Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
PERBEDAAN Bab 7


__ADS_3

seminggu sekali atau di saat libur. aku selalu di ajak felix mengunjungi mama nya. hanya untuk sekedar berbincang dan makan bersama. begitupula ketika pulang kampung. felix selalu mengantarku dan pernah sekali mama ikut bersama kami. untuk saling mengenal keluarga satu sama lain.


felix pun telah menceritakan kisah masalalunya.ketika dulu dia di jebak seorang perempuan bernama shela. yang mengaku tengah hamil oleh nya. sehingga felix terpaksa menikah saat masih kuliah. karna memang felix pernah melakukan nya meskipun di cekoki minuman oleh temanya. akhirnya felix menikahi nya. tapi sayang, setelah itu shela keguguran.tiga tahun pernikahan shela malah berselingkuh dengan rekan bisnis felix di depan mata kepala dia sendiri. dan saat itu lah felix menceraikan nya.


...****************...


malam itu selepas pulang kerja. seperti biasa tidak pernah sehari pun felix absen menemaniku di tempat tinggal ku hingga aku tertidur.


"sayang"


aku yang berada di pelukan nya menaikan wajahku menatap ke wajahnya.


"iya, kenapa? "


"minggu depan aku dan mama akan datang ke rumah orang tuamu, untuk melamar kamu"


aku langsung terbangun dan duduk menghadap nya yang kini bersandar di tembok.


"Benarkah, felix?,aku tidak sedang mimpi? "


felix mencubit pinggangku.


"aawww"


aku menjerit kesakitan.


"sakit kan? kamu berarti tidak sedang bermimpi sayang. "


kemudian dia kembali memeluku.


"tapi, besok mamaku mau bicara dulu sama kamu. sepulang kerja kita kesana ya"


...****************...


keesokan harinya. di tempat kerja dari pagi sampai sore aku tidak melihat felx mungkin dua sibuk.


sampai selepas isa,barulah kulihat dia datang.aku tersenyum kearahnya.dia pun membalas senyumku tapi dingin.


"yes, vit. tutup saja sekarang. kalian boleh pulang.aku ada urusan. seperti biasa kuncinya kalian bawa"


"ayo,Rai"


dia meraih tanganku dan menuntunku. jalannya terasa tergesa-gesa sehingga aku sesekali berlari kecil untuk mengimbanginya. tak sekalipun dia menoleh ke arahku. sampai di dalam mobil pun tak ada sepatah kata yang meluncur dari mulutnya.dia masih tidak menoleh ke arahku. pandangan nya lurus ke depan kemudi. baru beberapa saat


kemudian dia menoleh ke arahku.mengusap pipiku dengan tangan nya.


dia melengkungkan mulut nya membentuk senyuman. aku pun tersenyum dan membalas belaian di pipinya dengan punggung tanganku. dia kembali menggenggam tanganku. tak terlepas hingga sampai di rumahnya.lagi-lagi,sikap misterius nya kembali muncul.. entah dia sedang memikirkan apa.


...****************...

__ADS_1


kali ini mama menunggu ku dan felix di kamarnya. saat ku masuk dia sedang bersandar di tumpukan bantal di ranjang mewahnya. aku bergegas mencium tangannya dan duduk di sudut tempat tidurnya. felix duduk di kursi dekat kami.


"felix. tolong ambil kertas dan bulpoint yang di atas meja rias mama"


felix lalu mengambilnya. muncul tanda tanya di benaku. untuk apa kertas dan bulpoint itu. aku menoleh dan memberi isyarat dengan tautan halis ke felix. felix pun menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


"Begini, Raina. felix itu dari keturunan. papa nya, dan mama.sejak lahir dan sampai sekarang. kamu telah mengetahuinya agama dan keyakinan yang kami anut"


aku mengangguk dan menyimak.


"kami memegang teguh agama dan keyakinan kami. sehingga jika felix memutuskan untuk menikahpun.mama dan keluarga besar menginginkan istri yang satu keyakinan"


lanjutnya. aku menoleh ke felix. dan felix memberi isyarat menempelkan telunjuk d mulut nya. tandanya aku harus diam dulu sampai mama selesai bicara. dan aku pun manggut saja.


"dan jika kamu mau menjadi istrinya felix. mama akan memberikan 50% dari harta felix untukmu. asaaaaalll. kamu mau masuk agama kami"


"deg"


dadaku terasa sesak. aku menggeleng ke arah felix tapi felix hanya diam. menunduk dan mengusap wajahnya. kemudian menengadah ke arah langit-langit.


"Maaa. apa tidak bisa kita rundingkan lagi mah?"


felix berdiri dari duduk nya dan tertunduk dengan kedua tangan tertumpu pada meja rias di depan nya.


"Diam,felix jangan bantah, ini urusan keyakinan.di keluarga kita tidak ada yang menikah dengan beda Agama. "


bentaknya.


"maaf ma.. mohon maaf sekali. Raina ingin menikah dengan anak mama, atas dasar cinta dan kasih sayang di antara kami. sedikitpun Raina tidak mengharapkan kekayaan"


aku berhenti sejenak untuk mengatur nafas yang tersendat.. dan mencoba menghalau air mata agar tidak meluncur keluar di pipiku. dan ku lihat mama masih menyimak omonganku.


"Dan untuk keyakinan. sama ma. Raina juga punya keyakinan yang tidak bisa digantikan dengan apapun. meskipun Raina orang gak punya, orang miskin, tapi raina tidak akan menjual agama raina ma. mohon maaf.


Aku beranjak dari tempat duduku. kuraih tangan mama,kucium,dan beranjak pergi.aku hanya mengusap punggung felix yang masih tertunduk. dan berlalu meninggalkan mereka.


ketika ku keluar. terdengar suara felix dan mama yang sedang berdebat. aku masih terus berjalan keluar dari rumah itu. dengan air mata yang meluncur deras. di kedua pipiku.


ketika sampai di pos security aku menyeka air mataku. dan tersenyum ke arah security itu.


"pak, apa di sini biasa ada taxi lewat? "


"tidak ada non, tapi kalau mau bisa saya panggilkan ojek langganan bibi kalau ke pasar"


dia menawarkan.


"gak usah pak. biar saya berjalan sedikit ke depan.makasih pak"


lalu aku berjalan ke depan komplek.sering ku lihat ada satu atau dua taxi yang mangkal di situ. saat aku berjalan tiba-tiba.

__ADS_1


"Rai. Raina. ayo naik.aku antar"


felix menyusulku. mungkin dia khawatir.


"gak usah, aku naik taxi di depan saja"


lalu dia memarkir mobilnya di depanku. turun dan memaksaku masuk.


di dalam mobil aku hanya terdiam seribu bahasa.


"Rai. kita kawin lari saja yuk. aku gak perduli dengan semua hartaku. yang ku mau nikah sama kamu, Raina"


aku menoleh ke arahnya. dan ku usap pipinya pelan. sambil tersenyum. agar dia tenang


"antar dulu aku sampai kost an.. nanti kita bicara di sana. gak baik sambil bawa kendali"


sesampainya di kost an. kamipun bicara dengan ketenangan hati masing -masing.


"dengarkan aku felix. kawin lari dilarang di agamaku.dan kamu tidak boleh melawan mama. kasihan dia tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu. hormati dan jaga beliau. mungkin tuhan tidak menakdirkan kita untuk bersama selamanya. mulai besok aku tidak akan bekerja lagi di tempatmu. agar kamu tidak merasa di bayang-bayangi olehku"


aku menggenggam tangan nya dan mencium nya.


"Oh tuhaaaann. tolong aku tuhan. kenapa aku harus dihadapkan dalam dua pilihan yang sulit"


dia menempelkan keningnya di keningku. melepaskan genggaman tangannya dan memeluku sangat erat. seakan tak mau lepas.


kamipun larut dalam tangisan. hingga dia pamit untuk pulang. dan memberikan kecupan terakhir di keningku.


...****************...


akhirnya akupun berhenti kerja di tempatnya felix. dan mencari pekerjaan lain. tidak begitu lama tetangga kost an ku, menawarkan pekerjaan di mall lain.tapi masih dekat situ.


"ada lowongan teh, di foodcorner.dekat tempat kerjaku. bersebelahan"


icha yang bekerja di situ juga menawariku.


"kalau mau, besok ku antar. hari ini aku ngomong dulu ke orang nya. baik ko bos nya. dia punya kedai masakan jepang gitu"


jelas icha padaku.


"iya,aku mau cha. orang jepang kah? "


aku balik bertanya. sambil nyengir.


"Bukan teh. orang kita. malah berkerudung orang nya.. tapi nanti teteh kerjanya kudungan ya"


aku mengangguk.


Esok harinya. aku di antar icha menemui yang punya kedai. dan kami duduk di antara meja dan kursi yang berjejer di area foodcorner itu.setelah ngobrol kesana kemari. akhirnya besok aku sudah bisa langsung kerja. ada satu orang lagi teman yang sudah duluan kerja di situ. namanya katanya Marni. dia orang jawa timur. dan aku langsung kenalan. agar besok tidak merasa canggung pas kerja bareng.

__ADS_1


Marni yang sudah duluan kerja di situ. memberitauku kalau besok aku harus sudah di tempat Jam 8. karena kedainya harus sudah buka dari jam 9 dan jam 9 malam baru beres-beres dan pulang. aku pun mengiya kan.


__ADS_2