
Aku melihat jam di dinding terus menerus. khawatir sama steven yang tak ada kabar dari pagi, siang sampe lewat isa begini.
"mas, telpon lah adikmu. masa lewat isa belum juga pulang"
aku menyuruh suamiku menghubungi steven. suamiku malah terkekeh sambil menepuk sofa di sebelahnya agar aku mendekat dan duduk di samping nya.
"lihat sayang.. hihi"
Dia mendekatkan ponsel nya ke arahku. sambil menujukan story staven padaku.
"hahaha.. di kurung"
aku memukul paha suamiku sambil tertawa ngakak. story stave menunjukan sedang berada di sebuah kamar. dimana di kamar itu terlihat sebuah photo berbingkai besar dengan wajah seorang perempuan yang tak asing bagi kami. steven mengedarkan kameranya kesemua penjuru ruangan itu.
hingga terakhir kamera itu tertuju pada tangan yang saling bertautan di atas selimut tebal.
"astaga mas,, secepat itu merekaaaa... "
aku menutup mulutku yang menganga.
"ya namanya juga sama-sama jomlo akut, yang satu kesepian yang satu kegatelan.. ya klop"
suamiku terkekeh sambil mengetik sebuah pesan ke adik kembaran nya..entah apa isi pesan nya.
"tapi kan mas, masa baru ketemu tadi pagi.. steven juga sama saja. kenapa harus di pake story? "
suamiku menggeleng sambil tersenyum.
" mungkin sudah di privasi juga Yang. hanya orang tertentu saja yang bisa lihat. terserah lah Yang. wong bagi steven yang pergaulan nya bebas dan pernah sekolah di luar negeri hal seperti itu sudah biasa"
aku menghela nafas sambil mengangkat kedua bahuku.
tring
suara ponsel suamiku berbunyi.
[Nal. bersiap lah minggu depan kita ke Bali. kita kumpul semua keluarga buat nentuin acara pernikahan ku]
suamiku tertawa sampai guling-guling dan memukul-mukul sofa di samping nya.
"hahahaha... si kutu kupret... dasarrr... di kasih enak langsung tancap gas"
aku penasaran dan melihat isi pesan stev dari ponsel suamiku. aku mendorong badan suamiku sambil ikut tertawa.
"oalah masss,, adikmu itu ko ngebet banget sih"
suamiku masih tertawa sambil berdiri dan menuntunku masuk kamar.
"pindah kamar yuk. nanti Queen kebangun denger ketawa kita"
aku mengangguk sambil menutup mulutku dan menahan suara tawaku.
"sama-sama gendeng.. hahaha"
suamiku kembali tertawa sambil menujukan kiriman photo dari Steven. aku ikut tertawa melihat kiki yang tidur pulas di dada bidang milik steven, tubuh mereka yang tampak polos di tutupi selimut tebal hingga atas dan hanya menyisakan bagian pundak kiki yang terlihat.
[mobil mu gak kamu pake kan Nal. kalau aku pulang pagi? ]
sebuah pesan masuk lagi dari stev.
[gak brother, besok juga Queen libur sekolah. bersenang-senanglah. hahaha]
__ADS_1
suamiku membalas pesan nya. lalu menyimpan ponsel nya di meja pinggir Ranjang kami sambil tetap tertawa.
"Buatin aku telur ayam kampung setengah mateng Yang. sama susu hangat. malam ini aku juga mau ikut bersenang-senang kaya steven"
aku memukul kepalanya pake bantal.
"eeehh.. ehh udah berani ya.. main pukul suaminya"
dia menggelitiki pinggangku. lalu merangkul pinggangku hingga badanku menempel dengan badan nya.
"gak jadi bikin telur sama susu nya kalau kaya gini, mas"
dia melepas kan rangkulan nya. lalu mengacak pucuk kepalaku sambil meremas bagian belakang ku.
"ihh genit ah"
aku menggeplak tangan nya yang genit. Dia lalu berjalan mengikuti ku ke dapur.
setelah selesai di buatkan. Suamiku langsung memakan telur setengah matang nya dan meminum susu murni hangat sampai habis.
"sayang,, sana bersih-bersih Biar resik dan...emmmhh"
dia mengerlingkan mata nya genit ke arahku. sambil mengigit bibir bawahnya.
"hiiihhh... ko jadi pada aneh ini para laki"
aku bergidig sambil masuk ke kamar mandi. setelah memastikan semua nya bersih dan kesat aku masuk kamar menemui suamiku.
"kamu mau aku pakai yang mana? "
aku menujukan dua lingery yang baru ku beli. ada yang hitam dan putih. dia menggeleng.
"tidak keduanya. aku mau kamu tanpa apapun"
"sayang,,aku belum pakai olesan khusus buat ini"
aku menujuk ke area intiku.
"Sini aku yang pakaikan"
aku memberikan nya untuk di oles suamiku.
"emmmhh. masyaallah tuhaaann. meskipun kamu sudah melahirkan banyak anak. tapi masih indah Yang"
aku tersipu sambil menutup nya dengan tanganku.
"isshh untuk apa di tutupi. aku udah sering memandang dan menikmati nya kok sayang"
tanganku di tepisnya lalu dia menaiki haluan nya. dan kami mengarungi bahtera bersama.
dret
dret
suara getar Ponsel suamiku tiba-tiba mengganggu peraduan kami.
"syit,, siapa lagi? mana tanggung"
dia lalu meraih ponselnya dan mengangkat sambungan telepon tersebut.. sambil terus mendayung perahunya.
"especially? I'm still in charge of this...ssshhh"
__ADS_1
lalu terdengar suara di seberang sana yang tertawa dan segera mematikan sepihak.
"hahaha,, owhh, sorry brother hahaha"
tut tut.
suamiku melempar ponselnya ke sebelah.
"punya adik ganggu mulu..
ssshhh"
dia lalu melanjutkan dayungan nya dengan lincah dan kuat.. hingga mencapai finish bersamaan. lalu terkulai dan menjatuhkan badan nya di samping ku.
"steven ya tadi? "
dia mengangguk dengan nafas nya yang belum stabil.
"kamu sama-sama gendeng sama kembaran mu. malah di jawab sambil mende****.harusnya jangan di angkat dulu"
aku mencubit perut nya.
"aww.. kebiasaan kamu Yang. kalau apa-apa suka nyubit perut ku.. sakit tauuuu"
dia menarik tanganku dan meletakan tubuhku di atas nya.
"ayooo.. masih ada ini efek telur dan susu nya"
aku tersenyum dan kembali melakukan peraduan kedua.
...****************...
keesokan paginya steven pulang dengan rambut nya yang masih tampak basah. Dia membawa beberapa bungkus lontong kecap untuk sarapan kami.
"this is kiki's parents who gave it"
aku terbatuk-batuk di samping nya.
"future parent in laws,,, yes? hahahaha"
Suamiku mentertawakan nya. dan menyenggol tanganku. sambil menunjuk sesuatu di leher steve yang putih.
"waaahhh. banyak nyamuk Rupanya"
aku menepuk tanganku kesana kemari. steven mengangkat kedua bahunya sambil memakan lontong kecap.
"makanan apa Ini Nal? emmm tapi lumayan enak"
suamiku menyumpal mulut nya dengan lontong.
"wesss mangan ae ra usah kakehan cangkem"
sambil berlalu menyambar kunci mobil di samping tangan steven.stev mengunyah makanan nya sambil melempar tissu ke arah suamiku.
"ayo, Yang. cuci mobil.. jangan-jangan mobil kita di pake pargoy"
sambil menirukan gerakan yang lagi viral di aplikasi hitam suamiku menuntunku dan memangku Queen.
"heyyy,, ini sarapan nya gimana? "
steve bingung karena kami tak memakan nya.
__ADS_1
"HABISKAN...kami dah sarapan dari tadi"
suamiku berteriak sambil berlalu.. steven menepuk jidatnya sendiri. dan melihat jam di dinding yang sudah menunjuk angka setengah sepuluh siang.