Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
SUAMI DAN AYAH TERBAIK BAB 51


__ADS_3

Sejak kejadian di pantai kemarin aku lebih sering mengurung diri. Hiburan ku hanya Queenara dan kadang nonton televisi. Pintu Rumah juga selalu tertutup.hanya terbuka saat suami berangkat atau pulang. untuk belanja sayuran juga aku memesan nya lewat ponsel ke nomor si penjual sayur dan minta di antar.


[Neng.mbak main situ ya?kangen sama Queen. suamiku juga udah berangkat kerja. anak juga sekolah]


pesan masuk dari mbak Citra yang lalu ku balas cepat.


[monggo mbak. aku gk kemana-mana kok. ini lagi momong Queen sambil ngelipat baju]


tak berapa lama suara ketukan pintu terdengar dari luar.


"Masuk mbak. gak di kunci"


kemudian mbak Citra masuk dan langsung menghampiri Queen yang sedang tengkurap lalu sesekali menungging.


"eehhh .lihat Neng udah mulai belajar merangkak Queen"


sambil mencubit kedua pipi Queen yang gembul.


"iya mbak. bahkan udah mulai bisa satu dua langkah. tapi ya itu masih berat sama yang belakang nya mungkin"


"hahaha.. iya Neng. abis nya Gemoyyy banget sih ini nya"


mbak citra tertawa sambil menepuk pa***t yang kata nya Gemoy.


"ehh Neng gimana. udah mau nyapa sama kamu si mak lampir"


aku menggeleng.


"papasan aja aku tanya duluan buang muka kok mbak. makanya aku mendingan ngurung diri. kadang males juga denger tetangga yang deket sama dia ngomong atau nyindir pas aku lewat"


mbak citra memandang ke arahku.


"sabar ya Neng. gak semua tetangga di sini pro sama dia. kebanyakan juga ngebelain Neng kok. Neng gak pernah ke warung sih sekarang"


aku tersenyum sambil sesekali mencuil-cuil pipinya Queen.


"Neng.kalau mau mandi atau nyuci juga ke Rumah ku aja. lewat pintu belakang"


"gak usah mbak.aku biasa mandi dan ngelakuin kerjaan yang lainnya subuh sebelum Queen bangun. jadi dia belum bangun"


mbak Citra mengelus lenganku.

__ADS_1


"mending pisah kamar mandi sekalian Neng. oh iya di belakang kan masih ada sisa tanah. pake GRC dulu buat dinding nya gak apa. Air nya nanti pake selang dari kamar mandiku. kan bersebelahan."


memang Rumah kami bersebelahan dan ada pintu dari dapurku ke belakang.masih ada sisa tanah kira-kira dua kali enam meteran yang menjadi sekat dengan kamar mandi dan dapur mbak Citra.


"iya mbak nanti aku bicarakan sama mas zaenal"


kemudian kami sama-sama bercanda dan berceloteh dengan Queen.


...****************...


Malam harinya saat aku dan suami sedang bersantai sambil mengajak main Queen di karpet Ruang tv. aku menceritakan Idenya mbak Citra.


"Iya juga sih Yang. jauh juga kalau harus bolak balik ke kamar mandi Ibu"


aku tersenyum sambil mengelus kepalanya yang kini berada di pangkuan ku. Dia mendudukan Queen di perutnya. tangan nya mencubit kedua pipi Queen.


"kita cek saldo tabungan di ATM besok mas. semoga cukup. tak usah langsung tembok atasnya. yang penting bawahnya dulu, atapnya juga gak apa pake Asbes. untuk nampung air nya juga bisa beli tong besar.Yang penting ada WC nya juga"


kemudian suamiku mengangguk.


"Iya sayang. besok ya.. kamu yang sabar ya ngehadapi sikap Ibuku"


wajahnya menengadah kepadaku,tangan nya yang satu masih memegangi Queen dan yang satu mengelus pinggiran wajahku dengan punggung tangan nya. aku merengkuh kan tubuhku mencium keningnya,hidung dan bibirnya.


aku mengangguk kemudian segera ke dapur. aku tersenyum sendiri melihat dia menelungkup kan Queen di pundaknya. dia menggerakkan tubuhnya kekiri dan kekanan. sambil menepuk -nepuk punggung Queen pelan. hiingga terlihat Queen menutup matanya.


"Mas, ini mie nya. sini aku pindah kan Queen ke kasur"


suaraku setengah berbisik. tapi suamiku menggeleng sambil mengerucutkan mulutnya.


"sutt, biar aku yang menidurkan nya"


kemudian masuk ke kamar untuk menidurkan Queen. aku mengahampirinya untuk berjaga jika Queen terbangun lagi aku sudah siap dengan ASI ku.


Pelan sekali dia merebahkan Queen di kasur nya. kepalanya di tahan dengan telapak tangannya hingga menyentuh bantal mungil milik Queen. pelan juga dia menarik tangan yang tertindih kepala Queen. sampai lolos dan Queen tidur.aku menyelimuti setengah badan nya Queen. lalu kami mengendap-endap keluar kamar.


suamiku menyantap mie nya.


"Kamu mau Sayang? sini aku suapin"


aku menggeleng sambil mengecilkan volume tv dengan remote.

__ADS_1


"Gak ah mas,masih kenyang"


Dia kemudian kembali menyantapnya sampai habis. kemudian dia berdiri dan menyimpan piring kotor nya ke keranjang cucian piring.


setelah itu dia menyulut Rokoknya. Dia jarang sekali merokok di dalam Rumah semenjak aku hamil dan ada Queen. bahkan tak pernah. mungkin di luar atau di tempat kerja saat istirahat dia merokok.


setelah itu dia membaringkan tubuhnya di karpet dan kembali melabuhkan kepalanya di pangkuan ku.


"Yang. temenku yang sakit itu sekarang sudah pulang ke kampung nya. aku juga gak di kasih kabar. pas mau antar uang Kontrakan nya sudah kosong.kata tetangga di situ pulang kampung"


aku terperangah.


"terus anaknya pindah sekolah juga mas? iihh kok gitu sih si mbak nya. gak ngasih tau kita"


Bibirku mengerucut sambil mengelus pucuk rambut suamiku.


"gak tau Yang. mungkin dia malu atau merasa sudah merepotkan kita. padahal kita ikhlas membantu.soalnya setiap aku mengantar uang kadang ada sikap penolakan dan selalu bicara kalau mereka merepotkan"


Dia menghela nafas nya.


"Ya udah mas, berarti mulai besok Rezeki Ibumu full lagi. semoga aja dia bisa baik lagi sama aku"


aku tersenyum sambil mencium keningnya.


untung saja Ibuku di kampung tak pernah menuntut banyak soal uang. aku juga Diam -diam sering menulis cerita atau novel. uang dari ATM yang terpisah itu aku kirimkan untuk anaku di kampung. sehingga tak merepotkan mas zaenal. Dan jatah hak Queen dari ayahnya benar-benar mutlak hanya untuk Queen. Tapi suamiku juga selalu menyuruhku mengirimi anaku dan Ibu di kampung. aku selalu berbohong kalau sudah aku kirim dari uang nya. Begitupun ke anaku dan Ibu. aku selalu bicara kalau itu kiriman dari zaenal.


Aku juga diam-diam berbisnis makanan sama mbak Citra. untungnya mbak citra selalu bisa di ajak kerjasama dan amanah dalam menjaga rahasia. aku Join dengan nya selama ini makanya kalau aku seharian di Rumahnya berarti aku sedang produksi.


aku berbisnis Seblak Kering. Kerupuk bawang yang di goreng dengan minyak dingin hingga matang tapi tidak mengembang. kemudian di beri bumbu pedas manis gurih.kami memasarkan melalui Online. mbak citra yang mengantar nya. bahkan saat ini sudah ada yang di kirim ke luar kota.


begitupun dengan Suamiku. Dia punya bisnis sampingan. cuma bedanya aku mengerahui semua bisnis sampingan nya itu.


selain Mengirim desain-desain bangunan ke teman nya. Dia juga mengirim akar-akar jati yang besar untuk di jadikan meja-meja unik dan antik. temannya yang membuat sementara Dia yang mencari para konsumen.


kadang aku juga merasa kasihan jika sesekali harus mengantar barang ke luar kota. untung nya suami mbak citra juga ikut karena selalu memakai jasa mobil Bak nya untuk mengangkut barang nya.


Suami mbak citra juga teman satu kerjaan di pabrik suamiku bekerja. hanya dia bekerja di bagian kantor nya. gaji dan jabatan nya jauh lebih tinggi dari suamiku yang hanya karyawan biasa. sehingga Dia memiliki Dua mobil dan Rumahnya juga sangat bagus.


tapi sejak punya Queenara. suamiku jarang ikut mengantar. dia percayakan pada mas nya. Dia lebih sering menghabiskan waktu bersama anaknya. apalagi tingkah Queenara yang semakin hari semakin lucu dan menggemaskan.


"Yang. aku udah ngantuk.nyusul Queen tidur yuk"

__ADS_1


Dia menguap dan menggeliat. aku mengiyakan dan mengangkat kepalanya dari pangkuanku. lalu beranjak ke kamar dan istirahat.


__ADS_2