
Setelah bersusah payah dalam beberapa jam akhirnya semua serangan bisa di tangkis dengan mudah. Meskipun beberapa kali sistem mengalami bug, namun bisa di pulihkan dengan cepat.
" setelah ini serangan akan semakin intens, lebih baik kita pasang jebakan saja" ucap Gael di dalam ruangan informasi.
" biarkan serangan masuk dan melakukan perusakan diri. Kita bisa ambil peluang seperti itu" balas Myria.
semuanya mengangguk, menyetujui rencana yang sangat potensial.
" kau benar, kalian susun sistemnya" ucap Gael.
" siap Bos" jawab mereka serempak.
Gael berjalan menuju meja Myria, dia sendiri tidak mengira jika istrinya akan memahami hal ini dengan cepat.
" bagaimana? kesulitan?" tanya Gael. Semua sudah fokus dengan pekerjaannya masing-masing. Gael tidak perlu mencemaskan banyak hal.
" tenang saja, aku masih bisa mengikuti" jawab Myria percaya diri. Wanita ini sama sekali tidak terlihat tertekan dengan tugas barunya, bagi Gael. Sedangkan bagi Myria hal ini seperti hidup kembali. Myria merasa sudah sangat lama sekali kemampuannya tidak pernah di gunakan. sayang sekali.
Sekarang dia sudah bersemangat kembali, bahkan bisa berhadapan dengan kelompok yang selama ini dia cari. rasanya paket komplit. Gael tentu saja tidak mengetahui perihal masalah ini.
" kau sangat percaya diri sekali" saut Gael sambil mengusap kepala Myria.
" tentu saja, sudah aku bilang. Jika sekarang aku sudah memiliki banyak kemampuan" balas Myria dengan bangga.
" baiklah, aku percaya" ucap Gael kemudian pergi. Dia tidak mau mengganggu konsentrasi Myria.
Malam hari tiba, semua anggota sudah berganti shif. Myria kembali ke kamarnya dengan tubuh lelah. Di hari pertamanya dan PIN langsung mendapatkan serangan.
" dimana dia?" guman Myria saat tidak melihat Gael di dalam kamar maupun di ruang kerjanya. Setelah menyelesaikan mandi malamnya, Myria keluar kamar sekalian mengambil jatah makan malam.
" kalian lihat Gael?" tanya Myria kepada anggota yang dia temui di ruang istirahat.
" seperti tadi bos Gael pergi bersama tim lapangan" jawab mereka ragu-ragu. Pasalnya mereka juga baru datang dan hanya melihat dari status tim.
" oh baiklah" jawab Myria. Wanita itu tidak ambil pusing. Dia menghabiskan makanan lalu kembali ke kamar. Myria langsung menaiki ranjang setelah meminum obatnya. Lelah langsung mengantarkan wanita itu dalam tidur nyenyak nya.
__ADS_1
Tengah malam Myria terbangun akibat suara gemericik air. Gael sudah kembali.
" baru sampai?" tanya Myria saat Gael keluar dari kamar mandi. Lelaki itu hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.
" tidak, sudah dari tadi hanya saja baru masuk kamar" jawab Gael mendekati Myria. Lelaki itu mencium bibir Myria.
" ada tugas apa di tim lapangan ?" tanya Myria mendorong tubuh Gael.
" lupakan tentang PIN jika berada di kamar" ucap Gael mendorong pelan tubuh Myria agar terbaring di ranjang.
" Gael, lukaku belum sembuh" tolak Myria.
" alasan, aku bisa melihat bagaimana cepatnya pergerakan tanganmu waktu mengamankan sistem" balas Gael. Lelaki itu tidak bisa di bohongi.
" aku tidak mau bangun kesiangan besok" rengek Myria, karena biasanya Gael tidak akan selesai jika tidak benar-benar puas. Myria selalu terbangun sangat siang jika malamnya Gael meminta hak nya.
" salah sendiri memaksa masuk ke misi" jawab Gael acuh. dia terus membuka pakaian Myria. Dia tidak menerima penolakan.
" Gael!" teriak Myria saat Gael dengan keras menyentak bajunya. Kini Mereka sama-sama polosan. Meski awalnya menolak, Myria tetap menikmati semua sentuhan Gael pada tubuhnya.
" Myria ayo cepat bantu" ucap salah seorang anggota dan Myria berlari menuju mejanya.
Mereka tidak menyangka akan ada serangan secepat ini. Mereka sepertinya tidak ada lelahnya membombardir PIN agar segera bisa di lemahkan.
" kita buka akses untuk mengaktifkan perusakan diri data asing" ucap Myria setelah memastikan semua berjalan sesuai dengan rencana.
" baiklah" jawab mereka serentak.
Waktu terus berjalan, semua tampak berkonsentrasi penuh. Dan akhirnya serangan mereka berhasil dilakukan.
" kita berhasil!" ucap salah satu rekannya.
semua tampak lega, pihak musuh pasti mengalami kerusakan berat. Dalam beberapa hari sepertinya mereka akan aman dari serangan.
" ya, kita berhasil" jawab lainnya dengan wajah puas.
__ADS_1
" sial!!" teriak seseorang dari sebrang sana. Mereka kalah, sistem mereka hancur dan harus memulai dari awal lagi.
" kita tidak bisa meneruskan lagi dalam waktu dekat" ucap bawahannya.
" Dasar bodoh!!" jawab pemimpin itu dengan keras. Dia begitu emosi dan membenci 2M. Bagaimana bisa mereka dikalahkan dengan mudah.
" cari cara lain, agar 2M bisa di kalahkan" lanjut pemimpin itu.
" bagaimana jika kita gunakan rencana milik Sergio tuan? kita pancing wanita itu dan menjadikannya umpan" saran bawahannya. Mereka sejak beberapa minggu ke belakang hanya fokus menyerang PIN namun sama sekali tidak ada perkembangan. Sepertinya ide Sergio cukup menarik.
" tapi bagaimana jika tuan besar tau? Beliau sangat tidak suka jika kita menyerang wanita" bawahan lainnya ikut bersuara.
" sembunyikan hal ini darinya, aku ingin Gael dan PIN berada dalam genggamanku" ucap pemimpin itu penuh ambisi. Dia sangat tergila- gila dengan sistem keamanan yang Gael rancang. Sejak dulu tidak pernah ada yang membuatnya tertarik sejauh ini.
Sayangnya Gael terlalu sulit untuk di taklukan, membuatnya harus memikirkan cara lain agar tuan besar tidak mengetahui rencana busuk nya. Dengan mendapatkan sistem keamanan milik Gael, dia bisa mendapatkan posisi terdekat dengan tuan besar, selama ini ambisinya adalah untuk mendapatkan kepercayaan utuh dari tuan besar.
" baik tuan" jawab anak buahnya.
Setelah berhasil memenangkan serangan, kini ruang informasi tampak lenggang, mereka sedang di ruang istirahat. Mereka sibuk menghibur diri setelah berjam-jam merampungkan sistem terbaru.
" kau cukup bisa di andalkan!" ucap Ansel kepada Myria. Mereka tengah berada di ruangan Ansel. Di sana ada Gael dan Sonia juga.
" anggota yang lain juga lebih dulu bekerja keras" jawab Myria. Wanita itu jelas tidak mau sombong pada kerja orang lain. Dia baru saja masuk, meskipun memang beberapa kali dia yang memimpin jalannya tim. Namun rasanya Myria belum pantas mendapatkan sanjungan itu.
" setelah ini kita kita bisa berfokus pada tim lapangan" saut Gael mengganti topik.
" bagaimana sekarang perkembangannya?" tanya Ansel karena baru ingat jika tim lapangan belum memberikan laporannya.
" mereka sudah hampir selesai dengan tugas dasar, setelah ini akan ada pemasukan senjata baru" jawab Gael datar. Dia masih sibuk dengan makanannya.
" kalian sangat kompak, tidak salah PIN memiliki anggota seperti kalian" ucap Ansel dengan wajah senang.
" Myria hanya anggota tambahan" ucap Gael mengingatkan. Dia tidak mau Myria memiliki hubungan erat dengan 2M. Bisa -bisa dia menjadi target musuh 2M karena di anggap paling lemah.
" iya aku tau" jawab Ansel sekenanya.
__ADS_1