Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
LONGGAR BAB 53


__ADS_3

Bisnis ku sama mbak citra semakin banyak pesanan. aku dari berangkat suami kerja sampai sore sibuk di Rumah mbak citra. dari mulai membuat hingga mengemas. untuk masak pun aku gak sempat sampai memesan pesan Antar. untung nasinya tinggal nyolokin.


Queen juga untung nya udah bisa di taruh di Roda yang untuk belajar jalan di jagain anaknya mbak citra. asinya aku simpan di botol.


"Mas, maaf ya. seminggu ini aku sibuk dengan bisnisku. sampai gak sempat memasak buat kamu"


saat makan malam aku meminta maaf ke suami saking merasa tak enak hati.


"Iya gak apa Yang. tambah orang biar kamu juga gak terlalu capek, tapi Queen gak rewel kan? kamu juga masih bisa sambil urus Dia? "


pandangan nya beralih ke Queen yang tertidur pulas di karpet depan tv.


"alhamdulillah mas. Queen anak yang sholeha. gak rewel sama sekali"


selesai makan Dia mencuci tangan dan menggosok giginya ke kamar mandi yang baru di buat di belakang Rumah.alhamdulillah sekarang punya sendiri dari uang tabungan hasil kerja suami dan aku tambahi sedikit dari hasil bisnisku.


"kamu mau langsung Tidur? kok gosok gigi. biasanya rokok an dulu"


aku memindahkan Queen ke kamar.


"gak rokok an.pengen mijitin kamu yang abis capek seharian"


sambil memijat-mijat punggungku. aku mencibir.


"mijitin ujungnya berkeliaran ke mana -mana"


Dia mengambil handbody di meja rias kemudian membuka nya.


"hehe.itu mah kan upah buat yang mijit, udah sini aku pijit. buka bajumu sayang"


Dia menggapai baju tidur tanpa lenganku. dan melucuti semuanya. aku di tengkurap, dia membubuhkan handbody keseluruh tubuhku dan memijit nya. aku memejamkan mata keenakan.


"emmmh enak mas pijitan mu"


tangan nya mulai menjalar ke mana-mana kini. setelah melihat seluruh tubuhku yang polos. dia mulai memasukan salah satu tangan nya ke area intiku. dan bermain di sana dengan tangan yang di beri pelumas handbody. aku menggeliat.saking enaknya aku malah memposisikan sedikit menukik. entah kapan dia membuka pakaian nya tiba-tiba tubuhnya sudah polos tak mengenakan apapun. dia menyibak bagian seperti Bibir di area Inti ku. aku mengerang dia memasukan benda tumpulnya. menghujami nya berulang-ulang.


"sayang, kok longgar"


Dia berbisik ke telinga ku.


Deg aku terkejut. dan memang merasakan benda tumpulnya kali ini seolah memberi rasa seperti menggelitik saja. aku mencoba sekuat tenaga untuk menghimpitnya dengan kedua pahaku. hingga dia mencapai puncak. dan melepaskan nya.


"Baru kali ini aku susah payah dan lama mencapai puncak. punyamu sangat longgar, gak enak"


dia bangun dan memakai lagi sarung.


"maaf mas, mungkin karena sering di pakai. kamu juga kan mengajaku hampir tiap hari. kadang juga sampai berkali-kali dalam satu malam"


aku mengelus dadanya. dia menepis tanganku. ya tuhan kenapa yang ada di pikiran nya kalau malam hanya urusan ranjang saja.


"ya kamu cari akal lah gimana caranya agar gak longgar lagi untuk menyenangkan suami. makanya banyak suami yang berselingkuh itu karena istrinya sudah tidak enak pelayanan nya"


aku menghela nafas mendengar ucapan nya.


"astagfirullah. berarti kamu juga punya niat seperti itu mas? "


Dia menoleh ke arahku.


"pokoknya kamu cari cara. kalau gak mau aku jajan di luar,atau masuk lubang lain"


deg. jantungku kembali berdetak kencang.


"astagfirullah maaasss. memasukan lewat situ itu di laknat paling di laknat oleh tuhan mas"


aku kembali beristigfar. dia membalikan badan nya memunggungiku. aku hanya terdiam dalam kesedihan.


...****************...


esok harinya aku coba cerita ke mbak citra. meskipun malu harus menceritakan urusan rahasia Ranjang kepada orang lain.


"sore ini aku antar Neng. ke dokter Langganan ku. Disitu ada alat khusus untuk mengencangkan dan membuat seperti perawan lagi"


sambil cekikikan menutup mulutnya.


"iya ayo mbak,aku mau.gak apa biayanya sedikit mahal kita ambil dari hasil bisnis dan nulisku. yang penting suami gak berbuat maksiat"


dia menepuk punggung ku sambil tersenyum.


"iya ayo nanti sore langsung. Queen di bawa aja biar aku yang gendong"


aku langsung mengiyakan. dan segera mengirim pesan ke suamiku.


[mas,nanti sore kalau aku gak ada di rumah aku mau pergi ke dokter kecantikan dan kelamin. mau berobat biar gak longgar lagi. Queen aku bawa ada mbak citra yang asuh]


dia langsung membalasnya dengan tanda love.


"dasar si hiper"


aku menggerutu didalam hatiku.


...****************...

__ADS_1


sampai di sana tak juga hanya itu. aku juga membeli beberapa produk kecantikan wajah dan perawatan tubuh. agar aku lebih glowing kalau kata yang lagi tren sekarang. selama ini aku sudah lupa mengurus wajah dan badanku. meskipun memang suamiku hanya menuntut nafkah batin saja. tapi apa salahnya aku kasih bonus lebih agar dia senang. toh ini juga uangku sendiri.


tak salah aku cerita ke mbak citra. dia memang selalu punya solusi untuk semua masahku. seperti penolong yang di kirim tuhan untuku.


sesampainya di Rumah suamiku langsung menyambut ku dan mengambil Queen dari pangkuanku lalu menggendongnya.


aku masih memakai masker yang menutupi sebagian wajahku.


aku menjatuhkan tubuhku di kursi. membuka kerudungku dan masker ku.


"waaaw sayangku. istriku. kamu cantik banget. wajahmu lebih segar. rambutmu juga kamu potong ya?"


aku tersenyum ke arahnya.


"iya mas. untuk kamu aku keluarin uang banyak. dari ujung kaki sampai ujung rambut aku makeover semua. tadi juga aku sekalian spa kulit tubuhku juga terasa fresh mas. aku juga beli produk perawatan wajah dan tubuh untuk luar dan dalam juga"


Dia mendekat duduk di sampingku sambil mendudukan Queen di pangkuan nya. aku memberikan mainan ke Queen agar anteng.


"makasih sayang. terus anu mu gimana? "


aku mencuil ujung hidungnya. dengan genit aku coba menggodanya.


"coba nanti malam sayang"


aku berdiri masuk kamar untuk mengambil handuk.


"titip Queen. aku mau mandi pake sabun aroma terapi ini"


sambil menujukan sabun yang kubeli tadi. aku membuka bajuku dan memakai handuk kimono. berjalan di depan nya. matanya melotot ke arahku melihat kakiku yang mulus sampai bagian paha.


"a aku ayun-ayun Queen sampai tidur ya"


suaranya gelagapan. terlihat dia menelan slavina nya. aku terkekeh di kamar mandi.


"mampus. aku juga bisa genit. daripada kamu jajan di luar sana"


suara nya memanggilku terdengar dari balik pintu kamar mandi.


"sayang kamu kok lama sih. Queen udah tidur"


aku yang sedang menggosok badanku dengan busa sabun dan menikmati wangi nya merasa terganggu dan menghela nafas.


"huhh. iya mas bentar. aku juga mau pake sabun buat area intiku yang dari dokter tadi. Biar wangi dan rapet mas"


dalam hatiku aku ngomong sendiri.kok cepet banget Queen tidurnya.


setelah selesai mandi aku kekamar untuk memakai baju.


Dia yang sudah terlentang di kasur menepuk dadanya bangga.


"iya dong. aku kan pawangnya Queen. dan juga pawang kamu sayang"


Dia bangun mendekat dan menarik tali kimono ku.


"gak usah pake apa-apa dulu. tanggalkan semua, aku sudah nunggu dari tadi"


nafas nya terdengar memburu. dengan suara nya yang parau.


"sayang. sabar dulu. aku mau minum obat nya, untuk bagian dalam. setelah minum juga belum bisa langsung tempur. harus nunggu satu jam katanya. belum lagi ini"


aku menujukan botol kecil sebesar kelingking. wangi aroma terapi yang nanti aku oleskan ke area inti ku.


"oalah. banyak banget Yang. nunggu lagi"


aku terkekeh. sambil meminum obat nya. padahal sebenarnya tak perlu menunggu sampai berjam-jam. karena tadi kan bagian inti ku sudah di berikan penanganan langsung dengan alat modern sama dokter.


aku hanya ingin memberi nya pelajaran saja. agar dia tau arti pengorbanan. dan untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa itu butuh proses mudah.


Tampak wajah gelisah nya mulai semakin memuncak. sesekali dia mengelus senjatanya yang mulai bangun.


"udah belum Yang. udah mau satu jam ini"


aku tersenyum. padahal dalam hati tertawa geli. "sukurrr ta kerjain"


"sabar dong Yang. kan biar perfect. sambil nunggu aku oles ini dulu ya?"


sambil mengambil botol mungil tadi.


"Sini aku yang oles, Sayang"


dia merebutnya dari tanganku. aku merangkak manja ke tempat tidur. terlentang,menggeliat manja,sambil melepas tali kimonoku. hingga bagian depan tubuhku terlihat semua.


"oles di sini Sayang"


aku mengelus dan meraba bagian intiku. sambil merenggangkan kedua pahaku.


"Di ..di... ba bagian bibir pinggiran ini sayang? "


Dia menelan slavinanya. melihat bagian intiku yang sengaja aku lebarkan dengan kedua tanganku.


"hmmh di situ sayang"

__ADS_1


Dia mengolesnya kemudian mengendusnya.


"wangi sayang"


aku tersenyum.sambil sedikit mengangkat tubuhku. lalu menariknya hingga menindihku. aku berbisik nakal di telinganya.


"selain wangi. bisa bikin keset sayang. ayo malam ini aku akan melayanimu sampai puas"


aku mengesek-gesekan seluruh kulitku yang bersentuhan dengan kulitnya. menggeliat manja. membuat benda tumpulnya semakin mengeras dan wajahnya merah.


dalam hatiku aku tertawa geli menertawakan tingkahku yang bak wanita nakal. tapi tak apalah demi menyelamatkan suamiku dari perbuatan zina.


aku membalikan tubuhnya hingga berbalik aku yang menindihnya. aku meraba benda tumpulnya dan memasukan ke sarangnya. meskipun terasa sangat susah dan sempit.


"aaawww"


aku menggigit bibir bawahku. menahan sakit aku menekannya pelan hingga benda itu lolos masuk kedalamnya.


"aaahhh. sempit benar-benar sempit Yang. serasa ada yang mengigit"


dia memejamkan matanya. tangan nya memegangi kedua sisi pinggulku. badanku naik turun di atas nya dengan posisi duduk. kemudian menjalar ke bagian intiku dan memutarkan jarinya di situ.


aku mengerang. sambil meremas gunung kembarku dengan tanganku sendiri.


"ahhh terus mas. dibagian situ. lebih cepat sayang"


aku merasakan hentakan dari dalam. Dia telah menyemburkan lahar hangatnya.


"aahhh sudah punya ku sayang.enak banget sempit. dan gairahmu malam ini juga mempesona"


aku mencabutnya. kemudian merubah posisiku. aku berjongkok di atas kepalanya. dan menekan bagian intiku ke mulutnya.


"emmhh. bukan kah permainan seperti ini yang kamu mau sayang"


aku menggodanya. kemudian bergoyang di atas nya. menekan nya hingga dia menjulurkan alat pengecapnya masuk lebih dalam. aku lakukan gerakan memutar. hingga


"aaahhh. aku punyaku keluar mas.. sedot terus mas nikmat"


glek


terdengar suara tenggorokan nya menelan semua yang ku keluarkan.


aku kembali memposisikan tubuhku menindih nya. aku memasukan indra pengecapku ke dalam mulutnya. kemudian setelah puas bermain di area itu. aku menuruninya ke dadanya dan terus turun ke bawah. membuat bendanya bangun kembali. dan terus berkali-kali aku menggempurnya hingga dia mengatakan.


"Ampun. sayang ampun. sudah ke lima kali ini.cairanku juga kayanya mau habis. lemas lututku Yang"


aku tertawa dalam hati.


"ahhh kok nyerah sih. padahal dari tadi aku yang bermain dan banyak bergerak"


aku bersandar di dadanya.


"besok lagi ya sayang? ayo tidur. kamu juga besok harus ngurus anak kita. dan bisnis mu"


Dia membelai rambutku yang basah dengan keringat. aku juga sebenarnya capek banget. tapi aku kuat-kuatin untuk memberinya pelajaran.


"ssshhh. aduuuhh"


saat aku menyenggol bendanya. dia meringis.


"kenapa mas? "


dia membuka sarung. dan menujukan bendanya yang agak merah dan lecet.


ingin rasanya aku ketawa. tapi kutahan.


"haah ya ampun mas, kok bisa. punyaku terlalu kesat ya."


aku menutup mulutku. seolah terkejut.


"mungkin sayang. rasanya panas dan sedikit perih. mungkin karena permainan mu yang terlalu ganas juga tadi"


aku mengipasinya dengan tanganku dan meniupi nya. ada rasa kasihan tapi rasa puas juga. biar dia kapok dan gak macem-macem lagi.


seolah tak puas mengerjainya. aku yang masih bertelanjang.merenggangkan kedua kakiku di hadapan nya.


"mas aku masih pengen,tapi"


wajahnya pucat melihatku.yang memainkan jariku di bagian intiku. aku mengerang sambil meremas gunung ku dengan tangan satunya. hingga mencapai puncak dan sesuatu menyembur basah di sana.


"Aduhhh udah Yang. jangan bikin senjataku bangun lagi. udah nyerah aku malam ini. perih sumpah. copot bisa-bisa ini"


aku menarik selimut lalu pura-pura marah membelakanginya. padahal aku tertawa dalam hati. dan menahan nya makanya aku membelakangi nya.


Dia memeluku dari belakang. dan berkata di telingaku.


"maaf ya sayang kali ini aku kewalahan mengimbangimu. dengan kondisi senjata seperti ini. kamu juga harus kuat dan sabar. beberapa hari mungkin kita tak bisa melakukan nya. lecet kok sayang. perih harus nunggu sampai kering"


hampir tawaku meledak. tapi tetap aku bisa tahan.


"kamu kali yang harus kuat dan sabar. aku mah alhamdulillah bisa istirahat"

__ADS_1


aku berkata dalam hatiku.


__ADS_2