Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
SYUKURAN BAB 42


__ADS_3

Perut ku semakin terlihat makin membesar. hari ini akan diadakan acara syukuran Tujuh bulanan. Teman keja suamiku yang paling dekat dengan nya di undang untuk makan- makan. meskipun acaranya tidak terlalu mewah. tapi alhamdulillah Bisa mengundang tetangga dan keluarga untuk makan bersama. dan tak lupa mengundang Ibu-Ibu pengajian.


aku di mandikan dengan air bunga tujuh rupa. kain batik tujuh macam pun di pakaikan bergantian di tubuhku. kain itu melilit di tubuhku menutupi hingga dada bagian atas dan perut ku yang sudah tampak sangat membulat.


suamiku orang pertama yang menyiramkan air bunga itu. dia tampak membaca doa sebelum menyiramkan nya. setelah selesai kemudian mencium perut ku dan keningku. tampak air matanya menetes saat mencium Baby girl yang masih di dalam perutku.


kemudian semua keluarga terdekat suamiku bergantian melakukan seperti yang suamiku lakukan. sampai proses acara itu selesai.


tak lupa aku menyuruh adik iparku untuk merekam nya. dan ku kirim ke keluarga ku di Bandung. agar mereka yang tak bisa hadir ikut merasakan kebahagiaan kami di sini.


bahkan Kami melakukan videocall setelah nya. Ibuku terlihat bahagia dan berkali tampak mengusap air matanya.


"Jaga kesehatan mu dan bayimu Rai. kami di sini selalu mendoakan mu. insyaallah mungkin nanti kalau Bayimu sudah lahir mama ke situ"


aku mengangguk kemudian mengakhiri percakapan kami.aku melihat suamiku yang masih mengobrol dengan teman nya sambil sesekali tertawa terbahak-bahak. entah apa yang sedang mereka obrolkan sehingga suamiku tertawa seperti itu.


nampak juga adik dan keluarga yang lain membereskan piring-piring kotor dan membersihkan Rumahku. setelah pengajian usai. hanya tinggal menyisakan gelas dan piring kue di meja tempat suamiku dan temannya berkumpul.


Aku yang sudah sedari tadi mengganti pakaianku dengan Gamis dan hijab. segera merebahkan diri di kursi Rias kamarku. mbah tergopoh menghampiriku.


"istirahat Nduk. pinggangmu panas ndak. sini mbah usap-usap"


sambil mengusap punggungku.

__ADS_1


aku tersenyum dab menolaknya halus karena merasa tidak enak hati.


"Ndak usah mbah. duduk saja sudah mendingan. nanti setelah teman nya mas pada pulang aku bisa merebahkan tubuhku mbah"


aku meraih tangan nya dan mengelus nya lembut.


"jangan tunggu suamimu. mungkin terlalu malam kalau kamu tunggu. tuh lihat mereka masih asik mengobrol jam segini. mbah pulang ya"


Dia kemudian pulang setelah sebelumnya mengusap perutku. aku melirik ke jam dinding yang sudah menujukan angka sepuluh. lalu kututup pintu kamar untuk merebahkan diri,dan melemaskan pinggangku yang terasa panas dari tadi. aku mengelus perut ku yang tak hentinya bergerak aktif saat aku berbaring. bahkan kali ini terasa tendangan begitu keras hingga aku mengaduh.


"aww, aduuhh. kenapa nak. tidur sayang. Ibu ingin istirahat "


aku kembali mengelus nya tapi malah semakin aktif dan sekarang sesuatu jelas menonjol di balik kulit perut ku yang tipis. aku mengelusnya dengan kelembutan hingga terhenti gerakan nya dan kembali normal.


"lho belum tidur kamu? udah hampir jam sebelas malam ini"


dia mengganti celananya dengan sarung seperti biasa. lalu menghampiriku.


"belum mas. dari tadi anak kita bergerak terus. bahkan menendang dan menyikut"


dia kemudian meletakan tangan nya di perutku. dan mendekatkan wajahnya.


"eeehh sayang nya ayah. jangan nakal ya. Ibu mu lelah sekali hari ini. ayah libur dulu menjengukmu"

__ADS_1


dengan mata melirik genit ke arahku. kemudian mengelus perut ku dengan lembut dan mencium nya.


"iya mas, aku butuh istirahat setelah seharian mengikuti proses acara tadi. maaf ya"


aku membelai rambutnya. dia kemudian merebahkan tubuhnya di samping ku. merengkuhku dalam pelukan nya.


"iya sayang. tidurlah besok pagi kamu tak usah masak untuk sarapan. masih ada masakan sisa tadi. tinggal menghangatkan nya. Biar aku sendiri nanti bangun agak pagi. kamu butuh istirahat. tinggal Dua bulan lagi harus mempersiapkan tenaga untuk lahiran"


aku tersenyum dan membenamkan wajahku di dadanya. sejak hamil aku suka sekali mencium bau tubuhnya. hingga betah tertidur sambil membenamkan wajahku di situ.


Dia menyibak dasterku dari bawah tangan nya masuk ke celana dalamku. dan menempelkan tangan nya di situ. aku tau dia menginginkan nya tapi malam ini aku benar-benar lelah. tak ku hiraukan gerakan tangan nya yang sesekali bergerak. lalu tertidur. sampai tak menyadari saking lelapnya tidurku mungkin. ketika subuh terbangun aku mendapati aku yang sudah tak memakai ****** *****. dan tak tau juga suamiku melakukan nya dengan cara apa.


setelah selesai sarapan dan bersiap kerja aku sempat menanyakan rasa penasaranku yang tadi.


"mas, semalam tidurku pules banget ya?sampai gak sadar ada yang mencopot celanaku"


dia terlihat tersipu malu dengan wajahnya yang memerah.


"aku cuma memandangnya sayang, gak lebih. gak tega juga membangunkan mu sementara senjataku sudah mengeras. ya udah aku memainkan nya sendiri sambil melihat punyamu"


"hahaha dasar Hiper"


aku tertawa terbahak mendengarnya. kemudian mengantarnya ke teras seperti hari-hari biasanya,aktivitas sebelum kerja.

__ADS_1


__ADS_2