
tinggal 1 hari lagi waktu yang Gael punya untuk menyelamatkan Myria. Malam ini adalah batas terakhir dia menyerahkan PIN untuk di ganti dengan nyawa Myria.
" bagaimana respon mafia lain?" tanya Ansel kepada bawahannya.
Mereka saat ini sedang mengadakan rapat besar. Setelah perintah Gael kemarin yang terlalu beresiko itu.
" semua merasa jika GM terlalu semena-mena. namun tidak banyak juga yang mengambil keuntungan dengan kalahnya kita" jawab mereka.
" jadi begitu, apa Bos Gael sudah menghubungi lagi?" tanya Ansel.
" belum, jika di hitung malam ini adalah hari kesepakatan penyerahan PIN" jawab bawahan itu mengingatkan.
" kau benar, aku masih belum mengerti rencana yang dia jalankan" Ansel bergumam namun bisa di dengar oleh beberapa orang disana.
" kalian tetap siaga, mungkin Bos Gael memerlukan bantuan di saat genting seperti ini" Ansel menyudahi rapat. Dia kembali ke kamar.
Myria diam saja dengan tangan berada di belakang, seperti saat dia terikat. tali itu telah terlepas beberapa jam yang lalu. Dia menunggu penjaga datang agar dia bisa merebut senjatanya.
" ini makan lah" ucap penjaga itu memberikan potongan buah. Dia tidak di izinkan membuka ikatan tali, jadi harus menyuapi Myria ketika jam makan tiba.
Myria sudah mengamati dia sejak awal, saat siang seperti ini kebanyakan para penjaga sedikit lengah. Mereka lelah setelah berjaga malam ataupun beraktivitas pagi.
" lepaskan aku!" ucap Myria dengan tajam setelah memuntahkan makanan yang diberikan penjaga itu.
" dasar tidak tau di untung" ucap penjaga itu sambil memukul wajah Myria. Kali ini Myria langsung mengambil tangan itu dan melumpuhkannya dengan cepat tanpa menimbulkan suara gaduh.
" bagus" guman Myria. wanita itu melucuti senjata dan alat komunikasi penjaga.
Dia mendekati pintu dan mengamati keadaan luar.
setelah dirasa aman, Myria membuka lebar dan keluar dari sana.
bagian lorong masih aman, wanita itu terus berjalan mengendap mengikuti insting nya saja.
" bagaimana bisa?" teriak seseorang di ruangan yang baru saja Myria lewati. ruangan ini berbeda lantai dengannya. Myria berada di bagian atas sedangkan kini dia sudah menuruni tangga.
" maafkan kami tuan" saut suara lainnya.
" aku tidak mau tau, Sebelum Gael memberikan PIN padaku aku ingin kabar ini kalian tahan selama mungkin. Jangan sampai bos besar mengetahui hal ini"
" baik tuan"
" kalian pergilah, katakan jika berita yang tersebar tidak ada kaitannya denganku"
Myria segera bersembunyi saat pintu itu terbuka. Dia bisa melihat lelaki tua itu meremas rambutnya. dia frustrasi akan sesuatu hal yang berkaitan dengan Gael.
Malam ini Gael pasti datang sesuai dengan kesepakatan yang Lucas berikan. Jadi sebelum malam tiba Myria harus bisa menghubungi Gael dan mengatakan jika dia baik-baik saja.
__ADS_1
Setelah pintu tertutup, Myria segera keluar dan berjalan turun. Menurutnya jalan keluar pasti ada di lantai dasar.
" tutup pintu, wanita itu kabur!" suara di alat komunikasi.
" sial!" ucap Myria. Aksi melarikan dirinya sudah ketahuan secepat ini.
Myria segera bersembunyi, lalu lalang penjaga di setiap lorong akan sangat beresiko baginya.
Untungnya dia menemukan ruangan seperti gudang. Myria masuk dan bersembunyi disana.
" dasar kalian tidak becus!"
plak plak.. Lucas memukuli para penjaga.
" bagaimana bisa kalian kalah dengan wanita lemah seperti itu hah!".
" segera cari sampai dapat" teriak Lucas. Myria mengecilkan volume alat komunikasi. Dari sini dia bisa mengetahui di mana saja letak pintu keluar.
Semua menjaga mencari dan menggeledah semua ruangan. Mereka yakin jika wanita itu masih di dalam.
" gawat" Myria melupakan kemungkinan adanya CCTV, jika memang ada, mereka bisa dengan cepat menemukannya.
" tuan ada telepon dari nona besar" salah satu pengawalnya mendekat sambil membawa hp Lucas.
Lelaki setengah khawatir.
" iya nona" jawab Lucas dengan sopan.
" jangan mempercayai berita di luar, mereka hanya ingin mengadu domba GM" jawab Lucas berbohong.
" aku tidak mau tau, sekarang segera temui aku dan jelaskan kebenarannya" nona besar langsung menutup panggilan tanpa menunggu jawaban Lucas.
" brengsek" guman Lucas menggenggam erat hpnya. Dia sejak awal sangat tidak menyukai nona besar itu. Apalagi kini dengan sewenang-wenang wanita itu berlagak seperti bos besar.
" kalian atasi masalah ini, jika sampai sore wanita itu tidak ketemu. Nyawa kalian menjadi taruhannya" ancam Lucas kemudian pergi.
Situasi disana semakin berbahaya. Semua ruangan akan di geledah. cepat atau lambat Myria akan segera di temukan.
" aku harus melakukan sesuatu" guman Myria. Wanita itu memutar otak. Dia mengambil kain dan mengaktifkan alat komunikasi.
" terlihat di lantai atas dekat kamar mandi" ucap Myria, akibat tekanan lapisan kain suaranya menjadi sedikit berat seperti lelaki.
" siap cek" Myria mendengar suara langkah kaki yang mulai naik. kesempatan ini di manfaatkan Myria untuk keluar dari pintu samping.
" itu dia!" teriak penjaga lain yang memergoki Myria dari lantai atas.
" sial sial" ucap Myria mendengar teriakan itu.
__ADS_1
Myria langsung berlari cepat, beberapa penjaga di bawah langsung mengejar Myria. Wanita itu semakin terjepit saat gerbang masuk tidak bisa di tembus.
" aku tau kau menyembunyikan sesuatu dari GM" ucap nona besar saat Lucas duduk di depannya. mereka berada di markas besar GM.
" anda mempercayai gosip itu daripada anak buah anda sendiri?" tanya Lucas menjebak.
" kau tidak menjawabnya, Lucas" wanita itu menatap Lucas tajam.
" jangan berlagak menjadi bos besar" sindir Lucas. Dia mulai memperlihatkan sifat aslinya. Sebentar lagi PIN akan menjadi miliknya dan wanita di depannya ini akan berada jauh di bawahnya.
" kau sudah mulai terang-terangan sekarang" sindir wanita itu. Dia tertawa singkat sambil menatap Lucas.
" kau lupa siapa aku bagi tuan Besar?" lanjut wanita itu menatap meremehkan Lucas.
" kau hanya wanita tidak tau diri, jika bukan karena bayi Gery hilang. kau tidak akan mendapatkan posisi ini" Lucas tanpa basa basi menyudutkan wanita muda di depannya.
" kau benar, meskipun Gery masih ada, kedudukan kita tidak akan jauh berbeda. Kau masih di bawahku" Desis Wanita itu.
brak. Lucas memukul meja tidak terima, meskipun apa yang wanita itu ucapkan adalah benar.
" kau!" Lucas menahan emosinya.
" apa? aku sudah mengirim kabar kepada tuan besar mengenai kasus 2M yang selama ini kau sembunyikan" bisik wanita itu dengan wajah puas.
Lucas tidak mampu menampiknya, dia memang telah melakukan hal secara mandiri atas nama GM. Lelaki itu menatap garang kearah Wanita muda. Dia pasti akan memberikan pelajaran kepada wanita ini setelah PIN berada di tangannya.
" aku akan membalas mu" desis Lucas kemudian pergi dari Markas.
" hahaha" wanita itu tertawa senang. Kali ini dia bisa membuat seorang Lucas terlihat sangat marah. Hal yang perlu di rayakan. Selama ini Lucas selalu menjadi penjilat, Gantian giliran dia yang menguasai arena.
" nona,misi berhasil" pesan yang baru dia dapatkan. Semua rencananya berjalan dengan baik.
Lucas memasuki mobil dan membanting pintunya dengan keras.
" brengsek, kau lihat saja. Setelah ini kau pasti akan mengemis meminta perhatian ku" desis Lucas mengarah pada nona besar.
drt drrttt
" apa!" teriak Lucas
" gawat tuan, gudang di terobos" ucap anak buahnya dengan cemas. Gudang adalah sebutan lain dari markas kecilnya.
" bagaimana bisa?" sentak Lucas.
" mereka juga membawa wanita itu, " saut anak buahnya yang semakin membuat dirinya emosi.
" brengsek! siapa yang berani bermain denganku" teriak Lucas. Anak buahnya diam saja mereka berani menyela saat tuannya marah. Panggilan itu langsung terputus.
__ADS_1
" sial kau Angel!" Lucas bisa menebak, seseorang yabg mengetahui tentang GM adalah nona besar Angel. Jika begitu yang menerobos gudang dan mengambil tawanannya pasti wanita itu.
brak Lucas memukul setir mobil dengan keras.