Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
MELAHIRKAN BAB 93


__ADS_3

Tengah malam aku di bangunkan suara ponsel ku yang bergetar. sebuah nomor tak ku kenal masuk di situ. aku mengangkat nya walau masih dalam keadaan mengantuk.


"assalamualaikum, dengan siapa? "


terdengar suara seperti orang sedang menahan sakit.


"mbak, Raina. aku kiki mbak.tolong saat ini aku ada di Rumahsakit bersalin X. aku minta kebaikan mbak. tolong mbak aku butuh sosok suami, dan stev tidak mungkin aku mintai tolong"


mataku seketika membelalak. lalu mengguncangkan tubuh suamiku.


"terus?? apa mas zaenal harus menemanimu? "


"iya mbak.. tolong lah. bagaimana pun juga ini anaknya mbak.. huhu"


terdengar suara tangis di sana. aku merasa tak tega karena aku juga pernah berada di posisi itu dulu saat melahirkan Surya. akhirnya aku membangunkan suamiku dan menyuruhnya pergi ke Rumahsakit yang di maksud, meskipun awalnya dia menolak.


aku kembali tidur selepas kepergian suamiku dan membiarkan pintu nya tak ku kunci karena ada Ramdan yang tidur di sofa selesai menonton Bola.


setelah aku tertidur, aku kembali terbangun oleh sebuah tangan yang menggerayang dan menyingkap bagian bawah lingery ku.


"emmmhh. mas,, kamu sudah pulang? "


aku menggeliat sambil memberi nya ruang untuk membuka seluruh yang membungkus tubuhku. dia menekan mulutku yang masih bertanya dengan mulutnya lalu aku membalas permainan itu.


"ahhh mas,, ko bendamu ada yang.... "


bibirku di tutupnya kembali dengan telunjuk nya. hingga aku tidak jadi menerus kan ucapanku. tapi di saat peraduan itu aku memang merasakan sesuatu yang beda. seperti ada sesuatu yang berputar menggelitik bagian dalamku.


lampu kamar dia matikan sehingga aku tak dapat melihatnya dengan jelas. aku mencapai puncak hingga beberapa kali,pengaruh dari benda yang berputar itu.


saat dia mengganti posisiku. aku yang hendak menuntun bendanya masuk,seketika merasakan yang aneh.


"mas,, apa ini? "


ada sesuatu seperti tasbih di dalam benda tumpul nya.


"suttt nikmati saja, sayang. enak kan? "


aku mengangguk sambil menuntun benda itu kembali masuk.


"enak sekali mas.. benda itu menggelitik dan berputar di dalam"


dia terkekeh dengan terus bergerak semakin cepat. hingga dia mengerang.


ada yang aneh, setelah pelepasan biasanya suamiku mencium keningku. tapi kali ini dia langsung keluar kamar.


aku yang sudah kelelahan pun segera memakai kembali lingery ku dan tertidur pulas kembali hingga pagi.


saat aku bangun suamiku sudah tertidur di sampingku. aku tersenyum sambil beranjak ke kamar mandi. lalu membangunkan nya untuk solat subuh bersama.


selesai sarapan aku menanyakan kabar Kiki dan anaknya. suamiku hanya menjawab dengan datar.


"anaknya laki.dan kiki belum sadarkan diri setelah pendarahan hebat."

__ADS_1


aku tersentak mendengar kabar kiki. dan merasa bingung dengan sikap suamiku yang biasa saja.


"astagfirullah, siang ini aku ikut ke Rumah sakit ya mas, untuk jenguk kiki? "


dia menggeleng.


"tak usah, ada orangtua angkat stev, dan stev baru datang semalam"


aku mengernyitkan kening ku.


"stev? alhamdulillah kalau gitu. akhirnya hatinya sudah tak menaruh dendam lagi"


suamiku mengangguk sambil menyeruput kopi yang ku bikin kan.


"Sayang, aku minta jatah pagi ini boleh? "


dia mendekatkan wajahnya dan ******* bibirku.


"mass, baru aja semalam. udah minta lagi"


Suamiku menatap heran ke arahku.


"kapan? mimpi nih istriku "


sambil menggendong ku masuk kamar dan terus menciumi leherku.


"ihhh amnesia suamiku. padahal semalam sangat ganas "


di tengah peraduan aku kembali merasakan sesuatu yang aneh. benda yang bergerak itu tak ada lagi saat ini.


"mas,, yang bergerindil di sini? "


aku meraba dan mencarinya.


"ohh benda yang ku beli di aplikasi oren itu? ada di laci. mau aku pakai?"


aku nyengir kuda. dan mengangguk sambil mengigit bibirku. Dia beranjak mengambil dan memakainya.


Saat di masukan ke dalam.. aku masih merasa aneh. sensasinya tidak senikmat semalam. aku mencoba menepis pikiran jeleku. mungkin semalam efek habis tidur jadi sensasinya berbeda.


"kamu suka sayang? "


aku mengangguk sambil menggeliat dan mengigit bibir bawahku.


"besok aku pesan yang lebih banyak geriginya"


aku terkekeh sambil nyengir. dan kami mengakhiri peraduan kami sampai mencapai finish bersamaan.


setelah itu aku segera membersihkan diri, sementara suamiku tidur kembali karena masih mengantuk katanya.


saat di dalam kamar mandi aku masih merenung. memikirkan yang aneh semalam. lalu aku terhentak saat ingat ucapan Suamiku tentang stev yang tiba semalam.


"astagfirullah, apa semalam itu stev? "

__ADS_1


aku kembali mengingat. dan ingatanku kembali saat dulu aku pernah di gagahi stev.


"ahhh, iya itu punya stev. stev memang memakai tasbih di bendanya"


aku menutup kedua mulutku. dan bergegas mengakhiri kegiatan mandi ku.


sampai di kamar dan berganti baju. aku segera menghubungi stev, lewat pesan.


[stev, kamu semalam ke Rumah sebelum ke rumah sakit menemui kiki? ]


centang biru terlihat di sana.


[yes, dan aku tahu zaenal meninggalkan mu ke Rumah sakit. makanya aku yang memenuhi hasratmu semalam sayang, aku ketagihan kenikmatan tubuhmu. bagaimana denganmu, apakah sama?]


nafasku naik turun,aku meremas dadaku. kenapa malam aku seceroboh itu. kenapa pas merasakan ada yang aneh aku tak menyalakan lampu.


[jawab Raina, kamu juga kan? buktinya semalam kamu sangat menikmati nya.jujur aku lebih gagah dari suamimu kan? ]


aku tak menjawab pesan nya,lalu mematikan ponsel ku dan menghapus pesan nya. karena jujur aku memang mengagumi permainan nya yang memang lebih hebat dari suamiku.


"astagfirullah "


aku menghela nafas kasar dan beristigfar. lalu mendekati Suamiku yang tertidur lelap. saat aku sedang memandangi wajah suamiku. terdengar notifikasi pesan di ponsel nya. aku membukanya karena memang tidak pernah ada rahasia di antara kami. apalagi soal ponsel.


"inalillahi wa ina illahi rojiun"


aku bergegas membangunkan suamiku. saat menerima pesan kalau Kiki sudah meninggal beberapa menit yang lalu. suamiku terhentak dan langsung bergegas ke kamar mandi.


setelah itu kemudian mengeluarkan mobil.dan kami sekeluarga segera menuju Rumah duka. karena dari kabar itu juga menyebut kalau jenazah nya sedang menuju ke Rumah duka.


saat kami memasuki kediaman nya. suara tangis saling bersautan terdengar pilu di semua penjuru Rumahnya. aku bergegas menghampiri Ibunya kiki yang tengan menggendong bayi nya.


suamiku tertunduk di atas jenazah kiki. dia membisikan doa terakhir di telinga kiki yang kini sudah terbujur kaku. aku juga melihat stev yang terlihat berpura-pura sedih di samping jenazah. aku memalingkan wajahku saat senyum stev menyeringai genit ke arahku.


"Bu, boleh aku gendong?"


aku mengambil bayi nya dari pengkuan Ibunya Kiki. seketika air mataku mengalir melihat wajahnya yang mirip sekali almarhum anaku Surya.


suamiku mendekat dan berbisik padaku.


"sayang, kamu Ridho jika kita asuh anak ini? "


aku mengangguk sambil mencium bayi mungil itu.


"insyaallah mas, bagaimana pun juga ini darah daging mu"


suamiku tersenyum dan mencium keningku lalu bayinya.


"alhamdulillah, kamu memang istri sholeha. bidadari surgaku"


Deg.


jantungku berdegup kencang saat suamiku menyebut surga. sementara aku menyadari ketidakpantasan kata itu untuk diriku yang semalam telah merasakan kenikmatan dari laki-laki yang tak lain kembaran nya suamiku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2