Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
LIBURAN KE KAMPUNG HALAMAN BAB 71


__ADS_3

Setelah acara Empat puluh hari selesai Dan kondisi ku di nyatakan normal oleh Dokter. kamipun berangkat ke kampung Halamanku.


mobilku cukup besar untuk mengajak yang lain ikut. Aku duduk di kursi depan sama Queen, Nurul,Ibu dan Mbah di kursi tengah, sedangkan Ramdan,Ayah dan nange di kursi paling belakang. tak lupa juga aku menitipkan kunci rumah ke mbak Citra karena dia juga yang mengurus Bisnis ku selama aku di kampung.


"Bismillahi majreha wamursana"


Suamiku membaca doa sambil melajukan kendaraan kami keluar komplek.


Di sepanjang jalan Queen terus bernyanyi.


"Queen mau kemana sih? "


Ibu menanyai cucu nya yang sedari tadi tampak gembira menikmati perjalanan nya.


"mau ke Rumah Oma, mau main sama kakak Bandung"


Dia memang menyebut kedua kakaknya dengan sebutan itu. mungkin karena selama ini dia tinggal dan memang di lahirkan di jawa. sedangkan kakaknya di tanah sunda.


"mas. kita mampir sholat dzuhur dimana? "


aku bertanya sama suami pas mendengar suara adzan.


"Di rest area depan sana Sayang. sekalian istirahat dan makan siang"


aku mengangguk sambil mengelus kepala Queen yang tertidur di pelukan ku.


selang berapa lama suamiku mengarahkan mobil ke sebuah Rest area. lalu mencari parkiran yang dekat dengan mushola.


selesai sholat lalu kami segera mencari tempat makan. Ibu gak sholat karena lagi dalam keadaan tidak suci. dan memutuskan menunggui Queen yang tidur di dalam mobil.


"kita makan kentucky aja mas. bangunkan Queen dan Ibu di mobil. kami nunggu di situ"


aku menujuk tempat ayam goreng krispi yang terkenal itu. dan memesan nya. Tampak suamiku menuntun Queen yang berlari tak sabar ke arah kami. Queen memang senang sekali dengan ayam goreng krispi.


"Queen mau sama kentang maaa"


Dia berdiri di samping ku yang sedang memesan. lalu suamiku menggendong nya.


"Queen pilih sendiri dan bilang ke mbak nya"


suamiku menyuruh anaknya untuk memesan sendiri.


"Queen mau, kentang, paha,eemmm"


Dia berpikir dan mengedarkan tatapan nya ke papan menu yang terpampang di depan nya sambil meletakan jari telunjuk nya di dagunya.membuat pelayan nya tertawa melihat tingkah lucu nya.


"ohhh adek cantik ini namanya Queen? "


salah satu pelayan itu bertanya kepada nya.


"Iya kak, Namaku Queenara Azalia"


aku menggeleng sambil membawa pesananku dan membagikan ke yang lain yang sudah duduk di kursi nya masing-masing. lalu kembali menghampiri Queen yang masih bingung.


"ayo nak. pesanan mama sama ayah udah, tinggal Queen yang belum. kakaknya juga nunggu in"


aku mengelus kepalanya.


"Queen mau tambah itu aja"


dia menunjuk satu paket lengkap degan Ice cream dan soup.


"itu kebanyakan sayang. nanti gak habis"


bibirnya mengerucut sambil mengomel.


"gak habis ya di bawa ke mobil Dimakan nanti maaa. mama mama"

__ADS_1


Dia menggelengkan kepalanya sambil menepuk jidatnya. sontak semua orang tertawa melihat tingkah nya.


"hahaha ya udah mbak yang itu saja"


suamiku memesan dan menggendong Queen kembali ke tempat duduk.


setelah pesanan nya datang Queen menyantap makanan favorit nya dengan lahap.


"Tuh Queen bisa menghabiskan nya kan Maaa"


aku bertepuk tangan.


"yeee anak mama pinter. makan nya banyak sekarang "


suamiku mencium pucuk kepalanya.


"Iya dong, Biar gendut kaya Ayah"


dia menepuk perut ayahnya dan mengerlingkan mata genit ke arah ayahnya. dan di balas kerlingan mata juga oleh ayahnya.


"iya lah. Queen kan anak Ayah"


aku tersenyum melihat tingkah ayah dan anak yang sama-sama genit itu.


setelah selesai makan kami segera kembali ke mobil dan melanjut kan perjalanan.


"Ramdan, perjalanan baru lima jam lho ini. ashar nanti kita istirahat lagi cari mesjid buat sholat, trus magrib juga. nah selepas isa kamu gantiin aku nyupir ya? "


Ramdan mengiyakan sambil mengacungkan jempol nya.


"Siap mas."


"emang berapa jam sih mas zaenal? "


Nurul yang baru pertama kali bertanya lama perjalanan.


dia menoleh ke arahku. aku mengangguk.


"iya paling abis subuh kali. soalnya kan kita berhenti -berhenti dulu"


aku menoleh ke arah belakang.


"Ya gak apa lah Nduk, kita santai saja yang penting sampai dengan selamat "


mbah ikut berbicara,takut cucu nya pada ngebut.


"iya mbah. makanya nanti gantian nyupir nya. biar mas zaenal bisa tidur di belakang. Nurul nanti pindah depan nemenin Ramdan nyupir"


aku menjawab kekhawatiran mbah.


setelah Ramdan menggantikan suamiku.aku pindah ke kursi tempat duduk Nurul. bergantian dengan Nurul. Queen meminta tetap di depan dengan Nurul. suamiku pindah ke kursi belakang.


saat jam tepat menujukan angka sebelas aku menyuruh Ramdan menepikan mobil ke rest area lagi.


"Dek, sebaiknya kita semua istirahat lagi.mbak juga pengen buang air kecil. kamu juga cari kopi atau tidur sebentar. masih lima jam lagi menuju Rumah"


Ramdan kemudian menepikan mobil dan memarkir dekat mesjid besar di rest area yang sudah hampir perbatasan jawa barat.


"ayo keluar yuk. cari temlat buat selonjoran "


aku mengajak semua untuk keluar. suamiku terbangun dan melemaskan badan nya di teras mesjid.


kami semua beristirahat di teras mesjid yang lumayan besar itu. mesjid itu mungkin sengaja di buat di rest area itu.


"Nduk, mbah mau sholat malam,kamu juga? "


mbah menepuk bahuku. dan aku mengangguk kemudian mengambil mukena dan sejadahku di dalam mobil.

__ADS_1


"sekalian ambil punya mbah Nduk"


aku mengambilkan nya. lalu wudhu dan sholat malam di sana. Nurul dan Ibu memilih tidur di mobil sambil memeluk Queen yang tertidur juga. suamiku dan yang lain nya mencari kopi di sekitar rest area itu. dan membawanya ke teras mesjid.


selesai sholat aku dan mbah ikut bergabung.kami ngobrol sambil beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.


"kita gak usah buru-buru mas, istirahat di sini dulu beberapa jam juga gak apa kan? "


aku memasukan tanganku ke dalam jaketku karena dingin. kemudian suami ku memberikan kopinya ke arahku.


"minum,biar gak dingin. ya gak apa Yang. lagian masih terlalu malam. kalau kita mulai lagi nanti sekitar jam dua an kan sampai sana udah agak terang. sekitar jam setengah enam an mungkin ya,sayang?"


aku mengangguk sambil menyeruput kopi di gelas kertas itu.


"hmmh, nanti juga pas subuh kita berhenti dulu lagi aja nyari mesjid,meskipun mungkin sudah dekat. kalau sudah dekat biar aku yang nyetir aja mas"


suamiku mengangguk sambil mengacak pucuk kepalaku.


"iya sayang, percaya lah kalau di kandang nya pasti berani bawa mobil sendiri"


aku tersenyum sambil melingkar kan tanganku di pinggangnya dan bersender di bahunya.


"mbah, sama Nange lapar gak? "


aku melepas pelukan ku dan melihat ke arah mbah dan Nange yang meringkuk di kursi mobil yang pintunya terbuka. Ibu terlihat pulas di kursi belakang. sementara ayah dan Ramdan masih menikmati kopi nya.


"Gak Nduk. cuma dingin"


kata mbah sambil terkekeh. aku kemudian mengambil selimut di bagasi. dan memberikan nya ke Mbah.


"ini mbah pakai, untung aku bawa.karena aku ingat buat jaga-jaga kalau kedinginan "


mbah lalu membungkus badan nya dan kembali meringkuk di kursi mobil. setelah kopi mereka habis dan di rasa istirahat nya cukup. kami pun melanjutkan perjalanan. kali ini suamiku kembali segar dan dia yang mengemudi kembali. aku tetap duduk di belakang kemudi, karena Gak tega membangunkan Nurul yang tidur di kursi samping sopir bersama Queen.


saat adzan subuh kami sudah sampai di gerbang selamat datang di kota Bandung. tapi jarak ke Rumahku masih sekitar sepuluh kiloan lagi. kami memutuskan untuk sholat subuh di mesjid agung kota. yang dekat Alun-alun juga. selesai sholat aku mengajak mereka cari sarapan di sekitar Alun-alun kota.


ada banyak makanan khas di situ. mertuaku lebih memilih ketupat sayur, mbah dan nange memesan nasi kuning, dan yang lain nya ikut aku memesan Bubur Ayam Bandung.


Queen juga tampak lahap menyantap Bubur Ayam yang gurih dan hangat di perut.


"Queen suka maa, makanan apa ini? "


Dia menunjuk potongan cakwe di atas bubur nya.


"itu cakwe sayang"


aku mengelus pucuk kepalanya sambil menyuapinya kembali.


"mama kok gak pernah bikin Bubur Ayam di rumah. padahal Queen suka ma"


dia menggoyang-goyangkan kepalanya mengekspresikan kalau dia menyukai sesuatu.


"iya sayang nanti mama bikin,lengkap sama cakwe nya"


dia bertepuk tangan sambil tersenyum senang.


"yeee. Queen suka, tiap pagi juga boleh ma"


aku menepuk jidat sambil tertawa.


"hahaha, tiap hari? duhhh repot nya mama kalau tiap hari"


dia menatap heran.


"Bikin satu mangkuk buat Queen aja, ayah sama uyuy gak usah"


Dia menggeleng sambil menggerakan telunjuknya ke kiri dan kekanan.

__ADS_1


dan kembali membuka mulut nya hingga bubur nya habis.


__ADS_2