gael jelas lebih mampu menghindari serangannya bahkan sekarang dia yang terkunci. Mau tidak mau wajahnya terlihat oleh Gael.
" kau sudah tidak bisa melakukan apapun, katakan siapa yang mengirim mu?" ucap Gael semakin kasar. Lelaki itu belum menyadari jika yang ada di depannya adalah Myria.
Wanita itu tetap tidak mau membuka mulutnya, karena jika sampai dia bersuara Gael pasti akan dengan mudah mengenali dirinya. Myria terus saja memberontak dan mencoba melepaskan diri sampai akhirnya tubuhnya semakin tidak bisa bergerak. Gael mengunci tubuhnya dengan sangat erat.
"Katakan padaku atau kau habisi" ucap Gael tajam, Myria bahkan pernah menemui Gael yang seperti ini. Lelaki itu selalu lembut jika bersama dengan dirinya.
KIni hanya ada satu kesempatan yang bisa Myria lakukan, dia membenturkan kepalanya tepat di kening Gael membuat lelaki itu sedikit kehilangan keseimbangan dan kuncian di tubuh Myria terlepas. Dengan cepat Myria meloloskan diri. Gael tak mau kalah dia mencoba menangkap wanita tersebut.
Namun Myria saat ini bukan Myria yang dulu. Wanita itu sudah dibekali berbagai macam pertahanan diri membuatkan Gael kesusahan untuk menangkapnya. Akibat perkelahian itu kacamata dan wig milik Myria terlepas. Gael bisa melihat wajah Myria dengan jelas. Lelaki itu merasa tidak asing dengan wajah itu, membuatnya tertegun sesaat. Sebelum akhirnya hal itu membuatnya kehilangan wanita itu. Myria kabur begitu saja, Gael berlari ingin mengejarnya namun salah seorang asisten yang memanggilnya untuk ke dalam festival.
Akhirnya terpaksa Gael meloloskan wanita itu. Dia akan mencari tahu wanita itu nanti, dia tidak mungkin meninggalkan acara internasional demi wanita tidak jelas.
Myria segera menenangkan dirinya, hampir saja dia tertangkap oleh Gael. Dia menyembunyikan diri dan membuat Gael berfikir jika dia sudah pergi jauh. Wanita itu tidak bisa membohongi jika dirinya ingin sekali mengatakan kerinduannya dan memeluk wanita itu.
Namun dia tidak bisa. Dia harus melupakan keinginannya itu. Dia tidak bisa kembali ke sisi Gael. Semua yang dia dapatkan sekarang adalah karena pertukaran janjinya. Dia sendiri yang menginginkan hal ini. Myria mulai menangis sendirian.
__ADS_1