
kesokan harinya, aku memutuskan untuk berangkat kerja menggunakan Angkutan umum. sesuai arahan Rani. karna gak mungkin juga aku harus setiap hari minta di antar jemput adik iparku, yang jarak nya lumayan agak jauh. sengaja aku berangkat agak pagian. perjalanan nya tidak begitu jauh sih, cuma 20 menitan dari tempat tinggal. hanya saja aku harus beli sarapan dulu.
ketika aku sedang menunggu. tiba-tiba ada tangan yang menuntunku dan membawaku menyebrang. aku sontak kaget dan melihat ke arah orang tersebut.
"ko..koh felix"
Dia hanya tersenyum.sembari melambaikan tangan kirinya, untuk menghalau kendaraan yang berlalu lalang. sementara tangan kanan nya masih menuntun tanganku. ya tuhan benar-benar si misterius. untuk apa dia menjemput ku yang hanya seorang karyawan nya.
mobil berwarna silver yang biasa dia kendarai sudah terparkir di sisi trotoar.
"Ayo masuk, kelamaan malah ganggu pengguna jalan lain"
aku pun segera masuk.. iya juga kendaraan memang lagi macet-macet nya di jam masuk kantor ini. kemudian mobil itu segera melesat jauh. Bukan ke arah tempat kerja. tapi malah di depan dia memutar balik kendaraan nya. aku menoleh ke arahnya dan menautkan kedua alisku.
"Kita cari sarapan dulu. kamu pasti belum sempat sarapan."
lagi-lagi aku hanya ikuti saja maunya bos ku,dan menjawab nya dengan senyum. kualihkan pandanganku pada kaca spion di sisi kiriku, di balik kaca mobil yang tertutup.
"Di depan sana ada Bubur ayam yang sangat enak, kamu pasti ketagihan setelah mencobanya. kita sarapan di situ ya !"
ajaknya. aku hanya tersenyum dan mengangguk. tiba di tujuan dia langsung memarkir mobilnya. keluar dan berlari kecil,lalu ketika aku mau buka pintu mobil, dia membukakan nya untuku. aku manggut sebagai isyarat terima kasih.
lagi-lagi, dia menuntun ku masuk ke tempat makan.dia menuntunku ke satu meja paling pojok,karna memang sudah penuh dengan orang yang sarapan bubur di situ. rame sekali tempatnya. dia lalu duduk d kursi yang berhadapan denganku.
"bang... Dua ya !!"
dia mengangkat tangan kirinya ke arah pelayan,untuk memesan. pelayan itu mengiyakan. tak begitu lama dua mangkuk bubur lengkap sudah tersaji di depan kami.
Dia menyodorkn satu mangkuk untuku dan satu gelas teh panas. tanpa berkata apapun lagi kami menyantapnya.
"Enak kan buburnya? "
di sela makan nya dia bertanya dan menatapku.
"Iya..koh"
dia tersenyum dan melanjutkan sarapan nya.. selesai itu lalu kami pun berangkat bersama.
...****************...
sampai di tempat kerja. vita dan Yesi sudah di depan toko. rolingdoor toko itu sudah terbuka karna Yesi kemaren di berikan kunci cadangan nya. pas melihat aku yang bareng koh felix. mereka memasang muka heran.
"Kenapa heh, kok muka kalian begitu? salah makan? udah cepetan buka. saya lagi semangat bangun pagi"
"Eng.. enggak koh. gak kenapa-kenapa"
jawab yesi.. setelah itu kami langsung rapi-rapi dan melakukan aktifitas kerja seperti biasa.
...****************...
Hari demi hari kulalui terasa begitu cepat. dan akupun terbiasa dengan sikap bos ku dan terbiasa pula pulang pergi bareng. sudah hampir dua bulan aku melaluinya. sampai aku memutuskan untuk pindah kost an dari tempat Rani.aku mencari kost an yang dekat dengan tempat kerjaku. koh felix yang mencarikan untuku. tempatnya nyaman, sudah ada kasur dan satu buah lemari plastik di situ. lengkap dengan kamar mandi dan dapur kecil di dalam. lebih besar dari tempat nya Rani.
kemudian setelah aku rasa cocok. ku minta libur satu hari untuk beres-beres dan bersih-bersih. dan dia mengizinkan. tak lupa aku pun memberi kabar Evan,ibu,adik dan anak-anak di kampung. mereka senang agar suatu saat bisa berkunjung dengan leluasa.
kuhabiskan waktu liburku untuk bersih-bersih, lantai, kaca, kamar mandi dan dapur yang sangat kotor. sepertinya penghuni sebelumnya tidak membersihkan terlebih dahulu,ketika pergi.masih banyak sisa cipratan minyak di dinding keramik dapur.. untung keramik, hingga bisa dengan mudah aku membersihkan nya.
Ibu kost an nya baik. beliau memberikan semua alat kebersihan termasuk wi***l pembersih dan pengharum kamar mandi. karna aku lupa membelinya.
waktu menunjukan jam 11 siang. cacing di perutku sudah meminta jatah. kumasukan dulu baju-baju di ransel ku kedalam lemari yang sudah di sediakan. alat make up dan yang lain nya ku letakan di atasnya. sandal dan sepatu ku simpan di lemari bagian paling bawah,yang tak terisi. karna aku hanya bawa baju seperlunya.
"selesai juga. tinggal belanja alat dapur, sehabis makan saja. "
aku lalu bergegas membawa dompetku. mengunci pintu.untuk mencari makan siang, dan keperluan yang lain. Rencanaku, aku makan siang dan membeli semua perlengkapan di tempat kerjaku saja.di lantai satu tempat sayuran, kebutuhan pokok,dan alat rumah tangga.lantai dua terdapat toko-toko baju dan alat kecantikan. lantai tiga adalah elektronik dan pusat hp tempatku bekerja. baru di lantai lima tempatnya permainan anak dan foodcorner. sehingga aku tidak usah repot mencari keperluan yang aku butuhkan ditempat yang berbeda. dan jaraknya bisa di tempuh dengan berjalan kaki dari tempat ku yang baru. hanya lima menit saja posisiku sampai di pinggiran mall tersebut. yang hanya dihalangi tembok tinggi sebagai pembatas. aku hanya perlu sedikit memutari tembok itu.
__ADS_1
karna sudah sangat lapar aku putuskan untuk langsung ke lantai 5 yang menyediakan segala makanan. aku menghampiri corner yang menjual makanan khas bogor. aku memesan satu porsi soto bogor beserta nasi.untuk minum aku hanya memesan satu air mineral dingin.
aku duduk di kursi dekat kaca yang mengarah ke jalan. terlihat dari tempat duduku mobil warna silver yang biasa kutumpangi terparkir di area parkiran. aku tersenyum sendiri.membayangkan apa setiap perhatian bos ku.
"ini mbak pesanan nya, selamat menikmati. "
aku tersadar dari lamunanku. seorang pelayan perempuan mengantar pesananku.
"eh, iya terimakasih mbak"
di saat aku fokus dengan makan siangku. aku tak menyadari seseorang di telah memperhatikan ku dari tadi.
"selamat makan, Rai. "
aku tersentak kaget. kantong makanan berisi duq bungkusan entah apa di dalamnya dan dua cup minuman dingin, diletakkan nya di atas meja.
"Astagfirullah, koh felix? kok bisa tau? "
"habiskan dulu makan nya. nanti keselek. aku beli makan siang buat temenmu. pas mau turun aku melihat mu".
Bos teraneh memang. aku hanya tersenyum. dan segera mengakhiri makan ku.
"sudah? ikut aku antar makanan ya"
aku pun hanya bisa mengangguk. tapi tak apalah sekalian aku main dan menemui teman kerjaku di saat libur.
kami berdua pun turun melalui eska**tor.
" kamu tunggu d sini,aku segera kembali"
aku hanya melongo. ku kira aku bisa menemui temanku. malah di suruh menunggu dekat eskalator. kulihat dari kejauhan dia memberikan makanan nya ke kedua temanku. lalu mengambil tas slempang nya.dia berlari kecil kearahku sambil merogok kunci mobil di dalam tas nya.
"ayo. hari ini kan kamu libur. ku ajak kamu ke tempat yang belum pernah kamu datangi. "
"tapi,...saya mau belanja keperluan untuk di kost an koh"
aku mencoba menolak nya dan memang itu tujuan awalku.
"alah. gampang kita mampir dulu nanti ".
aku hanya bisa memutar bola mataku, kesal selalu memaksa kehendak. setelah beberapa kilometer. dia menghentikan kendaraan nya di sebuah pusat perbelanjaan atau Toserba.
"ayo. beli semua yang kamu butuhkan. disini komplit".
aku mengekori, dan melihat-lihat apa yang aku butuhkan. dia membawa troli dibelakangku. karna aku merasa tak enak ku rebut troli nya. tapi dia melotot dan tetap membawanya.
pertama aku pilih keranjang untuk meletakan peralatan mandiku. pas aku pilih,kok harganya gak ada yang cocok.mahal untuk orang seperti ku. dia mengambil yang dari tanganku.
"ck, ck"
dia berdecak dan menggelengkan kepalanya.
dia memasukan nya ke troli.
"sudah,kamu tinggal sebut saja apa yang kamu perlukan. biar aku yang memilih,kelamaan"
dia mulai menunjukan muka masam nya. aku menoleh ke arahnya sambil mengerucutkan bibirku.
dia memilihkan semua yang aku perlukan dan memasukan ke troli. setelah itu kami langsung ke kasir.
sementara kasir menghitung. dia menghampiri salah satu pegawai laki-laki toseba tersebut.
"tunggu d sini sebentar ya Rai. "
__ADS_1
kulihat dia memberi arahan ke pria itu, entah apa. pria itu hanya mengangguk dan bergegas pergi. dia kembali menemuiku di kasir.
selang berapa lama si pria tadi membawa peralatan kamar lengkap, dari badcover set, bantal dan guling. baru saja aku mau protes dan buka mulut.
"gak usah protes"
matanya yang tajam melirik ke arahku.
"totalnya.dua juta empat ratus tujuhpuluh dua rupiah pak. "
aku melotot. ya allah dari mana aku harus bayar itu semua. dlm hatiku.
dia mengeluarkan satu benda pipih di dompet nya.
"bayar pake ini mbak"
kemudian si kasir menggeseknya. dan memberikan kembali ke dia.
"terima kasih. silahkan datang kembali"
felix tersenyum dan melambaikan tangan ke pegawai pria,untuk membantunya menaikan semua barang ke mobil nya.
"mas, c*v silver ya. pintu bagasinya tinggal buka saja."
si pegawai mengangguk dan membawa nya ke bagasi mobil. aku mengekorinya. kupandangi wajahnya.
"orang aneh"
saking keselnya dengan perlakuan tidak wajarnya padaku. kata itu terlepas begitu saja dari mulutku.
"emang aku aneh. weee"
dia lalu memberikan uang tips ke si pegawai. dan kembali masuk ke dalam mobil bersamaku.dan mobil yang kami naiki melesat jauh dari keramaian kota.
di sepanjang perjalanan,dia memintaku menceritakan awal niatku merantau. aku cerita semua kepadanya. aku juga cerita kalau aku masih berstatus istri orang. gugatan ku masih di proses di pengadilan.
...****************...
tibalah kami di suatu tempat. seperti sebuah perkebunan teh. tetapi di situ terdapat satu cafe yang lumayan begitu ramai pengunjung.
kami menghabiskan waktu bercerita kisah hidup masing-masing. ternyata dia seorang duda yang di selingkuhi istrinya.
setelah dirasa puas menikmati keindahan perkebunan itu. dan menyantap aneka makanan nya. dia mengantarku pulang ke kost an baruku.
" tapi kost an ku gk masuk mobil koh"
jelasku. singkat.
"tak apa, nanti kita angkut berdua. ini mobil saya simpan d sini saja".
dia menitipkan mobil nya di depan toko bunga,ke si pemilik toko. tepat di depan gang arah kost an.
"sampai juga"
aku langsung merogoh kunci di celanaku dan membuka pintu. kami langsung memasukan nya. dan aku pun langsung membereskan satu persatu. alat dapurpun komplit dia belikan.sampai alat penanak nasi. gak habis pikir dengan bos ku ini.
"aku pulang ya, udah malem. kamu juga perlu istirahat. besok jangan telat masuk kerja".
sembari keluar dari pintu.
" makasih koh.gimana aku ganti ini semua?"
"sama-sama,tak usah di pikirkan.yang penting kamu bekerja yang benar untuku"
__ADS_1
dia pun pamit dan berlalu. aku segera mengunci pintu. dan beristirahat. capek sekali rasanya liburku ini. sampai aku lupa menelpon buah hatiku. tak apalah besok pagi saja.