Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
BUKA AIB BAB 58


__ADS_3

Sudah satu minggu dari kejadian yang membuang bangkai itu tak terjadi lagi. tapi aku tetap memasang CCTV, untuk berjaga-jaga. itu juga tanpa sepengetahuan karyawan termasuk Ramdan. Bukan tak percaya tapi lebih ke waspada. juga dengan sikap Ibu mertuaku yang tak pernah bersahabat dengan ku. karena firasatku mengatakan kalau kehadiran Naila waktu itu juga bagian dari rencananya untuk menghancurkan Rumah Tanggaku.


Dan sampai aku punya bisnis yang sangat maju ini juga belum sekalipun Dia sengaja main ke tempatku atau sekedar bertanya bisnis apa.hanya pas waktu meminta kerjaan untuk Naila dan pas kejadian kemarin yang Naila teriak di garasi.


Sampai Queen,cucu satu -satunya sekarang sudah bisa berjalan dan berlari. berceloteh dan belajar bicara.tak pernah menggendongnya atau sekedar menanyakan kabar nya. hanya gara-gara masalah Uang jatah bulanan. padahal sekarang uang itu sudah kembali lancar masuk ke dompetnya. bahkan Ramdan kini sudah tak bergantung hidup padanya. Ramdan sudah jadi tanggungan ku sekarang. sejak bisnisku meningkat dan dia bekerja di tempatku.


Hari ini aku izin keluar mengantar pesana ku ke toko dekat perempatan ke Suamiku.


"gak usah lah Yang. nyuruh Ramdan saja. lagian juga biasanya mereka yang antar. "


suamiku melarangku. tapi aku keukeuh ingin mengantarnya sekalian beli mie Ayam dekat toko itu.


"gk apa mas, sekali-sekali. aku juga sekalian mau beli mie Ayam buat yang kerja juga. udah lama gk makan mie bareng"


aku mengikat dus pesanan di jok belakang motorku.lalu pergi mengantar pesanan itu.


ada rasa bebas saat aku keluar sendirian begini. karena dari sejak aku ikut suami ke sini jarang keluar sendiri, apalagi sejak hamil dan punya Queen. aku selalu di antar mas zaenal atau mbak citra.


setelah selesai antar pesanan.aku langsung memesan beberapa bungkus mie ayam. sambil menunggu di buatkan aku duduk di bangku kosong dekat etalase mie ayam tersebut. warung mie itu memang selalu ramai pengunjung sampai bangku nya saat itu ku lihat tak ada yang kosong. yang ku duduki juga hanya satu-satunya yang kosong. Tiba-tiba di sudut sana terdengar sekelompok Ibu-ibu yang agak berbisik sambil mengarahkan pandangan kepadaku. karena jaraknya yang gak terlalu jauh dan bisikan nya juga tidak terlalu berbisik. sehingga aku masih bisa mendengar nya.


"hey lihat. itu istrinya si zaenal kan. mantunya si Murni"


Si Ibu menyebut nama mertuaku. aku pura-pura gak dengar dan acuh dengan ponselku.


"eehh tau gak. itu perempuan kan Janda, umurnya lebih tua dari si zaenal. udah punya anak juga"


dia melanjutkan lagi omongan nya.


"ya gak apa Bu. udah zaman sekarang"


yang satunya menjawab sambil tertawa kecil. dan mereka tampak ikut tertawa sambil menutup mulutnya.


"Wajar lah, Dia katanya anak orang kaya. bapaknya aja Haji. trus sekarang juga dia buka usaha sendiri, sampai si zaenalnya jadi sopir istrinya sendiri.Tau gak kalau lewat rumahnya. sekarang udah bagus, punya mobil juga. dulu Boro-boro tuh si zaenal. kerja di pabrik juga gaji nya pas-pas an"


aku menghela nafas. sambil sesekali melihat pesananku yang lama sekali di buat.. memang banyak banget yang pesan untuk di bungkus juga.dan si penjual masih membungkus pesanan yang lain dan memberi kan nya. memang aku yang paling akhir..ada empat orang yang sudah mengantre di depanku.


"eeehh, tapi denger-denger.si zaenal mau perkosa si Naila saat kerja kalian denger gak? "


Deg


jantungku berdetak. kabar buruk memang selalu saja cepat menyebar.


"iya tau lah, semua orang di kampung ini tau. apalagi yang ngomong kan Ibu nya si zaenal sendiri di arisan RT."


Ibu yang lain angkat bicara juga. aku beristigfar di dalam hati. kok bisa-bisanya Ibu cerita aib anaknya sendiri.


"iya kata si murni. zaenal juga pernah jajan di luar. mungkin istrinya kurang Hot kali ya"

__ADS_1


mereka kembali tertawa.


"iya lah pasti. lagipula si zaenal juga kepengen ngerasain perawan, si Naila kan perawan.meskipun kerja nya di karaokean, ya seenggaknya meskipun udah pernah tapi gak selonggar yang udah punya anak"


aku berdiri dan bertanya ke penjual mie. pesananku masih lama atau tidak. sudag gak betah rasanya berlama-lama. dan pesananku baru di buat nya.


"eehh. nanti aku bagi video dari si murni ya. video yang waktu si zaenal mabuk sama wanita malam"


Tanganku mengepal. jantungku juga semakin berdegup kencang tapi aku berusaha mengontrol diriku. astagfirullah Ibu mertua ku membuka aib anaknya sendiri ke orang lain. tanpa takut di sebarluaskan.


Pesananku sudah selesai. aku langsung membayar dan pergi meninggalkan tempat itu.


saat sampai Rumah. aku menyuruh salah satu pekerjaku untuk membagikan mie dan memakan nya. aku juga menyuruh Nurul memakan jatah mie nya.


"Ini mie mu mas"


aku menyodorkan mie dalam mangkuk ke suamiku dengan wajah ketus.


"kamu gak bareng makan? "


aku melengos sambil menuntun Queen.


"Gak. nanti ajh setelah Nurul"


Dia mengernyitkan keningnya ke arahku,sambil menggeleng. dan menghabiskan dulu mie nya. setelah itu dia menuangkan mie ku ke mangkuk dan mendekatiku.


aku menggeleng dan membuang muka.


"kamu makan dulu mie nya, lalu cerita"


aku mengambil mie itu menuangkan sambel yang sangat banyak. ingin rasanya ku lahap sama mangkuk nya kalau inget omongan tadi di warung mie ayam.


selesai makan mie ayam aku menjatuhkan tubuhku di karpet kamar. bersandar ke ujung ranjang dan menyalakan tv di depan nya. sambil masang muka kesal.


"Kamu kenapa sayang. pulang beli mie,kaya yang uring-uringan? "


dia duduk di samping ku dan mengelus rambut ku. aku menatapnya dengan mulut yang masih mengerucut.


"sebel aku Sama Ibumu. kalau memang dari dulu sampai sekarang masih gak setuju sama aku ya jujur. jangan membuka aib di luar dan aku yang di pojokan atas aib itu.


suaraku bergetar menahan tangis. dan kemudian menengadah kan wajahku ke atas untuk menghalau air mata agar gak jatuh di pipiku.


"apa lagi hemmh.kamu dengar apa? "


Dia masih dengan sikap lembut menanyaiku.


"Di warung mie tadi. aku tau itu teman arisan Ibumu, tapi aku gaj begitu mengenal mereka"

__ADS_1


aku menjeda kalimatku untuk mengusap air mata di sudut mataku. Dia menarik tubuhku hingga berada di depan nya. memeluku dari belakang dan menyimpan dagunya di pundaku.


"hemmh, lalu mereka omong apa? "


masih dengan sikap santai nya.


"katanya Ibu cerita tentang masalah Naila kemarin ke mereka. lalu katanya wajar karena aku tak bisa memuaskan kamu. aku udah longgar karena sudah berkali-kali punya anak. dan dia masih perawan. Ibu juga gak segan membagikan video dulu saat kamu mabuk dengan perempuan malam"


dia membalikan badanku hingga menghadapnya.


"sayaaaang. itulah makanya aku selalu ngelarang kamu keluar rumah sendiri. gosip itu udah lama menyebar. hanya aku gak begitu menanggapinya.gak penting Yang."


dia menyeka air mataku sambil tersenyum manis.


"yang jadi tujuan hidupku kedepan nya itu. fokus bahagiain kamu dan Queen. masa bodoh sama omongan orang di luar sana tentang aku. dan kamu juga Sayang. tolong percaya sama aku dan jangan pernah dengar lagi omongan buruk tentang aku,masalaluku baik dari orang lain atau orangtuaku sekalipun."


Dia mengecup keningku. dan membelai rambutku. aku membenamkan kepalaku di dadanya.


"Iya mas aku percaya. tapi bantu aku untuk bisa kuat menghadapi sikap Ibumu padaku. dan jangan lagi kamu sia-siakan kepercayaan ku ini"


dia mengangkat wajahku dengan jari telunjuk di daguku,kembali mengecup keningku.


"ayo buktikan kalau omongan mereka gak bener"


aku mengernyitkan keningku.


"buktikan kalau kamu selalu membuatku merasa puas dan gak longgar"


aku tersenyum dan memeluknya.


"gak sekarang Sayang. aku mau lihat yang kerja. ada pengiriman ke luar kota besok. dan sore ini harus sudah selesai packing"


aku hampir beranjak,tapi tangan ku di tarik olehnya. hingga kembali ke pangkuan nya.


"sebentar Sayang. gak usah buka semua. bagian intinya saja"


Dia memasang wajah memelas.


"Nanti malam suamiku sayang. kerjaanku masih banyak ini"


aku mengelus dadanya dan keluar dari kamar.


"Yang, Ini gimana? "


aku yang sudah di ambang pintu berbalik menoleh ke arahnya, yang sedang menunjuk senjatanya.tampak senjatanya itu mengacung di balik celananya.


"hahaha. tahan sampai nanti malam"

__ADS_1


aku berlenggang meninggalkan nya


__ADS_2