Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
96. Setelah Penanganan


__ADS_3

Proses operasi keduanya baru selesai di lakukan. Myria dan Ansel di tempatkan di kamar yang sama. Untuk memudahkan dalam pengawas. Keduanya saat ini masih belum sadar, Angel dan Gael menunggu di dalam. Namun Gael menatap jendela kamar dengan tatapan kosong sejak beberapa jam yang lalu. Bahkan sejak kemarin Gael tidak mau menyentuh makanan sedikitpun. Angel sampai kehabisan akal untuk membujuk lelaki itu.


"emm" suara rintihan.


" Gael, Myria sudah sadar!" ucap Angel. Gael langsung berbalik badan dan berlari menuju ranjang Myria.


" heyy" ucap Gael mengelus pelan rambut Wanita itu.


" emm Gael" suara serak Myria. Dia masih belum bisa melihat dengan jelas tapi suara Gael menarik kesadarannya.


" ada yang sakit?" tanya Gael lagi. Angel hanya melihat saja dia tidak tau harus berbuat apa.


" tidak, dimana aku?" kini Myria sudah bisa melihat dengan baik. Dia melihat Gael menatap panik padanya.


"di rumah sakit" jawab Gael. Myria mencoba mengingat ingat apa yang terjadi sebelumnya.


" aku kenapa?" tanya Myria saat ingatannya belum sempurna.


" kau sudah baik- baik saja, Lucas sudah berhasil di amankan" jelas Gael menenangkan wanita itu.


" syukurlah kalau begitu" jawab Myria. Gael yakin Myria juga tidak menyadari kehamilannya, dia sama sekali tidak menanyakan perihal perutnya.


" ah, Ansel. Aku meninggalkannya di ..."


" sstt, dia ada di sebelah. Dokter sudah memberikan penanganan" balas Gael datar, dia harus membuat Myria tenang.


" dia terluka cukup parah, bagaimana keadaannya?" tanya Myria khawatir.


" kita doakan yang terbaik untuk nya" ucap Gael, dia sendiri tidak sanggup menjelaskan kondisi Ansel.


" Lalu Sonia? bagaimana dia?"


" Sonia sudah aman, dia dirawat dia mansion Angel. Kau tak perlu mengkhawatirkannya" Gael mengelus pipi Myria pelan.


" jangan khawatirkan apapun, kau harus fokus pada penyembuhan dirimu dulu" lanjut Gael.


" Gael" panggil Angel tak kala dokter masuk untuk melihat perkembangan.


" ah ya" Gael menyingkirkan beberapa saat, membiarkan dokter melakukan pemeriksaan.


" kondisi nona Myria sudah membaik, luka di bahu dan tangannya juga mengering dengan cepat. saya akan melakukan usg untuk tindakan selanjutnya" ucap Dokter kemudian pergi.

__ADS_1


" usg? apa ada luka dalam?" tanya Myria bingung.


" tidak ada luka dalam. Hanya saja disini ada sesuatu" Gael mengelus perut Myria pelan dengan senyum tipis. Myria mengerutkan keningnya mencoba memikirkan kemungkinan apa yang ada di sana.


" bayi? aku hamil?" tanya Myria cepat. Dia hanya asal menebak saja.


" heem, kau hamil. usianya masih sangat muda. Kau harus bisa menjaganya ya" jawab Gael sambil mengangguk pelan.


" serius? aku hamil?" tanya Myria memastikan.


" iya, kau hamil anak kita" jawab Gael bahagia.


" aku tidak menyangka dia hadir disaat seperti ini" Myria tersenyum senang, dia mengelus perutnya berkali-kali.


" tuan, nyonya" perawat masuk. Myria di bawa ke ruang usg.


" kalian bisa lihat, kondisi bayinya sudah lebih baik. namun masih harus rutin minum obat penguat kandungan. sejauh ini tidak ada masalah serius" jelas dokter. Baik Gael dan Myria sangat senang mendengar nya.


" terimakasih dokter" ucap kedua. kemudian kembali ke ruangan. Namun mereka berhenti masuk karena Angel menghadang di depan kamar.


" Gael mungkin kau lebih baik memindahkan Myria di kamar lain. Ansel baru saja sadar namun.. dia.." ucap Angel menggantung.


" apa yang terjadi?" Gael mulai panik.


" tuan...tenang dulu" ucap dokter yang sudah berada di dalam mencoba menenangkan Ansel.


" ada apa?" tanya Gael dibelakang dokter itu.


" Gael!" teriak Ansel menyuruh lelaki itu mendekat dengan tangannya.


" ada apa Ansel?" tanya Gael. Namun bukannya menjawab Ansel memeluk erat lengan Gael.


" Gael selamatkan ayahku, ayo kita pergi. ayahku belum juga kembali Gael. ayo kita pergi mencari ayahku" ucap Ansel panik, Gael menatap Ansel tidak percaya. Kenapa Ansel lupa jika ayahnya sudah tiada 10 tahun yang lalu. Pasti ada yang tidak beres dengan kepala Ansel.


" kenapa bisa seperti ini?" tanya Gael dengan nada tinggi pada dokter disana.


" kemungkinan karena benturan atau pendarahan dalam. kita perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh" jawab Dokter yang juga panik.


" Gael, mereka ingin membunuhku. Ayo pergi dari sini" cuma Ansel, semakin erat memeluk lengan Gael.


" Ansel tenang, mereka orang suruhan ku. Aku sudah mengirim orang untuk berjaga di depan, jangan takut. Biarkan mereka memeriksamu ya" jelas Gael. Ansel sedikit mendengarkan ucapannya. Lelaki itu berangsur tenang. Gael memberikan kode agar para dokter memulai pemeriksaan.

__ADS_1


Gael setia menemani selama pemeriksaan, Ansel tidak pernah melepaskan tangannya, lelaki itu sangat ketakutan. Mau pergi ke ruangan manapun Ansel selalu takut dan curiga saat melihat orang asing.


" bagaimana?" tanya Gael saat mereka sudah sampai di kamar inap.


" sepertinya tuan Ansel pernah mengalami trauma mental di masa lalu, dan akibat cideranya membuat ingatan itu kembali. Kami sudah mengecek, luka di kepala sudah membaik namun efek pendarahan itu yang membuat ingatannya kacau" jelas Dokter.


" lalu sampai kapan kondisinya akan seperti ini?"


" kamu belum bisa memastikan. terkadang ada yang hanya sampai 1 minggu, bahkan satu tahun. Jangan terlalu memaksanya mengingat saat ini. Lukanya masih sangat baru, kita hanya bisa berdoa yang terbaik" pesan dokter.


" baiklah dok" jawab Gael lemas. dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Dalam ingatan Ansel saat ini mundur 10 tahun yang lalu. Saat ayahnya meninggal, Gael ingat betul. Kondisi Ansel tidak jauh beda dengan yang sekarang. lelaki itu tidak terima dengan kabar kematian ayahnya, Ansel di rawat sekitar 1 bulan baru bisa menerima kenyataan.


" Gael, Gael ayo pergi" guman Ansel dalam tidurnya. dokter memberikan obat penenang karena Ansel selalu minta pergi, dia harus menerima pengobatan terlebih dahulu.


Gael mengusap kepala Ansel pelan. Dia harus menjaga sahabatnya ini sampai bisa kembali normal.


" saya pergi dulu" setelah memasang dan mengecek peralatan medis.


" iya dok" jawab Gael pasrah. Ansel masih menggandeng tangannya meski dalam keadaan tidur. Gael tidak berani melepaskannya.


" Gael" Angel masuk.


" Myria sudah di pindahkan di kamar sebelah. Dia mencarimu sejak tadi" ucap Angel mengabarkan.


" ah ya terimakasih, kau bisa sampaikan aku akan menjenguknya nanti malam" ucap Gael. Dia belum bisa meninggalkan Ansel sendiri. Kondisinya masih labil.


" oh ya aku akan sampaikan" jawab Angel kemudian pergi. Gael tidak tau harus bagaimana di satu sisi istrinya membutuhkannya, dan di sisi lain sahabatnya mengalami keadaan seperti ini. Gael tidak bisa merawat mereka bersamaan.


waktu terus berjalan, malam semakin larut. Gael ketiduran disamping ranjang Ansel.


" Angel kau bisa panggilkan Gael lagi?" tanya Myria kepada Angel.


" iya, aku panggilkan dulu" jawab Angel kemudian keluar.


Angel masuk di kamar Ansel, ruangan masih gelap tidak ada lampu yang menyala. Angel menuju ranjang. Dia melihat Gael dan Ansel tertidur. Wanita itu tidak tega membangunkan Gael, dia belum tidur sejak kemarin. Tapi bagaimana dengan Myria.


Angel semakin mendekati Gael, saat ingin menyentuh lengannya dia mendengar nafas Gael yang teratur, Angel semakin tidak tega. Alhasil dia berjalan mundur dan meninggalkan kamar.


" dimana Gael?" tanya Myria saat mendapati Angel datang sendiri.


" em dia mengurus Ansel yang terus meronta. katanya tunggu sebentar" jawab Angel berbohong. Dia tidak mau Myria berfikir yang tidak- tidak jika tau yang sebenarnya.

__ADS_1


" baiklah, kalau begitu" jawab Myria lemah.


__ADS_2