JANJI JIWO

JANJI JIWO
Doakan Saja


__ADS_3

Turun dari taksi Witri sesaat melayangkan tatapannya ke arah cafe yang akan mereka berdua masuki.


Dilihat dari suasananya di pintu masuk aja nampak ramai orang keluar masuk lewat pintu itu.


"Temenmu udah datang belum?" tanya Witri sambil mengikuti langkah Jiwo.


"Katanya barusan datang." jawab Jiwo sambil sedikit menoleh ke belakang.


Reflek diulurkannya tangannya ke belakang, ke arah dimana sedari tadi Witri berjalan di belakangnya, agar di sambut Witri karena pengunjung cukup ramai malam ini. Beberapa kali keduanya bersenggolan dengan pengunjung yang hendak keluar.


Senyum kecil mengembang di wajah Jiwo saat dirasanya jemari Witri menyambut uluran tangannya.


Witri baru saja nyaris terpelanting karena tersenggol tubuh jangkung seorang cowok bule yang bahkan tak menoleh sama sekali hanya untuk sekedar tahu keadaan dari korban kegagahan bahunya tadi.


Beruntung Witri sempat menyambut uluran tangan Jiwo tadi, hingga dia nggak sampai harus memperkenalkan punggungnya dengan lantai marmer yang diinjaknya karena terpelanting.


"Rame banget." gumam Witri saat sudah berhasil melewati kerumunan. Keduanya kini sedang mencari keberadaan Arata dan Kyu.


Mereka harus naik ke lantai dua bangunan cafe itu. Belum lama Arata memberitahu kalau dia kini ada di lantai dua.


"Iya. Tumben sekali serame ini." jawab Jiwo yang masih dengan senangnya menggenggam jemari Witri di tangannya.


Lembut dan hangat.


Nyaman di hati.


Senangnya....


Namun kesenangannya menggandeng tangan Witri itu harus terhenti karena kondisi tangga yang menuju ke ruangan atas tak lebar. Dia tak mungkin berjalan bersisian dengan Witri sewaktu akan menaiki tangga itu.


Tangga itu lebarnya tak sampai satu meter. Dan sedari tadi selalu ada orang yang turun dari tangga itu.


Akhirnya Jiwo harus merelakan Witri berjalan di belakangnya.


Senyum Jiwo mengembang saat tiba di ujung tangga atas dan matanya bisa langsung menemukan sosok dua sahabatnya yang tengah asyik tertawa- tawa entah sedang mengobrolkan apa.


"Itu temen- temenku." kata Jiwo setengah berbisik pada Witri sambil melemparkan pandangan matanya pada dua sahabatnya.


"Orang Korea semua?" tanya Witri dengan tatapan yang bertumpu pada Arata.


Kayaknya bukan orang Korea itu.


"Yang rambutnya coklat, orang Jepang." bisik Jiwo yang mendapat anggukan kecil dari Witri tanda mengerti.


Witri langsung menundukkan pandangannya saat sekejap dia melihat gerakan dua kepala sahabat Jiwo yang hendak memalingkan wajah ke arah kedatangannya dan Jiwo.


Beruntung dia dan Jiwo sudah tak bergandengan tangan.


"Ini dia yang ditunggu sudah datang." suara Kyu mampu membuat Witri mengangkat pandangannya dari lantai di depan kakinya untuk kemudian menatap kedua pria muda di hadapannya yang nampak tersenyum dengan sangat riang dan ramah.


Walau terdengar masih kaku, namun Witri senang Kyu berbicara memakai bahasa Indonesia. Setidaknya dia punya harapan nanti bisa ngobrol dengan teman Jiwo itu secara wajar, nggak perlu memakai bahasa Tarzan.

__ADS_1


"Assalamualaikum..." sapa Jiwo sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan kedua sahabatnya.


"Wa'alaikumussalam..." jawab keduanya sambil keduanya menatap Witri dan membalas salam Witri yang mengatupkan kedua tangannya di depan dada dengan gerakan yang sama.


"Ayo silakan duduk..." kata Arata sambil berdiri dan menyaingi Jiwo menyiapkan kursi untuk diduduki Witri.


"Kamu jangan nyari gara- gara." kata Kyu terkekeh sambil menepuk lengan Arata yang meringis iseng.


"Jangan diambil hati ya, Miss..." Kyu memandang Witri dengan penuh harap agar Witri menyebut namanya.


"Mbak Witri..." sahut Jiwo sebelum Witri membuka mulutnya.


"Call her 'Mbak Witri' karena kamu akan jadi adik iparku." kekeh Jiwo sambil menatap jumawa pada Kyu.


"Tapi kayaknya lebih tua aku daripada dia..." gumam Kyu dengan tatapan bingung.


"Bukan dilihat dari usia, tapi dari hirarki di keluarga. Kita seumuran juga, tapi nanti kamu juga harus memanggilku 'mas' karena kamu akan jadi suaminya adikku. Kedudukanku lebih tua dari kamu di dalam keluarga." terang Jiwo yang mendapat anggukan mengerti dari Kyu dan Arata.


"Mbak itu artinya kakak perempuan kah ?" tanya Arata untuk meyakinkan dugaannya.


"Yes!" jawab Jiwo sambil mengacungkan ibu jarinya.


"And 'mas' itu artinya kakak ipar laki- laki." sambung Kyu dengan yakinnya.


Arata menatap Jiwo untuk mencari tahu kebenaran ucapan Kyu barusan.


"Kamu belum tepat, Kyu." kata Jiwo menjawab pertanyaan Arata lewat tatapan matanya tadi.


"Tuan Sok Tahu." ledek Arata sambil sedikit menundukkan kepalanya dan terkikik-kikik.


"Sebutan Mas dan Mbak biasa juga dipakai untuk umum. Nggak harus ada hubungan kekerabatan juga." terang Jiwo. "Kalau belum kenal dengan orang yang kita ajak bicara, kita bisa menyebut mereka dengan panggilan mbak atau mas." lanjutnya. Arata dan Kyu mengangguk- angguk mengerti.


"I am mas Arata." kata Arata sambil mengerling jenaka dengan menunjuk mukanya sendiri.


"Yes you are." sahut Jiwo sambil tertawa.


"And you mas Kyu." kata Arata lagi sambil menunjuk Kyu dan tertawa.


Witri sedikit tertawa mendengar Arata mengucap kata 'mas kyuuuuu'.


"Dan kelak aku harus memanggilmu 'mas Jiwo'?" tanya Kyu sambil terkekeh- kekeh seolah tak terima.


"Tentu saja kalau kamu mau ku anggap sebagai adik yang sopan." sahut Jiwo sambil tertawa dengan wajah penuh kemenangan.


"Beneran bakal nikah sama Esti?" tanya Witri sambil menatap Kyu dan Jiwo bergantian.


Tempo hari Jiwo pernah bercerita pada Witri kalau salah satu sahabatnya ingin menikahi Esti adiknya.


"InsyaaAllah.....Sudah dilamar." jawab Jiwo sambil tersenyum.


"Alhamdulillah..." kata Witri dengan wajah senang. "Kapan rencananya, Mas Kyu?" tanya Witri sambil menatap Kyu.

__ADS_1


Arata tak bisa menahan tawa mendengar Witri menyebut Kyu dengan embel- embel 'mas'.


"Rencananya enam bulan lagi. Doakan semoga berjalan sesuai harapan ya, Mbak Witri." jawab Kyu dengan sedikit tersipu.


Bagi Kyu, sebutan mbak dan mas masih sangat canggung untuknya mendengar apalagi mengucapkan.


"Pasti! Semoga niat baikmu diberi kemudahan, kelancaran, dan kelak kalian berdua menjadi keluarga yang samara." jawab Witri tanpa melepaskan senyumnya.


"Wait...wait...what mean of samara?" potong Arata sebelum sempat ada yang meng aamiin kan doa Witri.


Semua mata menatap ke arah Witri yang hanya tersenyum simpul.


Senyum model apa aja kamu tetap keliatan manis, batin Jiwo sambil tersenyum dalam hati.


Kalau tidak malu pada sekitarnya, Jiwo sangat ingin memandang lekat- lekat wajah Witri. Sayang, dia masih sangat malu kalau sampai nanti ketahuan melakukan itu.


"Samara is akronim of sakinah, mawaddah, and rahmah." jawab Witri kemudian.


Penjelasannya itu kemudian bisa membuat mulut kedua sahabat Jiwo itu kompak membentuk huruf o dan Jiwo hanya mengangguk - angguk kecil saja.


"Dan kapan kamu akan menjadi keluarga samara sama mas Jiwo?" tanya Arata tiba- tiba pada Witri.


Sontak Jiwo dan Witri saling melempar tatapan.


Jiwo menatap Witri dengan muatan pertanyaan 'kapan?' di matanya. Sedang Witri menatap Jiwo dengan tatapan bimbang.


"Baiklah!" seru Kyu mengagetkan acara tatap- tatapan. "Kayaknya belum ada jawaban buatmu, Arata " sambung Kyu sambil terkekeh dan melirik penuh ejekan pada Jiwo.


Sialan, batin Jiwo malu pada lirikan ledekan Kyu itu.


"Apa lagi yang kamu ragukan dari Jiwo? Dia setia dan sangat cinta sama kamu. Dia selalu bekerja sungguh- sungguh agar bisa membahagiakan kamu nantinya." kata Arata sambil menatap Witri yang sedikit tersipu.


"Setiap hari dia selalu membicarakan soal cintanya itu pada kami." kata Arata yang membuat Jiwo kelimpungan menahan malu. Witri melirik Jiwo nyaris tak percaya.


Buka kartunya ya nggak gini amat juga kali, Ta...


"Come on, Arata....don't make me faceless in front of this girl." bisik Jiwo sedikit mengeram.


"Doakan saja ya. Semoga kami berjodoh." kata Witri sambil tersenyum manis.


Jiwo merasa saat ini sedang diayun ke langit ke tujuh.


Baginya, ucapan Witri barusan ibarat isyarat kalau Witri juga sudah mulai memikirkan tentang pernikahan mereka.


Semoga.


...🍁 b e r s a m b u n g 🍁...


Jangan kesel ya.... authornya nggak bisa tiap hari up...😅


Kemungkinan seminggu cuma bisa up sekali atau dua kali aja 🙏🏽 Mohon dimaafkeun 🙏🏽🙏🏽🙏🏽.

__ADS_1


Happy reading ya ....


__ADS_2