
Gael dan Myria langsung menuju kamar. Myria membersihkan tubuhnya sedang Gael meletakkan makanan di ruang kerjanya. Dia perlu mengecek data mobil yang terlibat adu tembak. Gael merasa ada yang janggal. Transaksi senjata sudah berlangsung beberapa kali. Kenapa baru sekarang penjual membocorkan agenda pertemuan.
" kau tidak mandi?" tanya Myria yang masih menggunakan handuk mandi. Wanita itu mendekati meja dan langsung memakan makanan yang ada di sana.
" nanti saja" ucap Gael dengan masih serius menatap layar.
" ada masalah?" tanya Myria dengan mulut penuh makanan.
" tidak, hanya mengecek saja" Gael tidak mau membuat Myria penasaran, lelaki itu mendekati Myria dan ikut bergabung makan.
" sudah selesai?" tanya Myria lagi.
" bisa di lanjutkan nanti" jawab Gael. Sepasang suami istri itu makan dengan tenang, mereka melupakan sejenak semua permasalahan yang terjadi baru-baru ini.
Menjelang fajar setelah Gael selesai dengan aktifitas panasnya, Lelaki itu kembali menyalakan PC-nya. Kembali mengecek mobil dan transaksi yang gagal itu. Tidak banyak yang tau jika mobil milik 2M selalu di lengkapi dengan berbagai macam kamera tersembunyi.
"jadi ini" ucap Gael sambil menarik sudut bibirnya. Lelaki itu mengetahui jika ternyata mereka sudah di tunggu di lokasi. Terlihat sudah ada 3 mobil yang berada di parkiran dan itu mobil yang sama yang mengejar kelompoknya.
Gael melihat semua kejadiannya, dia juga akhirnya tau jika Myria membuat musuh mereka tertabrak pembatas jalan. Gael cukup bangga dengan keterampilan Myria. Sesaat setelahnya kening Gael mengkerut, ada sesuatu yang merusak kamera mobil Ansel. Meskipun sempat terjadi benturan di bagian belakang mobil, itu jelas tidak akan merusak kamera dengan parah. Ini sedikit janggal bagi Gael.
" tunggu, ada sesuatu yang menghalangi" Gael salah mengira, kamera itu bukannya rusak melainkan terhalang sesuatu. Gael bersiap memakai baju, dia akan mengecek sendiri keadaan mobil milik Ansel.
" bos anda mau kemana?" tanya anggota yang melihat Bosnya pergi ke arah parkiran dalam.
" kalian ikut aku" bukannya menjawab, Gael semakin membuat anggota itu bertanya-tanya.
" baik bos" jawa keduanya, kemudian berjalan di belakang Gael.
Mereka sampai di parkiran bawah, dan Gael terus berjalan mendekati mobil Ansel.
" kalian ambil kan peralatan reparasi" ucap Gael, salah satu anggotanya pergi.
" ini bos" ucapnya ketika membawakan kotak hitam kumpulan alat reparasi.
Gael mengambil inspection Mirror terlebih dahulu dan meletakkannya di area kamera yang dia pasang.
" ketemu, ambilkan aku car mechanic creeper seat " ucap Gael. anggota nya membawakan alat yang di maksud. Gael langsung meneliti bagian kolong mobil.
kedua anggota nya ikut menundukkan badannya melihat apa yang bos Gael lakukan. Setelah beberapa lama Gael keluar dan membawa serta sebuah alat kecil.
" kita di lacak" guman Gael yang dengan mudah tau alat apa yang menghalangi kameranya.
" dari GM?" tanya anggota nya.
" kemungkinan besar iya" jawab Gael dengan wajah datar. Dia sedikit khawatir, meskipun letak parkiran terbilang lumayan jauh dari PIN tapi lokasinya terbilang paling dekat daripada bangunan lainnya.
" lalu apa mungkin mereka akan bisa menemukan kita?" tanya salah seorang lagi.
" kemungkinan bisa iya, bisa tidak" Gael memikirkan sebuah rencana lain.
" kau segera pasang ini di mobil lain dan taruh di gudang kosong. Aku sengaja tidak menghancurkannya" ucap Gael mereka akan memikirkan cara lain setelah ini.
" baik bos" kedua anggota itupun menyanggupi.
" tuan, posisinya mulai berubah" ucap seseorang di sebrang .
" kalian ikuti" jawab lelaki itu. Anggotanya melihat radar pelacak.
" kemana tujuannya?" tanya lelaki itu penasaran.
__ADS_1
" belum diketahui, masih berjalan tuan" jawab mereka terus mengawasi.
Sampai beberapa lama akhirnya mobil itu berhenti.
" mereka berada di kawasan pabrik" ucap salah satu anggotanya. Anak buah Gael sengaja memutari banyak tempat yang di nilai potensial menjadi markas.
" dalam seminggu ini kalian telusuri kemana saja alat itu pergi" ucap lelaki tua ini. Dia yakin salah satu tempat itu adalah PIN.
" baik tuan " jawab mereka.
Beberapa hari setelahnya Gael masih sangat sibuk dengan proyek baru di kantornya. Myria juga semakin bosan karena selama ini tidak banyak serangan yang masuk. Apalagi sistem sendiri memiliki auto perlindungan diri. Dengan statusnya anggota lainnya juga merasa segan meminta tolong.
" apa yang harus aku lakukan?" tanya Myria ke beberapa rekannya.
" tidak ada, semua sudah di handle" jawab mereka. semuanya seperti kompak membuatnya menjadi pengangguran.
Myria akhirnya memilih pergi dari ruangan informasi.
" Sonia!" panggil Myria saat dia melihat temannya berjalan menuju dapur.
" kau akan kemana?" tanya Myria, dia sedang mencari-cari aktifitas tambahan.
" ke dapur, mempersiapkan makan malam" jawab Sonia datar.
" kenapa?" lanjutnya karena melihat Myria tersenyum ke arahnya.
" aku ikut membantu ya, mereka tidak membiarkan ku kerja" ucap Myria dengan wajah memohon.
" baiklah, tidak masalah" jawab Sonia. Hanya Sonia yang berani memperlakukan Myria seperti ini. Mereka sudah kenal sejak lama dan tidak banyak yang mengetahui. Mereka hanya mengira karena Sonia dan Myria adalah kekasih tetua mereka jadi mereka berdua terlihat akrab.
" ayo" Myria berjalan menggandeng lengan Sonia. Mereka masuk ke dalam dapur yang memang sudah ada staff yang bekerja.
" sudah sampai mana kalian memasaknya ?" tanya Sonia kepada staff dapur.
" baiklah aku bisa menghandle itu" Sonia mulai mengeluarkan bahan-bahan masak.
" oh ya nyonya, kami kehabisan bahan makanan. sore ini akan pergi berbelanja" saut salah seorang mengabarkan keadaan dapur.
Mendengar hal itu jelas saja Myria merasa tertarik.
" bagaimana jika kita pergi berbelanja bersama. kita belum pernah keluar berdua" Myria mengajak Sonia.
" bagaimana dengan kejadian kemarin itu" Sonia juga tau jika Ansel dan Myria sempat di kejar oleh musuh.
" kita bisa membawa banyak anggota, lagi pula itu pasti karena ada transaksi. jadi aku tidak sengaja terlibat" Myria selalu saja bisa mencari alasan.
" atau aku akan meminta izin Gael terlebih dahulu biar kau yakin" lanjut Myria, dia masih melihat keraguan di wajah Sonia.
" itu ide bagus" jawab Sonia yakin.
" tunggu sebentar" Myria mengeluarkan Hpnya dan memulai panggilan. Sonia mengamati dengan seksama.
" boleh ya?" ucap Myria merengek.
" kau bisa menyuruh orang lain, Myria" jawab Gael yang sedikit keberatan dengan keinginan Myria.
" aku ingin menghabiskan waktu bersama Sonia, aku akan membawa banyak anggota, kau jangan khawatir" Myria terus saja meminta. Gael yang tidak fokus karena tengah menangani banyak berkas semakin bingung menghadapi alasan Myria.
" ya sudah jam 5 harus sudah di PIN" akhirnya Gael tidak memiliki pilihan. Dia mengiyakan keinginan Myria, pasalnya wanita itu juga terlihat pandai membela diri.
__ADS_1
" baiklah aku janji.."
" oh ya bawa senjata jangan lupa" pesan Gael. Myria cukup handal mengunakan senjata, membuat Gael akan sedikit tenang.
" oke, sampai bertemu nanti malam" Myria menutup panggilan.
" kita pergi!" Myria terlihat senang, begitupun dengan Sonia. Setelah memastikan hidangan penutup selesai, mereka berdua langsung mempersiapkan diri untuk keluar. Gael sudah meminta beberapa anggota yang harus ikut mengawal kedua wanita itu.
" sudah siap?" tanya Sonia saat Myria datang.
" tentu saja. ayo" ucap Myria semangat.
Sebuah mobil berhenti di depan pintu masuk, Myria dan Sonia segera naik. Sedang di belakang mereka ada 2 mobil lainnya. tampilan mereka tidak terlalu mencolok dengan mobil van dan mini truck.
Sepanjang perjalanan Sonia dan Myria terus saja bercerita. Sampai tak terasa mereka sudah sampai di tempat belanja.
" kita ke bagian sayuran, kalian bisa menunggu di sini" ucap Myria kepada pengawal mereka.
keduanya tidak mau terlalu mencolok sehingga menyuruh para pengawal untuk menjaga di tempat yang tidak terlalu mengganggu.
" baiklah" ucap mereka.
Myria dan Sonia berjalan dan meminta 2 orang saja untuk membawakan bahan belanjaan.
Hari terasa menyenangkan Myria dan Sonia tak henti terus mengobrol dan bercanda. Sampai tak terasa sudah 2 jam mereka menghabiskan waktu berbelanja.
" kita pesan makanan dulu" ucap Myria, dia melihat sebuah kedai makanan yang tak jauh dari parkiran. Sembari yang lain sedang memasukkan belanjaan.
" oh aku ikut" ucap Sonia. Mereka berjalan mendekati kedai.
Tak jauh dari sana, seorang lelaki tidak sengaja melihat Myria.
" Grace" gumannya. Ini hari keberuntungannya, wanita yabg selama ini dia cari sudah berada dihadapannya.
Tak ingin membuang waktu, Sergio segera membuat rencana. Dia menuliskan sesuatu dan dia berikan kepada seorang anak kecil.
" kak" ucap anak itu mendekati Myria dan Sonia.
" ini ada surat" lanjut anak itu sambil memberikan. secarik kertas.
Myria awalnya menolak, namun karena memang tidak ada orang lain di sana. Akhirnya mengambil kertas itu.
" hei!" teriak Myria saat anak itu langsung berlari pergi ketika Myria mengambil kertasnya.
"coba baca dulu" ucap Sonia. Dia penasaran dengan isi surat yang Myria pegang.
'temui aku di kedai samping ,_Gael'
tertulis di dalam kertas itu.
" Bos Gael mengajakmu kencan?" sindir Sonia. Dia tidak menyangka lelaki yang terkenal garang bisa juga menjadi seromantis ini.
" dia memang tidak mudah di tebak" balas Myria salah tingkah.
" kalian pulanglah terlebih dahulu" lanjut Myria.
" baiklah, semoga kencan mu berjalan lancar" ucap Sonia dan mereka berpisah di depan kedai makanan.
Myria berjalan menjauh dan mencari kedai yang di maksud Gael. Wanita itu berjalan cukup jauh dan tersesat di antara lorong-lorong toko.
__ADS_1
" merindukan ku?" tanya seseorang yang berada di belakang Myria. Wanita itu langsung membalikkan badan.
" se..Sergio" cicit Myria.