Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
45. Masuk Jebakan


__ADS_3

Sergio mengambil berkas tersebut. Asistennya terlihat serius menyuruh dirinya untuk membacanya. Sergio mulai membuka berkas itu.


Sergio membaca semua isi berkas yang ada di tanganya. Di halaman pertama Sergio bisa melihat foto Myria di sana, namun nama yang tertera bukannya atas nama Grace melainkan nama Anastasya.


Sergio tampak kaget awalnya namun dia tidak bisa langsung menilai karena sejak awal pun Grace sudah mengatakan jika dirinya bukanlah wanita baik-baik. Dia adalah wanita yang hidup dalam persembunyian. Bahkan wanita itu sempat mengatakan jika dirinya pernah di kejar para polisi.


Asisten yang melihat ketua membaca satu persatu halaman membuatnya tersenyum dalam hati dan sangat puas. Namun sebagai semakin lama merasa aneh.


" anda tidak marah kepada nya?" tanya asisten tersebut. ketuanya sama sekali tidak mengeluarkan emosi apapun.


" Dia sudah menipu kita semua, kenapa anda tidak terlalu kaget? bahkan namanya saja berbeda" ucap asisten penuh emosi.


"dia sudah pernah mengatakan kepadaku" jawaban ketua membuat asisten tercengang, malah dia yang kaget dengan respon yang seperti itu, lelaki itu semakin merasa kesal.


"Wanita itu sudah bermain- main dengan kita,lebih baik kita memberinya pelajaran" asisten itu tidak mau kalah, dia terus mendorong ketua untuk memberikan hukuman. asisten itu tidak menyerah dia terus meyakinkan bahwa Grace penipu dan dia bukanlah wanita yang baik.


"Kita tidak perlu melakukannya, karena sejak awal kita sudah tahu jika dia bukan wanita baik-baik, dia memang berandal dan seenaknya sendiri. Sejak awal aku yang menariknya, bagiku di benar-benar polos dan tidak munafik" ketua menjelaskan dengan panjang lebar. Lelaki itu sama sekali tidak terpengaruh dengan apapun yang dia baca.


" tapi bagaimanapun dia sudah berbohong" seolah masih ingin Myria mendapatkan hukuman, Dom tetap.menyangkal penjelasan ketua.


" dia pasti memiliki alasannya, lebih baik kita tunggu jawaban dari dia besok. Kau bisa kembali" Sergio segera menutup pertemuan, mendengar kata-kata tersebut, Dom tidak mendapatkan pilihan lain lagi. Lelaki itu akhirnya pergi dengan perasaan dongkol.


ketuanya kenapa begitu bisa menahan emosi kali ini, biasanya sedikit saja kesalahan dia akan meledak. Dom awalnya percaya jika dia sudah bisa mengusir wanita itu, namun sekarang dia bahkan menemui masalah yang lebih serius. Dom kini pergi dengan perasaan kesal.


Keesokan harinya saat anggota yang lain sudah tidak ada, Sergio memanggil Grace ke ruangan miliknya.


" aku mendapatkan sesuatu mengenai dirimu, kau mau menjelaskan padaku kenapa bisa seperti ini?" ucap Sergio sambil memberikan berkas semalam.

__ADS_1


Myria nampak khawatir, wanita itu seolah tidak mengetahui masalah ini.


" itu memang benar, aku bukan Grace melainkan Ana. semua isi berkas ini adalah benar" ucap Myria dengan tegas dan lancar. Wanita ini tidak ada sama sekali menyangkal ataupun ketakutan.


" kenapa kau berbohong mengenai namamu?" Sergio menginginkan alasan yang bagus.


" sudah aku katakan pada anda, aku hidup dalam persembunyian. mana mungkin aku mengatakan namaku yang sebenarnya" alasan yang sama dengan apa yang Sergio pikirin. Lelaki itu malah semakin percaya dengan Grace.


" jika anda memang mempermasalahkan hal ini, aku bisa pergi dari sini" lanjut Myria yang membuat Sergio sedikit panik.


" tidak perlu, aku tau kau tidak bermaksud menipu kami" jawaban Sergio lantar membuat Myria tertawa dalam hati. Lelaki di hadapannya sangat mudah di bodohi.


" anda yakin? sepertinya asisten anda malah menunjukkan sebaliknya" Myria mulai menyinggung soal Dom.


" dia hanya salah paham, bagaimana pun dia sangat berhati hati menjaga kelompok ini" Sergio berdiri dari kursinya dan menghampiri Myria.


Setelah Pertemuan itu selesai, Myria segera pergi


Diluar dia bisa melihat Dom yang berdiri tak jauh dari pintu. Myria dengan wajah mengejek menatap Dom, seolah menantang lelaki itu.


Dom mengepalkan tangannya. Posisinya dia tidak bisa melakukan apapun disini.


" payah" guman Myria saat melewati Dom. Lelaki itu dengan jelas mendengarnya. Dengan mata melotot Dom membalas tatapan mengejek Myria.


Myria sangat puas melihat kemarahan Dom, hal ini membuat Myria yakin jika lelaki itu pasti akan merencanakan hal lain lagi. Dia tidak masalah, semua alat komunikasi Dom sudah dia sadap.


Myria berlalu pergi, Dom segera menghubungi seseorang.

__ADS_1


" aku ingin kau menangkap nya" ucap Dom. Myria bisa mendengarnya dengan jelas, hal itu malah membuat wanita itu menarik sudut bibirnya. Dia akan memulai pertunjukannya.


Beberapa hari berlalu, saat ini Myria tidak sedang bertugas. Dia baru saja menyelesaikan tugasnya kemarin dan hari ini tidak ada transaksi apapun.


Waktu yang tepat untuk Dom melancarkan aksinya. Lelaki itu sudah memantau keadaan rumah Myria. Lelaki itu menunggu Myria keluar dan dia akan menangkap nya. Di dalam rumah itu terdapat cctv yang bisa membongkar identitas nya.


Myria bahkan lebih siap di dalam sana. Dia bahkan sudah mengirim pesan kepada Sergio bahwa dia akan pergi menemui nya sebagai rasa bersalahnya karena sudah berbohong. Dan Sergio dengan tangan terbuka menerimanya. Apalagi lelaki itu juga merasa terlalu menekan agar Myria mau mengakuinya.


" tidak perlu menjemputku, aku akan pergi sendiri kesana" tulis Myria dalam pesannya.


Tak berselang lama dia keluar dari rumah. Wanita itu bahkan sengaja menunggu taksi dengan jarak yang sedikit jauh dari rumahnya, mengambil posisi yang sedikit sepi.


Dari kejauhan Myria bisa melihat ada mobil hitam melaju kearahnya. Di dalam sakunya dia menghubungi Sergio lewat panggilan.


" iya Grace kau... "


" apa yang kalian inginkan, lepaskan aku!" kalimat Sergio langsung terhenti.


Dengan cepat, Mobil itu membawa Myria yang terus meronta. orang suruhan Dom langsung membuang Hp milik Myria tanpa melihat nya terlebih dahulu.


" Grace,apa yang terjadi?, Grace?" Sergio terus memanggil Myria lewat hpnya namun tidak ada jawaban. Lelaki itu seketika panik.


Dia langsung menghubungi Harry.


" Harry kau bisa memastikan Grace? sepertinya terjadi sesuatu padanya" Ucap Sergio dengan cemas. Dia tidak busa langsung pergi saat ini dia sedang mengurus sesuatu.


" iya ketua, saya akan langsung kesana" jawab Harry. padahal lelaki itu melihat semuanya, bagaimana Myria diseret masuk ke mobil. saat ini Harry sedang membuntuti mobil yang membawa ketuanya. Lelaki itu bahkan sudah memberikan alat pelacak pada mobil tersebut. Dia tidak sulit menemukan dimana mereka membawa Myria.

__ADS_1


__ADS_2