Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
PERDANA KETEMU KELUARGA SUAMI BAB 27


__ADS_3

Tinggal satu minggu acara pernikahanku dengan zaenal akan di langsungkan. meskipun statusku sebagai janda, tapi orangtua ku memutuskan untuk tetap mengadakan resepsi meskipun sederhana. untuk menghormati status zaenal yang belum pernah menikah.


kerabatku yang dari jauh pun sudah mulai berkumpul untuk membuat kue-kue kering untuk suguhan nanti. Ayah dan Ibu sambungku pun sudah memesan berbagai macam oleh-oleh khas kota kami. untuk nanti di bawa pulang pihak keluarga zaenal.


Persiapan sudah 90 persen rampung. tinggal pemasangan dekorasi yang akan di pasang dua hari sebelum acara di mulai. sang penata rias pun sudah di pesan Ibuku, agar aku terlihat cantik di acara spesial nanti.


aku setiap hari saling mengabari dengan zaenal. bahkan saat videocall sering ku tujukan ke keluarga besarku yang sedang sibuk bantu-bantu membuat kue. begitupun dengan dia. Dia menujukan barang-barang hantaran untuk nanti yang akan dia bawa. kadang juga kami saling bercanda menggoda zaenal yang belum pernah menikah sama sekali.


"Duhhh. pengantin. makin ganteng ajah. mukanya makin berseri yang sebentar lagi mau belah duren.. hahaha"


kakak sepupuku yang dari luar kota menggodanya. zaenal pun tertawa sampai merah mukanya karena malu.


"Aduh. meni kasep panganten etah, komo tos di paras meni tambah kasep"


(aduh, ganteng sekali pengantin, apalagi sudah cukur rambut, tambah ganteng)


tambah kakak perempuan ayahku dengan bahasa sunda. aku jadi penerjemah untuk kali ini. dan kami pun tertawa..hari itu tak hentinya wajah kami berdua di buat merah menahan malu oleh canda keluargaku.


"sudah siap jamu mas untuk tempur nanti? hahaha"


Evan adik iparku malah tambah menggodanya. zaenal tertawa terbahak-bahak sampe mengeluarkan air mata dan memegangi perut nya.. kemudian mengacungkan jempol ke arah Evan.


"yang penting awas jangan sampai lupa nama calon istri dan walinya.bisa gagal nikah.. hahaha.hapalin dari sekarang"


Ayah tak mau ketinggalan menggoda zaenal..


"Siap Yah. udah zaenal tulis di kertas spanduk. zaenal pajang di kamar biar tiap nengok di baca. kan lama-lama hapal.. hahaha"


zaenal balik membalas. sehingga kami pun semua tertawa lagi sampai terpingkal mendengar mereka saling berbalas canda.


setelah lama kami bercanda. ayah pun menanyakan perihal keberangkatan rombongan dari jawa timur.


"Ngomong-ngomong tanggal berapa dari jawa berangkat ke Bandung Nal? "


kali ini ayah mengakrabkan diri dengan memanggilnya nama.


"Akad nya tanggal 22 itu dari jadwalnya akan di laksanakan jam 9 pagi kan yah. karena perjalanan sangat jauh dan memakan waktu lumayan lama. kami berencana dari sini berangkat tanggal 20 setelah sholat dzuhur Yah. jadi tanggal 21 pagi kami sudah sampai di Bandung"


zaenal menjelaskan dan kami menyimaknya.


"Oh begitu ya.. baguslah jadi kalian bisa istirahat dulu seharian sebelum acara. biar kamu juga fresh pas akad nanti. tapi Ayah malah yang deg-deg an ini.. hahaha"


Ayah kembali bercanda. atau memang benar dia deg-deg an. padahal bukan kali pertama dia jadi wali nikah. tapi jujur di dalam hatiku juga aku merasakan hal yang sama. padahal aku juga bukan kali pertama menikah. tapi rasanya seperti orang yang baru pertama bahkan lebih-lebih.


...****************...


Tepat di tanggal 20 tiga hari sebelum acara akad berlangsung. zaenal mengabariku kalau saat itu dia beserta keluarga nya tengah bersiap dan segera berangkat menuju Rumahku. dia juga mengirim video keberangkatan nya kepadaku. dan menjadikan story di aplikasi hijaunya.


Nampak raut muka bahagia terpancar di wajahnya. begitu juga dengan keluarganya yang nampak berfoto ketika hendak melakukan perjalanan. dan setelah mobil yang mereka naiki melaju.

__ADS_1


Kulihat story nya yang dia tambahkan kata-kata.


[Bismillah, menuju Rumah calon istri ]


aku mengomentari nya.


[hati-hati, semoga selamat sampai tujuan. di lancarkan segalanya, lancar juga di perjalanan]


kemudian zaenal membalas nya.


[aamiin sayang, sudah meluncur jauh dari rumah nih. sudah keluar kampung ku]


aku kemudian menjawabnya dengan tanda hati. dan kemudian mengabari keberangkatan nya kepada semua keluarga ku.


ketika waktu menunjukkan jam 10 malam. aku melihat lagi story nya zaenal. yang nampak sedang beristirahat di rest area.Dia membubuhkan nama lokasi Tegal di capsion nya.kulihat juga beberapa foto keluarga nya yang ikut dan sedang berfoto-foto dia posting juga. dan mengirimkan nya ke ponsel ku.


"Iya sayang. jangan lupa makan saat istirahat. kabari terus aku ya. love you"


aku mengomentari foto-foto yang ia kirim.


"Oke sayang. love you too"


aku pun segera menghampiri keluargaku yang tengah sibuk di dapur mengupas sayuran dan sebagainya. karena besok pagi ketika rombongan calon suamiku datang makanan itu akan dihidangkan.agar sebelum mereka beristirahat lebih dahulu perutnya harus terisi penuh.


"Hehhh. calon pengantin sana aja, tidur istirahat biar besok seger. gak usah bantu di dapur"


kakak sepupuku menyuruhku kembali ke kamar. saat aku mencoba membantu mengupas bawang.


Ibu pun menyuruhku begitu. sambil mengelus lengan ku. dan tersenyum lembut kepadaku.aku kemudian masuk kamarku yang telah di hias secantik mungkin. dan memandangi dekorasi ruangan yang indah di balik pintu kamar yang terbuka.


Dekorasi warna lilac dengan taburan bunga-bunga pelastik warna warni melingkar menghiasi pilar-pilar yang berdiri kokoh di antara kursi pengantin. di atasnya juga bergantung inisialku dan zaenal berwarna emas berbingkai bentuk hati yang saling berdampingan.dekorasi itu sengaja ayahku yang meminta nya di pasang sebelum rombongan datang. agar mereka merasa di hargai dengan persiapan yang kami suguhkan. bahkan setelah acara resepsi malam harinya Kami akan mengadakan pengajian sebagai rasa syukur pada allah.


aku kemudian membaringkan tubuhku. terlihat anaku yang paling besar sedang duduk di kursi pelaminan sambil foto-foto.


aku tersenyum melihatnya dari kejauhan. sedangkan anak keduaku tertidur lelap di kamar nenek nya. untuk tempat istirahat keluarga zaenal. Ibu sengaja menyewa satu rumah kosong yang sebetulnya sering di kontrakan ke orang.tapi saat itu kebetulan rumah itu kosong tak ada yang menempati. sekalian juga Ibu sewa untuk menyimpan sofa dan barang lain di situ.kebetulan juga rumah nya bersebelahan dengan rumahku.


tak terasa mataku terpejam dan terlelap. hingga di bangunkan oleh ayah untuk sholat subuh. aku segera mandi dan sholat. terlihat kesibukan dan wangi masakan di dapur. sepertinya keluargaku hanya beristirahat sebentar kemudian kembali sibuk di dapur.


selesai sholat. ponsel ku berdering dan segera ku angkat.


"Halo Rai. aku sudah keluar gerbang Tol. dan mungkin satujam lagi sampai ke rumahmu"


zaenal mengabari dan aku langsung memberi tahu Ayah dan keluarga ku untuk bersiap menyambut kedatangan mereka.


"Iya, hati-hati. tak usah buru-buru,sayang.kamu masih ingat jalan menuju rumahku kan? "


aku mengingat kan kalau-kalau dia lupa.


"masih ingat sayang. meskipun sudah hampir 8 tahun. tapi alamat nya masih sama kan? tenang ada go***le maps kok"

__ADS_1


"oke. syukurlah"


kemudian zaenal mematikan ponselnya. degup jantung semakin kencang. aku segera berias mengenakan gaun warna lilac kesukaan zaenal dan hijab dengan warna senada menutupi rambutku. kedua anaku memujiku dan memeluku saat aku bersiap di kamar.


"Mama cantik. pasti Om zaenal matanya gak bisa berkedip melihat mama"


anak sulungku memujiku.


"Kok Om sih kak. Ayah"


anak keduaku memukul tangan kakaknya pelan sambil membuang muka dengan bibir agak manyun. aku kemudian memeluk keduanya dan mencium nya.


tak sampai satu jam terdengar suara salam di teras rumah. yang di sambut ayah beserta keluargaku yang lain.


"Raina itu zaenal sudah datang"


Ibu masuk kamarku setelah bersalaman dengan keluarga zaenal. Degup dadaku semakin tak beraturan. keringat dingin seolah tiba-tiba meluncur disela rasa gugup ku. betapa tidak setelah bertahun -tahun kami dipisahkan. sekarang waktunya kami dipertemukan kembali. bahkan akan melangsungkan ikatan suci pernikahan.


"Sebentar ma. aku gugup"


Ibuku memegangi tangan ku. dan mengusap punggungku.


"Tarik nafas Rai. tenang,rilex.kaya baru pertama aja kamu"


Ibu terkekeh mengejek ku.


"Iihh mama ini. gimana gk gugup. aku belum pernah ketemu sebelumnya sama keluarganya"


aku mengguncang tangan ibuku yang masih memegangiku.


"Bismillah Rai. ayo mereka sudah menunggu"


Aku kemudian mengikuti ibuku untuk menemui mereka.


"Rainaaaa.cantik banget"


zaenal menatap ke arahku tanpa berkedip. aku meraih tangan nya dan menciumnya.


"I.. ini Ibuku dan Ayah sambung ku Rai"


kemudian aku mencium tangan keduanya.


"Dan ini Bapak ku dan ibu sambungku"


akupun kemudian mencium tangan keduanya. Dalam hatiku masih terbersit kata. "oh ini toh yang dulu sempat menelponku dan mengatakan tak akan menikah kanku dengan zaenal"


tapi ku tepis semua itu dan tersenyum ramah kepadanya. karena itu masalalu yang harus di buang jauh.


lalu zaenal pun mengenalkan anggota keluarga nya yang lain.dan aku menyalaminya satu persatu.

__ADS_1


"Ayo. silahkan di nikmati hidangan nya. maaf alakadarnya. setelah itu bisa beristirahat di rumah sebelah. yang sudah di sediakan"


Ayah menpersilahkan keluarga zaenal untuk menikmati hidangan yang telah disediakan. setelah selesai Evan menunjukan dan mengantar mereka ke tempat untuk beristirahat.


__ADS_2