
Tiga bulan sudah aku ikut suamiku untuk tinggal di kampung nya. tiga bulan juga usia pernikahan ku. notifikasi pengingat datang bulan yang aku atur di kalender ponselku berbunyi.
setelah kejadian dulu ketika aku mengandung almarhum Surya,aku mengatur pengingat datang bulan ku. seperti dua bulan sebelum nya. aku tak mendapati tanda-tanda itu. memang seminggu sebelum menikah adalah hari terakhir ku datang bulan. sehingga pas menikah berada di masa subur.
saat sedang berbaring setelah sholat isa.
"Yang. aku belum datang bulan sudah mau tiga bulan ini setelah menikah"
Dia kemudian bangun dan mengelus perut ku.
"mungkin ada baby nya sayangku. alhamdulillah kalau iya"
"tapi aku gak merasakan tanda apa-apa. dulu saat aku ngidam dari yang pertama sampai almarhum aku mual hebat.sampe muntah. ini gak kok Yang."
aku mengelus kepalanya yang masih menempel di perut ku.
"besok kamu minta antar mbak citra beli tes kehamilan di apotik."
aku mengangguk dan kembali mengelus kepalanya. Lalu dia kembali merebahkan tubuhnya di samping ku. mendekapku dalam pelukan hangat nya.
sesaat kemudian terdengar dengkuran halusnya. aku memandang wajahnya sambil mengagumi ketampanan nya. lalu terlelap dalam dekapan nya. dan menyambut mimpi yang indah.
...****************...
Suamiku sudah berangkat kerja. semua pekerjaan Rumah sudah selesai. aku kemudian mengambil ponselku. mengirim pesan ke mbak citra.
[mbak. hari ini gak sibuk kan? ]
pesanku langsung di bacanya.
[ndak Neng.kenapa?]
[aku mau minta di antar ke apotek. beli tes pect. aku sudah telat mbak]
dia kemudian membalas kembali pesanku.
[ndak usah beli. aku punya tiga. bisa kamu pake satu. Sini ambil Ke Rumah ku Neng]
[makasih mbak. iya aku ambil sekarang]
__ADS_1
aku bergegas ke Rumahnya. sampai di sana kami asik mengobrol. Mbak citra mengajaku bikin seblak. entah kenapa aku malah mual saat mencium tumisan bumbu. berkali-kali menahan nya tapi tetap tak bisa. aku berlari ke kamar mandi.
hoek
hoek
tapi kosong tak mengeluarkan apapun.
"oalah. Neng beneran hamil ini kayaknya"
aku tersenyum sambil mengaminkan. hampir seharian aku main di Rumah mbak Citra. sampai hampir Ashar aku baru pulang. dengan membawa testpect.
sampai di rumah aku hanya memasak nasi. itu pun susah payah menahan bau nasi hangat yang mengepul. pas menumis bumbu pun begitu. tapi aku paksakan.kasihan suamiku nanti makan apa kalau gak masak.
...****************...
saat makan pun tiba. suamiku membuka tutup penghangat nasi.kepulan asap mengepul dan tercium baunya menusuk hidungku.
huwek
huwek
"tutup lagi mas. aku gak tahan baunya"
suamiku menyusul dan menggedor pintu kamar mandi.
"Sayang. kamu kenapa? "
"gak apa mas. kamu makan duluaan"
aku memegangi perutku yang masih mual. suamiku memandangiku heran sambil menyantap makanan nya.
"kamu gak makan bareng? "
"nanti nunggu gak ada asap nya. bau nya aku gak kuat mas"
aku masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku.
"iya tapi nanti harus makan lho"
__ADS_1
terdengar suaranya dari Ruangan itu ke kamar. setelah selesai makan. dia membawakanku makan ke kamar.
"bangun dulu Yang. sini aku suapin nanti lambungmu kambuh lho"
aku kemudian bangun dan makan dengan di suapinya.setelah itu aku kembali merebahkan tubuhku.
"Tidur Yang. gak usah banyak gerak dulu. biar gak mual lagi"
dia menyelimuti tubuhku. dan mengecup lembut keningku.
aku lalu terlelap hingga subuh.aku terbangun saat mendengar adzan berkumandang. lalu bergegas ke kamar mandi. ku raih testpect di meja riasku. dengan berdebar aku menampung air seniku di gelas bekas air mineral. mencelupkan testpect ke dalam nya. lalu aku mandi sambil menunggu hasil nya dengan perasaan berdebar.
"aaahhh. alhamdulillah ya allah"
aku berucap syukur saat melihat dua garis merah di strip itu. aku meneteskan air mata bahagia. kemudian berwudhu.
sampai di kamar aku menyembunyikan dulu hasil tes itu di balik dompet yang tergeletak di meja rias ku. aku memakai mukenaku. kemudian membangunkan suamiku.
"mas,sayang.subuh mas"
Dia mengucek matanya. tersenyum ke arahku. kemudian bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. setelah selesai sholat aku meraih tangan nya kemudian mencium nya..kali ini air mataku menetes di tangan nya. Dia kemudian meraih wajahku dan mengusap airmataku dengan lembut.
"kok nangis sayang. kenapa? "
aku tersenyum. dan berdiri mengambil hasil tes ku yang tadi.
"ini mas. aku positif hamil"
Dia meraih benda pipih itu.tangan nya bergetar. kemudian meneteskan air matanya.
"ini beneran sayang?Alhamdulillah ya allah"
aku mengangguk. Dia menengadah kan tangan nya keatas menatap langit-langit dengan air matanya yang masih mengalir. kemudian menciumi perut ku dan mengusapnya berulang-ulang.
" nanti sore aku akan memastikan nya ke Bidan dekat sini Yang"
aku membelai kepalanya yang masih menciumi perut ku.
"Iya. nanti aku izin pulang cepat. aku mau anter kamu langsung. ini anak pertama dariku"
__ADS_1
aku mengangguk pelan. kemudian kami saling berpelukan.
Sore harinya kami memastikan nya ke Bidan terdekat. setelah hasil pemeriksaan itu hasilnya sama kalau aku sedang mengandung. kami memberitahukan kabar gembira itu ke seluruh keluarga. aku juga mengabari keluargaku lewat videocall.