Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
DAMAI BAB 37


__ADS_3

Hampir semalaman kami tak bertegur sapa. kami tidur saling membelakangi. bukan karena masalah perempuan itu. tapi bentakan dan perlakuan kasarnya yang baru kali ini aku dapatkan. namun entah apa yang membuat dia pun enggan memulai percakapan duluan. tapi dulu biasanya dia yang memulai bahkan meminta maaf meskipun aku yang salah.


Hingga pagi hari dan dia berangkat ke tempat kerja pun masih seperti itu. bahkan ketika aku meraih tangan dan mencium nya dia hanya mencium keningku tanpa ekspresi.


aku merenung seorang diri di kamar. apa dia marah karena aku menyembunyikan nya. dan malah cerita ke mbak citra. aku kemudian segera mengambil ponselku.


ku lihat ini sudah jam istirahat nya. aku coba mengirim pesan padanya.


[mas, maafkan aku ya. aku tak jujur sama kamu tentang masalah kemaren. aku malah cerita ke mbak citra. maaf banget ya mas]


terlihat centang biru,berarti pesanku sudah di baca. kemudian tertulis mengetik di situ.


"iya"


hanya pesan singkat seperti itu balasan nya. aku berpikir keras mencari cara agar dia tidak marah lagi. lalu aku ingat kalau aku menangis dan minta pulang dia selalu panik.


akhirnya aku coba cara itu.


[mas, kalau aku di sini bikin masalah dan buat kamu marah, aku mau pulang saja ya. aku suruh adikmu belikan tiket untuk besok]


kembali centang biru di pesanku.


[astagfirullah, Rai. jangan dong sayang. aku janji gak marah lagi. janji kalau ada masalah mau ngomong pelan dan gak bentak-bentak kamu lagi]


aku cekikikan. Yess berhasil. aku sengaja tak membalas pesan nya.


kemudian satu panggilan masuk tapi aku abaikan.


[sayang. please jangan pulang. angkat telepon nya. tunggu aku pulang nanti sore ya. kita bicara. jangan dulu suruh adik beli tiket]


aku hanya membacanya dan lagi-lagi tak membalasnya.


[Raina, sayangku, istri ku. balas dong. jangan bikin aku panik sayang. mati saja aku kalau gini. gak sanggup aku jauh sama kamu. apa pula nanti yang di katakan keluarga mu, keluarga ku, dan tetangga. baru nikah dua bulan sudah mau pisahan]


Aku makin tertawa terpingkal sendiri di kamar. kemudian aku matikan ponselku.


"Rasain. biar tambah panik. siapa suruh cuekin aku"


aku melempar ponselku ke atas kasur.lalu bersiap mandi dan memasak untuknya nanti. baru mau kunyalakan kompor adiku teriak dari rumah sebelah.


"mbak'e. mas zaenal telepon. katanya ponselmu ndak aktif"


aku membuka pintu.


"iya lagi ku cas. kenapa katanya de?"


"mbak gak usah masak. dia mau beli ikan bakar sama ayam bakar katanya. aku bagi yo mbak"


Dia menurun naikan kedua alisnya. aku mengacung kan jempol ke arahnya sambil membalas dengan hal yang sama.


"siapp.kita makan enak de."

__ADS_1


lalu masuk kembali sambil terkekeh.


...****************...


setelah magrib terdengar suara motor nya di depan. aku menyambutnya dengan wajah pura-pura datar. padahal dalam hatiku pengen banget tertawa. Dia turun dari motornya dan membuka Helm nya. kemudian membawa dua kotak dalam dua kantong keresek.


"Nih Buat kau sama Ibu"


Dia memberikan satu ke adek yang sudah senyam senyum di ambang pintu. kemudian menyodorkan satu kepadaku. aku mengambilnya kemudian bergegas ke dapur.sambil menyembunyikan wajah yang sudah hampir meledak ingin tertawa.


"eehhh kok gak cium tangan suaminya"


Dia meraih tanganku.wajahku masih berbalik membelakanginya.


"mampus"


aku berkata tanpa suara. kemudian mengatur nafas dan mencoba bersandiwara kembali. lalu meraih tangan nya dan mencium nya. dia meraih wajahku dan mencium kening ku. kali ini lama sekali.aku menjauh dan berbalik.terdengar dia menarik nafas nya.


aku memindahkan ayam dan ikan bakar di piring saji. menyimpan nya di meja beserta nasi,piring dan air minum. aku melihat nya beranjak ke kamar mandi dengan ujung mataku. setelah selesai sholat kemudian dia menghampiri ku di meja makan.


Dia menyendok nasi dan lauk. kemudian mendekatkan tangan nya yang sudah mengambil nasi dan lauk nya ke mulutku.


"Aaaa. buka mulut mu. hari ini aku mau menyuapi mu. itung-itung perpisahan kalau kamu keukeuh mau pulang"


aku mendorong tangan nya yang hendak menyuapiku.


"Berarti kamu setuju aku pulang"


"iya, gak apa kalau maksa.tapi setelah itu kamu gak akan ketemu aku lagi selamanya. aku mau bunuh diri saja"


Dia menunduk. aku bukannya sedih dengan perkataan nya tapi malah tak tahan lagi menahan tawa.


"Hahahaha. siapa yang mau ninggalin kamu.siapa juga yang mau maksa pulang"


aku tertawa sambil memeluk nya. Dia melotot dan mencubit perut ku.


"Suka banget ya kamu bikin suaminya panik. jangan gitu ah Yang. aku rasanya mau mati kalau kamu kaya gitu"


sambil menyundulkan kepalanya di perutku.


"udah ayo makan. keburu dingin"


aku mengangkat kepalanya yang masih bergerak-gerak di perutku.


"Tapi sepiring berdua ya. aku tetep mau nyuapin kamu."


aku tersenyum dan mengangguk. sampai makan pun selesai.


...****************...


setelah sholat isa. kami berdua termenung menatap langit-langit sambil tiduran terlentang. Dia kemudian memiringkan badan nya dan menyikukan tangan nya untuk menyangga kepalanya. aku menoleh ke arahnya yang sedang memperhatikan wajahku tanpa berkedip.

__ADS_1


"apa"


aku mengusap wajahnya yang terus menatapku.


"Yang, kata temenku yang sudah dulu menikah. biasanya kalau habis ribut. ehem ehem nya suka makin ekstrim"


aku tertawa kecil sambil menutup wajahku dengan kedua telapak tangan ku. saat aku buka kembali tanganku. dia masih menatapku seperti tadi. tak berkedip malah semakin lekat dengan matanya yang sayu seolah menginginkan perlakuan lembut dariku. aku mendengar jantung nya berdebar tak beraturan dan nafas yang berhembus sedikit kencang ke wajahku.


"Siapa yang mau mulai?"


aku memiringkan badanku ke arahnya. Dia tersenyum kemudian berbisik.


"aku yang akan mulai duluan. tapi kali ini aku ingin bermain-main dulu"


Dia mendaratkan dan memainkan lidahnya di dalam mulutku. kemudian membungkuk dan membuka dasterku dan celana dalamku. kali ini dia benar-benar ingin bermain dulu dengan hasratku.


Dia menyentuh sesuatu di bawah. merenggangkan sedikit kedua pahaku. Dia memaikan jarinya di situ. tak terlalu dalam tapi cukup membuatku menggeliat. ada sedikit cairan hangat terasa keluar. sehingga makin terasa nikmat saat dia mengelus nya dengan gerakan memutar di area yang agak atas dengan jari telunjuk nya.


"enak sayang? "


dengan suara paraunya dia berbisik di telinga ku. aku mengangguk sambil mengigit bibir bawahku.kemudian dia menciumi area itu. dan malah memasukan lidahnya kedalam, memainkan nya di situ. aku memegangi dan meremas rambutnya. saat aku melepaskan lahar hangatku dia malah semakin dalam menyedotnya. aku menarik kepalanya hingga dia menindihku.


"ngilu mas"


nafasku tersendat-sendat. dia tersenyum dan membalikan posisiku hingga menungging. dan melancarkan aksinya. Dia mengerang setelah tak berapa lama. tangan nya kembali meraba area intimku dan memainkan nya kembali hingga aku merasakan kedua kalinya.


"aku ingin malam ini kamu merasakan nya berkali-kali,hingga enggan meninggalkan ku seumur hidup mu"


sambil kembali membalikan tubuhku hingga terlentang. aku masih mengatur nafasku.


"dari mana kamu tahu semua ini? "


aku bertanya sambil mengelus dada bidang nya. yang masih merangkak di atas ku. sambil mencoba membangunkan kembali senjatanya.


"Aku di kirimi video temanku. katanya perlu untuk ngebahagiain istri"


aku terkekeh mendengarnya.


"menikah itu bahagianya bukan cuma urusan kasur doang sayang"


aku mengelus keningnya yang berkeringat.


"masa bodo ah.. yang penting kita sama-sama puas dan menikmati nya"


kemudian dia membalikan tubuhnya. senjatanya tepat berada di depan mulutku. dia memasukan nya dan menaik turunkan di dalam mulutku. aku hampir muntah di buatnya. tapi semakin lama semakin menikmati.apalagi dia pun memainkan area intimku dengan lidah dan tangannya.


sesuatu menyembur di mulutku. rasa aneh dan terkesan jorok. tapi dia terus menekan nya hingga tertelan.begitupun dengan nya. dia menghisap semua laharku. terdengar suara kecap an di mulutnya. kemudian kami terkulai lemas.


"besok aku libur. pokonya malam ini aku mau sampai subuh. sampai gempor juga gak apa"


benar saja. aku di cehcar habis-habisan. dengan berbagai gaya yang dia inginkan. aku menurut bak budaknya.

__ADS_1


malam yang sangat melelahkan plus menyita banyak keringat dan cairan.


__ADS_2