Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
PERTAMA KALI DI TINGGAL KERJA BAB 33


__ADS_3

Pagi ini setelah sholat subuh aku belanja di antar suamiku ke tempat yang kemarin ditunjukan olehnya. karena kesukaan suamiku adalah Tempe aku memilih tempe terlebih dahulu. kemudian bahan untuk sambel dan setelah aku memilih satu ikat kangkung,pandanganku tertuju pada satu jenis sayuran berbentuk panjang agak bergerigi.


"Ini sayur apa Yang? "


aku bertanya kepada suamiku. sambil menujukan sayuran itu.


"Itu Kelentang sayang. Buah pohon Kelor"


aku mengernyitkan keningku.


"haah kelor memangnya berbuah Yang?"


Dia mengangguk sambil tersenyum. di susul tertawaan tetangga yang juga sedang berbelanja. aku gak mengerti omongan mereka. setelah selesai membayar aku kemudian pulang di bonceng suamiku.


"aku langsung masak ya.kamu bersiap lah nanti sarapan"


aku segera mengiris sayuran, mencucinya kemudian memasaknya. setelah sebelumnya menyiapkan dulu pakaian seragam kerja suamiku.


"Ini Yang. sarapan nya udah siap"


aku menyiapkan di meja ruang tamu. dan suamiku segera menyantap nya. ditemani aku. untung suamiku termasuk orang yang tak susah soal makanan. yang penting ada sambal dan tempe makanan favorit nya.


" Nanti pas jam makan siang aku beli di kantin dulu Yang. besok-besok saja kalau sudah terbiasa baru bawa bekal sendiri"


Dia mengerti kalau istrinya belum bisa beradaptasi dengan lingkungan di sini. aku belum tahu warung lain nya. kalau tahu ada warung lain yang buka dari pagi sampai sore. aku bisa belanja dari sore untuk di masak subuh dan tidak terburu-buru seperti tadi.


"Nanti siang kamu main lah ke tempat mbah. minta tunjukin warung-warung lain untuk kamu belanja keperluan"


Dia kembali mengajariku sambil memakai sepatunya. kemudian mengeluarkan motor dan menghidupkan nya. Aku menyodorkan tas selempang nya. kemudian meraih tangan nya dan menciumnya. Dia membalasnya dengan mencium kening ku.


"Aku berangkat ya Sayang. Baik-baik di Rumah. assalamualaikum "

__ADS_1


Aku mengangguk sebari menjawab salam nya. kemudian masuk setelah melihat motornya melaju pergi.


Aku segera bergegas membereskan piring kotor bekas sarapan suamiku. kemudian mencucinya. setelah itu aku beres-beres,dan mencuci pakaian lalu menjemur nya. untuk urusan mandi kami sudah biasa mandi sebelum adzan subuh.


Aku terheran dengan mertuaku. semalaman terdengar suara tertawa sampai larut malam. sedang jam segini pintunya masih tertutup rapat. bahkan lampu teras nya masih menyala. menandakan mereka belum bangun.


Siang harinya aku main ke Rumah mbah. yang tak jauh dari situ. aku di ajaknya ke warung terdekat di warung itu lebih komplit dari kebutuhan pokok seperti beras, gula,minyak,sabun,tepung,bumbu masak bahkan sayuran juga lengkap. jadi aku tak perlu jauh-jauh kepasar. selain itu juga aku belum punya lemari pendingin untuk menyimpan stok sayuran lebih dari satu hari.


Aku mencoba mengakrabkan diri dengan para tetangga di temani mbah. juga di ajak mbah berkunjung ke kerabat yang dekat-dekat. Setelah hari mulai sore aku bergegas pulang. kemudian aku memasak untuk makan bersama suami yang pulang sebentar lagi. kulirik jam dinding yang menunjuk angka lima. aku bergegas mandi setelah menuntaskan masakanku.


pas ketika suara adzan magrib berkumandang aku mendengar suara motor suamiku. Aku bergegas membuka pintu dan menyambutnya dengan senyuman.


"Assalamualaikum"


Dia melepas Helm di kepalanya. senyum indah nya mengembang di sudut bibirnya dibalik wajah tampan nya. kemudian mendekat menghampiri ku. aku bergegas mengambil Helm. dan meraih tangannya lalu mencium nya. Dia membalas dengan mencium keningku.


Dia menjatuhkan tubuhnya di kursi ,lalu melepas kancing bagian atas seragam kerja nya.Aku jongkok melepas sepatu dan kaos kaki yang masih melekat di kakinya. kemudian menyimpan nya di Rak.


sambil mengambil tas selempang yang dia letakan di atas meja. lalu aku menggantungnya di balik pintu yang ada kastop nya.


"Bikinin kopi aja Yang. tolong sekalian ambilin mas handuk. mau mandi udah gerah banget ini"


aku kemudian menyodorkan handuk. diapun beranjak pergi ke kamar mandi.aku menyimpan kopi nya di meja.setelah itu bergegas menyiapkan baju dan sarung untuk sholat.


"Tutup dulu kopinya Yang. kamu cepat ambil wudhu. kita solat magrib dulu"


Aku mengikuti perintahnya. kemudian bergegas menyusul ke kamar untuk sholat magrib bersamanya. selesai sholat Dia merebahkan tubuhnya di pangkuan ku yang masih tersimpuh setelah aku mencium tangan nya telebih dahulu. dia membungkukan kepalaku dengan kedua tangan nya kemudian mencium keningku.


"Ayo bangun mas. kopimu keburu dingin. abis itu aku siapkan makan"


dia kemudian bangun pangkuanku. melepas peci nya dan mengganti baju koko dengan kaos yang ku sediakan. aku melipat mukena ku dan baju kokonya lalu menyimpan di meja kecil dekat kasur.

__ADS_1


"Ayo, makan.. kopinya biar nanti abis makan. aku lebih suka kopiku dingin ko"


Aku tersenyum sambil membawa nasi dan beberapa lauk ke meja. Dia memimpin doa dan kemudian kami menikmati makanan itu dengan lahap. sesekali di sela acara makan dia bercerita tentang pekerjaan nya. aku jadi pendengar yang baik saat ini dengan tersenyum dan sesekali mengelus pundaknya ketika dia sedikit mengeluh.


"Kamu tadi siang gimana? main ke mana saat aku gak ada Yang? "


Dia bertanya kegiatan ku ketika di tinggal kerja seharian.Dan akupun bercerita perihal seharian tadi. selsai itu aku membereskan bekas makan. dan mencuci nya.


adzan isa berkumandang. kami segera berwudhu dan kembali melaksanakan sholat. Biasanya setelah sholat isa aku dan suami membaca bersama ayat suci Al Quran meskipun hanya satu atau dua halaman. kemudian berbaring sambil melepas penat.


Kali ini aku memijat kaki dan tangan nya bergantian. meskipun tak ahli. tapi pijatan seorang istri ke suaminya adalah pijatan paling spesial.


"Aahh pijatanmu enak banget Sayang"


Dia mencuil daguku. sehingga membuat mukaku merah dan tersipu malu.


"Aku gak bisa mijit mas. hanya asal aja"


"Beneran kok Sayang. enak rasa pegelnya sedikit berkurang"


kemudian dia menarik tanganku dan mencium keningku.


"udah. sini"


kemudian dia menepuk kasur di sebelah nya agar aku ikut berbaring di samping nya. aku tersenyum dan merebahkan tubuhku dengan kepala bersender di dadanya.


"Makasih pijitan nya Sayang"


Dia kemudian mencium keningku. selang berapa lama terdengar dengkuran halus.aku tersenyu melihat wajah tampan nya kalau lagi tidur.


"masyaallah. lagi tidur aja ganteng kamu" aku bergumam pelan. lalu tertidur lelap dalam pelukan nya.

__ADS_1


__ADS_2