
sinar Mentari pagi menyelinap masuk ke ruangan kost an ku melalui lubang ventilasi. udara segar juga ikut serta.Ku raih gawaiku yang masih menancap di cargeran nya. kucabut dan kupicingkan mataku untuk melihat jam nya..
"hooaaamm,, sudah jam 6 pagi. aku kesiangan sholat subuh. "
langsung ku beranjak mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi. pas baru saja selesai dan hendak memakai baju. nada dering di phonsel ku berbunyi.
"ehh..dari ibu. "
langsung ku tekan tombol hijau.
[assalamualaikum,Na]
terdengar suara yang tak asing.suara orang yang sangat menyayangi ku. suara surga dunia akhiratku.
[iya,waalaikum salam. baru saja aku mau menelpon sehabis ini bu. aku kemarin kecapek an beres-beres.jadi gak hubungi ibu dan anak-anak.]
jawabku menjelaskan.
[iya, tak apa. alhamdulillah kami sehat.anak-anak baru saja berangkat sekolah di antar adek mu. ]
[iya sukurlah bu,ibu ada hal penting?sepagi ini menghubungiku]
kuletakan ponselku di atas lemari plastik. ku tekan tombol loadspeaker. aku bergegas memakai pakaian.
[kemarin apa pengacaramu tidak menghubungi mu? dia malah datang ke rumah sore hari. katanya sidang pertamamu sudah selesai dan berjalan lancar. dan kamu hanya perlu melakukan dua kali persidangan.sidang kedua nya sudah di lakukan sidang putusan. ]
Jelasnya panjang lebar.
[hmmh, lalu bu. kapan sidang kedua nya? ]
aku balik bertanya perihal sidang selanjutnya. aku berharap semuanya cepat selesai. agar aku terlepas dari jerat penderitaan selama ini.
[sidang nya dua minggu ke depan.Tanggal 22 masih bulan ini. kamu harus bisa izin ke bos mu untuk libur na. Dan kalau bisa jangan satu hari. biar kamu gak capek harus pulang pergi]
Dengan gamblang dan detail, beliau menjelaskan lagi.. orang tua memang seperti itu mungkin kalau menelpon, seperti ceramah.
[iya,bu insyaallah. Raina hari ini langsung minta izin bos.ya udah ya bu, Raina mau pergi cari sarapan.assalamualaikum]
aku mengakhiri pembicaraan ku.. karna perutku terasa sangat lapar setelah aktufitas kemarin yang sampai larut malam. libur bukan untuk istirahat,rebahan,malah si bos misterius itu mengajaku jalan.
[waalaikumsalam]
"tut tuuut tuut"
ibu mematikan ponselnya.mengerti kalau aku tengah bersiap untuk pergi.
...****************...
sekarang,letak kost an ku dekat dengan tempat kerjaku. sehingga aku bisa santai berangkat kerja. selain itu di dekat situ ada banyak yang jual berbagai macam sarapan. aku bisa memakan nya di situ dengan santai. atau membungkusnya.
aku belum niat memasak sendiri, meskipun koh felix membelikan ku alat masak yang lengkap. aku cuma sendiri. mungkin akan ku gunakan jika di waktu libur saja. apalagi makan siang di kasih. makan malam sepulang kerjapun kadang dia mengajaku keluar.
"bu, aku mau nasi uduk di bungkus satu ya"
aku langsung menghampiri warung penjual nasi uduk dan memesan nya untuk di makan di kost an. melihat tidak ada bangku kosong di situ. warung nya sangat ramai.
"pake apa aja isi nya neng? "
penjual itu bertanya
"eemmh, bihun kecap, oreg, sama telur balado saja bu. oh iya gorengan bakwan jagung dua. sambel nya yg banyak bu. hihi"
agar tidak bertanya lagi langsung ku sebut semua yang ku inginkan. sambil nyengir saat minta sambel yang banyak.
"okehh siap neng. di tunggu sebentar ya"
__ADS_1
aku pun mengangguk. mau duduk tak ada tempat. aku berdiri di samping etalase dengan seorang ibu yang sedang menunggu bungkusan nya selesai di buat juga.
"neng,baru ya di sini?saya baru lihat soalnya"
tanya si ibu yang sedang menunggu juga itu.
"iya bu.baru kemaren saya menempati kost an Bu Yanto. yang di sebrang itu"
aku menjawab sambil menunjuk kost anku dengan jempolku.
"oh..pantes. kerja dekat sini juga atau kuliah? "
ibu itu kembali bertanya.
"kerja di mall sebelah itu bu."
"oh..iya. mari duluan neng"
dia kemudian membawa pesanan nya yang sudah selesai .
"ini punya neng"
si ibu warung menyodorkan pesananku
"eh, iya..berapa bu? "
aku mengambil nya dan membuka resleting dompet ku.
"delapan ribu.neng"
aku memberikan uang satu lembar dua puluh ribu,dan memberikan nya sambil tersenyum.
"ini kembalian nya. terima kasih neng"
"iya sama-sama ibu"
selesai sarapan. kulirik lagi jam di ponselku masih jam setengah delapan. jam masuk kerjaku jam sembilan. masih ada cukup banyak waktu untuk nyapu, ngepel dan mencuci baju. setelah itu baru aku berganti pakaian dan berangkat. lagi pula tempat nya hanya memakan waktu limabelas menit sudah sampai. itupun dengan jalan kaki lewat gang kecil.
...***************...
satu minggu kemudian aku bicara ke koh felix dan meminta izin libur beberapa hari untuk mengurus urusanku di kampung.agar tidak terkesan dadakan.
"eeemmh. boleh..aku kasih izin empat hari. sidang nya hari senin kan? kamu bisa libur dari hari sabtu. biar minggunya bisa menikmati libur dengan anakmu. selasa malam harus sudah balik. rabu masuk kerja lagi"
jelas nya.
"siap koh. makasih"
aku tersenyum girang.
"eeehhh tapi ada syaratnya. enak ajah libur lama banget rugi saya bayar kamu"
seketika muka ku berubah bingung. ku kernyitkan halis ku.
"sya syarat koh? "
perasaanku gak enak ini.
"iya, ada syarat nya. dan harus mau. kalau tidak. aku tidak akan mengizinkan"
aku memutar kedua bola mataku. dan membuang kasar nafasku.
"iya koh baiklah"
karna memang tidak ada pilihan lain.
__ADS_1
"aku ikut kamu pulang"
dia menaik turunkan kedua alis nya.
"haaahh. gak mungkin koh. apa kata tetanggaku nanti. aku sudah sering kena fitnah orang koh"
aku menggeleng dengan muka memelas dan perasaan tidak enak mulai menjalar di hati.
"ya sudah, tak ada izin. lagian aku bisa cari hotel atau penginapan"
aku menghembuskan nafas kembali. dan terpaksa mengiyakan..bagaimana lagi cuma itu agar aku dapat izin.
...****************...
akhirnya waktunya tiba. aku membawa baju secukupnya. dan si bos misterius yang suka maksa pun sudah siap menungguku di sebrang jalan depan gang kost an ku.. tentu saja toko nya ikutan libur. Yesi dan Vita pun sama-sama ikut menikmati libur.
dan ketika aku masuk ke mobil dan hanya pintu depan yang dia buka.
"teteeeeehhh"
Yesi dan vita sudah duduk di belakang.
"aaaahhh... kalian ikut juga.. iiihhh seneng aku"
aku bertepuk tangan kegirangan.
"ayo cepetan masuk. kesiangan nanti."
senyum koh felix mengembang melihat kebahagiaan ku.
Disepanjang jalan kami tertawa,bercanda,sampai aku lupa umur. seolah aku seumuran dengan mereka saking akrab dan sudah terbiasa bersama.
...****************...
setelah perjalanan yang begitu panjang akhirnya tiba juga di rumah. ibu menyambut kedatangan kami. kebetulan juga adiku libur, dan anak-anak sudah pulang sekolah. aku sudah mengabari sebelumnya kalau aku diantar bos ku. dan di perjalanan juga aku kabari kalau dua temanku juga ikut. sekalian liburan.
koh felix di antar Evan mencari hotel. kebetulan dia juga libur dan akan menjadi saksi di sidangku nanti. sementara kedua temanku menginap di rumahku. ya walaupun harus desak-desakan dikamarku yang tidak besar. anaku sementara tidur bersama oma nya.
selesai solat subuh aku bantu ibu memasak untuk sarapan kami. sengaja tak ku bangun kan Yesi dan Vita,karna sampai larut malam kami bercerita dan mengobrol. begitupun dengan Evan yang menemani bos ku di penginapan mengobrol sampe pulang hampir subuh.
"sudah jam setengah enam. bangunkan vita dan yesi. suruh mandi lalu kita sarapan bareng"
titah ibu. dan langsung ku iya kan dengan anggukan.
setelah itu kami pun kumpul di ruang makan dan menyantap makanan yang di hidangkan ibuku. masakan yang selalu ku rindukan.
"Van, pak felix gak di ajak sarapan di sini?"
tanya ibu ke Evan.
"gak usah bu. di hotel kan sudah di sediakan sarapan. nanti katanya dia juga mau langsung ke sini. pengen jalan-jalan katanya."
Yesi dan vita terlihat senang sekali. begitu juga dengan kedua anaku.
Benar saja, selesai kami sarapan. terdengar suara pagar berderit. Evan menyambutnya di ruang tamu. dan kamipun menikmati liburan kami di kampung ku. beberapa tempat wisata kami datangi.
...****************...
sampailah di hari yang menegangkan. hari sidang putusan perceraianku. sampai di tempat aku yang di antar Evan dan ibuku. langsung menuju ruang tunggu.pengacaraku menghampiriku dan memberi arahan.
hampir dua jam kami menunggu barulah namaku di sebut berikut para saksi di pengeras suara. aku memasuki ruang sidang. untung saja pihak suami sudah menyerahkan semua nya dan ikut saja aku katanya. jaksa membacakan hasil sidang putusan dan memukulkan palu sebanyak tiga kali tanda putusan sudah di tentukan. jatuhlah talak satu untuku.
kamipun keluar dari ruang persidangan.rasa bahagia tak luput dalam hatiku. akhirnya aku bisa melangkah untuk menata hidup yang baru bersama anaku.
setelah mendengar penjelasan pengacara ku kami bersalaman tak lupa ku ucapkan terima kasih.kuselipkan juga amplop sebagai tanda terima kasih untuknya. dan kamioun pulang.
__ADS_1
sesampainya dirumah.aku melihat mobil bosku terparkir di pinggir jalan. benar saja dia sedang mengobrol dengan yesi dan vita di teras depan.