
Tiga hari sudah aku di kampung. bersama bos dan kedua teman kerjaku. tibalah besok untuk kami pulang kembali ke kota tempat kami bekerja.
Evan sudah kembali ke kota malam hari setelah persidangan. karna banyak pekerjaan di kantor nya.
Tetapi ketika kami sedang membereskan pakaian esok paginya. bos ku menelpon.
[Rai. kita masih tiga hari di sini ya. kemarin saya di kenalkan Evan dengan teman nya dan mengajak saya berbisnis tanah.nanti siang kami janjian sekalian makan siang. kalian nanti aku jemput]
"tuuut. tuuut. tuut"
belum sempat aku menjawab telpon nya sudah di akhiri sepihak. aku langsung memberitau yesi dan vita.. tentu saja mereka sangat senang. betapa tidak,kapan lagi bisa menikmati libur yang cukup panjang.di waktu belum musimnya liburan.
aku bergegas menghampiri ibu. agar beliau tidak terlalu banyak memasak makan siang nanti. kami mau makan di luar, adikku juga bekerja, hanya ibu dan kedua anaku saja.
aku mengajak kedua temanku ke minimarket depan rumah. sekedar membeli camilan dan beberapa minuman kemasan. untuk melepas jenuh juga dari pada di dalam rumah terus.
saat kami berjalan menuju mini market itu. terdengar beberapa tetangga yang sedang berkumpul di salah satu teras rumah,setengah berbisik tapi terdengar di telingaku. kami membungkukan badan dan tersenyum ketika melewati mereka.
"eh, itu kan Si Raina. katanya bekerja di kota. anaknya kan di titip di sini. tiap hari di antar jemput si Raisa sekolah"
ibu saodah namanya. dia memang ahli gosip di kampungku. ibu yang lain hanya mengangguk dan menatap sinis dengan cibiran di mulutnya ke arahku.
"sidang cerai dengan suaminya baru selesai kemarin. tapi dia sudah membawa laki-laki. kata ibunya sih pas aku tanya di warung sayur kemaren bos nya. memang sih kelihatan sekali orang kaya"
Tambahnya. aku sengaja berjalan pelan agar bisa dengar apa lagi yang dia bicarakan.
"iya,tapi masa sih bos ko baik banget. mau nganter dan libur berlama-lama. palingan si Raina jual diri di kota. kata keluarga mantan suaminya dia kan yang selingkuh"
Timpal ibu anah. si tukang gosip yang satunya. vita hendak berbalik dan menyanggah semua omongan itu. tapi ku cegah. kupegang tangan nya.
"gak usah vit, biarin aja. teteh sudah biasa di fitnah"
aku menghela nafas dan membuangnya pelan. untuk membuang sesak didadaku.
"ihh.teteh mah terlalu sabar jadi orang. makanya di jahatin mulu kan"
vita menghentakan kedua kakinya, bibirnya mengerucut dan matanya mendelik ke arah ibu-ibu tadi.
"sudahlah. ayo"
aku menuntunya masuk ke minimarket. yesi hanya tersenyum melihat kelakuan teman nya.
setelah itu kami balik ke rumah,dengan masing-masing satu keresek beraneka snack dan minuman. hanya kereseku yang paling besar. karena aku sekalian beli untuk anak-anaku. tak lupa juga ku beli es krim kesukaan chila,mungkin sekarang sudah pulang dari sekolah.
ketika pulang. kulihat ibu-ibu tadi sudah tidak berkumpul lagi. aku langsung bergegas masuk. dan mendapati chila yang sedang menonton tv,sembari tiduran.
Vita mengendap-ngendap. menghampiri dan menggeliriki pinggang nya.. chila tertawa terpingkal menahan geli.sampai air matanya keluar.
"chilaaa.. es krim kesukaan mu. tapi baru boleh di makan kalau habis makan siang. okey. mamah simpan di kulkas dulu ya! "
__ADS_1
aku menunjuk kulkas dan menyimpan nya.
"nanti sebelum dzuhur mamah pergi ya, sama tanteu vita, tante yesi,juga om felix. yang di keresek ini snack sama minuman,berdua sama kakak ya. jangan berebut"
aku mengajarinya dan menyimpan keresek itu di atas rak dekat tv.
"iya,ma.nanti chila kasih tau kakak juga"
aku tersenyum sambil mengacungkan jempol ke arah nya. untung nya aku mempunyai kedua anak yang penurut dan sholeha.
"ayo vit, yes udah jam setengah sebelas lho. ntar kokoh keburu jemput. aku mau mandi dulu biar segar"
aku mengajak kedua temanku untuk segera bersiap.
"aku gak mandi ah. takut gak keburu"
vita beranjak langsung ke kamar untuk ganti baju.
"iya lah. mandi dan dandan mu satu abad ko"
ledek yesi. dan di balas juluran lidah oleh vita.
ponselku berdering. kulihat panggilan dari koh felix. untung kami sudah selesai dan sudah siap untuk pergi. kalau tidak bisa kena omel.
[Rai, sudah siap? aku tunggu di jalan.orang nya sudah menunggu di tempat janjian. tolong sampaikan maaf ke ibumu,aku gak mampir, sudah telat]
terdengar suaranya di sebrang sana.
setelah ku tutup telepon. kami berpamitan pada ibu dan chila.kami bergegas masuk ke mobil. dan mobilpun melesat ke arah tujuan.
aku duduk di samping koh felix seperti biasa.
"Rai, kamu tau Rumah makan joglo? "
tanya koh felix.
"tau koh, lurus saja terus. lima kilo meteran paling dari sini"
aku menujukan arah.dan sepanjang jalan memberi petunjuk. orang sini mana pasti tau Rumah makan mewah yang terkenal itu.hanya saja mimpi bagi orang tidak punya sepertiku untuk bisa menikmati makanan di situ.
sampailah kami di tempat tujuan. koh felix memarkir mobil di area yang luas itu. setelah itu dia berjalan menuju salah satu meja di dekat kasir. dan memberitau kalau dia sudah ada janji dengan seseorang. kemudian, seorang pelayan mengantar kami ke meja yang di maksud.
kami mengekor dari belakang. setelah bertemu kami saling bersalaman. koh fekix memesankan lagi satu meja untuku,yesi dan vita secara terpisah. kami pun harus mengerti privasinya.
kamipun memilih makanan dari menu yang di sodorkan. dan memesan secukupnya. dan tak lama kemudian pesanan pun terhidang di hadapan kami.
ketika sedang menyantapnya.. sesekali pandanganku tertuju pada koh felix. yang terlihat menunjuk kearahku sambil tersenyum. dan pria yang bersama nya pun mengangguk sambil tersenyum. aku tidak tau apa yang di katakan nya karna,jarak kami lumayan jauh.
setelah selesai makan siang. kami semua di ajak oleh orang yang mengenalkan dirinya dengan sebutan Abah. katanya dia salah satu orang terkaya di daerah sebelah utara. entahlah,tapi dari penampilan dan mobil yang di bawanya.menunjukan kalau dia benar-benar orang kaya. meskipun umurnya kelihatan tua tapi penampilan nya menutupi ketuaan nya.. di tunjang isi dompet nya.
__ADS_1
Ternyata kami di ajak ke peternakan sapi daging dan perah milik nya.. oh mungkin bukan investasi tanah seperti yang kupikir. melainkan ini. tapi entahlah aku tidak faham.
di tempat itu juga terdapat tempat bersantai. seperti kamar, tempat karaoke pribadi,dan pasilitas lain nya.. dan kami pun menikmati semua nya. apalagi vita. aku hanya duduk dan tersenyum saja.
...****************...
selepas isa kami baru pulang. diantar felix sampai jalan saja. rupanya ia juga lelah dan ingin segera beristirahat.
terlihat tetanggaku sedang berkumpul di depan teras ibu anah. memang kebiasaan dari dulu sampai larut malam bahkan mereka masih bergosip dan cekikikan.
kami manggut dan tersenyum ke arah mereka.
mereka menatap dengan wajah sinis.
"tuh lihat. mentang-mentang mau jadi janda. si Raina bebas berkeliaran. jam segini baru pulang. diantar laki yang dari kota itu. pasti habis mesum di hotel"
aku hanya bisa mengelus dada. dan sekali lagi menahan vita agar tidak terpancing.
"iya,Nah.anak di titipin. gak mau ngurus. alasan kerja di luar kota. pulang bawa selingkuhan."
bu saodah tambah memanas-manasi.
kupercepat jalanku agar cepat sampai. sampai rumah,ku lihat ibu baru selesai sholat isa.. kamipun bergegas mandi,menunaikan sholat. dan istirahat. kulihat juga anaku keduanya sudah tertidur.
...****************...
keesokan paginya. ibuku yang pulang dari warung membeli sayuran,menghampiriku.
"Raina, apakah vita dan yesi belum bangun?ibu mau bicara. tapi gak enak kalau sampai mereka dengar"
lalu dia mengajaku ke dapur. ibu menjelaskan..kalau gosip tentang ku yang berselingkuh dengan bos senduri. sudah menyebar. sehingga ibu menyuruhku untuk bicara baik-baik ke felix dan mengajaknya segera balik je kota.
"ya sudah ma. selepas sarapan. aku antar anak-anak sekolah. lalu menemui koh felix di penginapan. biar vita sama yesi tak usah tau. nanti aku bicara sama felix di sana saja. agar felix juga tidak sering terlihat datang ke sini"
jelasku pada ibu.lalu aku segera mandi dan bersiap mengantar anaku. selepas itu. ku kirim pesan ke felix bahwa aku akan menemuinya di lobby hotel.setelah aku menjumpainya di lobby. akupun menceritakan semua yang tetangga bicarakan tentang aku.
"gimana koh? bisa kita pulang segera? aku sudah terlalu sering di gunjing orang.kasihan juga ibuku, jika harus mendengar ocehan tetangga. "
aku bertanya sekaligus memohon padanya.
"oke.. saya ngerti. besok pagi bersiaplah. biar nanti malam saya menghubungi abah. agar bisnisku denganya bisa di lanjutkan lain waktu"
aku tersenyum,dan bernafas dengan lega. dia pun membalas senyumku.
"yang kuat ya. aku yakin kamu wanita hebat. yakin bisa melewati semua. "
dia meraih tanganku dan menggenggam nya. aku langsung menatap wajahnya. ada perasaan nyaman setelahnya. tapi aku tersadar aku belum bisa melabuhkan hati pada siapapun pada saat ini. masih harus menunggu lagi.
"makasih, koh. tapi maaf.nanti ada yang lihat. jadi fitnah lagi"
__ADS_1
aku melepaskan genggaman nya. dan kemudian pamit.