Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
93. Proses


__ADS_3

,," dimana mereka?" tanya Gael tidak ingin mengulur waktu.


" tenang saja, kita lihat dulu bagaimana gambaran PIN" ucap Lucas, dia sama sekali tidak tau bagaimana bentuk PIN itu. Dia hanya tau bahwa PIN yang 2M punya memiliki kecanggihan lua biasa, sistem pengaman dan teknologinya jauh diatas rata-rata. Dan lucas sudah melihatnya sendiri bagaimana sudahnya dia saat mau membobol keamanan data dari sama.


" Semuanya ada disini" jawab Gael sambil mengeluarkan Hp nya.


Lucas mengerutkan keningnya, dia masih belum mengerti. Gael ternyata berfikir terlalu jauh. Melihat respon Lucas yang seperti ini membuat Gael dengan mudah akan mempermainkan Lucas.


" pusat mengendalikan PIN ada disini. karena akulah pemimpin 2M" jawab Gael meyakinkan.


" baguslah, sekarang pindahkan menjadi aku Pemilik PIN itu" ucap Lucas tidak sabar.


" tidak sebelum aku memastikan Myria dan Ansel ada disini dalam keadaan selamat" ucap Gael dengan tatapan tajam.


" hahahahhahaha, kau tidak akan kecewa. Mereka memang ada disini" Lucas tertawa sambil menatap pengawalnya. sayangnya Gael tetap dalam ekspresi datar.


" kau bawa mereka kemari" ucap Lucas kepada pengawal itu.


lelaki itu mengangguk kemudian pergi.


" bagaimana kau bisa menemukan ku ada disini?" tanya Lucas ikut penasaran.


" semua karena email mu" jawab Gael berbohong. Meskipun bisa tapi karena peredam sinyal membuat Lucas tidak terdeteksi.


" ah ya, sepertinya aku kecolongan" jawab Lucas mengangguk. Dia tidak berfikir sejauh ini.


Pengawal itu naik ke lantai 2, dia menuju ruangan penyekapan. Lampu disana terlihat redup dengan pintu yang tertutup.


ceklek pengawal itu terlihat bingung, di dalam hanya ada ranjang kosong. Tidak ada siapapun termasuk dokter yang dia sewa.


pengawal itu mencari ke sekeliling, namun tidak menemukan jejaknya. Dengan wajah panik pengawal itu berjalan menuju Lucas.


Gael melihat semuanya dan menilai keadaan.


" mereka tidak ada" bisik pengawal itu


brak. Lucas memukul meja.


" kau ingin perjanjian ini batal?" ucap Lucas melihat Gael garang.


" apa maksud mu?" tanya Gael terlihat tidak mengerti.

__ADS_1


" jangan berbohong, kau curang!" Lucas mengambil pisto pengawalnya dan mengacungkan pada Gael. Lelaki itu tidak terima dengan siasat Gael.


" apa yang terjadi!" sentak Gael.


" mereka hilang, kau mengambil mereka tanpa kesepakatan?" desis Lucas sudah bersiap menarik pelatuknya.


" hilang bagaimana bisa?! kau berniat menipuku?" tanya Gael balik. kini Lucas diserang kebimbangan.


" jika aku berniat mengambilnya kenapa juga repot-repot datang dengan sengaja, kaulah yang curang. Dimana kau sembunyikan mereka!" jelas Gael. Lelaki itu terlihat garang saat meneriaki Lucas dengan penuh emosi.


" aku tidak menyembunyikan mereka" jawab Lucas.


Situasi menjadi tegang. Keduanya saling curiga. Termasuk Gael, tidak ada kode apapun dari kelompok Angel. Jika melihat kemarahan Lucas artinya Myria memang sedang kabur secara mandiri. Bukan pertolongan dari kelompok Angel.


" kenapa tidak bawa mereka kemari?" tanya Gael tidak suka dengan situasi disini.


" hahahahahahah jangan mengecoh ku" Lucas semakin bimbang, apa yang katakan tadi memang masuk akal. Jika Gael berniat membawa mereka kabur mana mungkin secara terang-terangan masuk kemari.


" cari mereka cepat!" teriak Lucas kepada pengawalnya. Gael tidak bisa melakukan apapun. pistol milik Lucas masih berdiri di depannya.


" kita tunggu di sini" ucap Lucas pelan pada Gael. Dia akan memperhatikan semuanya dengan baik.


Akhirnya Gael tetap tenang duduk di depan Lucas yang sejak tadi mengacungkan senjata di depannya.


" kau yang sedang mempermainkan aku!" teriak Lucas.


" kemarikan alat itu!" lanjut Lucas. Dia sangat terobsesi dengan PIN. Dan dia pastikan kali ini tidak akan kehilangannya.


" tidak Lucas, aku belum melihat keduanya" ucap Gael pelan. Dia terlihat sangat tenang dan malah membuat Lucas semakin tidak tenang.


" berikan! atau aku akan menembakmu" ancam Lucas, dia tidak memiliki cara lain.


" kau curang, aku datang kemari baik-baik sesuai kesepakatan. jangan buat aku melakukan hal lain" balas Gael datar. Lucas semakin tidak mengerti dengan situasinya. Seharusnya Gael yang tidak berdaya, tapi kenapa malah dirinya yang terlihat kelimpungan.


" tuan, ada pergerakan lain di sekitar lab" lapor pengawalnya Lucas sambil tersengal akibat berlari.


" kau membawa anggotamu?" tanya Lucas menyelidik.


" anggota ku? tentu tidak. bukankah markasku sudah kau hanguskan kemarin?" tanya Gael dengan wajah datar, lelaki itu mulai beranjak berdiri. Hal ini tentu semakin membuat Lucas ketakutan.


" kau kemari, Pastikan dia tidak kemana-mana" perintah Lucas kepada pengawalnya. Lelaki itu memberikan pistol dan kini bergantian pengawal itu yang menodongkan senjata kepada Gael.

__ADS_1


Hal ini sangat konyol bagi Gael, dia menarik sudut bibirnya. Situasinya menjadi seperti ini. Jauh dari bayangannya.


Dengan tubuh gemetar pengawal itu mengacungkan senjata sedang tuannya pergi entah kemana.


" kau, katakan padaku dimana kedua orang itu?" ucap Gael dengan tatapan tajam. Gael berjalan mendekati pistol. Dia yakin jika lelaki di depannya tidak akan berani menarik pelatuknya.


" mereka pergi" jawab lelaki itu seakan uji nyali. Aura Gael sangat menakutkan.


" kalian membohongiku?" Gael semakin maju, dan lelaki di depannya perlahan mundur.


" tidak, kau duduk di sana!" seperti kucing yang terjepit, pengawal itu berusaha menakuti dengan teriakannya.


" aku? bagaimana bisa aku duduk saat kedua.."


" diam, duduk!" teriak pengawal itu.


Gael bersiaga namun tetap berjalan mendekati.


" berhenti!"


door. satu tembakan keluar. Untung saja Gael langsung menghindar. Dan melumpuhkan pengawal dalam sekali serang. Kini pistol beralih sedangkan pengawal itu terkapar tak berdaya.


Lain hal nya dengan Lucas, dia tidak percaya sanderanya bisa kabur begitu saja, setelah memberikan pistol kepada pengawalnya dia berjalan menuju lantai 2. ruangan yang di sebutkan benar-benar kosong, tak ada siapapun termasuk dokter itu.


" brengsek!" ucap Luca kesal. Dia menelusuri jalan kemungkinan mereka bertiga menuju bagian belakang.Lucas segera menyusul pergi ke lantai dasar. meskipun sedikit redup Lucas tetap berjalan. bangunan ini jelas Lucas sudah hafal seluk beluknya.


" ayo cepat!" ucap Myria khawatir, mereka berubah rencana. Entah kenapa penjaga saat itu datang silih berganti. Seakan terjadi sesuatu di luar. Akhirnya Myria asal memilih jalan dan kini mereka tersesat entah di bagian mana.


" sebentar kakiku terkilir" ucap dokter itu.


Langkah mereka sedikit lambat, belum lagu harus menopang tubuh Ansel yang tidak ringan.


tap tap suara langkah kaki.


" sembunyi" ucap Myria membawa mereka menepi menempel di dinding.


" kau yakin bisa membawa ku pergi?" tanya dokter itu mulai ragu. Sejak tadi dia tidak menemukan jalan keluar. Malah semakin tersesat di bagian bangunan yang redup.


" jangan banyak tanya, ayo kita sembunyi dulu" ucap Myria kesusahan membopong Ansel. Lukanya juga mulai mengeluarkan darah lagi.


" tidak lebih baik aku mengabarkan hal ini kepada mereka" Dokter itu melepaskan pegangan ya pada Ansel. Dia memilih untuk kembali dan mengadukannya pada Lucas.

__ADS_1


" hey, kembali. mereka pasti membunuh mu" larang Myria. Karena dia yakin bagi Lucas, dokter itu bukanlah siapa-siapa setelah mendapatkan informasi dia pasti akan di bunuh.


__ADS_2