Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
GAJI PERTAMA SUAMIKU BAB 34


__ADS_3

Hari ini tepatnya tiga minggu setelah ambil cuti nikah. Genap satu bulan Kerja.Dan saat nya suamiku menerima upah dari hasil keringatnya.


aku tak pernah menanyakan tanggal berapa atau kapan.bahkan tak pernah bertanya berapa masalah Gaji nya di pabrik itu. Aku akan menerima dan mensyukuri apa yang dia berikan,serta mempergunakan sebaik-baiknya.


Hari ini Suamiku pulang kerja agak siangan.tepat pas waktu ashar dia sudah tiba di Rumah. seperti biasa aku menyambutnya dengan senyuman.


" aku mandi dulu ya. habis itu sholat, Kamu udah sholat? "


Dia menyambar handuk di tempatnya.


"sudah baru selesai saat kamu datang"


aku tersenyum lalu menyiapkan pakaian untuk nya. kemudian membuatkan secangkir kopi untuk nya.


"sayang. sini"


Dia memanggilku yang sedang mengaduk kopi untuk mendekat. akupun segera masuk ke kamar mendekat kepadanya yang masih bersila di sejadah nya mencium tangan nya kemudian Dia membalas dengan mencium keningku.


"ambil tas selempang ku Yang"


Dia menujuk tas yang tergantung di kastop. lalu aku mengambil dan memberikan padanya. Dia tersenyum dan membukanya. mengambil sebuah amplop berwarna coklat.


"Ini gaji ku bulan ini sayang. aku serahkan semuanya ke kamu. silahkan kamu yang mengatur semua masalah keuangan dan keperluan kita"


Sambil menyerahkan amplop beserta isi nya itu kepadaku. aku membukanya mengeluarkan isinya hingga terlihat sebagian. dengan mata berkaca-kaca aku memasukan kembali isinya. aku memeluk suamiku dengan tangisan bahagia. lalu menciumi kedua telapak tangan nya.


dia kemudian membenamkan wajahku yang masih menangis di dada nya. kemudian mencium pucuk kepalaku.


"maaf ya. cuma segitu. semoga cukup"


sambil membelai rambutku. aku menengadah menatap wajahnya.


"maaf untuk apa mas. alhamdulillah lebih dari cukup. insyaallah aku akan pergunakan dengan sebaik mungkin"


Dia menghapus air mataku. kemudian membenahi rambutku.


"Ayo.ganti baju kita jalan-jalan. kamu mau makan bakso?aku punya bakso langganan yang sangat enak"


Aku mengangguk antusias. Dia tahu kalau bakso makanan favorit ku dari dulu. Yang lain mah lewat kalau ada bakso.


aku segera menyiapkan pakaian nya.begitupun dengan aku. aku selalu memakai kerudung jika bepergian atau keluar rumah meskipun hanya sekedar membeli sayur. hanya di dalam Rumah saja aku menanggalkan nya.


"Siap sayang?"

__ADS_1


Dia menoleh ke arah belakang aku mengangguk di jok belakang. dan melingkarkan tanganku di perutnya. Dia melajukan motor kesayangan nya menuju kedai Bakso langganan nya.


setelah sampai. dia menyuruh ku mencari tempat duduk.aku memilih sebuah meja lesehan beralaskan karpet plastik di pojokan.Suamiku masih memesan di depan.kemudian duduk menghampiri ku di meja yang telah ku pilih.


Tak berapa lama pesanan kami datang.Dua mangkuk Bakso yang masih mengepul kini berada di hadapan kami. Bakso jumbo dengan mie bihun dan sayuran serta beberapa Bakso kecil. satu mangkuk pangsit kering terpisah dan dua gelas Es Teh manis. siap kami eksekusi.


aku meracik nya hingga Bakso itu terlihat menggoda untuk segera di santap.


"eehh jangan banyak-banyak sambel nya. lambung mu itu lho. nanti kumat lagi"


suamiku menarik tempat sambal dari tanganku. aku yang baru menuangkan dua sendok sambal mengerucutkan bibirku kecewa.


"makan Bakso gak pedes ya bukan Ngebakso atuh Yang"


aku masih protes.


"pokok nya gak boleh makan pedas terlalu banyak. kalau sakit lagi kaya dulu aku sedih"


Dia mengingatkan ku waktu di Bogor dulu yang terserang tipus. aku mencibir sambil menyantap Bakso yang sudah melambai minta di kunyah.


"Enak kan Yang? "


Aku mengangguk sambil mengacungkan jempol. seolah tak mau terganggu dengan obrolan apapun. aku ingin fokus ke Baksoku kali ini. apalagi kuah nya yang gurih dan lezat.. tekstur Baksonya juga lembut. dengan isian daging dan tetelan di dalam bakso jumbo nya. suamiku mengacak pucuk kepalaku yang di tutup kerudung.


Dia terkekeh. aku berhenti mengunyah. dan menjulurkan lidah ke arahnya.


"astaga. malah melet-melet.Duuuuhhh istrinya siapa sih ini. bikin gemes"


dia mencubit pipiku. aku menepis tangan nya.


"sakit ih. ganggu muluk ayo makan nanti aku ambil jatahmu kalau kelamaan"


aku mencoba balik menggodanya. Dia mendekatkan wajahnya dekat di depan wajahku dan sedikit berbisik.


"makan yang kenyang. kalau kurang tinggal minta tambah. Biar nanti malam goyangan mu makin panas seperti kuah bakso ini"


"uhuk uhuk uhuk"


Dia mengerlingkan matanya genit. sampai membuat aku tersedak pula dengan omongan nya.


Dia segera menyodorkan es teh depan mulutku. aku meminum nya kemudian.


"Kamu ih. gak bisa bicara nanti soal begituan nya"

__ADS_1


aku mencubit kecil tangan nya. Dia meringis sambil terkekeh.


setelah kenyang dan santapan kami ludes hanya tersisa mangkuk dan gelas kosong saja. suamiku segera membayarnya. aku menunggu di parkiran.


"ayo naik. setelah ini kemana?"


dia menepuk jok belakang. kemudian aku naik dan kembali melingkar kan kedua tanganku di perut nya.


"langsung pulang saja. udah mau magrib juga. mandi lalu sholat"


Dia mengangguk dan melajukan motor nya segera. kami sampai di Rumah setelah magrib. mandi kemudian sholat magrib bersama-sama. kali ini karena kami sudah kenyang tak ada makan setelah magrib. kami membaca kitab suci Al Quran sambil menunggu waktu isa.


selesai sholat isa. aku yang baru membuka mukena dan hendak menyimpan nya di kagetkan dengan kedua tangan yang menggendongku dan menidurkanku di kasur.


"Aku mau menagih janji tadi di kedai bakso"


Dia merengkuh sambil membuka semua pakaian nya seperti singa lapar yang hendak menerkam mangsanya. aku mundur seperti adegan di film yang hendak menghindar dari terkaman.


"ih jangan gitu ngelihatnya. aku jadi takut"


Dia tertawa.


"Hahaha.. kamu mah gitu aku jadi gak fokus. tuh lihat si otongku lembek lagi"


Dia menjatuhkan tubuhnya yang sudah tanpa busana apapun ke sampingku terlentang.


aku menungkup mulutku menahan tawa.


"Sini aku bangunkan lagi"


Aku menghampirinya. aku meraba dadanya yang bidang,menggerilya dengan usapan-usapan lembut menurun dan semakin menurun.tanganya mulai membuka satu persatu pakaian ku dan pengait gunung kembarku. lalu membuka segitiga di bawah.


aku yang melihat bagian bawahnya sudah mulai bangun dan mengeras. segera naik keatas haluan dan mengarunginya. kedua tangan nya memainkan kedua ujung gunung kembarku. hingga aku semakin mengerang dan memanas.


"lebih cepat sayang goyangan nya. aaahh enak sekali"


aku memutar badanku hingga membelakanginya kini. dia membelai punggungku. aku mempercepat gerakan ku. hingga tubuh ku bergetar.aku mengerang nikmat. kali ini aku yang kalah. dia mengangkat pinggang ku dengan tangan nya untuk membantuku kembali beraksi. tak berapa lama sesuatu terasa menyembur hangat ke dalam rahimku.


aku kemudian berbalik ke arahnya. dan menjatuhkan diri ke samping nya dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhku.


"Kali ini kamu kalah duluan sayang"


Dia mencuil hidungku dengan nafas masih tersenggal. aku menutup wajahku malu. kemudian menarik selimut untuk menutupi badan kami. dan seperti biasa tertidur lelap di pelukan sang suami tercinta. hingga pagi menjelang dan kembali dengan aktivitas rutin.

__ADS_1


__ADS_2