Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
AJAKAN MERANTAU Bab 30


__ADS_3

Seminggu sudah suamiku mengambil cuti dari tempatnya bekerja. Dia bekerja di Pabrik Cincau di kota nya. perjalanan dari Rumahnya tak begitu jauh ke tempat nya bekerja hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan mengendarai sepeda motor.Dia mengajaku untuk tinggal bersama di kampungnya. atau dia pulang beberapa bulan sekali kalau aku masih tetap mau tinggal bersama keluarga ku.


Aku awalnya enggan di ajaknya untuk tinggal di kampung nya.selain aku harus berjauhan dengan keluarga apalagi ini jaraknya sangat terbentang jauuuh sekali.tetapi Sebagai istri yang sholeha aku harus patuh terhadap suami.


"Ikutlah Nak. kasihan suamimu tak ada yang urus keperluan nya. masa sudah punya istri masih harus di urus orangtuanya. kasihan juga jika harus bolak-balik ke sini meskipun gak setiap bulan"


Ibu ku menasihati ku. aku mengangguk saja. mau bagaimana lagi resiko punya suami beda propinsi dan tempat kerjanya jauh.


"Seorang istri itu harus patuh pada suaminya. ganjaran nya syurga lho gak tanggung"


Ibu mencuil ujung hidungku. aku memeluk dan mencium pipinya.


"Anak-anak biarlah tetap di sini sebelum kalian punya rumah sendiri. lagian Mama di sini juga gak ada teman kalau mereka kamu bawa. Adikmu juga pasti merasa sedih.anakmu itu pengobat kesedihan Raisa dan Evan."


memang benar adanya. adiku di usia pernikahan nya yang sudah hampir sembilan tahun belum di karuniai keturunan. sehingga anak-anaku lah yang jadi pelengkap kebahagiaan Rumah tangganya.


"Kamu sudah pesan Tiket Bis nya mas? "


aku membereskan baju-bajuku ke koper.sambil melihat kearah suamiku yang baru pulang memesan tiket.


"Sudah Yang. kita berangkat besok sore selepas magrib"


aku tersenyum dan menarik tangan nya kemudian memeluk dan membenamkan wajahku di perut nya kemudian menggeleng kan hidung ku di perut nya. hingga ia tertawa geli.


"Haha. geli sayangku. istriku"


kemudian dia yang semula berdiri jadi jongkok menghadap ku yang sedang duduk di pinggir Ranjang tempat tidur kami. kemudian dia melingkarkan kedua tangan nya di belakang pinggangku. wajahnya menengadah ke arah wajahku. aku menopang dagunya dengan kedua tanganku. ku main kan jambang yang menghiasi wajah tampan nya dengan kedua ibu jariku.


"Sayang. maaf ya kepulangan kita ke kampung ku kali ini aku gak bisa ngajak keluarga mu serta. mungkin lain waktu kalau aku punya rezeki lebih bisa sewakan mobil untuk mereka"

__ADS_1


Dia memegang kedua tanganku dan mencium nya berulang -ulang.


"Iya gak apa sayang. lagipula mungkin mereka masih capek,setelah acara pernikahan kita kemaren"


Aku menarik nya agar duduk sejajar denganku dan mengelus bagian wajah yang di tumbuhi jambang dengan telapak tangan kananku. Aku tak pernah bosan dari dulu menatap wajah tampan nya. meskipun dulu dia seorang yang teramat jutek. tapi aku justru jatuh cinta setelah mengenalnya lebih dalam.


kemudian dia berdiri dan mengunci pintu kamar kami. Dia membungkuk dan mendorong tubuhku hingga posisiku terlentang. ketika dia menindihkan tubuhnya di atasku. aku sedikit menahan dadanya dengan kedua tanganku.


"mas.. masih sore. sebentar lagi mau magrib"


hembusan nafasnya terasa berhembus ke wajahku yang sangat dekat dengan wajahnya.


"Sebentar kok Yang. abis ini kita mandi dan sholat magrib"


Dia terus menghujaniku dengan ciuman. hingga akhirnya aku hanya bisa memejamkan mata dan pasrah. kami menikmati nya kembali meski dalam waktu yang singkat. saat ku dengar nafasnya kian memburu aku pun ikut terpancing.******* lolos begitu saja di mulutku.


"Ayo yang. dikit lagi Aahh"


" makasih sayangku. istriku"


Dia tak lupa mengucapkan terimakasih dan menghujani keningku dengan kecupan. aku mengusap peluh di keningnya.


kemudian dia beranjak dari atas tubuhku.


" mandi Yang. sudah mau adzan magrib"


Dia berdiri mengambil handuk yang tergantung di kastop balik pintu. dan melilitkan di pinggangnya.


aku kemudian merapihkan pakaianku yang agak berantakan. menyisir rambutku dan memakai kembali celana dalamku yang tergeletak di sisi tempat tidur. tak lupa juga kupunguti pakaian suamiku dan ku masuk an ke keranjang cucian.

__ADS_1


sebelum aku menyusul ke kamar mandi. aku menyiapkan dulu pakaian untuk suamiku sholat magrib nanti. dia biasa memakai sarung hingga selesai isa nanti. kadang tidur pun hanya mengenakan sarung dan kaos oblong.


Setelah selesai sholat magrib, kami sekeluarga kemudian berkumpul untuk makan sambil mengobrol.


"Kalian jangan nakal ya selama mama tinggal di kampung Ayah. harus nurut sama oma dan tante juga om Evan"


aku mengelus kedua kepala anak-anaku.


"Tapi janji Ya Ayah. kalau libur datang ke sini. dan jangan bikin mama nangis. awas lho"


anak keduaku mengancam suamiku dengan acungan jari telunjuk. kami sontak tertawa.


"pasti sayang Ayah pasti jenguk kalian,oma,tante dan om di sini"


sambil mengacak pucuk kepalanya.


setelah selesai aku dan suami pamit istirahat ke kamar. besok hari kami harus mempersiapkan tubuh yang fit. sebab perjalanan yang sangat panjang dan jauh.


"Tidur sayang. besok badanmu harus fit. perjalanan kita sangat panjang besok"


suamiku menarik tubuhku ke pelukan nya. aku melingkarkan tanganku di perutnya. Dia mengusap-usap rambutku. dan sesekali mencium keningku.


alih-alih menyuruh ku istirahat, dia malah kembali membalikan badan nya miring hingga kami berhadapan. dia mulai menciumiku.


"Laaahhh katanya istrinya suruh istirahat"


aku menekan bibirnya dengan telunjuku.


"iya. aku mau kasih vitamin dulu sayang. biar tidurnya pules"

__ADS_1


seolah tak ingin lagi ada penolakan dariku. dia meluncurkan aksinya. sampai kami tertidur pulas setelahnya. benar -benar manjur vitamin nya. atau mungkin sudah menjadi semacam obat tidur untuk kami yang masih pegantin baru.


__ADS_2