Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
66. Kecolongan


__ADS_3

" kalian keluarlah dulu, tenangkan diri kalian. Aku akan mencoba mengaktifkan PIN secepatnya" ucap Gael kepada semua anggotanya.


Sebelum itu dia menemui Ansel lagi dan mulai membuka kunci secara manual.


klik, suara kunci pintu terbuka.


Ansel langsung masuk sedangkan Gael menata kembali peralatannya. Dia ikut masuk namun pergi ke ruangan pribadi Ansel. Ini adalah titik utamanya. PC Ansel memang menjadi induk dari sistem, bagaimanapun pemilik PIN sebenarnya adalah dia.


Dari semua sistem keamanan milik Ansel lah yang paling sulit di tembus.


" Sonia?!" Ansel menyorot ranjang, helaan nafas lega terdengar saat sosok yang dia cari ternyata tertidur pulas di sana.


" Sonia, hey?!" Ansel segera menaiki ranjang dan mengelus pelan lengan Sonia. Mencoba membangunkan namun sudah beberapa usapan Sonia tidak ada reaksi. Ansel kembali di landa kekhawatiran.


" Sayang, Sonia" Ansel membalikkan badan Sonia dan tetap saja tidak membuat Sonia tersadar. Wanita itu masih menutup matanya dengan erat.


" Sonia!" panggil Ansel keras dan bersamaan dengan tepukan pada pipi Sonia yang sedikit keras.


" ada apa?" tanya Gael yang mendengar nada panik saat Ansel memanggil Sonia, dia langsung berjalan mendekati ruang kamar.


" dia tidak merespon" jawab Ansel cepat. Kondisi masih gelap dan keadaan semakin mencekam.


" cek nadinya" lanjut Gael kemudian masuk ke kamar.


" tidak ada!" saut Ansel ketakutan. Gael merasa aneh, dia kemudian mengecek sendiri nadi Sonia.


" sangat lemah, kita bawa ke rumah sakit" jelas Gael dan Ansel segera menggendong tubuh Sonia keluar dari PIN.


" kau tinggallah, aku titipkan PIN padamu" ucap Ansel menahan keikutsertaan Gael ke rumah sakit. Harus ada yang tinggal dan mengurus semua kekacauan ini.

__ADS_1


" baiklah, segera hubungi aku jika mengalami masalah serius" pesan Gael. Ansel mengangguk kecil dan langsung masuk ke dalam mobil.


Kejadian ini seakan membuat Gael ikut mengkhawatirkan Myria. Dia menelpon wanita itu lewat telepon rumah. Lama berdering tidak ada sautan.


" Bos, apa PIN sudah aktif kembali? setelah kami mengecek ternyata masih ada beberapa orang yang terkunci di dalam" jelas bawahannya yang membuat Gael mengerutkan keningnya. Saat ini setidaknya masalah PIN harus selesai. Untuk masalah Myria, Gael yakin wanita itu pasti dalam keadaan baik-baik saja.


" kau panggil 2 orang yang bisa memegang ruangan informasi, dan bantu aku mengaktifkan PIN" Gael melupakan kekhawatirannya pada Myria. Lelaki itu kembali masuk ke PIN dan menuju ruang kerja Ansel.


" Bos mereka disini" ucap bawahannya setelah menyelesaikan perintah Gael.


" kalian berdua stand by di ruangan informasi, dan kau pergi ke sumber daya utama tunggu perintah selanjutnya" ucap Gael.


" baik Bos" jawab mereka serempak dan langsung menempati lokasi sesuai dengan perintah.


Gael menyalakan daya cadangan untuk PC Ansel. Dia fokus memasukkan berbagai macam kode untuk memprogram ulang PIN. Kini daya utama sudah jalan, seseorang yang menunggu di sana langsung mengatur jalannya arus daya. Tak lama bagian informasi juga sudah bisa menerima daya.


" kalian aktifkan dengan cara lama dan ganti semua sandi sesuai dengan apa yang aku kirimkan" ucap Gael yang langsung menghubungi mereka agar langsung mengembalikan program keamanan data.


Kini giliran Gael yan memeriksa kebocoran akibat serangan terakhir kali.


" mereka tidak main-main dengan ancaman itu" guman Gael, saat melihat tingkat keparahan sistem yang rusak.


" mereka memaksa masuk dan mengganti data, pantas saja PIN langsung menjalankan mode off" lanjut Gael, sambil terus fokus pada layar monitor.


Ditengah fokusnya sebuah email masuk ke PC.


" ini aku Ansel, segera temui Myria!" isi pesan itu. Gael yakin jika ini bukan email palsu, mengingat Ansel menggunakan sandi khusus penyebutan dirinya yang hanya mereka berdua yang tau.


Tanpa pikir panjang, Gael menutup akses luar semetara, biarkan anak buahnya mengaktifkan bagian dalam. Setidaknya bawahannya yang terkunci bisa di keluarkan.

__ADS_1


" kalian urus sebentar aku akan segera kembali" pesan Gael dari PC dan langsung pergi menuju Mansion nya.


Dari luar semua tampak baik-baik saja, gerbang juga tidak ada masalah. Hanya saja tidak ada siapapun yang menyambut kedatangannya.


" kemana para penjaga?" guman Gael. Lelaki itu semakin masuk, namun saat sampai di pintu terlihat sekali bekas pemaksaan masuk. Ganggang pintu rusak. Perasaan Gael langsung cemas tak menentu.


Gael mempercepat langkahnya menuju kamar Myria. Hal pertama yang dia lihat adalah pintu yang rusak kerena ledakan. Hal yang sama seperti ganggang pintu masuk. Semua ini jelas sudah di rencanakan. Gael langsung membuka pintu dan masuk. Langkah terhenti, tidak ada siapapun di dalam


" sial ,sial sial!!" teriak Gael.


"Bagaimana bisa hal ini bisa terjadi" lanjut Gael dengan perasaan kacau.


Gael berpindah, dia ingi mencari keberadaan semua orang rumah. Lelaki itu pergi ke dapur, banyak sekali bercak darah. Dia mengikuti jejak itu dan berakhir di gudang penyimpanan. Firasat Gael semakin buruk, perlahan Gael mendorong pintu itu. Dia bisa melihat mayat para penjaga yang tergeletak disana.


" Brengsekkk!!!" maki Gael, dia langsung di landa kemarahan.


" berani menyentuh orang ku, kalian pasti mati" desis Gael dan berjalan keluar. Dia akan mencari tau siapa yang berbau mengusik ketenangannya. Siapapun orangnya, dia akan mendapatkan balasan yang jauh lebih mengerikan.


Gael dengan cepat berjalan meninggalkan Mansion nya. Jika dilihat di setiap pojokan terdapat bercak darah, namun tidak ada mayat. Kemungkinan darah itu milik anggota musuh, mereka tidak akan meninggalkan jejak dan membawa semua jasat orangnya.


" Gael" panggilan lemah membuat Gael terusik.


Lelaki itu menoleh ke arah parkiran.


" Gael" suara wanita yang sangat dia kenal. Gael mencari sumber suara.


Tepat di samping mobilnya, Myria berdiri dengan tangan penuh darah.


" tuan!" suara pelayan lainnya juga ikut serta.

__ADS_1


" Myria!" Gael terdiam sesaat karena tidak percaya, kini lelaki itu berlari mendekati Myria bersamaan dengan tubuh kecil itu jatuh tidak sadarkan diri.


" tuan" para pelayan itu menangis saat melihat Gael datang. Mereka ikut membantu Gael menolong Myria, wanita yang sudah mati-mati menjaga mereka.


__ADS_2