Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
10. Pemulangan Myria


__ADS_3

Setelah kejadian peretasan malam itu, Gael semakin sering memeriksa keamanan data. Bahkan hari ini dia sengaja tidak masuk ke perusahaan hanya karena ingin fokus didalam PIN.


“ masih belum ketemu?” tanya Ansel dirinya sudah mendengar cerita dari Gael kemarin. Lelaki itu sama khawatirnya dengan Gael. Sejak adanya Gael, kelompok mereka memang sangat terlindungi, meskipun tidak sampai menembus sistem keamanan. Hal ini pertama kalinya terjadi.


“ jejaknya bersih” Gael tidak bisa menebaknya sama sekali.


“ kau memiliki tandingan sekarang” Ansel menepuk pundak Gael, dan berlalu pergi.


Besok adalah hari dimana Ansel akan membawa Myria, setidaknya berkat hacker itu fokus Gael menjadi terpecah. Dia bisa dengan mudah membawa Myria ke Bar.


Semalaman ini Gael terus memperbaharui sistem keamanan, dia  bahkan tidak sempat pulang. Nyatanya kelompok ini lebih penting dari godaan tubuh Myria.


Hari sudah berganti, Gael terlihat berbaring di ranjang, komputernya masih menyala. Ansel mengintip dari pintu, waktu yang pas untukknya pergi mengambil Myria.


Lelaki itu dengan selalu ditemani Bodyguardnya pergi menuju mansion Gael. Dia tidak perlu memikirkan apa yang akan Gael lakukan padanya. Ansel masih berbesar hati menerima amukan lelaki itu nanti.


Gerbang terbuka, memang selain Gael keamanan rumah juga bisa di akses oleh Ansel. Hanya 2 orang itu saja yang bisa menembusnya.


“ dimana wanita  murahan itu?” suara Ansel


menggelegar, para pelayan dengan terburu-buru langsung datang di sumber suara. Mereka mengenali tamu yang datang, lelaki itu sudah sering kemari dan para pelayan jelas tau siapa Ansel ini.


“ em, nyonya Myria maksud tuan?” salah satu pelayan memberanikan diri untuk memastikan pertanyaan Ansel.


“apa, nyonya? Dia hanya wanita rendahan. Berani sekali kau memanggilnya nyonya” Ansel langsung naik pitam, sebutan yang terlalu tinggi bagi Myria.


“maafkan kami tuan” pelayan itu segera meminta maaf meskipun diri tidak mengerti dimana kesalahannya.


“ sudahlah, dimana wanita itu?” Ansel tidak mau berlama-lama.


“ ada di kamar atas tuan” pelayan memberikan arahan.


“ enak sekali dia, selama ini Gael terlalu memanjakannya” Ansel masih menggerutu, bagaimana bisa Gael memperlakukan wanita itu dengan begitu baik. Lihat saja begitu keluar darisini dia akan memberikan pelajaran pada Myria.


Brakk

__ADS_1


pintu terbuka dengan kencang. Sang empunya yang awalnya tidur langsung saja tersentak.


“dasar wanita murahan, berani sekali kau bertingkah layaknya nyonya dirumah ini” Ansel berjalan mendekat. Myria langsung dalam mode siaga. Sedikit demi sedikit menjauh dan turun dari ranjang.


"kenapa takut? Kau semestinya sudah mati. Jika bukan karena Gael memungutmu kau benar-benar tamat” Ansel masih terus mendekat membuat jantung Myria semakin berdegup kencang.


“aa.apa yang ka.kau inginkan?” Myria berjalan mundur menjauhi Ansel. Lelaki itu dengan raut sombongnya terus memberikan intimidasi.


“berutung hari ini ada penawaran bagus untukmu. Aku bisa mengantarmu menemui ayahmu.  Namun dengan syarat kau jangan pernah muncul lagi di kehidupan Gael” Ansel duduk di tepi ranjang, sedangkan Myria berdiri di sudut ruangan dengan tangannya meremas gorden jendela sebagai bentuk rasa takutnya.


“ k,kau tidak berbohong?” tanya Myria ragu. Penawaran yang Ansel berikan terdengar menarik, dia bisa kembali pada keluarganya. Namun disisi lain dia juga berat untuk meninggalkan Gael. Wanita itu sudah terlanjur nyaman berdekatan dengan Gael, apalagi mereka sudah menikah secara paksa. Baru beberapa hari saja Myria sudah jatuh hati pada lelaki itu.


“ tentu tidak, malam ini kau akan bertemu dengan ayahmu. Aku bisa jamin. Namun kau tidak boleh bertemu lagi dengan Gael, jika sampai aku tau kau melanggar kesepakatan ini aku akan langsung membunuhmu” desis Ansel pada kalimat terakhir. Dia tidak mau usahannya ini berakhir sia-sia. Myria harus pergi dari hidup Gael selama-lamanya.


“b,,baiklah” akhirnya Myria menyetujui penawaran Ansel. Wanita itu terlalu takut menolak Ansel, dia juga ragu apakah Gael menyukainya atau hanya menjadikannya pemuas nafsunya saja. Lebih baik dia ikuti keinginan Ansel saja.


“pilihan yang bagus, sekarang ikut denganku” Ansel memberikan kode kepada pengawalnya untuk memberikan jalan agar Myria bisa keluar dari kamar. Dengan ragu Myria berjalan menuju pintu diikuti dengan Ansel dibelakangnya dengan wajah puas.


“bilang bahwa wanita itu kabur pada Gael, jika lelaki itu mencarinya” ucap Ansel pada pelayan rumah. Meskipun mustahil membohongi Gael setidaknya dia akan mengulur waktu sampai Myria bisa di pulangkan.


Mobil melaju kearah Bar, meski waktu masih sore namun begitu mereka sampai disana kemungkinan sudah menjelang malam.


Myria mengenali tempat dimana mobil yang dia tumpangi baru saja berhenti. Ini adalah tempat dimana Ansel membelinya dulu.


“apa mungkin dia ingin mengembalikanku menjadi wanita penghibur?” guman Myria. Dia seakan meragukan perkataan Ansel yang akan mempertemukannya dengan ayahnya.


Tok


tok kaca mobil diketuk karena Myria tidak kunjung keluar meski pintu sudah terbuka.


“jangan buat aku semakin kesal” setelah mengatakannya lelaki itu berjalan masuk ke dalam Bar. Wanita itu tidak memiliki pilihan selain mengikuti masuk.


Dia bisa melihat jika Ansel masuk ke dalam salah satu ruangan.


“Myria” seseorang langsung menyambut kedatangannya, dari suaranya saja dia bisa mengenali siapa pemiliknya.

__ADS_1


“ayah!” Myria segera berlari dan memeluk ayahnya. Sudah lama sekali dia merindukan sosok lelaki ini. Air mata wanita itu mengalir begitu tubuh mereka


bertemu.


“bagaimana kabarmu nak?” Witton mengelus pelan punggung Myria.


“ aku baik-baik saja, ayah bagaimana?” Myria menarik wajahnya dari pelukan. Dia mengamati baik-baik wajah ayahnya yang semakin menua sejak terakhir dia pergi.


“ ayah baik-bak saja..”


“ hentikan drama memuakkan ini, kalian bisa meneruskanya nanti” Ansel tidak ingin menonton adegan ayah dan anak melepas rindu.


Myria dan Witton kemudian duduk bersebelahan, wanita itu belum menyadari kehadiran Melviano disana.


“bagaimana, dia masih utuh bukan?, ah yah, apa lelaki ini kekasihmu” Ansel mulai meledek. Dia juga menyadarkan Myria jika ada seseorang lagi didalam ruangan itu. Reflek Myria menoleh dan keningnya mengkerut. Dia mencoba mengingat-ingat siapa lelaki yang ada di sebelah ayahnya.


“dia Melvi, ayah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu” Witton membuat ingatan wanita itu kembali.


“Melvi? Anak laki-laki tetangga kita dulu?” Myria memastikan ingatannya.


“ jadi kalian teman masa kecil? Bagus sekali” Ansel cukup tertarik dengan cerita cinta Melviano ini.


“kau bisa mengeceknya dulu sebelum kami pergi” Melviano tidak mau menjadi bahan perbicangan, lelaki ini memberikan sebuah tas hitam kepada Ansel. Myria yang melihatnya tampak bertanya-tanya.


“tidak usah,. kalian silahkan pergi” Ansel segera mengusir orang-orang bermasalah baginya.


Melviano memberikan kode pada Witton untuk segera meninggalkan tempat.


“ayo nak” lelaki itu menggandeng tangan anaknya.


“ah ya, jangan lupakan kesepakatan kita, Myria” Ansel bertaka tanpa menatap Myria, dia malah melanjutkan minum wine nya.


“aku tidak akan lupa” jawab Myria lembut. Dari suaranya saja Ansel bisa menangkap rasa keraguan wanita itu. Sepertinya dia harus melakukan sesuatu


nanti agar Myria benar-benar pergi dari hidupnya dan hidup Gael.

__ADS_1


__ADS_2