
satu bulan sudah aku di pengasingan. setelah sebelumnya aku berpamitan pada anak-anak dan adiku dengan alasan bekerja di luar kota dan hanya bisa pulang untuk waktu yang lama. Dan selama itu juga aku tak henti mencari keberadaan zaenal. aku hubungi satu persatu teman kerjanya dulu di Bogor. bahkan mengirim surat dengan disertai tulisan keluarga zaenal di kolom penerima surat. tapi tak kunjung balasan.
sampai suatu ketika. ada satu nomor tak di kenal masuk lewat sambungan telepon ku.
"Ini Bapak nya zaenal di kampung. kamu sudah jangan pernah mengirim lagi surat ke kampung. saya tidak akan menikah kan anak saya sama kamu. Dan untuk anak yang ada di kandungan kamu tolong gugurkan saja. zaenal akan saya nikahkan dengan anak tetangga saya di sini"
tanpa memberi kesempatan untuku bicara. sambungan telepon pun terputus..
Tut.. tut.. tut
Hanya menangis yang bisa ku lakukan. ku raba perutku yang semakin membesar.
__ADS_1
"tidak. bagaimanapun aku akan tetap melahirkan anak ini dengan selamat. aku akan membesarkan nya meskipun tanpa sosok ayah. apa yang sudah aku perbuat dengan zaenal adalah sebuah dosa. dan aku tidak mau menambah Dosa lagi dengan membunuhnya"
aku menangis sambil bercerita ke sahabatIbuku yang saat ini merawatku. Ya dia adalah sahabat ibu dari sejak sekolah dulu. kini ia menjadi bidan di pelosok desa. jadi tidak ada satupun orang di kampungku yang akan tahu keberadaan ku.
"yang sabar Raina. kamu jangan banyak beban pikiran. kamu harus kuat untuk mempersiapkan kelahiran anakmu yang hanya tinggal tiga bulan lagi. besok kita USG ke rumahsakit terdekat. untuk melihat jenis kelamin dan perkembangan nya"
dia memberiku semangat,sambil mengelus perut ku. aku tersenyum meskipun dalam hatiku terasa sakit. seperti di tancapi pisau berkali-kali. setelah perkataan bapaknya zaenal itu.
keesokan harinya aku di temani Bu Tika. Bidan sahabat Ibuku itu pergi ke Rumah sakit untuk USG. dan betapa terkejutnya aku ketika dengar hasilnya.
"masyaallah, Bayi nya kembar Bu. yang satu jenis kelamin nya laki-laki dan yang satu perempuan.Hanya saja kandungan ibu sangat lemah.sepertinya ibu kurang memperhatikan pola makan"
__ADS_1
Dokter menjelaskan. dan aku yang agak kaget dengan hasilnya. hanya bisa tersenyum getir. kemudian dokter itu menghampiri Bu tika..
"Bu bidan. tolong di jagakan pola makan sama kandungan nya ya.. Ibu Raina seperti nya punya beban yang berat. sehingga pengaruh ke kandungan nya"
Kemudian Bu Tika mengobrol panjang lebar dengan dokter itu. lalu menceritakan semuanya. dan memohon bantuan jika suatu saat terjadi sesuatu hal yang mengharuskan aku di rujuk ke tempatnya. tidak di persulit mengingat statusku yang tidak bersuami. kemudian dokter itu mengiyakan dan siap membantu.
alhamdulillah di balik semua ini. masih ada orang-orang baik yang mau membantuku dari masalah ini. semoga tiga bulan ke depan proses kelahiranku lancar.
sesampainya di rumah Bu Tika. aku hanya termenung kembali di ruang tv sambil mengelus perutku. aku sudah tidak bisa berbuat banyak. hanya bisa pasrah dan pasrah untuk takdir yang tuhan berikan.
saat ini di pikiranku hanya fokus untuk keselamatan kedua bayi kembarku. aku harus semangat seperti yang di katakan Bidan Tika. aku juga meminta kepada tuhan di setiap sujud ku. agar aku dapat membesarkan nya meskipun tanpa zaenal bersama ku.
__ADS_1