Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
RESAINT NYA BU GURU BAB 81


__ADS_3

Suamiku menepati janjinya ke Ramdan. sore hari kami semua pergi makan ke sebuah Restoran. kali ini Suamiku mengajak ke Restauran china.


"kita makan, masakan china hari ini. sekali -sekali memanjakan lidah keluarga sendiri tanpa harus pergi ke China "


kami segera masuk dan memilih duduk di sebuah meja yang berukuran besar dengan banyak kursi di sana. karena kali ini suamiku juga mengajak orang tua dan kakek,nenek nya juga ikut serta.


saking pintarnya Queen dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling.dan fokus ke nama Restauran itu.


"Ayah lihat lah. ada nama ku di bawah tulisan besar itu"


kami sontak melihat ke arah yang di tunjuk nua. benar saja ada kata Queen di bawah kata Restauran itu..


"oh iya sayang, nama restauran nya Queen"


suamiku mengecup pucuk kepalanya. kami semua bertepuk tangan mengagumi kepintaran nya.


"anak mama pintar sekali."


aku mencium pipinya dan merangkul nya. suamiku mengangkat tangan nya ke seorang pelayan. pelayan itu lalu menghampiri kami sambil memberikan Buku Daftar Menu.


lalu kami memesan beberapa masakan.. tentunya yang halal untuk kami makan.


tak berapa lama hidangan sudah tersaji penuh di meja kami. aku dan suami yang sudah pernah makan di tempat seperti itu sudah terbiasa dengan tata cara nya.


aku memasukan sendok, garpu dan sumpit ke dalam gelas berisi air panas.


"oalah Nduk. mbah kira itu untuk minum"


aku tersenyum dan mengajari mbah. kemudian aku menyendokan lauk ke piring mbah.


"ini aku ambilkan mbah, nasinya yang di mangkuk kecil itu. kalau kurang,mbah ngomong nanti aku pesankan lagi"


beliau mengangguk lalu menikmati hidangan nya. Queen tiba-tiba berdiri di atas kursinya. dia membungkuk layaknya pelayan-pelayan negeri china.


"Tuan dan nyonya, silahkan menikmati hidangan di restoran ku. semoga anda merasa puas"


kami sontak tertawa melihat tingkah nya. lalu kembali melanjutkan makan kami.


...****************...


keesokan harinya aku kembali mengantar Queen ke sekolah. kali ini Suamiku memutuskan untuk mengantarkan kami dengan mobil nya dan menjemput lagi saat pulang nanti.


"Dadahhh Ayah, jemput agak awal ya. biar Queen sama mama gak lama nunggu"


Dia mengacungkan telunjuk nya ke ayahnya.


"Siap bos kecil"


suamiku menjawabnya dengan


mengacungkan jempol nya. seperti biasa Queen mengikuti pelajaran bersama teman nya. aku dan Ibu-ibu yang lain menunggu sambil mengobrol di kantin sekolah .


aku sesekali melihat ke kelas Queen yang pintunya terbuka.


"ma Rehan, itu seperti nya bukan Bu Kiki ya? "


aku menujuk ke arah Guru yang sedang berdiri di depan papan tulis di kelas Queen.


"ehh iya ya.sakit mungkin atau izin"


aku mengangguk lalu kembali mengobrol dengan yang lain nya.


suamiku datang menjemput lebih awal seperti yang di pinta anaknya.


[sayang, aku sudah di parkiran. Queen sudah keluar kelas? ]

__ADS_1


aku tersenyum sendiri dan segera membalas pesan nya.


[Belum sayang, masih belajar. sebentar lagi mungkin. itu sudah terdengar sedang berdoa]


[oke,aku tunggu di parkir an]


aku kemudian menyimpan ponsel ke dalam tas ku dan menuntun Queen yang baru keluar dari kelas nya.


"aku Duluan ya, ayahnya Queen sudah nunggu di depan"


aku pamit ke semuanya. sambil menuntun Queen agak cepat ke arah mobil ku. suamiku tersenyum sambil membuka pintu depan dari dalam. kami masuk dan meraih tangan nya lalu bergantian mencium tangan nya.


lalu suamiku menjalankan mobil nya.


"Gimana nih anak ayah? belajar apa hari ini? "


Queen mengerucut kan bibir nya.


"gak seru ah, hanya menyanyi saja. Bu Guru Ayu gak seseru Bu Kiki"


dia menautkan kedua tangan di dadanya. sambil memanyunkan mulut nya.


"lho. Bu kiki kemana katanya? "


aku bertanya sambil membenarkan kunciran nya yang hampir lepas.


"Bu kiki gak ngajar lagi. katanya pindah sekolah. kata Bu Ayu Ri....ri.... apalah Queen gak ngerti"


aku tertawa


"haha. Resaint mungkin"


dia membalikkan badan nya ke arahku.


"iyaaa itu katanya.mama pinter... "


sampai di rumah aky menyuruh Queen ganti baju seragam nya. lalu mengerjakan Tugas dan makan. selesai makan aku membiasakan untuk nya tidur siang. sebelum nanti sore berangkat ke sekolah Agama untuk belajar mengaji. tahun ini juga aku mulai memasukan ke sekolah agama.


selesai ganti pakaian aku menghampiri suamiku yang sedang fokus dengan laptop nya.


"mass...? "


aku menaruh daguku di bahu kanan nya.


"hmmh, apa sayang? "


dia lalu mengusap pipiku dan mengecup nya. aku menautkan kedua tanganku ke dadanya.


"kamu dulu sangat mencintai Kiki? "


Dia menghentikan aktivitas nya lalu menutup laptopnya dan berbalik ke arahku.


"duduk sini"


dia menepuk pahanya.aku duduk menyerong di atas pangkuan nya.


"dulu sayang, duluuuu sekali sebelum dia mengkhianati ku dan menikah dengan temanku sendiri "


aku tersenyum dan meraih tangannya. lalu mencium nya.


"mungkin dia Resaint. karena mengingat masalalunya melalui kehadiran Queen dan aku di sekolah itu mas"


dia menatap wajahku.


"mungkin juga dia masih menyimpan rasa ke kamu mas, sehingga terasa sakit jika mengingat nya. atau... "

__ADS_1


aku menggantung ucapan ku.


"hmmh. baiklah sayang. aku mau jujur sama kamu"


dia menghela nafas kasar.


"dulu memang aku pernah merenggut kesuciannya. lalu pergi merantau dan berjanji akan menikahinya saat pulang"


deg


jantungku berdetak kencang saat mendengar pengakuan nya.


"tapi.... ketika aku pulang dia sudah menikah dengan temanku sendiri. bukan salah aku dong. dia yang tak sabar menunggu "


aku turun dari pangkuan nya dan duduk di tepi ranjang.


"pantas mas, dari awal dia dengar namamu. seperti ada raut kesedihan di wajahnya"


suamiku bersimpuh dan meletakkan kepalanya di pangkuanku.


"sayang, please jangan bahas masalaluku lagi ya! itu seperti menoreh kembali luka yang telah kering"


aku mengangguk sambil membelai kepala nya.


"kamu dan Queen adalah penyembuh luka-luka ku. penyemangat hidupku sayang"


aku merengkuh dan mengangkat kedua bahunya agar duduk di samping ku.


"dia mungkin masih berharap kamu kembali mas, setelah pernikahan nya gagal. tetapi malah bertemu lagi pas kamu sudah beristri dan punya anak, dari situ mungkin dia merasa kecewa dan memutuskan menjauh dengan tidak melihat Queen,anak dari orang yang dulu dia cinta"


Dia mengangkat daguku dengan jarinya.


"Sudah ku Bilang. MASABODO"


dia meninju kasur dengan tangan satunya. dan menatap ku tajam.


"Dengar. aku tak mau lagi mengingat semua masalaluku. kali ini tujuan hidupku adalah kalian."


Dia mendekatkan wajahnya tepat di hadapan wajahku dan menatapku tajam. aku menjauh dan mendorong dadanya agar menjauh.


"ma.. maaf mas, kalau aku bikin kamu marah. aku janji gak bahas lagi"


aku menunduk dan tak berani menatap wajahnya yang sepertinya masih marah karena aku selalu membahas mantan nya.


"kamu juga tentu gak suka kan, kalau aku bahas masa lalumu dengan Ayahnya chila dan cia? "


Dia membalikkan tubuhku menghadap nya. aku masih menunduk.


"Gimana? hemmm,seenak dan senikmat denganku tidak? segagah aku tidak?besar punya siapa? bahagia dengan siapa? tangan nya selembut belaianku tidak? "


Dia mencehcarku dengan banyak pertanyaan tentang masalaluku.


aku menutup kedua telingaku dan memejamkan mataku.


Dia merangkul dan membawaku ke pelukan nya.


"sakit dan pedihnya kan sayang,jika harus mengingat kembali masa dulu yang berujung kepahitan dan penderitaan. begitu juga dengan aku. semuanya sudah terkubur dalam dan tak mau aku menguak nya kembali"


Dia semakin memeluku erat dan berulangkali mencium pucuk kepalaku. aku menengadah menatap wajahnya. dan membelai nya.


"aku sangat mencintai mu mas, aku teramat takut kehilangan kamu"


aku menatap kedua manik matanya. dan memegang wajahnya dengan kedua tanganku di kedua sisi telinganya.


"aku juga sayang. rasa cinta dan sayangku melebihi segala yang aku punya. lebih baik kehilangan nyawa ku sekalian dari pada kehilangan kalian. kedua bidadari dunia akhirat ku"

__ADS_1


Dia membelai lembut rambutku.kami saling memeluk erat seolah tak mau di pisahkan. dan berakhir dengan peraduan yang sangat indah. bahkan lebih terasa indah dari peraduan sebelum -sebelumnya.


kami saling menikmati nya dengan perasaan cinta yang sama besar dan rasa saling takut kehilangan. sehingga beberapa kali saling menikmati pelepasan.


__ADS_2