Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
SAKIT JIWA BAB 61


__ADS_3

Siang nya kami langsung menghubungi Ibu. Dan sepakat bertemu di Warung kopi nya si Naila. Aku sudah menyiapkan surat perjanjian rangkap lima berikut materai.


surat itu nantinya akan kami pegang masing-masing. satu untuk mertua ku, satu untuk aku,satu untuk Naila Dan sisanya akan aku serahkan ke polisi dan RW.


setelah mengobrol dan sama-sama membacanya. Tiba-tiba Si Naila meminta satu syarat tanpa di tulis. tapi aku harus menyetujui tanpa bertanya dulu apa syaratnya. kalau tidak dia akan tetap mengganggu rumah tangga kami.


dengan perasaan gusar. tapi aku memberanikan diri menyetujui nya.


"Baiklah apa itu? "


Dia tertawa bahagia.


"aku mendengar dari mertuamu kalau kamu pernah di selingkuhi karena tidak bisa memuaskan zaenal. aku ingin memastikan zaenal saat ini puas dengan pelayanan mu"


aku dan suamiku kembali memandang ke mertuaku. Dia menunduk dan meremas tangan nya sendiri.


"Aku ingin Kalian Berhubungan suami istri di hadapanku"


mataku dan suamiku membelalak. bahkan mertua ku ikut menutup mulut nya yang menganga.


"astagfirullah, Gila kamu Ya? sakit jiwa"


aku mengumpat nya. suamiku mengacak rambutnya kasar.


"ini perempuan benar -benar sakit jiwa"


suamiku menunjuk mukanya.


"ya udah kalau gak mau.meskipun hutang sudah lunas dan surat itu sudah aku tandatangani. aku masih tetap akan mengganggu kalian dengan cara ku sendiri.dan kamu Raina tadi sudah menyanggupinya"


aku dan suami seolah terbawa kurang waras,dan mengangguk.


Dia tertawa sambil jingkrak-jingkrak.


"Baiklah. tapi jangan ada kamera atau siapapun kecuali kita bertiga di ruangan itu. dan aku hanya mau melakukan nya di kamar kami"


Suamiku mengajukan syarat. dan dia setuju.


...****************...

__ADS_1


Malam Harinya setelah sholat isa. kemudian melakukan sholat taubat dan hajat. meminta ampun sebelum melakukan dosa ini.


Naila tampak tak sabar setelah kami selesai sholat. Dia menerobos masuk kamar kami dengan baju seksi nya. aku memeriksanya takut dia menyembunyikan kamera..tapi untung dia tepati janjinya. Dia duduk di kursi rias menghadap Ranjang kami.


Awalnya kami merasa canggung. tapi kami harus buktikan kalau kami pasangan harmonis dan Romantis. aku dan suami berusaha untuk menganggap tak ada siapa pun di situ.


Kami mengawalinya dengan ciuman. suamiku menuruni setiap inci tubuhku yang sudah tanpa busana.


"eeemmmhh Raina sayaaangg.ayo kita mulai"


suamiku berbisik ke telingaku. dengan nafas memburu. aku mulai meraba bendanya dan menghisapnya dengan posisi saling berlawanan. suamiku menghisap bagian intiku. kami menikmati permainan itu. sampai mengerang dan mencapai puncak bersama-sama.


kemudian suamiku melirik ke arah Naila yang sudah mulai meraba bagian intinya sendiri.


benar-benar sakit jiwa.


aku menindih suamiku dan mendominasi permainan dengan ganas nya. aku mengerahkan semua tenagaku. aku berjongkok di atas benda suamiku yang menancap di bagian intiku. suamiku memainkan tangan nya di bagian inti atasku. hingga puncak di sertai air yang memancur membasahi tempat peraduan kami.


"aaahhh Raina sayang... enak sayang. nikmat. sempiiiit dan mengigit"


suamiku mengerang di iringi suara eranganku.


"aaaahhhh.. kamu juga mass. senjatamu sangat membuatku ketagihan"


aku dan suami segera memakai pakaian kami. dan bergegas memanggil bantuan.


Ramdan dan ayah mertua ku menggotongnya keluar.


"Sukurrr. kuwalat kamu"


Ibu mertuaku mengumpatnya dan mengelus pundak ku sambil tersenyum.


Naila kemudian di bawa ke Rumah Sakit dengan mobil ku. Suamiku mengajak Ramdan, ayah dan suami Mbak Citra.


Aku tak melihat jelas apa yang menancap di situ. tapi menurut pesan yang di kirim suamiku saat di Rumah Sakit. katanya botol minyak deodorant punya ku.dan mungkin dia memutar nya terlalu kencang sehingga tutupnya tersedot ke dalam. dan harus di oprasi.


"Kita semua di sini malu Yang. tak ada yang mengakui dia sebagai saudara. malah Ayah mengakuinya sebagai Anak Yang kost di tempat nya.. hahaha lucu ya Yang"


Suamiku tertawa sambil bercerita di sambungan telepon nya.

__ADS_1


"setelah oprasinya selesai mungkin kami semua akan pulang Yang. ada saudara sepupunya yang tadi di hubungi dan sedang menuju ke sini katanya. biarlah dia yang menunggui dan merawatnya. Hahaha lucu sungguh lucu."


aku pun dan mertua ku ikut tertawa mendengar kan nya.


"Raina, Ibu kangen sama cucu Ibu. Ibu boleh malam ini nginep d sini? tidur sama Queen? "


Dengan mata yang berkaca-kaca dia memohon.


"kenapa tidak Bu. alhamdulillah. Queen juga pasti kangen banget sama nenek nya"


aku mengangguk,tersenyum sambil membukakan pintu kamar Queen.


"Ibu bisa tidur di sebelah nya,Biar Nurul di karpet"


seru Nurul sambil tersenyum ke arahku.


alhamdulillah semoga ini awal yang baik untuk kehidupan kami setelah kejadian-kejadian kemarin.


aku kemudian masuk kamar. mengganti sprei bekas adegan halal namun menjijikkan tadi. dan berbaring sambil menceritakan tentang Ibu yang tidur dengan Queen lewat pesan ke ponselnya suamiku.


...****************...


Tepat tengah malam suamiku pulang. langsung menjatuhkan tubuhnya di sampingku.


dia menoleh ke arahku sambil tertawa.


"hahaha sayang, tadi kita kaya orang gila Ya?mau aja main di depan orang gila"


akupun tertawa.


"Iya sama-sama gila. astagfirullah jangan terulang lagi ya allah"


Aku menoleh ke meja rias ku. dan kami tertawa lagi terbahak-bahak mengingat botol Deodorant itu.


"sayang, kamu mau pake botol Deodorant? "


suamiku menggerayangi tubuhku.


aku beridig ngeri.

__ADS_1


"gak ah. sama botol kamu juga nikmat"


kami saling bergulat lagi hingga tertidur dengan berpelukan.


__ADS_2