Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
78. Perebutan


__ADS_3

" kalian tidak boleh membawanya" lanjut Sergio berjalan mendekati Myria. Sedangkan Wanita itu tidak tau harus berada di pihak mana. Jadi memilih untuk diam saja.


" Sergio, kau terlalu memandang tinggi dirimu. Lihat saja, melawan seorang wanita saja kau sudah kalah. Bagaimana bisa berani melawanku?" ucap Lelaki tua itu merendahkan Sergio.


" dengar dia adalah milikku, jangan harap kalian bisa mengambilnya" Sergio tidak menanggapi yang jelas dia mau Myria tetap bersamanya.


" apa kau lupa apa yang kau janjikan padaku? kau mengkhianati perjanjian kita" Lelaki tua semakin memojokkan Sergio dan Myria.


" beri aku waktu. aku akan menyerahkan wanita ini setelah beberapa hari" Sergio mencoba bernegosiasi.


" kau pikir aku bodoh, kau sudah menyembunyikannya, menutup akses keberadaanmu. lalu tiba-tiba kau bersedia menyerahkannya?, tentu hal ini tidak akan bisa di percaya" lelaku tua itu tidak mau terkecoh.


" tidak-tidak aku berjanji tuan Lucas. Aku akan membawa kepadamu setelah beberapa hari," Sergio tidak memiliki cara lain, dia akan menghasut lelaki tua itu


" tidak, bawa dia" lelaki tua itu memerintahkan bawahannya.


" jangan!" Sergio mengeluarkan pistol yang dia sembunyikan di salah satu laci. Dia menyandra Myria, meletakkan pistol itu di kening Myria.


Situasi mendadak tegang, semua diam tidak bergerak.


" selangkah maju aku akan membunuh wanita ini" ancam Sergio. Lucas mengepalkan tangannya, Sergio sangat licik. Dia membutuhkan wanita itu hidup-hidup untuk menekan Gael. Dan kini Sergio ingin menghabisinya. Tidak boleh.


" Sergio, jangan membuatku semakin marah. Kau bawa wanita itu kemari dan akan aku biarkan kau hidup. Jangan menguji kesabaran ku" Lucas masih berusaha menahan diri. Dia bisa saja melumpuhkan Sergio, namun nyawa wanita ini tidak bisa di pandang remeh.


" beri aku jalan" Sentak Sergio, lelaki itu berencana melarikan diri membawa Myria.


" akk" teriak Myria, Sergio memukulnya karena anak buah Lucas berani maju. Lucas segera menyuruhnya mundur.


Myria menunggu waktu dia akan melawan Sergio saat berada jauh dari kelompok Lucas.


" Minggir!" ulang Sergio, kini kelompok Lucas mulai memberikan jalan. Tidak ada yang tau jika Lucas sudah memberikan sinyal kepada anak buahnya untuk melawan.


Saat Sergio berjalan mundur keluar pintu, dia tidak memperhatikan jika ada anak buah Lucas yang berdiri di belakangnya. Tanpa menunggu lama, sebuah belati menusuk Sergio tepat di bagian belakang.


"aakk" teriak Sergio seketika Myria membalikkan badan. Dia melihat Sergio terjauh dengan darah mengalir mengotori karpet.


buugg.. satu pukulan mendarat keras di tengkuk Myria. Wanita itu pingsan seketika. Semua situasi di menangkan oleh Lucas.


" bawa dia" Luca pergi dari sana. Kelompok mereka sudah menyiapkan kursi roda untuk memanipulasi membawa Myria keluar apartemen. Hal ini tentu tidak menimbulkan kecurigaan orang lain.

__ADS_1


Di luar gedung, kelompok Gael sudah bersiaga. Mereka yakin jika lelaki tua yang mereka lihat pasti akan keluar membawa Myria.


" mereka menaiki Lift sambil membawa seorang dalam kursi roda" lapor bawahan yang memantau dari atas gedung lain. Mereka menggunakan teropong sehingga bisa melihat kejadian secara lebih dekat.


" siaga" ucap Gael. Mereka bersiap menyerbu kelompok itu begitu keluar dari pintu parkiran.


Lucas tidak menyadari sedikitpun akan aksi Gael, lelaki itu beserta rombongannya terus berjalan menuju parkiran.


" serahkan dia" ucap Gael, Lucas mendekati mobil. Seketika semua bawahannya mengatur posisi agar tuannya aman berada dalam perlindungan mereka.


" tuan Gael, anda cepat sekali bertindak" ucap Lucas sambil mengeratkan pegangan pada kursi roda Myria. Wanita itu tertutup jaket dan masker. namun Gael dapat mengenali dengan mudah jika seseorang itu adalah Myria.


" kau sangat berani, kali ini aku tidak akan memaafkanmu" desis Ga garang.


Seketika langsung terjadi perkelahian hebat. jumlah mereka hampir imbang, begitupun dengan kemampuan beladiri mereka. Sangat sulit sekali melumpuhkan bawahan Lucas. Ternyata nama GM tidak bisa di anggap remeh.


Saat fokus berkelahi Lucas segera mendorong kursi roda mendekati mobil. Lelaki itu memasukkan Myria ke dalam mobil. Gael bisa melihatnya dengan jelas. Emosinya semakin tersulut, dia berkelahi membabi buta.


crass bug


Pukulan dan tendangan Gael sangat kuat. Kini hampir setengah kelompok berhasil Gael lumpuhkan. Lelaki itu segera menyusul mobil Lucas.


suara tembakan. Itu berasal dari Ansel yang sudah sampai di lokasi. tembakannya mengenai kaca mobil yang ternyata anti peluru.


Lucas segera melajukan kendaraannya.


door


sekali lagi Ansel menembaki bagian belakang mobil, dia mengincar ban namun tembakannya meleset.


Lucas segera meninggalkan lokasi, Ansel melajukan mobilnya menuju Gael.


" ayo!" ucap Lelaki itu dan mereka mengejar mobil Lucas.


Suasana jalan menjelang pagi sangatlah sepi. kedua mobil itu melaju dengan kecepatan penuh. Situasi semakin tegang tak kala mobil Ansel berjarak sangat dekat dengan mobil Lucas.


Ingin sekali Gael menembaki mobil tersebut namun di dalamnya ada Myria. Dia tidak mau mengambil resiko.


Lucas menarik sudut bibirnya, dia telah berhasil membawa kelemahan Gael. Lelaki itu tidak akan berani bermain kasar. Tinggal menunggu waktu cepat atau lambat PIN akan segera dia miliki.

__ADS_1


" percepat lajunya!" teriak Gael kepada Ansel.


" ini sudah yang tercepat" jawab Ansel tak kalah tinggi.


" ambil kiri aku akan mencoba berpindah" Gael sudah hilang kewarasan dia ingin masuk ke mobil Lucas.


" kau gila! itu sangat berbahaya Gael, aku akan mencoba menghadang nya" Ansel langsung melarang, lelaki semakin keras menginjak gas. Kini posisi mereka hampir sama. Ansel terus menghimpit mobil Lucas dengan pembatas jalan. Lucas mulai kewalahan, dia tidak bisa bergerak leluasa. Kecepatan mereka hampir sama, sampai akhirnya Ansel berhasil mendahului dan dia memblok jalan Lucas. Mau tidak mau Lucas mengurangi kecepatan.


Tak di sangka kesempatan ini digunakan Lucas untuk mengambil senjata di laci mobil. Karena posisi yang dekat Lucas membidik Ansel.


door


satu tembakan meleset.


" sial" ucap Ansel saat peluru mengenai kaca bagian belakang.


Gael segera bertindak, dia juga menembak bagian depan mobil. kemungkinan tidak akan fatal karena kecepatan Lucas berkurang.


Door


door adu senjata terdengar.


door


dorrr.


" akk" Ansel terkena di bahunya. Mobil langsung oleng. Lucas dengan mudah membalap. Dia menyeringai saat melewati mobil Ansel.


" kau ambil kendali" ucap Ansel, dia menekan lukanya. Gael segera mengambil kendali. Ansel terus menekan lukanya, dia menyobek bajunya dan menekan lukanya.


" tunggu" Gael melajukan mobilnya dan menembakkan peluru pelacak ke mobil Lucas. Setelah berhasil, dia memelankan mobil.


" kenapa?" tanya Ansel kebingungan.


" kau terluka. aku sudah memasang peluru pelacak" jawab Gael datar.


" biar aku yang mengemudi" ucap Gael setelah memberhentikan mobil. Lelaki itu tidak memiliki pilihan lain. Ansel bisa kehabisan darah jika terus mengejar lelaki tua itu. Gael tidak mau membahayakan nyawa Ansel. Untuk Myria, Gael yakin lelaki tua itu tidak akan membunuhnya. Myria pasti di jadikan sandera untuk menekannya.


" sstttt.. baiklah" Ansel menahan rasa sakit dan berpindah. Mobil melaju kembali ke arah PIN.

__ADS_1


__ADS_2