
Queen tampak senang berceloteh dengan Nange di sofa. Nange juga sesekali terdengar tertawa saat cicit nya berbicara dengan Bahasa Bayi sambil sesekali memonyongkan mulut nya. Tingkah Queenara memang selalu membuat kami bahagia.
sementara aku membantu mbah. memasak sayur Menir dan perkedel jagung. kata mbah itu masakan kesukaan suamiku.
"Ndak usah masak nduk. kamu nanti bawa. sekalian Nasi nya juga"
aku mengangguk.memang seperti itulah mbah. kalau aku nolak dia pasti akan ngomel.
saat adzan ashar terdengar. aku mengajak Queen pulang. Nange mengantarkan kami sambil meminta menggendong Queenara.
aku berlenggang di belakangnya sambil membawa rantang susun berisi Sayur,lauk dan nasi dari mbah.
sesekali Queenara menggerak-gerakan kedua kakinya seperti girang di gendong Nange mengarah ke depan. sambil di ayun -ayun. Queen juga tertawa renyah saat tubuhnya berayun di tangan Nange.
Setelah sampai Rumah aku meyimpan Rantang ke dapur. kemudian memasak air untuk mandi Queen.
"sambil nunggu air.kamu mandi lah dulu Nduk. kemudian sholat. biar Nanang yang jaga Queen."
aku bergegas ambil kesempatan itu. benar juga mumpung ada yang megang Queenara.
setelah selesai sholat, air di panci pun sudah mendidih. aku menuangkan nya sedikit ke gelas untuk menyeduh kopi Nange dan memberikannya.
"Ayo ayo tayang nya mama.. kita mandi bial sedelll. bental lagi Ayah pulang Queenara udah cantik. iya he emh"
aku menggendong kinara sambil mengangkat ke atas. dia menghentakan kedua kakinya sambil tertawa menggemaskan. kemudian aku membuka bajunya dan memandikan nya. Nange pamit pulang setelah kopinya habis. Dan aku segera memakaikan baju Queen dan mendandani nya sebelum ayahnya pulang kerja.
Baru saja selesai aku memakaikan Bedak Ke wajah Queen. suara motor ayahnya terdengar.
"assalamualaikum, mana kedua bidadari ayah"
aku menggendong nya keluar kamar dan menghampiri suamiku yang tengah melepas sepatunya. kemudian mencium keningku dan mencium Queen keningnya, kedua pipinya dan bibirnya. Dia menghentakan badan dan kakinya dengan mengangkat kedua tangan nya minta di gendong.
"Bentar ya sayang. ayah mandi dulu."
Dia merengek saat ayahnya berlalu mengambil handuk.
"hahaha. lihat Yang. dia gak mau di tinggal "
kemudian suamiku menjulurkan lidahnya sambil menutup wajahnya dengan handuk
"weeee"
Queen kembali tertawa. dan saat ayahnya berlalu ke kamar mandi Dia merengek kembali. dengan badan di condongkan ke arah ayahnya pergi. aku memberi nya mainan dia memegang dan mengigitnya. mainan itu aman walaupun di gigit. kenyal seperti karet transparan berbentuk bunga.
setelah selesai mandi kemudian dia menggendong Queen yang dari tadi sudah tak sabar ingin di gendong ayahnya.
__ADS_1
"mas, sambil makan ya, aku suapin"
aku mengambil makan nya lalu menyuapi suamiku. karena Queen tak mau di turunkan dari gendongan ayahnya.
"Kamu juga makan sayang. harus banyak malah, kan lagi menyusui"
aku mengangguk sambil terus menyuapinya sampai habis. lalu memberinya minum.
"Aku titip Queenara ya mas. sekalian makan mumpung dia anteng sama kamu"
dia mengangguk kemudian mengayun-ayunkan Queen menelungkupkan badanya yang gembil di tangan nya. menggerak gerakan nya seperti pesawat terbang. Queenara tersenyum Renyah.
setelah selesai makan aku bergegas mendekati mereka yang saat ini sedang bermain -main di atas kasur lantai di ruang tamu. kemudian Suamiku menyalakan tv. aku segera bergabung untuk bercengkerama dengan mereka.
"Sayang. suaminya mbak citra juga sama dapet bonus. Dia tadi mengajak ke pantai. pakai mobilnya kita tinggal patungan bensin nya saja"
aku tersenyum sambil tetap mencuil -cuil perut gendut nya Queen.
"besok kita ajak Ibu, ayah dan Ramdan ya. mobilnya kan cukup luas. soalnya mbak citra hanya bertiga sama anaknya"
aku mengangguk. sambil mengusap tangan nya.
"terserah kamu mas"
kemudian dia berteriak di depan pintu. karena Rumah mertuaku berhadapan.
kemudian dia keluar membalas ajakan suamiku
"Ikut dong.Rugi kalau gak"
"oke. ajak ayah dan ade. jam delapan harus sudah siap berangkat. jangan lelet. bawa bekal nasi dan lauk.makan nya nanti gelar tikar di sana"
titah suamiku.
"emooohh. istrimu suruh masak. belanja nanti subuh sekalian. jangan mau enaknya aja di ajakin piknik."
Suamiku melihat ke arahku. aku mengangguk sambil mengedipkan kedua mataku lambat. memberi tanda agar mengiyakan saja. jangan banyak bicara lagi.
"iya iya. wes kalian tinggal duduk manis saja"
kemudian mbak citra mengirim pesan ke ponsel ku.
[Neng, besok aku yang bawa bekal. aku masak nasi banyak nanti. ayam goreng, tahu,tempe sama sambal saja ya Neng lauk nya]
aku segera membalasnya. sambil melaporkan nya ke suamiku.
__ADS_1
[iya sudah cukup mbak. terima kasih. nanti tinggal di hitung belanjanya habis berapa. kita bagi]
[iya Neng.gampang itu. suamiku juga bilang kasihan katanya kalau neng masak sendiri. Kan punya Queen]
aku kemudian berulang kali mengucap terima kasih.
aku sholat magrib dan isa bergantian dengan mas zaenal karena Queen yang masih belum tidur. setelah selesai aku menyiapkan keperluan besok.pakaian Queen, baju ganti, minyak kayu putih dan telon. pampers dan yang lainnya di satu tas.
"Yang, Queen susuin cepat biar tidur"
aku tersenyum dan mendekat ke arah Queen.
"masih seger gitu lho mas. yang ada dia rewel kalau di paksa"
Dia kemudian membungkuk di atas tubuh Queen. mencium kedua telapak kakinya yang menjulang ke atas sambil di hentakan.
"anak ayah kok belum ngantuk sih Nak. jatah ayah sama mama udah waktunya ini"
aku mencubit perut nya.
"ish kamu mas. masa tiap malam minta jatah."
"kan aku dah bilang dari dulu. kamu itu bikin aku candu dan gak bisa nahan. apalagi anumu yang kaya ada sensasi sedotan nya itu Yang"
dia terus saja merayu.
"emang vacumcleaner bisa nyedot"
dia terkekeh sambil menarik ku hingga berbaring di pinggir Queen.
"ayo yang ajak Queen tidur. udah tegang ini"
dia memasukan tangaku ke dalam sarungnya. aku mengepalnya sambil menggerakan naik turun.
"mau di masukin Yang. punyamu lebih mengigit di banding pake tangan"
aku meremasnya.
"hiiihh. Queen belum tidur. nanti dia lihat"
dia mengaduh kesakitan karena remasanku.
dasar suamiku kalau sudah mau berbagai macam cara pasti di lakukan. dia memposisikan kedua kakiku seperti mau melahirkan. merenggangkan nya kemudian menutup nya dengan selimut agar tak kelihatan Queen. meskipun memang belum mengerti. dia kemudian di arah yang berlawanan dengan posisi kaki yang sama tapi lebih masuk ke dalam..dengan tangan yang menyangga tubuhnya agar tidak terbaring. dan melakukan nya hingga tuntas. dia mengerang sementara aku memalingkan wajah dari anaku yang sedari tadi tertawa melihat tubuh ibunya bergoyang kena hentakan dari bawah. di sangkanya aku sedang mengajaknya bermain.
merasa aku belum mencapai puncak dia memasukan jarinya dan memainkan nya di dalam selimut. aku menggeliat dan tubuhku bergetar. sampai tak sadar menjerit pelan.
__ADS_1
"awww aaadduuuhhh mas. enak"
Queen tertawa renyah. melihat tingkah mamanya. kemudian di susul tawa kami berdua.suamiku bergegas memakai kembali sarung nya dan menggendong Queen. mengayunnya hingga bayi lucu itu tertidur di pelukan ayahnya. kemudian menidurkan nya pelan di kasur.