Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
30. Pemilihan 1


__ADS_3

Akhir pekan ini akan diadakan pemilihan, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari. baik laki-laki maupun perempuan akan memiliki kesempatan yang sama. Kegiatan ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan, hanya Ansel yang berhak menentukan siapa yang berlawanan dengan siapa. tidak ada batasan maupun peraturan khusus dalam melaksanakan proses pemilihan. Dalam satu minggu ini ada total 25 orang yang mendaftar dan terus melakukan latihan secara rutin.Tempat pelatihan ini bahkan mendadak menjadi ramai di penuhi para peserta.


Dalam proses pemilihan satu-satunya peraturan adalah dilarang memakai senjata apapun, mereka akan melawan dengan tangan kosong sampai tersisa satu orang.


Ansel sudah menimbang-nimbang, dia perlu menjelaskan hal ini kepada Gael, agar lelaki itu tidak curiga atau mungkin membuntutinya sampai ke tempat pelatihan.


" Kenapa akhir-akhir ini kau sering datang ke sana. Sudah kubilang bawa saja Sonia kemari" ucap Gael sedikit sebal.


Dalam satu minggu ini beberapa pesanan belum mendapatkan penanganan khusus. Sangat membutuhkan peran Ansel di dalamnya. Gael tidak mau terlalu mendominasi apalagi menyadari jika mafia-mafia lain yang mengira bahwa pemilik 'rumah' ini adalah dia.


"Jangan membahas wanita itu lagu. Ini bukan tentang dia. kau tahu sendiri kan aku terkadang membuat beberapa permainan di sana" Ucap Ansel membela diri.


Saat ini mereka baru selesai melakukan transaksi, untuk transaksi satu minggu ke depan, semuanya akan di serahkan kepada Gael.


" lagi pula, anggap saja seperti aku sedang mengambil cuti" lanjut Ansel mencari alasan. Dia akan meninggalkan markas selama satu minggu, sebenarnya ini bukan kali pertama lelaki itu absen. jika dihitung biasanya Ansel akan melakukan pemilihan 1 tahun setidaknya 1 sampai 2 kali.


Namun yang membuat Gael merasa aneh adalah sejak keberadaan Sonia di sana, Ansel teramat sering mengunjungi tempat itu. Gael jadi semakin curiga jika temannya ini begitu menginginkan Sonia. Atau jangan- jangan ada sebuah alasan lain yang masih dia belum ketahui.


" aku tahu tapi aku tidak bisa menghandle seluruh tugasmu. Kau yang seharusnya bertanggung jawab atas seluruh kinerja PIN. Ini adalah terakhir kali aku membebaskan mu dari tugas" Ucap Gael dengan perasaan marah. Lelaki itu segera meninggalkan area transaksi dan kembali ke PIN untuk beristirahat. sedangkan Ansel, selepas dari transaksi dia langsung pergi ke tempat pelatihan.


Menjelang pagi Myria terbangun karena suara pintu terbuka, dia sudah tahu jika Sonia pasti yang keluar tapi dia masih mengantuk jadi memilih untuk tertidur lagi.

__ADS_1


Beberapa jam setelahnya wanita itu telah siap di ruang latihan. Semakin mendekati hari pemilihan orang-orang semakin sering datang ke tempat latihan, membuat beberapa area latihan menjadi penuh. Maria tidak mau jika harus menunggu jadi dia memilih untuk mengawali pelatihan.


Saat di tengah latihan dia menangkap kehadiran bawahan Ansel, ternyata alasan Sonia keluar menjelang pagi adalah untuk menyambut kedatangan Ansel. Lelaki itu sengaja datang lebih awal. Masih dua hari lagi menuju hari pemilihan dan Ansel sudah standby di sana. Semua itu adalah demi bersenang-senang di sini.


Tak terasa hari yang dinantikan telah tiba. Sejak pagi aula latihan telah dipenuhi oleh sejumlah peserta maupun penonton. aturan untuk bertanding, laki-laki dan perempuan itu akan saling melawan. Mereka masing-masing akan melawan satu persatu.


Hari ini pertandingan untuk 12 orang pertama. Mereka adalah kelompok pertama. Myria termasuk dalam kelompok ini. Dia sudah siap dan sangat menantikan hari ini, dia tidak akan melatih diri mulai dari nol, dari minggu ke minggu dia berada di sini dengan tidak mudah. Latihan yang selama ini membuat sikapnya mulai berubah, dia menjadi wanita yang dingin apalagi dengan pengalaman membunuhnya semakin membuat wanita itu lebih mudah menyerang di daerah mematikan.


Terbukti dalam beberapa putaran saja, Myria sudah mampu bertahan. orang hanya tersisa dua orang laki-laki yang menjadi lawannya. Myria sebenarnya sudah tau jika peluangnya akan sangat kecik apalagi dia juga kalah jumlah. Apalagi kedua laki-laki itu sepakat dengan melawan Myria terlebih dahulu.


Myria mulai mencari strategi baru ini, kedua lawannya memiliki postur tubuh yang besar. Jika dia mengalahkan Kedua lelaki ini dengan mengandalkan fisik dia jelas kalah. Myria terus mencari cara dan ide-ide hasil berlatihnya yanga sudah diajarkan padanya.


Ansel saat ini melihat Myria dengan tatapan serius., dari yang dia lihat perkembangan Myria semakin besar. Tidak mudah merasa takut bahkan tatapan matanya saja sudah berbeda. Myria bener bener menjadi monster idamannya.


Kali ini Myria terlihat sedikit kewalahan dengan serangan kedua lawannya. dia harus melumpuhkan satu orang agar dia tidak harus memecah konsentrasi lagi. Dan benar saja dalam sekali serang salah satu lelaki sudah tepar. Tinggal satu lagi. Tampaknya lelaki kini bukan sembarangan, yang terakhir ini sangat membuat energinya habis. beberapa bagian tubuhnya terkena serangan dari pria itu. Dia harus segera mengakhiri pertarungan ini atau dia adalah benar - benar terpojok dan babak belur.


Akhirnya meskipun dalam keadaan terjepit akibat tendangan lawannya yang mengenai perutnya. Membuat Myria terjatuh, sang lawan saking senangnya dia langsung berselebrasi di ring. Lelaki itu lengah sesaat, Myria mendapatkan kesempatan emas, dia mengumpulkan energinya untuk menendang ******** lelaki tersebut dengan penuh tenaga. serangan itu mampu menggulingkan melawannya dengan mudah.


"Hari ini yang menjadi pemenangnya adalah Noah, kita tunggu pemenang untuk kelompok selanjutnya. dialah yang menjadi lawan bagi Noah" ucap Ansel mengakhiri pertandingan. suara gemuruh memenuhi ruangan. Mereka seakan tidak percaya jika Myria lah pemenangya. mereka menatap Myria kagum, tidak seperti saat wanita itu datang.


Awalnya diremehkan kini sudah berubah menjadi singa betina yang sulit dikalahkan, bahkan bagi Ansel Myria benar-benar tangguh. Setelah selesai pertarungan Myria dengan dibantu oleh Sonia mulai mengobati luka-luka di dalam tubuhnya. Mulai dari luka memar, luka sobek. semuanya di berikan olesan salep agar lukanya cepat mengering.

__ADS_1


Tubuh Myria sangat membutuhkan perawatan, apalagi bagian bahu dan lutut yang hampir saja patah. Untung Myria bisa menghindar dan hanya mengalami pergeseran saja.


Padahal wanita itu juga menggunakan pelindung, dan bisa bekerja dengan baik membuat wanita itu setidaknya mengalami gejala ringan pergeseran tulang.


" tuan Ansel tidak memanggilmu?" tanya Myria kepada Sonia yang memberikan obat salep pada beberapa luka lebam.


" Dia menyuruhku untuk merawat mu terlebih dahulu" jawab Sonia enteng. Kini kedua wanita itu sudah saling terbuka, terkecuali dengan masa lalu dirinya. Bagi Sonia, dia sudah tidak perlu menyembunyikan tugasnya di sini.


"dia juga memiliki hati" saut Myria cepat.


" tuan Ansel memang begitu kepada beberapa orang saja, terkadang terlihat baik" ucap Sonia dengan senyum tipis.


" jangan sampai terlibat masalah dengan lelaki itu, dia termasuk tipe pendendam" Myria mencoba mengingatkan. Dia sendiri teringat dengan kisahnya.


" Oh ya? juga pernah melayani lelaki itu?" tanya Sonia penasaran mendadak.


"Ya seperti yang kau tahu bagaimana brengseknya dia. lelaki itu juga pernah melecehkan ku, namun entah kenapa dia tiba-tiba saja ingin merubah menjadi seorang petarung" jawab Myria sedikit berbohong. sebenarnya tidak mau berbohong namun segalanya tidak mungkin dijelaskan Myria, alasan kenapa dia bisa sedekat ini dengan Ansel.


"Jadi kau sama sekali tidak pernah tidur dengannya?" tanya Sonia sekali lagi kepada Myria.


Myria menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


' tapi tidur dengan temannya' ucap Myria dalam hati.


__ADS_2