
" apa ini? kau berani bermain di belakangku?" tuan benar tidak bisa lagi menahan emosinya.
" tidak tuan, saya tidak berani. Ini pasti ada yang sengaja menipu kita" ucap Lucas yang terus menutupi kesalahannya.
" kau fikir aku bodoh Lucas?" tuan besar jelas bisa melihat siapa yang salah di sini.
* aku tidak mau tau, jika sampai berita ini masih berlanjut, mau tidak mau kau harus menjadi gantinya" jelas tuan besar. Lucas sangat mengerti maksud dari menjadi ganti. Wajah Lucas seketika langsung memutih, dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
" sa saya akan urus masalah ini" jawab Lucas ketakutan.
" mulai sekarang biarkan Angel yang menggantikan tugasmu" saut Tuan Besar, jelas saja ini membuat kekuasaan Lucas semakin kecil. Angel selalu saja mendapatkan keuntungan. Tidak ada yang tau jika di bawah meja kedua telapak tangan Lucas menggenggam erat, ingin membalas dendam.
" baik tuan" jawab Lucas terpaksa.
setelahnya tuan besar pergi, meninggalkan Lucas dan Angel saja.
" jadi ini hadiahnya? terimakasih sudah mau mengalah padaku" sindir Angel. Dia puas sekali melihat ketakutan Lucas. Ini pertama kakinya lelaki itu melawannya secara terus terang.
" kau! tunggu saja ini masih awal" lanjut Lucas kemudian beranjak pergi.
" jangan lupa kirimkan semua berkas laporan, aku tidak mau ada kesalahan" teriak Angel. Tugas Lucas akan dia lanjutkan padanya, ini jelas memberikan kekuasaan tambahan pada Angel.
" tunggu saja, kaulah yang pergi dari GM" desis Angel menatap pintu keluar yang sudah kosong. Dia sangat muak melihat lelaki tua itu yang sudah mengganggu asmara nya. Jika bukan karena Lucas, Jack tidak mungkin tau identitasnya. Sekali ikut campur urusannya, selamanya akan menjadi musuh.
Di tempat yang berbeda,Ansel dan Sonia baru saja mendapatkan kabar dari Gael.
" mereka akan bersembunyi sejenak" jawab Ansel yang terlihat fokus mengerjakan setumpuk berkas.
" bersembunyi di mana?" Tanya Sonia lagi.
" entahlah, mereka tidak mengatakannya" jawab Ansel tenang. Tanpa kehadiran Gael, maka secara otomatis semua pengerjaan PIN akan menjadi tanggung jawabnya.
" kau sangat sibuk ya?" tanya Sonia yang akhirnya tau. Sejak tadi terus sja bertanya padahal Ansel butuh fokus.
" Lumayan, Tidak ada Gael jadi aku yang harus turun tangan"
" baiklah aku tidak akan mengganggu lagi" Sonia keluar dari ruangan kerja dan menuju dapur.
Wanita itu berjalan dengan perasaan sedih, akhir-akhir ini Sonia merasa jika emosinya kurang stabil. Dia mudah sedih dan selalu merasa bersalah. Tadi saja dia merasa jika dirinya mengganggu kerja Ansel. Jadi memilih menghindar.
" nyonya ada apa?" tanya staf dapur yang melihat Sonia datang padahal semua masakan sudah selesai.
" em aku ingin makan yang asam, apa ada stok?" tanya Sonia ragu-ragu.
" sepertinya ada beberapa buah, akan saya buatkan salad, bagaimana?" tawar staf itu.
" sepertinya enak, boleh kalau begitu saya tunggu" Sonia langsung duduk di kursi yang menghadap langsung ke dapur. staf itu dengan profesional langsung membuatkan pesanan Sonia.
Tak berselang lama,.Sonia yang hampir ketiduran langsung mencium aroma lezat.
__ADS_1
" sudah selesai?" tanya Sonia antusias.
" sudah nyonya" jawab staf itu dan menyajikan hidangannya.
" hemm enak sekali" ucap Sonia antusias.
" terimakasih nyonya" balas staf tersebut dengan senang hati.
Sonia menikmati salad itu sendirian di dapur, semua staf baru saja istirahat. Setelahnya Sonia masuk di ruangan santai para staf dapur.
" sepertinya tidur siang disini enak juga" guman Sonia.
wanita itu langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk. Dan tanpa berlama-lama langsung terlelap tidur.
" Angel keparat!" teriak Lucas di dalam ruangan yang sudah seperti kapal pecah. Sejak pulang dari acara makan malam, lelaki itu selalu mudah marah. Apapun bisa menjadi alasan kemarahannya.
" tuan kami sudah mengirimkan semua berkas pelaporan transaksi" ucap pengawalnya.
" jangan menganggu ku, sialan" Lucas melempari pengawal itu dengan buku. Dia tidak ingin mendengar apapun yang berkaitan dengan Angel.
" ma. maaf tuan" pengawal itu langsung keluar dari ruangan.
Lucas mengatur nafasnya, dia duduk dan kembali memikirkan cara untuk menyerang Angel dan Gael secara bersamaan.
" jika tidak bisa halus, aku akan membunuh mereka dengan caraku" desis Lucas, dia tidak akan mengambil cara halus, dia selalu saja gagal. kali inu dia akan benar-benar membunuh mereka berdua.
" kirim semua riwayat tempat dari alat itu" ucap Lucas. Dia masih memiliki satu serangan.
" baik tuan"jawab dari sebrang. Meskipun dia tidak tau tepatnya dimana posisi PIN.Namun dia sudah mengantongi beberapa lokasi dimana sana mobil itu berhenti.
" tunggu saja. Kalian tidak akan lolos" ucap Lucas.
" kalian cari dari CCTV" ucap Ansel kesal. Dia tidak menemukan keberadaan Sonia sejak siang tadi.
" baik tuan" ucap bawahannya.
" kemana kau" guman Ansel.
Hari sudah mulai malam, bahkan didapir wanita itu tidak ada.Kemana lagi Sonia biasa pergi.
" tuan kami menemukan nyonya, Dia ada di ruang santai staf dapur"ucap bawahannya dari alat komunikasi.
Ansel segera berjalan menuju lokasi, memasuki dapur dan terus berbelok. Lelaki itu langsung menghembuskan nafas lega.Sonia tertidur di sofa dengan nyaman.
Ansel mendekati sofa dan mengelus rambut Sonia. Wanitanya terlihat sangat pulas, membuat Ansel tak tega membangunkannya. Alhasil dia menggendong Sonia sampai di kamar.
"emm" Sonia terganggu karena lampu di kamar sangat terang.
" tidurlah" bisik Ansel. Namun Sonia malah terbangun.
__ADS_1
" di mana aku?" tanya wanita itu kebingungan.
" di kamar,.kau tertidur di ruang santai, jadi aku memindahkan mu kemari" jawab Ansel tenang. Dia duduk di tepi ranjang sambil mengelus pipi sonia.
" maafkan aku" cicit Sonia. Dia pasti merepotkan Ansel.
" kenapa minta maaf? " tanya Ansel.
" kau pasti terganggu karena ku" jawab Sonia pelan, Ansel malah merasa bingung.
" tentu tidak, sudahlah aku tidak biasa dengan suasana seperti ini" balas Ansel kemudian dia keluar dari Kamar untuk membawakan makan malam Sonia. Tapi lain halnya dengan Sonia, dia merasa Ansel baru saja menyentak nya. Wanita itu kembali sedih. Dia berbaring memunggungi pintu masuk.
Tak berselang lama Ansel masuk, dia melihat Sonia yang malah tidur lagi.
" Sonia, bangun dan makanlah dulu" ucap Ansel tanpa ada kelembutan. Lelaki itu tidak merasa ada sesuatu yang janggal.
" Sonia, jangan tidur terus. Tidak baik untuk kesehatanmu" ulang Ansel.
Sonia mati matian menahan isaknya, wanita itu perlahan beranjak. Dia dengan pelan menuruni ranjang tanpa melihat ke arah Ansel yang berdiri di samping ranjang.
" ini" Ansel menyerahkan makanannya. Lelaki itu masih banyak pekerjaan sehingga langsung meninggalkan Sonia ke ruang kerjanya.
Sonia makan dengan lelehan Air mata, Sampai tiba-tiba dia merasa mual.
" huek.. huekk.." Sonia berlari ke kamar mandi.
" hhuekk huekk" Wanita itu merasa aneh dengan dirinya.
" apa jangan-jangan?" guman Sonia. Dia keluar dari kamar menuju laci.
" masih ada" ucapnya pada tumpukan pembalut yang seharusnya berkurang. Sonia menghitung, dia baru menyadari jika sudah 3 minggu telat datang bulan.
" gawat! aku melupakan pil nya beberapa kali" Cicit Sonia. Dia memang sudah di siapkan obat pencegah kehamilan dari Ansel, sayangnya karena berbagai masalah yang menyerang PIN, wanita itu jadi lupa minum rutin pil nya.
" kenapa?" tanya Ansel yang tadi mendengar suara muntahan.
Sonia tersentak dan langsung membalikkan badan.
" aku. aku hanya masuk angin" jawab Sonia gugup. Ansel mengerutkan keningnya, Sonia telah berbohong padanya.
" kau yakin?" tanya Ansel menyelidik.
" iya" jawab Sonia singkat dan mengambil sisa makanan.
" aku akan mengambil lauk tambahan" lanjut Sonia kemudian pergi menghindari tatapan tajam Ansel.
Selepas Sonia pergi, Ansel mendekati laci tempat Sonia berdiri.
Lelaki itu menghembuskan nafas kasar, dia bisa dengan mudah menebak apa yang Sonia sembunyikan darinya.
__ADS_1