
setelah tahu semuanya dari mbak citra aku bersikap biasa saja. aku juga cuma sepintas ingin tahu saja. tak mempermasalahkan soal itu. lagipula aku dan suami yang menjalani semuanya. dan yang terpenting aku di hidupi dengan uang halal hasil keringat Suamiku sendiri. mungkin ini juga alasan kenapa suami langsung mengajak pisah masak dan segalanya.
aku juga kadang bersosialisasi dengan para tetangga di akun berwarna biru. sampai satu saat ada permintaan pertemanan di akun ku. aku menerima nya. tapi setelah itu dia mengenalkan dirinya lewat pesan pribadiku.
[salam kenal teh. aku mantan pacarnya zaenal]
aku menanggapinya biasa aja awalnya.
[aku masih orang sini. Rumah ku dekat mbah nya zaenal]
aku kembali menanggapi pesan nya dengan emoticon tersenyum.
[kalian sudah nikah resmi atau hanya siri]
di situ aku mulai aneh. kok bertanya nya kaya gitu.aku membalas nya dengan mengirim foto Buku Nikahku.
[oh syukurlah. berarti dia bertanggung jawab. gak seperti ke aku. udah di renggut keperawanan nya di tinggal begitu saja]
Deg
jantung ku seolah berhenti berdetak. ada rasa sesak di dada ini. tapi aku masih tetap mencoba tenang dan menarik nafas. aku mengabaikan pesan itu. tapi aku mencoba mengcopy nya. dengan menscreenshoot nya. untuk menujukan ke suamiku nanti.
untung aku screenshoot setelah itu entah kenapa dia menghapus pesan nya tadi. aku juga gak ngerti apa maksud dia membuka aib nya sendiri.
aku kemudian mengirim kan nya ke mbak Citra melalui pesan.
[Oh iya Neng. mas mu memang sempat pacaran sama dia. tapi masa sih sampe berani begitu. meskipun iya itu kan masalalu. dan aib.kenapa harus di bongkar ke Neng. maksud nya apa. kalau masih sayang sama gak mau zaenal nikah sama yang lain. kenapa dulu dia gak perjuangin dan ngomong ke orangtuanya. udah Neng jangan di pikirin. perempuan kurang waras. keluarga juga gak suka kok sama Dia]
aku membaca penjelasan dari mbak Citra.
[iya mbak. aku juga malah pengen ketawa pas baca nya. cuma heran aja apa maunya tuh anak]
aku membalas pesan nya.
[blokir aja Neng]
[Gak usah mbak.justru aku mau nunjukin kemesraan aku lewat foto-foto kebersamaan ku. biar makin panas dia]
mbak citra kemudian membalas pesanku dengan acungan jempol dan tertawa.
...****************...
Entah firasat atau apa. Suamiku sebelumnya tak pernah melihat isi ponselku jangankan begitu memegang pun tak pernah.
"Ini apa?screenshotan pesan dari siapa yang kamu simpan di Galeri"
Dia mendekatiku yang sedang menyiapkan makanan sepulang dia bekerja. Dan berbicara dengan nada agak meninggi.
"Makan dulu yuk. nanti abis itu baru aku cerita"
aku tetap menjawab dengan tenang. aku usap lengan nya agar dia tenang.
"Gak... jelasin dulu baru aku mau makan"
Dia melempar ponsel ke pangkuanku yang tengah duduk di kursi. aku mrnghela nafas.
"Makanan nya keburu dingin. gak baik juga membahas sesuatu di waktu makan"
aku tetap mencoba tenang. dan berkali menenangkan nya.
Brak
__ADS_1
Dia memukul meja sampai membuat aku tersentak dan mengelus dada.
"Bagaimana aku mau tenang. isi pesan nya itu membuatku murka. Jelas kaaaan cepat. atau aky mencari tau sendiri dengan caraku"
Dia membentaku dengan sorot mata penuh amarah.
"Iya baiklah aku jelaskan"
aku membalas bentakan nya. dengan suara bergetar aku menjelaskan semuanya.
"Sini ponsel mu"
masih dengan keadaan marah dia meminta ponselku. aku menahan dan menyembunyikan di saku celanaku.
"Sini. aku hancurkan ponselmu sekalian atau blokir."
aku segera memberikan ponselku dengan ragu.
"Siapa nama akun nya? "
aku memang mengedit sebagian foto itu. kamudian menyebutkan namanya.
"zahra Azahra"
tampak muka nya terkejut. giginya telihat bergeretak. tangan nya mengepal. lalu dia menekan sesuatu di ponselku. melempar kembali ponsel ke pangkuanku. kemudian masuk kamar.
Brak
pintu kamar dibanting nya dengan sangat keras. aku mencoba menghampiri nya.
"Kenapa kamu hah. kaget atau..."
aku menggantung omongan ku. Dia dengan posisi terlentang kemudian bangun dan menatapku tajam.
dia membentaku lagi.
"atau kau merasa menyesal telah meninggalkan nya dan menikahi aku"
Dia mendekatkan wajahnya tepat di depan wajahku. memegang daguku dengan tangan nya hingga wajahku mendongak. baru kali ini aku lihat dia segitu marahnya.
"aku marah dan kaget dengan isi pesan nya. Dia memang mantan pacarku. Dulu aku mendekati nya setelah melihat foto mu dengan Surya dan mengira kamu sudah menikah"
dengan nada keras nya dia menjelaskan. aku menepis tangan nya dan tersenyum sinis.
"Lalu kamu lampiaskan semuanya ke dia dengan meniduri nya? hahaha hebat sekali atau mungkin memang sudah biasa setiap bercinta kamu melakukan ke setiap wanita"
Brak
prang
kali ini dia memukul meja dan membanting sesuatu ke kaca meja riasku. aku menutup telingaku.
kemudian dia mendekatkan kembali wajahnya dan menatapku tajam.
"Dengarkan aku Raina. aku tidak pernah meniduri wanita lain selain kamu. demi allah,ayo kita datangi Dia. kita tanya apa maksud dari semua ini"
Dia menariku kasar. hingga aku menangis dan menolak nya.aku menahan dan menarik sekuat tenaga tanganku agar terlepas darinya. hingga kakiku menginjak pecahan kaca dan mengeluarkan Darah.
"aaaww. ahhh"
aku mencabut pecahan kaca yang menancap di kakiku. Dia dengan panik kemudian mengangkat tubuhku ke kasur.
__ADS_1
"Ja jangan sentuh dulu lukanya. aku ambil air hangat dulu"
Dia kemudian berlari terdengar menuangkan air panas di termos. kembali berlari mengahampiri ku dengan satu baskom air hangat,kapas dan kain kasa.
Dia membersihkan lukaku dengan raut muka serius. kemudian membubuhkan obat luka dan menutupnya dengan kain kasa dan plaster.
tanpa ada sepatah kata dari bibirnya.dia kemudian kembali membawa baskom itu keluar. kemudian kembali dengan sapu dan serokan untuk membersihkan pecahan kaca yang masih berserakan kemudian memasukan ke keresek dan membuangnya ke tempat sampah.
Hening dalam waktu yang cukup lama. tak ada seorangpun di antara kami yang mengawali pembicaraan. sampai akhirnya dia pergi dan terdengar suara deru motornya menjauh.
aku sambil menangis kemudian menghubungi mbak citra lewat pesan.
[mbak. foto screenshot yang kemaren ketahuan zaenal. dia ngamuk mbak, gimana dong]
tak berapa lama pesanku terbalas.
[lho kok bisa Neng? trus sekarang gimana, masih marah? ]
aku kemudian menceritakan semuanya lewat sambungan telepon agar lebih jelas. saat aku baru menutup telpon. terdengar ketukan pintu dari luar.
"Nduk, buka pintu. iki mbah ambe nange"
mbah Dan nange(kake) datang kerumah.
"ndak di kunci mbah. mlebu ae"
aku menyuruhnya masuk. mbah langsung ke kamarku.
"mas mu di rumah mbah. kok iso nduk sampe ribut seperti ini. yo maunya kami sebagai orang tua ya ayem."
mbah mengelus kakiku. aku tersenyum mencoba menenangkan.
"gak ada apa-apa mbah. hanya ribut kecil. nanti juga baik lagi. nanti kalau mbah pulang tolong suruh mas zaenal pulang ya"
aku tersenyum dan mengusap tangan keriputnya.
kemudian beliau pun pamit pulang bersama nange.
selang berapa lama Ibu mertuaku mengahampiriku.
"ada apa toh mbak. masalah mantan pacarnya ngehubungi ajah sampean sampe segitu cemburu."
dia memasang wajah sinis dan tetap berdiri di pintu kamarku. disaat bersamaan mbak citra masuk.
"bukan soal cemburu yuk. omongan nya itu yang gak pantas. masa perawan ko koyo ngunu omongane. katanya dia sudah kelon ambe zaenal. aib sendiri ko di buka apalagi aib mu yuk bisa di sebar kalau dulu jadi mantumu"
mbak citra bergidig sambil memicingkan mata ke arah mertuaku.
"oalah ngunu toh cit. pantes zaenal ngamuk. ta pites mulut nya"
sambil mengepalkan tangan.
"gak usah bu. nanti malah jadi panjang. aku percaya suamiku. mungkin ini cobaan buat kami"
"tuh yuk. untung mantumu iki sabar. sana samperin anakmu di rumah mbah.suruh pulang. kasih nasehat. kalau ada masalah ojo ngambekan. ojo nyengit"
kemudian mertuaku pergi memanggil anaknya. kemudian mbak citra kembali pamit.
"udah ya aku pulang.suara motor suamimu tuh. jangan berantem lagi ya"
Dia kemudian pulang. terdengar suara nya pamit dan menasihati suamiku depan pintu.
__ADS_1
tapi kami masih belum bertegur sapa.