Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
SETELAH SYAH BAB 29


__ADS_3

Setelah keluarga suamiku pulang. kami segera melaksanakan sholat ashar berjamaah. kali ini Ayah meminta suamiku untuk menjadi imam nya. zaenal sempat menolak karena tidak enak dengan Ayah sebagai orang tertua. Tapi karena ini juga permintaan Ayah akhir nya dia menyanggupinya.


Air mataku mengalir deras saat mendengarnya membaca surat pendek dengan suaranya yang merdu. dan dengan lafadz al quran yang benar-benar bikin merinding. setelah selesai sholat berjamaah. kami sepakat untuk segera bereskan Rumah. menata kembali perabotan. kami bagi tugas perempuan bagian perdapuran. laki-laki membongkar pelaminan serta menata kembali Ruangan seperti semula. hanya kamar pengantin saja yang tidak di bongkar. Biar besok saja kata Ayah sambil tersenyum mengejek.


setelah berhenti dulu untuk sholat magrib kamipun kembali melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. sampai waktu menunjukan di angka sepuluh kami baru selesai. kami bergantian mandi setelah makan malam. dan berjamaah sholat isa kemudian beristirahat di kamar masing-masing. Ayah dan keluarga yang lain memilih tidur di rumah sebelah bekas keluarga suamiku beristirahat. Ibu,adiku,Evan dan anak-anak juga malah ikut-ikutan menginap di sana.


"Biar kamu dan zaenal khusuk"


canda ayah sambil terkekeh dan mengerlingkan mata kepada suamiku kemudian menepuk-nepuk bahu suamiku.


"Siap Ayah mertuaku yang paling pengertian"


suamiku malah meladeni nya.


aku menepuk jidatku. sambil memutar kedua bola mataku.


"sholat kali ah khusyuk"


sambil berlalu masuk kamar aku mencibir ke arah ayah.


suamiku tertawa sambil menutup pintu dan menguncinya.

__ADS_1


Suamiku memeluku dari belakang saat aku berdiri melepas kerudungku di samping tempat tidur.


"tinggal kita berdua sekarang sayang."


Dia kemudian mencium belakang kepalaku dan tengkuk leherku.


aku membalikan tubuhku dan ku lingkarkan tanganku di lehernya.


"jangan lupa sholat sunnat dulu suamiku. setelah itu boleh ehem ehem"


Aku mencubit ujung hidungnya yang mancung. kemudian berlalu ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.setelah itu suamiku menyusul.


kami melaksanakan sholat sunnah untuk pengantin dengan khusyuk. setelah berdoa dan berdzikir. kemudian suamiku membuka kitab suci al quran. suaranya yang merdu saat membaca kitab suci membuatku merinding sekaligus meneteskan air mata haru dan bahagia.


"masyaallah tabarrakallah, terima kasih ya allah engkau telah menganugerahkan suami yang sholeh. imam untuk dunia akhirat ku. meskipun kami pernah melakukan dosa di masa lampau. namun izinkan kami menebusnya setelah ini. dan berikan kami keturunan yang sholeh dan sholeha."


kemudian suamiku berbalik ke arahku. mengajaku bersama-sama membaca nya. meskipun tak semerdu suaranya aku berusaha mengimbanginya. Dia tersenyum ke arahku dan sesekali mengusap pucuk kepalaku.


setelah selesai.suamiku merebahkan tubuhnya di kasur.aku mengganti bajuku dengan baju tidur yang dia bawakan sebagai hantaran. baju berbahan saten tanpa lengan dengan bordir di bagian dada dan panjang diatas lutut. menjadikan tubuhku terlihat sexsy malam ini di hadapan suamiku.


"kamu gak ganti baju Yang? "

__ADS_1


aku menyodorkan kaos oblong dan sarung ke arahnya.


"Gak usah. nanti juga ku buka kembali"


dia menariku tepat menindih tubuhnya. mukaku merah dibuatnya. kenapa ada rasa gugup padahal kami sudah syah menjadi suami istri menurut agama maupun negara.


Dia menyibakan rambutku yang terurai. menyelipkan di telingaku. kemudian membalikan tubuhku. hingga saat ini tubuhnya yang berbalik menindihku.


aku menutup mataku ketika suamiku mulai membuka satu persatu pakaianku dan menanggalkan nya di lantai. setelah itu dia melepaskan semua pakaian nya. kali ini aku pasrah dengan nafas yang sudah tak beraturan. dia melalukan pemanasan terlebih dahulu dengan ciuman dari bibir hingga area bawah dan lebih bawah.


nafasku sudah tersenggal-senggal dengan tubuh menggeliat merasakan nikmat.kemudian terdengar suamiku membaca sesuatu doa dan berkata "BISMILLAH"


dia menunaikan ibadahnya kepadaku. di malam pertama setelah kami syah dalam ikatan suci pernikahan.


kami menikmati malam penuh keindahan itu. kami saling mencengkram dalam genggaman kedua tangan kami kiri dan kanan.saat kami mencapai puncak bersamaan. suamiku menjatuhkan tubuhnya yang di basahi keringat di samping ku. kemudian meraihku dalam pelukan nya dan mengecup keningku.


"Terima kasih istriku"


dia kembali mengecup keningku dengan nafas yang masih tersendat. dan dada yang naik turun mengatur nafas. kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh kami.


selang berapa menit kemudian. aku yang hampir terlelap. harus kembali melayaninya.

__ADS_1


"Sayang,, si otong ku bangun lagi"


dia berbisik di telingaku. Dan kami pun melakukan nya lagi untuk yang kedua kalinya. hingga akhirnya kami tertidur sampai subuh.


__ADS_2