Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
56. Belum Reda


__ADS_3

"apa jaminan nya?" Gael tidak langsung percaya meski dirinya tau jika saat ini Ansel tidak berbohong.


" kau bisa tanyakan kepada Sonia tiap malam aku bersama nya" Ansel tidak tau mau bagaimana lagi menjelaskan bahwa dia tidak pernah menyentuh Myria.


" kenapa kau sembunyikan hal ini dariku?" Gael masih belum melepaskan Ansel.


" lebih baik Myria yang menjelaskannya padamu" jawab Ansel sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Axton menatap diam, lelaki itu masih ingin memukuli Ansel, namun temannya ini sudah terlihat babak belur.


" jika sampai aku tau kau berbohong aku tidak segan-segan melumpuhkan PIN" ancam Axton lalu pergi menenangkan dirinya. Ansel masih terduduk dengan wajah penuh biru.


" iya-iya!" Ansel kesal sekali. Selalu saja PIN yang menjadi sasaran. Ansel tidak habis pikir, kenapa juga Gael berpikir jika Myria selingkuh dengannya. Jelas-jelas Ansel sudah memiliki Sonia.


Axton keluar dari PIN, dia melacak riwayat lokasi handphone Myria, lelaki itu mulai curiga dengan perubahan yang signifikan pada istrinya itu.


Sayangnya hampir semua data yang ada, tersimpan secara aman oleh sistem khusus.


Gael bahkan perlu beberapa saat sampai bisa masuk ke dalam sistem. Gael baru bisa mengetahui setengah data saat Hp itu tiba-tiba memunculkan penolakan sistem dan hangus secara mendadak.


" sial!" ucap Gael dan langsung melempar alat itu. setidaknya dia sudah mengetahui setengah lokasi dalam beberapa bulan kebelakang. Dan setelah di cek semuanya seakan mengarah pada markas Batu hitam.


Sore menjelang Gael kembali ke mansion. Sejak kepergiannya sudah beberapa kali terjadi pemberitahuan sistem hack. Artinya sejak tadi Myria berusaha untuk keluar dari kamar dari celah manapun. Balkon, jendela bahkan pintu utama. Gael tidak perlu khawatir. Tingkat keamanan kamarnya sangatlah tinggi, hanya dia saja yang bisa menjalankan aksesnya.

__ADS_1


" masih belum menyerah?" tanya Gael saat masuk dan mendapati Myria berusaha merusak pintu balkon. Wanita itu langsung membalikkan badan dan berdiri.


" Gael, k..kau sudah kem bali?" Myria langsung terbata- bata saking takutnya. Sejak kemarin dia tidak berdaya dalam kungkungan Gael.


" beritahu aku semuanya maka aku akan mempertimbangkan untuk melepaskan mu" Gael membuka negosiasi. lelaki itu duduk di single sofa menghadap kearah balkon.


Myria mulai goyah, dia benar-benar tidak mau menyakiti Gael dengan penjelasannya. Namun dia juga ingin pergi dari sini. Dia akan mendekati GM untuk bisa membalaskan dendamnya.


" bagaimana? 30 detik untuk persetujuan atau tidak sama sekali" Gael menyilang kan kakinya. Myria tidak yakin, Gael memberinya waktu 30 detik untuk berfikir.


" 15 detik" waktu semakin menipis. Myria tidak tau kenapa sikap Gael lebih dingin padanya.


" aku akan mengatakannya" Myria menjawab. Dia yakin mau bercerita apapun Gael jelas tidak tau benar salahnya. Myria hanya harus tampak menyakinkan.


" kemari" ucap Gael dengan aura dingin. Wajahnya tanpa ekspresi, Myria tidak bisa menebak apakah lelaki ini percaya atau tidak.


Myria berjalan mendekat, Gael malah berdiri dari kursi. Dan memberikan kode agar Myria yang duduk di sana. Wanita itu sedikit ketakutan jadi tidak langsung menuruti arahan Gael.


" duduk!" tegas Gael. Akhirnya Myria duduk di single sofa itu.


" katakan yang sebenarnya" desis Gael sambil berdiri di depannya. Myria mendongak sambil menelan ludah, Gael sangat menakutkan.

__ADS_1


" a...aku sudah mengatakannya barusan" Myria harus konsisten agar Gael percaya dengan ceritanya.


Gael mendekat menjadikan senderan sofa sebagai tumpuan tangannya. Wajahnya begitu dekat dengan wajah Myria.


" kesempatan tidak datang dua kali, aku sudah memberimu kesempatan untuk menjelaskan semuanya, namun kau malah memilih untuk berbohong. Kau fikir aku tidak bisa menyadarinya. Kau berhubungan dengan Ansel selama ini, riwayat lokasimu juga berada di markas Batu Hitam, kau pergi kesana untuk balas dendam?" Gael seakan membisikkan semua pemikirannya. Myria merinding bagaimana bisa Gael mengetahui hal ini.


" apa Ansel yang mengatakan semuanya?" tanya Myria. Gael menyeringai puas. Ikannya sudah mengambil umpan. Gael kini tau bahwa asumsinya benar.


" ya, Ansel mengatakan hal ini padaku" Gael mencoba menarik kail agar bisa menangkap ikannya. Myria menatap Gael dalam, dia tidak menyangka Ansel akan menjelaskan semuanya pada Gael. Apa mungkin Gael sudah melakukan sesuatu pada lelaki itu sehingga dia langsung buka mulut.


" apa yang kau lakukan pada Ansel?" tanya Myria, dia takut jika Gael akan melakukan hal yang sama pada dirinya.


Nampaknya pertanyaan itu di artikan berbeda oleh Gael.


" tidak usah mengkhawatirkan lelaki lain" Gael terlihat sangat marah, dia beranggapan jika Myria terlalu perhatian kepada Ansel.


" a.aku tidak mengkhawatirkan nya" Myria ingin berteriak menolak prasangka Gael padanya. Sayangnya dia tidak berani menaikkan nada suaranya.


" sebenarnya apa hubunganmu dengannya?" Gael semakin frustrasi, kenapa Myria terlihat terlalu dekat dengan Ansel.


" si.siapa maksudmu?" Myria malah memberikan pertanyaan lagi. Wanita itu sudah tidak bisa berfikir di bawah intimidasi Gael. Bahkan tatapan lelaki itu tidak pernah teralihkan dari Myria. Membuat otak Myria berhenti sejenak karena ketakutan.

__ADS_1


" memang nya ada siapa lagi?!" Gael menghembuskan nafas kasar. Selama ini apakah Myria menjalin hubungan dengan lelaki lain lagi. Gael semakin tidak bisa rasa cemburunya.


__ADS_2