
Adzan ashar berkumandang saat Bis yang kutumpangi berhenti di tempat tujuan. Aku tak perlu berhenti di Terminal, karena rumahku memang di lalui Bis-bis ke manapun. Bisa di bilang jalur Pantura.
Setibanya di Rumah. aku langsung mandi dan sholat ashar. kemudian aku istirahat sambil tiduran dan mengirim pesan ke zaenal. aku tak mau menelpon nya karna takut ganggu waktu kerjanya.
Selepas isa aku mengobrol dengan Ibu dan adikku.beruntung sekali aku punya adik yang banyak relasi nya. Dia menawarkan ku kerja di sebuah Rumah Makan.kebetulan owner nya itu teman nya di kantor.
"Baru siang tadi dia ngobrol sama aku. katanya asisten koki nya sakit dan tidak masuk lagi. terus aku bilang kalau teteh butuh kerjaan"
Dia menyeruput coffelate nya sesaat sebelum melanjutkan. aku menyimak dengan manggut-manggut.
"teteh kan pinter masak. pasti kerjaan ini cocok. kapan pun teteh siap bisa langsung masuk lho teh"
Dia kembali menyeruput minuman hangat nya. dan mengunyah snack di piring.
"aku minat sih. selain itu masak kan hobbi ku juga. tapi gak besok ya.aku mau ajak dulu anak-anak jalan. itung-itung istirahat dulu lah"
aku pun ikut menikmati snack. cuma aku lebih suka minum teh manis hangat sebagai teman nya.
setelah asik mengobrol. kami pun masuk kamar dan istirahat. anak-anak sudah terbiasa tidur di kamar bersama oma nya.
drettt
drett
__ADS_1
drett
pas banget aku masuk kamar ponsel ku bergetar. senyum ku mengembang saat kulihat nama zaenal di layar nya.
"assalamualaikum, sayang? "
suara yang dari tadi aku rindukan mengucap salam. mengawali percakapan.
"waalaikumsalam. sayang. udah pulang kerja?
"sudah, ini baru selesai makan terus mandi. bagaimana kabar Ibu, anak-anak dan keluarga di situ? "
aku merebahkan tubuhku di bantal. dan memasang headset di telingaku.
"alhamdulillah baik. tapi aku yang gak baik. aku kangen.gak bisa lagi tidur d pelukan kamu"
"ahahahaha. baru satu hari. udah kangen aja"
obrolan pun berlangsung lama. hingga tak terasa jam menunjukan jam 11.zaenal berpamitan tidur karna besok dia harus bangun lebih awal. satu teman nya tak masuk karna sakit.
setelah sambungan telpon itu terputus. tinggal aku yang melamun. ku miringkan tubuhku ke kiri, lalu ke kanan. rasa kantuk tak juga datang. selama ini mungkin aku sudah terbiasa tidur dalam kehangatan tubuhnya. sehingga ketika berjauhan seperti ini, aku merasa ada sesuatu yang kurang.
kubuka galeri di ponsel ku. kulihat semua foto -foto kebersamaan ku dengan nya. Dan ketika ku lihat foto wajahnya. seketika ada desir yang tak biasa di sekujur tubuhku. aku memejamkan mataku. membayangkan setiap kenangan bersamanya.
__ADS_1
membayangkan setiap sentuhannya saat memanjakanku. ku buka kembali mataku. kulihat kembali fotonya. ku raba dengan jemariku. seperti nya aku sungguh tak bisa jauh dari dia.
aku membalikan badanku. terlentang menengadah ke atas langit-langit. kupeluk guling dan membayangkan wajahnya.
Dulu aku memang tidak pernah merasakan hal seperti ini. karena pernikahanku adalah perjodohan kakek dan neneku. aku yang belum merasakan masa pacaran seketika harus menyetujui sebuah perjodohan.
Dan saat ini aku merasakan masa-masa ini justru di saat aku berstatus janda.
Tiba-tiba ponselku bergetar kembali. aku segera meraih nya. zaenal menelpon kembali.
"sayaaaang"
suaranya terdengar parau. Dan nafas nya terdengar tak teratur berhembus di sambungan telepon kami.
"iya, kenapa nafas dan suaramu, yang? "
aku betanya sambil kembali memasang headset.
"Aku gak bisa tidur. melihat foto mu d wallpaperku"
Aku memejamkan mataku sejenak.untuk menghalau air mataku agar tak keluar.
"sama.aku juga.ini dari tadi lagi lihat foto-foto kita"
__ADS_1
kamipun ngobrol dan saling melepas kangen via telepon. padahal baru satu hari berjauhan.
Tak terasa kamipun tertidur tanpa mematikan telepon.entah siapa yang duluan tertidur. Dan aku tersadar ketika mendengar adzan subuh. Dan baterai telepon ku habis. kemudian aku mematikan nya dan segera mengecas nya.