Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
59. Mencari


__ADS_3

" bos ini hasil pemeriksaan kami" ucap bawahannya menampilkan laporannya di layar utama.


" kami melacak dan mengetahui jika seseorang yang ada di video merupakan lelaki berusia 39 tahun yang tinggal di luar kota, identitasnya Zeus. Dan lokasi pengambilan video kami masih mendalami. Kemungkinan ada di gedung yang sama di kota dia berada" Gael mencermati hasil pemeriksaan itu dengan baik. Mereka menyertakan foto serta beberapa bukti lainnya.


" kalian sudah menyelidiki siapa saja yang terlihat dalam pengambilan video itu?" Gael yakin ini bukan hasil kerjaan beberapa orang saja. Jelas ada kelompok mafia lain yang memanfaatkan keadaan mereka.


" tidak ada siapapun yang terlibat, hanya dia seorang yang bertanggung jawab. Tapi kami akan mendalami lagi" jawab bawahannya.


" sepertinya dia bukan anggota mafia manapun, cari tau data orang hilang dan juga siapa saja mafia yang menguasai di kota itu" Gael curiga jika lelaki yang ada di video itu adalah suruhan mafia. Jelas mereka tidak mungkin berani menyuruh anak buah mereka. Itu akan memudahkan senator melacak siapa dalang dari video ini.


" baik bos" jawab bawahan itu kompak.


" ada lagi, baru saja kita mendapatkan pesan dari Senator" saut salah satu bawahan lainnya.


" buka" Gael semakin merasa aneh dengan hal ini.


" sebuah file" bawahan itu memberikan info. Awalnya tidak ada yang curiga sampai Gael melihat jenis filenya dari layar monitor.


" jangan buka!" teriak Gael, namun sayang bawahan itu sudah terlanjur mengkliknya.


" cabut semua daya!" teriak Gael lagi, situasi semakin tegang. Untung saja ada salah satu bawahan langsung memutus daya utama ruang informasi. ruangan seketika gelap.


" sial!" Gael kecolongan. Dia tidak tau seberapa data yang bocor.


" ada apa sebenarnya?" Ansel sudah tidak bisa menahan diri. sejak tadi lelaki itu diam saja karena tidak ingin mengganggu konsentrasi Gael.


"file yang mereka kirim adalah sabotase. itu berguna untuk melacak lokasi dan mengambil data" jawab Gael yakin. Mereka hampir saja tertipu.


" kalian keluarlah, biarkan ruangan ini off sampai aku memberikan info lebih lanjut" lanjut Gael.


" baik bos" satu persatu bawahan itu keluar dari ruangan dengan menggunakan lampu hp.


Ruangan itu langsung sepi, tinggal Gael dan Ansel yang masih diam di sana.


" kau memiliki penilaian lain?" tanya Gael kepada Ansel.

__ADS_1


" apa mungkin mereka sengaja melakukannya?" Ansel juga sedikit merasa keanehan dengan langkah senator yang mengirim file sabotase.


" kita sudah menjadi target mereka sejak awal, jika tidak mungkin ada mafia lain yang berpaling dari kita. kita harus menelusuri jejak mereka, jangan terlihat terlalu peduli, kita bukanlah seperti yang mereka pikirkan" Gael masih belum menemukan benang merahnya. Mereka harus berhati-hati dalam melangkah.


" kau harus memikirkan masalah ini matang-matang" ucap Ansel dengan penuh kekhawatiran. Lelaki itu kemudian pergi dari sana.


Gael diam sambil merenung dalam kegelapan, masalah ini terlihat sepele. Namun respon senator serta mafia lain terlalu berlebihan. Jelas ada maksud tersembunyi dan Gael tidak suka dengan situasi ini.


Besok paginya ruangan informasi sudah mulai on, Gael sejak kemarin memang belum meninggalkan PIN, lelaki itu sibuk di kamarnya dan mencari titik terang.


" laporkan perkembangan nya" ucap Gael memulai pertemuan.


" dari data orang hilang yang sudah kami temukan, tidak ada yang memiliki ciri-ciri yang cocok dengan lelaki itu. bahkan kebanyakan dari mereka adalah wanita remaja" jawab bawahannya. Di layar telah di tampilkan foto serta identitas orang-orang hilang di kota tersebut. Gael melihatnya dengan teliti. Memang benar yang bawahannya temukan. Tidak ada satu orangpun yang cocok.


" lalu kelompok mafia nya?" saut Ansel.


" di kota tersebut hanya ada 2 kelompok mafia, Macan putih dan Pistol. Mereka tidak pernah terlibat dengan transaksi kita, dan terbilang masih kelompok baru" bawahan itu. menampilkan semua data detailnya. Gael juga meneliti dengan serius. Kelompok ini terbilang baru, mana mungkin mengetahui situasi senator. Hanya mafia terbaik yang di naungi oleh senator itu.


" kalian kirim lokasi tempatnya, hari ini juga kita pergi survei" Gael tidak bisa diam, dia akan memastikannya sendiri.


" baik bos" jawab bawahan itu serempak.


" kalian pergilah ke sisi timur kota" ucap Gael dalam panggilan khusus. Dia mengendarai mobil sendirian. Memang Gael tidak suka berbagi tempat dengan orang lain.


" baik bos"


kedua mobil itu berpencar, mereka akan bertemu saat matahari terbenam. Gael menuju alamat pelaku, dari informasi lelaki itu tinggal di sebuah kontrakan kecil di tepi kota sebelah barat.


Gael turun dan melihat situasi di lingkungan kontrakan. terlihat begitu sepi dan tidak begitu banyak penghuni. Seperti desa yang mulai di tinggalkan penduduknya. Gael terus berjalan masuk, dan mengetuk salah satu pintu.


tok tok, lama tidak ada sautan. Gael mengambil jalan pintas. Dia menaiki tembok dan berhasil masuk di bagian belakang kontrakan. Seperti sebelumnya area ini sepi.


" apa mungkin dia sudah kabur?" guman Gael. Dia sudah memeriksa bagian dalam, dan benar. Tidak ada siapapun. Tempat ini sudah lama di tinggalkan.


Tak ingin membuang waktu, Gael segera pergi dari sana yang menuju lokasi kedua. Yakni pengambilan video. Di bangunan tua area timur kota.

__ADS_1


Setelah sampai, dia bisa melihat mobil bawahannya yang sudah terparkir di ujung jalan. Mereka sudah memulai pemeriksaan.


" bagaimana kondisi di sana?" Gael memulai panggilan. Lelaki itu tidak turun, dia memilih berada di dalam mobil saja. Sambil menilai situasi.


" kami sedang menuju lokasinya. Itu berada di lantai teratas gedung" jawab pemimpin misi.


" Cermati bila ada jejak lainnya" ucap Gael mengingatkan.


" iya bos" jawab bawahan itu, mereka ber 4 semakin waspada. Gedung tak terpakai ini sangat gelap dan kotor. Bagaimana mungkin ada orang yang membuat video di tempat seperti ini.


Gael melihat rekaman pemeriksaan bawahannya lewat monitor kecil di mobilnya. Dengan begitu Gael bisa memberikan petunjuk yang akurat kepada bawahannya.


" tunggu, ada berapa ruangan disana?" saut Gael saat layar menampilkan tangga kembar.


" ada 2 jalur, kami akan berpencar" jawab bawahan itu. Gael menyetujuinya.


Gael masih memantau, lelaki itu tidak ingin kecolongan lagi.


" satu jalur kosong, hanya area gudang dan ruangan tak terpakai" salah satu bawahan memberikan laporannya.


" kembali menjadi satu" saut Gael, satu regu akhirnya tidak menemukan petunjuk apapun dan berjalan menuju regu lainnya.


" ini adalah lokasi di dalam video" lapor regu satunya, Gael menatap layar dengan fokus.


" tunggu mayat siapa itu?" Gael menangkap gambaran aneh di pojok ruangan.


" mayat?" bawahannya yang di sana malah tidak mengerti.


" fokus di bagian atas" Gael mengarahkan.


Dan benar saja, bagian atas dari ranjang tingkat ada sebuah mayat.


" kami akan memeriksanya" jawab bawahan itu.


Saat Gael tengah berkonsentrasi sayup-sayup dia mendengar suara sirine mendekat.

__ADS_1


" kalian ambil foto sebanyak-banyaknya dan segera pergi. Kita sedang di awasi" ucap Gael cepat.


" baik bos" jawab bawahan itu.


__ADS_2