
Saat seminar pikiranku agak kurang fokus. tiba-tiba saja mimpi semalam berputar -putar di otaku. bagaimana tidak mimpi itu terasa bagai nyata, bahkan sprei di hotel itu nampak acak-acakan dan terdapat beberapa noda cairan yang hampir mengering.
"Raina, kamu sedang mikirin apa? "
Tiba-tiba saja aku tersentak dari lamunanku saat Dokter cleo mengguncang pundak ku.
"ehhh,, maaf Dok. saya agak melamun. mungkin kecapekan dan baru kali ini harus jauh dari suami dan anak"
Dokter cleo tersenyum sambil membuang muka ke suatu arah.
"steven? bukankah itu steven? "
aku bertanya pada nya. saat melihat sosok berbadan tinggi,gagah,memakai Jas dan celana berwarna abu tua,yang di padukan dengan Dasi berwarna merah maroon.
"Iya,pak steven yang punya klinik kecantikan tempat kita bekerja"
dia melambaikan tangan ke arah steven yang lalu datang menghampiri kami.
"hai cleo, hai Raina"
dia merangkul Dokter cleo dan menempelkan kedua pipi mereka. lalu mendekat dan mencoba merangkul ku. tapi aku menjauh dan hanya menyalami nya.
mereka tersenyum menyeringai ke arahku. dan dokter cleo terlihat menggandeng tangan nya dan duduk berdekatan dengan stev.
jantungku berdetak tak beraturan, aku mencoba menghalau perasaan ku yang aneh ini. aku memalingkan wajah ke ponselku. saat dokter cleo menyentuh paha steven di hadapan ku. dan steven membalas nya dengan menggenggam jemari cleo.
steven sesekali memandang ke arahku di balik obrolan tak biasanya dengan cleo. aku hanya tersenyum dan kembali sibuk dengan ponselku untuk berbagi kabar dengan suamiku.
Yang aku tak habis pikir. bisa-bisanya cleo bersikap mesra dengan steven padahal dia sudah mempunyai suami yang sama-sama dokter juga. hanya bedanya suaminya sebagai Dokter umum.
"sayang, hari ini seminar terakhirmu bukan? gimana kalau malam ini kita menyewa sebuah villa? kita Bakar -bakar daging atau seafood sambil makan-makan bersama team mu? "
deg
jantungku seolah berhenti berdenyut saat mendengar kata sayang steven ke cleo.
"Oke sayang. nanti aku kasih tahu team setelah ini. kamu siapkan saja segala sesuatu nya"
dokter cleo juga membalas nya dengan ucapan sayang. tanpa rasa canggung di hadapanku.bahkan mereka saling berciuman di depanku.
aku berpamitan ke toilet, padahal aku merasa malu sendiri melihat kemesraan yang mereka tunjukkan di depanku.
saat aku di tolilet ponselku berbunyi satu pesan masuk dari Steven.
[kamu cemburu ya? makanya pergi dan berpura-pura ke toilet ]
aku segera membalas pesan nya.
[mohon maaf pak steven yang terhormat.saya memang benar-benar ingin ke toilet. dan saya juga merasa tidak perlu menodai pandangan saya dengan perbuatan yang tidak seharusnya anda berdua lakukan di depan saya]
dia kembali membalas pesanku
[oh.. okey baiklah kalau itu benar. sebaiknya persiapkan mentalmu untuk nanti malam. karena aku akan berpesta di villa nanti dengan cleo. dan kamu bisa bergabung menjadi pemain atau hanya jadi penonton ]
aku tersenyum dan beristigfar. sesaat aku menjadi ingat mimpiku lagi tadi malam. aku bergidig dan berdoa semoga tak terjadi lagi kejadian dulu bersama steven.
...****************...
selesai seminar,benar saja steven telah menyiapkan sebuah villa mewah dan berbagai bahan makanan lengkap.
setelah mandi aku memilih mempersiapkan bahan makanan untuk di olah bersama team.sesekali dengan tanpa sengaja aku melihat kemesraan steven dan cleo di balik tirai tipis di sebuah kamar di lantai atas. meskipun tak terlihat jelas tapi bayangan itu cukup menujukan adegan mereka.
aku kembali sibuk dengan masakanku bersama Team. sampai saat nya makan bersama,steven dan cleo bergabung.keduanya hanya memakai handuk kimono berwarna putih.
terlihat ada beberapa tanda merah di leher cleo yang putih. aku menghela nafas dan sempat berfikir.
"apakah tidak takut kelihatan suaminya jika nanti pulang? "
tapi aku mencoba menepis semua itu dan kembali bersikap seolah cuek dengan perbuatan mereka.
acara makan pun segera di mulai. kami semua menikmati nya. bahkan mereka menikmati minuman beralkohol. hanya aku yang menenggak air mineral yang masih bersegel di dalam lemari pendingin.
"coba lah setenggak Raina. tubuhmu akan merasa hangat "
cleo menyodorkan nya ke arahku. aku mendorong gelas itu pelan. dan menggeleng lalu duduk menjauh di kursi taman.
aku melihat semakin malam mereka semakin terbuai dengan pesta itu. malah tak segan saling bermesraan satu sama lain tanpa rasa malu.
saat semua selesai. aku kembali ke salah satu kamar untuku yang bersebelahan dengan kamar cleo dan steven.
hampir sepanjang malam aku diperdengarkan suara-suara kenikmatan dari hubungan mereka. aku menutup kedua telingaku dengan bantal.tapi suara itu masih terdengar karena kamar kami memang sangat berdekatan dan hanya terhalang tembok saja.
aku keluar dari kamar menuju balkon. di atas aku melihat sopir yang membawa kami ke villa itu sedang duduk di kursi taman. aku bergegas turun dan mencoba minta tolong.
"pak. bisa minta tolong antar saya ke penginapan atau apapun sekitar sini?"
untungnya dia bersedia. aku segera membereskan barangku dan pergi di antar sopir itu ke sebuah penginapan.
rasanya aku muak dengan mereka.aku juga bahkan sudah tak sanggup bekerja sama jika terus di suguhkan hal-hal tidak wajar yang bisa saja menghancurkan benteng keimanan ku.
sesampai di penginapan dan cek in. aku memberikan tips ke sopir itu dan berpesan agar jangan memberi tahu steven dan cleo keberadaan ku.
untungnya sopir itu juga merasakan hal yang canggung sama seperti ku saat di villa tadi. saat di perjalanan pun dia bercerita kalau dia merasakan hal yang sama denganku. sehingga dia mau menolong ku keluar dari situ. hanya saja tuntutan pekerjaan yang dia lakukan hingga membuat nya bertahan.
kali ini aku benar-benar bisa beristirahat walau hanya beberapa jam saja. pagi harinya aku lalu menghubungi suamiku bahwa aku akan segera pulang. aku memesan taxi online dan bergegas pulang sebelum steven dan cleo mencariku. aku rasa mereka tidak akan bangun pagi setelah atraksi-atraksi semalam yang memekakan telingaku.
__ADS_1
Saat di perjalanan aku mengirim pesan mengundurkan diri ke cleo dan berhenti bekerja untuk nya dengan alasan aku tidak bisa jauh dari anak dan suamiku seperti nya.
pesan ku masih belum di bacanya. benar dugaan ku mereka pasti sangat capek dan akan bangun siang. sehingga aku bisa aman dalam perjalanan ke Rumah.
...****************...
setelah enam jam perjalanan akhirnya aku pulang ke Rumah. Queen yang sudah pulang dari sekolah langsung memeluk dan mencium ku.
"assalamualaikum mas"
aku mencium tangan suamiku dan diapun mejawab salamku lalu mencium kening dan kedua tanganku.
"sini koper mu aku yang bawa. kamu pasti lelah Yang"
dia mengulas senyum tulus nya sambil membawakan koperku masuk. aku menghempaskan tubuhku di sofa. Queen memeluku sambil menengadah ke arah wajahku.
"Mama perginya lama banget.. Queen sama zaky kesepian gak ada mama"
aku tersenyum sambil mengelus rambutnya dan mencium kening nya.
"iya sayang, mama janji gak pergi lagi.
zaky mana mas? "
aku mengedarkan pandangan ku ke seluruh ruangan.
"baru tidur siang habis di buatkan susu tadi sama suster"
aku tersenyum sambil beranjak ke kamar bayi itu. Rasa kangen akan suasana rumah sangat terasa. aku menciumi bayi itu yang tertidur pulas dengan botol susu di mulutnya yang di ganjal guling kecil.
"suster, makan siang dulu sana. mumpung zaky tidur"
aku menyuruh suster pengasuh zaky yang sedang melipat pakaian zaky. dia mengangguk sambil berlalu ke dapur.
"sayang, kamu kok pulang sendiri? "
suamiku memeluku dari belakang dan mencium tengkuk ku.aku yang masih berdiri di samping Box bayi menjawab pertanyaan nya.
"aku Resaint mas"
Dia membalikan tubuhku menjadi berhadapan.
"lho kenapa? "
aku mengembuskan nafasku.
"aku hanya ingin fokus ke keluarga mas, ternyata aku gak bisa jauh dari kalian"
aku memeluk suamiku sangat erat. ada kerinduan yang teramat sangat aku rasakan. dan aku merasa seperti tengah melakukan dosa yang sangat besar telah meninggalkan nya selama berhari-hari.
dadaku berdenyut hebat saat mendengar kata terakhirnya.
"maafkan aku mas. aku bukan istri yang baik lagi untukmu "
aku meneteskan air mataku. sambil menciumi pipi dan seluruh wajah suamiku.
"heyyy,, kenapa sayang? ayo cerita di kamar kita"
suamiku memapahku ke kamarku yang masih menangis di pundaknya. setelah sampai kamar kami duduk dan berbicara di atas ranjang kami.
aku menceritakan semua yang terlihat tentang cleo dan steven. suamiku memeluku dan tersenyum kepadaku.
"keputusan mu sudah benar sayang, lebih baik menghindar dari pada kamu nanti ikutan terbawa arus mereka yang tidak benar"
dia lalu mencium keningku. dan meremas lembut jari jemariku.
"mandi sana, nanti aku pijit badanmu. kamu pasti lelah"
aku tersenyum sambil meraih handuk kimono ku dan bergegas ke kamar mandi.
selesai mandi aku melihat Queen yang tertidur di depan televisi. aku menggendong dan memindahkan nya ke kamar.
"ya allah, mas. aku sudah merasa asing dengan Rumahku sendiri. padahal baru beberapa hari aku pergi"
aku duduk di tepian ranjang sambil mengering kan rambutku.
"tapi perempuan lain ko bisa ya mas? "
suamiku menggeleng sambil mengangkat kedua bahunya.
"emmm... mas... jadi... pijitin aku? "
aku melirik ke arahnya sambil mengigit bibir bawahku.
"iya,, sini sayang"
dia lalu mengambil minyak aroma terapi yang biasa aku gunakan untuk memijit. aku membuka kimono ku membiarkan tubuh polosku bertelungkup di atas kasur.
suamiku membubuhkan minyak itu keseluruh tubuhku dan memijatku.
aku memejamkan mataku menikmati pijatan nya yang memang terasa nikmat dan meredakan rasa lelah di bagian tubuhku.
"sudahhh.. pakai lagi kimono mu dan istirahatlah "
dia beranjak dari tempat tidur. aku menarik tangan nya dan membawanya ke pelukan ku yang masih tanpa apapun menutupi tubuhku.
__ADS_1
"mas, gak kangen aku? "
Dia tersenyum dan mengecup bibirku sekilas.
"istirahat dulu saja. nanti malam saja sayang. kamu pasti capek"
aku memasang wajah cemberut. sambil tetap menahan nya pergi.
"tapi aku mau sekarang. aku kangen banget mas"
aku menarik tubuhnya hingga menindihku. tanganku menurunkan bagian bawah nya hingga tak memakai apapun.
"emmmhh"
aku menggeliat saat bibir nya menyentuh leherku. kami saling melepas Rindu dengan ganas nya.
"ahhh.. kok susah sekali sayang, ini sangat sempit"
suamiku sekuat tenaga mendorong. aku pun merasakan sesuatu yang teramat sakit di sana.
"apa kamu sudah melakukan operasi itu? "
aku mengangguk. sambil menahan sakit.
"iya mas,, aku sengaja tak memberi tahumu. sudah empat minggu sampai saat ini"
aku mencengkam punggung nya menahan sakit.
"meleset lagi sayang. ahh benteng nya terlalu kuat.. hah hah"
bendanya beberapa kali meleset. dengan nafas terenggah-engah dia terus berusaha menjebol nya sampai akhirnya.
"aawww,,,sakittt mas"
aku meremas punggung nya dengan sangat kencang. dia pun mengerang dan tubuhku menggelinjang setelah rasa sakit itu.
suamiku bangit dan mengamati bagian bawahku.
"sayang, ada darahnya"
aku menggigit bibir bawahku saat tangan nya mengelus halus.
"makasih istriku. kamu telah memberikan yang terbaik untuku"
dia mencium keningku dan kedua pipiku serta ******* bibirku. aku menuntun tangan nya ke area bawahku. meskipun masih terasa perih tapi aku masih menginginkan kenikmatan darinya.
"aah.. hahh. ssshhh"
saat aku merasa kan puncak nya tiba-tiba pintu kamarku di gedor orang dari luar.
"dor dor dor... Raina buka jelaskan semuanya "
suara yang tak lain adalah suara cleo terdengar di luar sana. aku dan suami bergegas memakai pakaian kami dan keluar menghampiri nya.
plak
satu tamparan mendarat di pipiku.
"apa maksudmu tiba-tiba berhenti dari pekerjaan.enak saja kamu setelah aku memberikan bonus operasi yang harganya tak sedikit ke kamu"
aku mengelus pipiku sambil menahan suamiku yang hampir membalas tamparan nya.
"gak usah mas, biar aku yang selesai kan"
aku menyuruh cleo duduk tapi dia masih berdiri sambil bertolak pinggang.
"maaf dok. saya ternyata tidak bisa jauh dari keluarga, saya merasa kesepian. dan untuk biaya operasi itu. bukan kah anda yang bilang kalau target kita melonjak sangat tinggi dari perkiraan sehingga anda memberiku bonus berupa operasi itu? saya masih menyimpan video nya Dok, meskipun anda menolak surat perjanjian waktu itu,tapi saya jaga-jaga dengan merekamnya. untuk antisipasi jika hal seperti ini terjadi"
Dia mengacungkan telunjuk nya dan beranjak pergi sambil menghentakan kakinya. suara bantingan pintu mobil dan deru suara mobil nya yang sangat kencang terdengar, menunjukan kalau dia sangat kesal.
beberapa saat kemudian steven yang giliran mengirimi ku pesan.
[ada apa mbak? ko tiba-tiba memutuskan untuk berhenti? ]
aku membalas pesan nya sangat jelas dan panjang,agar tak beberapa kali aku berbalas pesan dengan nya. malas sekali aku menghadapi orang-orang seperti steven dan cleo.
[maaf, steven. kalau keputusan ini sangat mendadak dan tanpa perundingan terlebih dahulu. jujur selama aku meninggalkan keluarga aku merasa kesepian dan tidak terbiasa berjauhan dari mereka. apalagi saat melihat kalian bermesraan sementara aku hanya jadi penonton yang tak berguna. Dan jika anggapan mu aku akan melampiaskan kesepian ku dengan mengikuti cara kalian itu salah besar steven. aku memilih berhenti dan menjauh dari sesuatu atau suatu tempat yang bisa saja suatu saat membawaku ke arah kesesatan. agamaku melarang hal seperti itu dan aku berusaha untuk menjaga keimananku. yaaa minimal menjaga kehormatan ku sebagai istri dan contoh baik untuk anak-anaku]
benar saja dia tidak membalas lagi pesanku yang sangat panjang. bahkan aku kini tak melihat lagi photo atau gambar apapun di profile nya.. begitu pun dengan nomor cleo.
mereka telah memblokir ku langsung.
beberapa menit kemudian muncul notifikasi dari aplikasi lain yang menyatakan ada tranferan masuk. aku melihat dari rekening cleo.
aku mencoba mengirim pesan ke sekertaris nya cleo untuk berterima kasih dan menanyakan uang untuk pembayaran apa yang dia kirim.
sekertaris nya mengatakan itu gaji terakhirku sekaligus bonus dari pendapatan. aku tersenyum dan melihat nominal nya yang menurut ku sangat fantastis.
"mas, cleo mentranfer gaji terakhirku"
aku menujukan nominal yang tertera di ponsel ku.
"ya tak apa lah Yang. mungkin dia juga merasa kerja kerasmu membuahkan banyak rupiah untuknya. menurutku itu wajar"
aku tersenyum sambil menyandarkan kepalaku di bahunya.
__ADS_1