
"Mas kata Bu Bidan.kalau mau llebih jelas lagi udah bisa USG ke dokter kandungan atau ke Rumah Sakit"
kandungan ku saat ini sudah menginjak hampir lima bulan. bahkan perut ku sudah mulai nampak membesar.
setiap hendak tidur sekarang dia selalu mengelus-elus perut ku sampai tertidur pun tak pernah tangan nya beranjak dari perutku.
"sekarang adek bayinya yang dapet elusan terus mamanya udah jarang"
aku mencibir ke arahnya yang masih memanjakan buah cintanya yang masih di dalam rahimku.
"eehh lihat ada gerakan Yank. berasa di tanganku. sepertinya dia tau kalau mama nya ngiri sama dia"
dia bangkit membungkuk dan memegangi perutku dengan kedua tangan nya. terlihat senyum bahagia dari bibirnya saat mendapat respon dari dalam sana.
"Iya Yang. kan sudah mulai bergerak sekarang. makanya besok kita jadi USG ya. biar kamu bisa lihat dengan jelas. bagaimana dia di dalam sana,biar tau juga jenis kelamin nya"
"iya Sayang. besok aku udah izin gak masuk kerja kok"
dia kemudian mencium perut ku berulang-ulang. kemudian mencium keningku. sejak aku dinyatakan hamil suamiku hanya sesekali menjamahku. tak sesering sebelum itu. ketika aku bertanya kenapa. jawaban nya takut terganggu guncangan atau tertindih. aku kadang tertawa mendengarnya bahkan menjelaskan tidak apa-apa. tapi dia yang baru pertama mendapati hal ini punya rasa ketakutan dan menurutku wajar. bahkan ketika dia menginginkan nya selalu dengan gerakan yang sangat pelan dan enggan menindih area perut ku.
"Yang. aku mau jenguk zaenal junior, boleh? "
Aku tersenyum sambil mengelus wajahnya.
"Boleh sayang"
aku menurunkan bantalku yang agak tinggi hingga tubuhku benar-benar terlentang. Dia mengangkat kedua tanganku agar aku terbangun. membuka dasterku dari bawah hingga terlepas. lalu menanggalkan semua pakaian dalamku.
"emmmh"
aku mengelus kepalanya yang sedang menciumi perut buncitku. aku yang masih berdiri merasakan desiran darahku mengalir hangat. seluruh bulu halusku seakan berdiri dan meremang. ketika dia yang berjongkok menyibak bulu halus yang memenuhi bagian bawahku. kemudian dia menggendong ku dan menidurkanku di kasur.
aku merenggangkan kedua kakiku saat tangannya kembali menyentuh nya. Dia memainkan jarinya.dan tangan satunya meremas gunung kembarku bergantian.
"Ahh mas.. bukankan kamu ingin menjenguk nya"
aku meraih benda tumpul nya yang sudah terlihat menegang. aku memeganginya. benda itu sudah sangat mengeras terlihat urat-uratnya menyembul.
"Iya sayang"
Dia membalikan posisiku hingga membelakanginya. dengan posisi agak menungging. dia menancapkan benda tumpulnya perlahan.
"Ahhh, sempit sekali sayang. kenapa seolah seperti dangkal sekali"
dia memegangi area bawahku yang dekat bulu halus. mengelus dengan jarinya membuat gerakan memutar.
"eemmmh.. mungkin karena ada sesuatu di dalam sana sayang"
aku membenamkan wajahku di bantal. memang ada sedikit rasa ngilu ketika dia memasukan nya. tangan yang satunya masih memainkan ujung area bawahku.sementara tangan satunya meremas area kembar ku bergantian. dengan membungkuk menindih punggungku.
"aaahh. sayang. apa kamu sudah mau... aaahh"
__ADS_1
dia mempercepat gerakan nya tapi masih dengan hati-hati.
"ssshhhh,enak mas aahh. sedikit lagi mas."
aku mengigit bibirku menyambut kenikmatan yang segera datang. Dia memutar jarinya di area bawahku semakin cepat sambil terus menggenjotnya makin cepat..
"Aaduuuhhh mass ahhh. ahh masss."
tubuhku bergetar mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. kedua tangan nya memegangi pinggangku sambil menekan maju mundur.
"aaahhh. sayang aaaahhh. eeemmmh"
Dia mecabutnya setelah mendapatkan nya. kemudian menuntunku untuk kembali terlentang.
dia mengelus perut ku sambil membungkuk.
"anaku sayang. buah hatiku sehat -sehat ya,ayah akan sering menjengukmu mulai saat ini"
aku terkekeh mendengar nya.
"kenapa mas. udah gak takut lagi? "
"gak malah ketagihan. punyamu malah makin sempit, terasa dangkal dan enak sayang. berarti yang di katakan temenku bohong ya Yang."
aku mengernyitkan dahi.
"apa yang di katakan temenmu? "
dia menarik selimut,berbaring di sampingku dan menutupi tubuh kami.
aku memukul lengan nya.
"astagfirullah. kamu jangan ngikuti Yang. awas ajah. kenikmatan itu gimana cara nya kita bisa menciptakan nya. gak bener banget temenmu itu"
dia memeluku dan mencium pipiku.
"ya gak lah Sayang. aku gak akan melakukan perbuatan dosa itu."
aku membaikkan tubuhku ke arahnya.
"awas ya. apalagi nanti pas masa nipas setelah lahiran empat puluh hari kamu belum boleh menjamahku"
Dia menepuk jidatnya.
"aduh mana kuat aku Yang"
aku meraba benda tumpul nya yang sudah terkulai. dan meremasnya.
"kan bisa dengan cara lain"
"awww.iya iya gak nakal ko. janji. tuh kan bangun lagi. tanggung jawab"
__ADS_1
Dia menunjuk benda tumpul nya yang kembali bangun. aku membalikan badanku membelakanginya dan menarik selimut.
"ayaaanggg tanggung jawab"
"emoh,, aku menutup tubuhku hingga kepala dengan selimut"
Dia menariknya paksa. membalikan tubuhku hingga telentang. mengangkat kedua kakiku di atas pundaknya dan kembali memasukan benda tumpulnya.
"Aduh sakit mas"
"pelan ko Yang."
aku menutup mataku. menggigit bibir bawahku. Dia Menjil***i kakiku yang bertumpu ke pundak nya. aku menggeliat menahan geli. tangan yang satunya kembali memainkan area bawahku. dia tahu bagian mana yang membuatku cepat mencapai puncak. benar saja tak lama aku mengerang. ku remas seprai menahan nikmat.
"aaah.. ahhh. emmmhh. masss"
kemudian di susul erangan nya.
"Aahh nikmat Yang. enaaakk"
dan menjatuhkan tubuhnya di samping ku. lalu karena lelah kami tertidur dengan berpelukan. saat aku baru saja memejamkan mata beberapa saat. perut ku terasa lapar dan sesuatu bergerak di dalam nya.
"mas. mas bangun Yang. temani aku ke dapur aku lapar"
aku mengguncangkan tubuhnya. Dia menggeliat lalu mengucek matanya.
"jam berapa ini"
aku menoleh ke jam dinding sambil memakai daster ku.
"jam satu mas"
kemudian dia bangun dan memakai sarung nya.
"mau makan apa?"
mengingat jam segini sudah gak ada warung yang buka, aku memutuskan untuk buat nasi goreng.untung masih ada kira-kira dua porsi lagi nasi di magicom.
disela makan suamiku kembali bercerita tentang teman nya itu.
"Yang. temenku kok bohong lagi ya. katanya istrinya pas hamil banyak banget maunya. ngidam juga yang aneh-aneh. masa tengah malam minta rujak. tapi kamu kok enggak ya Sayang"
Aku terkekeh dengan tingkah polosnya.
"alhamdulillah. bersyukurlah sayang. berarti zaenal junior nya ini sholeh atau sholehah. gak mau merepotkan ayah sama ibu nya"
aku meraih tangan nya dan menempelkan di perut ku. Dia mendekatkan wajahnya ke perutku.
"Iya dong. anak ayaaaahh"
kemudian didalam perut ku kembali bergerak. bahkan lebih aktif dari sebelum nya.
__ADS_1
"ihh sayang lihat dia bergerak lagi. hahaha"
kami kemudian tertawa menikmati kebahagiaan itu.