
Gael terus berusaha keluar dari rumah sakit sedangkan dokter yang dia suruh berusaha membantu pasiennya, dokter memapah Gael keluar dari lorong. Ansel yang sedikit kesal dan tidak ingin Gael semakin parah akhirnya mengikuti lelaki itu.
Setelah menendang keras ranjang rumah kamar rumah sakit.
Ansel mengambil sebuah kursi roda dan menyusul. Dengan kasar dia meletakkan kursi roda itu menghadang jalan Gael dan pergi mendahului untuk mengambil mobil. Dokter membantu Gael untuk duduk di sana lalu mendorong mengikuti Ansel.
Tak lama mereka sampai di PIN, Gael segera menyuruh dokter tersebut ikut masuk dengan sebuah gelang khusus. namun Ansel melarangnya, tidak boleh ada satupun orang asing yang tahu bagaimana kondisi PIN.
Ansel menyuruh anak banyak mendorong Gael masuk. Karena tidak ingin terlalu lama mengulur waktu Gael hanya membiarkan saja.
Gael akhirnya menyuruh anak buahnya menuju bagian ruangan khusus. dia sudah jelas paham Ansel pasti telah melakukan hal itu di salah satu ruangan itu. anak buahnya mengerti maksud bosnya dan segera mengantarkan ke ruang milik Myria.
Seketika matanya membola saat melihat Myria yang sudah tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.
Untung saja anak buahnya ada yang berinisiatif untuk menurunkan wanita itu dari tali rantai.
"Myria, hai. sadarlah" Gael menepuk pipi Myria, berusaha menyadarkan wanita itu.
__ADS_1
" siapkan rendaman air es" ucap Gael kepada anak buahnya. mereka segera mempersiapkan apa yang dimaksud bos mereka. Gael terus berusaha menyadarkan Myria dan akhirnya usahanya dia tidak sia-sia. Wanita itu membuka matanya.
Myria terlihat begitu bahagia, dia tersenyum singkat. Karena lelaki pujaannya sudah di depan matanya.
Dia seakan.merasa jika ini adalah mimpi. mimpi yang membawanya masuk ke dimensi lain.
"bertahanlah, aku mohon bertahanlah" ucap Gael kepada Myria. lelaki itu berusaha menggendong tubuh ringkih itu. Namun tubuhnya juga sama- sama lemah. Akhirnya anak buahnya ikut membantu membopong tubuh Myria menuju tempat mandi.
Disana sudah ada rendaman air es didalam buth up. Perlahan mereka masukkan tubuh penuh luka lebam itu ke sana. Myria dengan kesadaran yang menipis hanya bisa pasrah.
Myria sudah hampir kehilangan kesadarannya namun saat merasakan suhu dingin menerpa kulitnya, wanita itu seketika buka matanya lagi.
Dia bisa melihat suaminya menangis sambil mengatakan sesuatu. sedangkan Myria tidak bisa mendengarnya baginya itu semacam kaset yang suaranya rusak. Hanya bisa melihat tanpa bisa mendengar.
Ansel melihat semuanya dari CCTV. Hal itu membuat lelaki itu merasa sakit hati.
Bagaimana bisa wanita murahan itu membuat begitu Gael panik. dia tidak habis pikir bagaimana bisa dia membuat Gael mau mempertaruhkan nyawanya hanya demi menyelamatkan wanita yang tidak tahu diri itu.
__ADS_1
" kau siapkan mobil" ucap Ansel kepada anak buahnya. Ansel tidak punya pilihan, dia tidak mau Gael semakin terancam nyawanya karena mengurusi wanita murahan itu. Akhirnya Ansel keluar dari ruang monitor menuju ke ruangan khusus.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Ansel santai. Gael tidak bisa menjawab apapun. Gael sangat merasa begitu merasa bersalah kepada Myria.
"kita sudah siapkan mobil, kau bisa membawanya ke rumah sakit" ucap Ansel singkat.
mereka berdua dengan di bantu yang lain menggendong dan membawa Myria ke rumah sakit. Dokter yang sudah menunggu di depan mengecek kondisi Myria saat berasa dalam mobil. perendaman sedikit meringankan pembengkakan, jadi tinggal luka-lukanya saja yang harus segera diobati.
Setelah mengurus segala macamnya akhirnya kedua orang itu ditempatkan dalam satu kamar inap. Masing-masing mendapatkan penanganan yang berbeda, bahkan luka pasca operasi milik Gael beberapa sudah terbuka dan mengeluarkan darah. Sedangkan Myria perlu dilakukan penutupan luka, pensterilan luka dan juga diberikan cairan infus. Kondisi wanita itu benar-benar lemah. wanita itu masih dalam keadaan tidak sadar.
Sedangkan di PIN, Ansel masih merekam dalam fikiran nya bagaimana Gael kalut saat melihat Myria tergeletak di lantai. Entah apa yang laki-laki itu pikirkan, apa karena ucapan Myria saat di dalam mobil waktu itu. Wanita itu sempat menyinggung masalah jaminan dan harga diri. Sepertinya hal itu benar-benar masuk di dalam hati Gael sehingga lelaki itu terperangkap dengan mudah dalam pesona wanita murahan itu.
Kini Ansel yang merasa menyesal kenapa dia membawa wanita itu dalam kehidupan Gael. Seharusnya waktu itu dia menolak dan tidak memperhitungkan masalah harga dirinya. Seharusnya dia tidak membeli wanita itu. seharusnya dia tidak pergi ke Bar waktu itu. semua rasa penyesalan itu membuat Ansel merasa marah, Namun dia tidak bisa melakukan apapun. Karena Wanita itu terlalu besar mempengaruhi Gael.
Waktu terus berganti, keadaan mereka berdua semakin membaik. Kini keduanya sedang berbaring dalam panjang. Menyalurkan rasa sedih dan bahagia setelah melalui peristiwa hidup dan mati. Gael terlihat melindungi Myria dan saat ini Myria sudah menentukan pilihan. Dia akan bersama dengan Gael mau bagaimanapun masalahnya. dia akan menerima apapun yang akan terjadi. Wanita itu bahkan sudah berhadapan dengan Ansel dan menerima segala macam penyiksaan. Dari sini baginya tidak ada yang lebih menakutkan lagi daripada kehilangan lelaki ini.
Setelah cukup lama berada di rumah sakit keduanya kembali ke mansion milik Gael. Myria menempati kamar yang sama dengan lelaki itu, dia juga tidak Lagi Bingung dengan apa yang Gael dirasakan padamu, dia yakin jika lelaki ini benar-benar akan melindunginya sepenuh hati begitupun dengan Gael yang sudah cinta mati dan menerima Myria meskipun Ansel tidak pernah mau menerimanya.
__ADS_1