Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
AKRAB DAN JATUH CINTA Bab 10


__ADS_3

semakin hari, aku dan Zaenal kian akrab. Bahkan hampir setiap hari berangkat dan pulang bersama-sama.


Demikian juga di tempat kerja. Dia selalu memberiku perhatian-perhatian dari yang kecil.seperti ,mengingatkan ku makan. Hingga perhatian besar, seperti mengingatkan ku tentang sholat. Yang selama ini sudah jauh aku tinggalkan.


Benar yang dulu di katakan Marni. Saat ini aku termakan omonganku sendiri. Yang tadinya sangat tidak suka dengan Zaenal, sekarang justru malah semakin dekat.Kedekatan ini juga melebihi kedekatan sebagai teman biasa, dari cara dia bersikap,yang terkadang berlebihan untuk seorang teman biasa.


...****************...


seperti malam-malam sebelum nya. zaenal mengantarku pulang, tapi kali ini aku mengajaknya membeli dulu Nasi goreng.


"Nal. aku mau beli nasi goreng yang di depan gang situ. kamu mau juga? "


aku menunjuk ke arah penjual nasi goreng.


"Boleh, aku juga lapar sih. tapi makan di kost an ya! "


lalu kamipun segera berjalan menuju tenda nasi goreng itu, dan memesan nya.


"Mas, Dua ya di bungkus. pedas, "


zaenal mengacungkan dua jarinya. lalu mengambilkan kursi untuku.


"Duduk,dulu Raina"


Aku langsung kaget menatapnya. kok dia manggil nama ku.


"ehh.. gak sopan. aku lebih tua dari kamu tau"


aku mencubit pinggan nya,dan agak menariknya lebih dekat. agar dia mendengar ucapanku yang agak sedikit berbisik.


"Kalau aku panggil teteh, nanti orang menyangka kita ini adek kakak. "


Dia mendekatkan bibirnya ketelingaku dan berbisik. kemudian menarik kursinya tepat di sampingku.


"Laaaahh. emang aku anggap kamu adeku. dan memang kamu pantas nya jadi adeku."


Seketika mukanya berubah masam. kemudian berdiri menghampiri penjual Nasgor.


"sudah,mas?"

__ADS_1


"ini lagi di bungkus mas. "


jawab si penjual. lalu zaenal menyodorkan uang berwarna biru ke penjual, sambil menunggu pesanan nya selesai.


"ini mas, dan ini kembalian nya"


"iya makasih"


Ia menyimpan kembalian nya di saku.


"ayo"


Masih dengan muka masam. dia mengajaku pulang.


"Berapa Nal? ini aku ganti uang mu. "


Aku menyodorkan uang selembar limapuluh ribu.


"Gak usah"


"aku gak minta di traktir lho Nal"


aku mencoba menggodanya. karna masih melihat mukanya masam.


Aku akhir nya diam.Biar nanti saja sampai di Kost an ku tanya lagi.


Sampai di kost an. aku buka pintu, segera mengambil Dua piring kosong dan sendoknya.


zaenal duduk di dekat pintu bersandar ke pintu yang terbuka. tak ada satu katapun yang terucap. dan mukanya pun masih seperti semula.


Aku kemudian membukakan bungkusan itu untuk nya satu dan untuku satu. masih belum ada percakapan di antara kami. baru setelah selesai makan. aku mengambil minum dan menyodorkan untuk nya.


"Minum nya Nal"


Dia meminum nya tapi,masih belum berbicara. pandangan nya malah berpaling ke luar.


"Nal. Kamu kenapa? apa aku ada salah? "


Dia masih diam.

__ADS_1


"Nal. zaenal. kalau aku salah. ngomong. kalau kaya gini aku mana tau salahku di mana"


aku mengguncangkan lututnya yang sedang bersila,pelan.


"salahmu? kamu mau tau? "


Dia malah balik bertanya.


dan aku hanya bisa mengangguk pelan.


"Kamu tau gak kenapa aku manggil nama kamu?karna aku tidak mau dianggap adik.asal kamu tau juga, sebenarnya aku sudah lama memperhatikan kamu. dari awal kamu kerja di situ aku langsung jatuh hati sama kamu"


Dengan suara agak bergetar namun tegas, dia menjelaskan. aku hanya memandang sendu ke arahya.


"Nal.kamu tau, aku ini seorang janda anaku dua Nal. dan umurku jauh lebih tua dari kamu"


"lalu apa? ada yang melarang,atau apakah aku melanggar aturan? perasaan cinta itu tidak di batasi umur atau apapun"


Belum sempat aku menerus kan zaenal sudah memotong ucapanku.


"Aku sayang kamu Raina. mencintaimu. tidak perduli dengan apapun"


Dia kemudian memeluku. aku di buat mati kutu oleh sikapnya. dia kemudian melepas pelukan nya.


"Kamu juga kan Rai. tolong jangan bikin aku patah hati Rai"


Dia memelas dan menggenggam kedua tanganku.


"Baiklah, asal kamu mau menerima semua kekurangan ku,semua masalaluku,dan keluargaku."


aku mengajukan syarat dan menerima pernyataan cintanya.


Diapun kemudian mencium kedua tanganku yang di genggam nya.


"Aduuuhhh. ora iso turu bengi iki aku jelas(aduh gak bisa tidur malam ini aku jelas) "


sambil menepuk jidatnya.. akupun sontak tertawa. bisa bikin ketawa juga rupanya si jutek.


"yaudah,aku pulang ya. mau ujan kayanya, kamu istirahat.doain aku bisa tidur ya. soalnya pasti kepikiran kamu terus malam ini.

__ADS_1


aku tertawa kembali. dan mengusap wajahnya dan mendorongnya pelan.. Dia pun berdiri dan pulang ke kontrakan nya.


aku mengunci pintu. tertidur dengan sejuta impian dan harapan.bahwa sosok inilah yang akan memberiku bahagia setelah ini.


__ADS_2