Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
BALASAN STEVEN SAAT AKU LEMAH BAB 91


__ADS_3

Entah berapa lama aku tak sadarkan Diri, saat aku mulai membuka mataku, hanya langit -langit dan sekeliling ruangan bercat putih yang terlihat.


tapi ini bukan Rumah sakit seperti Biasanya. terdengar sayup -sayup seseorang tengah berbicara dengan Bahasa inggris di balik pintu di hadapan tempatku terbaring.


"steven"


aku berkata lirih dan memanggil nya.


"yes,I'm here mbak"


dia mengelus kepalaku. aku mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan. tampak jarum infus tertancap di tangan kananku.


"stev, aku dimana? mana Queen dan suamiku "


dia malah makin mengelus kepalaku. aku ingin menepis nya karena canggung. namun kedua tangan ini masih terasa lemas. dan tak kuat untuk mengangkatnya.


"mbak ada di apartemen ku. mbak kecelakaan kemarin. salah satu orang yang menolong mbak memberitahuku. karena pas perjalanan mbak ke Rumah sakit,di waktu yang bersamaan aku menelpon mbak, untuk menceritakan..... ahhh.. sudahlah mbak"


aku hanya bisa menghela nafas tanpa pergerakan.


"apa suami dan anaku tahu stev? "


dia menggeleng.dengan wajah bingung memandangku.


"belum mbak, entah lah aku masih bingung.sudah lah mbak yang penting mbak sehat dulu"


dia mengecup keningku sambil mengelus pipiku. aku hanya bisa memalingkan wajahku untuk menghindari sentuhan nya.


"Bodoh sekali zaenal, mengkhianati wanita secantik kamu dan sebaik kamu demi perempuan Ja**** itu"


giginya terdengar menggeretak. rahang nya mengeras dengan kepalan tangan yang lalu di tinjukan nya ke tembok.


"istirahat lah mbak. malam nanti aku akan sedikit bermain api dengan zaenal. melalui badanmu"


aku menggeleng kan kepalaku sambil memohon.


"stev.. please jangan stev. jangan nodai kehormatan ku sebagai istri."


steven mendekati wajahku dengan senyum menyeringai. dan ******* bibir ku.


air mataku mengalir saat dia mulai menikmati seluruh tubuhku dengan sentuhan dan bibirnya.


"hahaha,, zaenal,zaenalll..laki-laki bodoh. perempuan sesempurna dan semulus ini malah kau sia-siakan. sumpah mbak... tubuhmu jauh lebih seksi di banding Kiki. aku jadi ingin segera menikmati mu saat ini saja"


ar mataku semakin deras mengalir. aku beristigfar terus menerus.


"astagfirullah, astagfirullah, ya allah...stop stev"


seketika tanganku bisa di gerakan. aku mendorong badan nya sekuat tenagaku. tapi apalah dayaku tenaganya yang dibarengi nafsu lebih besar dari tenagaku.


Dia berhasil menyobek seluruh pakaianku. dan menyimpan kamera ponselnya yang di arahkan ketempat dia menggagahiku.


"astagfirullaaaaaahhh... ampuni dosaku ya allah"


aku menjerit saat dia melakukan nya dengan penuh nafsu. seiring tangis di mulutku yang tiada henti.


"menangis dan berontak lah,babe..semakin begitu aku semakin puas melakukan nya.aaahhh"


Setelah dia berhasil menjebol benteng pertahananku sebagai istri dan mengerang penuh kenikmatan. dia beranjak dari tubuhku dan mengirim video itu ke suamiku. aku menampar wajahnya walau dengan tenaga yang masih belum terkumpul.

__ADS_1


Dia lalu beranjak pergi memakai kembali pakaian nya dan tertawa puas. beberapa saat kemudian datang seorang pelayan perempuan yang memakaikan ku baju dan membantuku membersihkan diri.


"mbak,bisa tolong bantu saya ke kamar mandi? "


aku memintanya tolong sambil menunjuk ke sebuah kursi roda. lalu dia mengangguk dan mengantar ku ke kamar mandi.


"terima kasih mbak cukup sampai sini saja"


aku mendorong roda nya agar bisa masuk ke dalam. setelah itu aku mengguyur seluruh badanku dengan air shower di atas nya. sambil menangis dan menggosok seluruh tubuhku dengan sangat kencang.


"ya allah.. ya rabb"


aku terus menggosok seluruh badanku yang masih terasa jijik dengan sentuhan iparku itu.entah berapa lama aku berada di dalam situ. sampai bibirku membiru dan kulit tanganku keriput kedinginan. sampai seseorang mengetuk pintu kamar mandi itu.


"sayang.... Raina... ini aku suamimu.. buka sayang ....kamu baik-baik saja"


aku tersentak mendengar suara suamiku.


"pergilah mas,, jangan mendekat"


kemudian pintu kamar mandi itu di dobraknya. dan dia berusaha mendekati ku.


"jangan mendekat mas,, aku tak pantas untukmu lagi. aku sudah kotor mas"


aku menangis sambil menutupi tubuhku dengan tirai penyekat kamar mandi.


"tidak sayang,, aku yang kotor. maafkan aku... karena kesalahan ku kamu jadi korban nya.. "


dia tertunduk sambil menangis. dan kembali mencoba meraih tubuhku. aku masih menggeleng dan memundurkan kursi rodaku. dia menahan nya dan menarik kursi itu. lalu memangku tubuhku.


dia menidurkan ku di ranjang dan menutupi tubuhku dengan selimut. kemudian mendekap tubuhku erat.


"prok prok prok.. hahaha.. bagaimana rasanya,Nal?kesayanganmu di jamah orang yang pernah satu rahim dengan mu?"


suamiku mengepalkan tangan nya. dan melepas kan pelukan nya dari tubuhku.


"anj*** .kau stev... "


steven menggoyangkan jari telunjuk nya ke arah depan wajah suamiku.


"an**** teriak An**** .bodoh kau kakaku tersayang, tubuh istrimu begitu nikmat di banding si Kiki Ja**** itu"


suamiku semakin mengeraskan rahang dan kepalan nya. tapi tubuhnya di tahan kedua orang yang bertubuh kekar.yang memeganginya dengan sangat kencang. dia meronta sambil berteriak ke arah steven menyebut kata -kata kasar.


"oh.. atau begini saja Nal. kita bertukar istri bagaimana? "


aku spontan berdiri dengan sekuat tenaga,denga tubuh masih berbalut selimut.


plak


plak


dua tamparan dariku mendarat di kedua pipi stev.


"cuuhh, tak sudi aku harus membagi tubuhku kembali dengan binatang seperti mu. lebih baik mati"


aku meludahi wajah steven.


"hahaha.. lihatlah Nal.dia masih mau bertahan meskipun kamu selalu mengkhianati nya"

__ADS_1


dia tertawa dan mendekat ke wajah suamiku.


"pergilah, bawa istrimu. kali ini aku berbaik hati membebaskan mu. yang penting sudah imbas dan lunas. malah kau yang Rugi Nal. kenikmatan di istrimu sungguh jauh berbeda dengan Kiki, yang hambar"


dia berbalik dan mencibir saat menyebut nama kiki. lalu memberi isyarat ke orang kekar itu untuk melepas kan suamiku. suamiku memeluku dan segera membawaku pergi sambil menggendong ku.


"ingat stev. kali ini aku mengakui kekalahan ku karena ini semua berawal dari kesalahan ku. tapi nanti lihat saja steven... "


suamiku mendekatkan wajah geram nya ke wajah steven sambil tetap menggendongku.


tampak mobil mbak Citra terparkir di parkiran apartemen, semua mata tertuju padaku yang di gendong suamiku hanya berbalut selimut. suamiku memasukan ku ke mobil. dan mengendarainya.


di sepanjang jalan hanya suara tangisan nya yang terdengar. dan sesekali dia mengusap air matanya yang menghalangi penglihatan nya.


"sayang, bisa kan kamu pakai baju sendiri? "


dia meraih paperbag di samping nya dan memberikan ke padaku. aku mengangguk sambil memakai baju di dalam situ.


"sudah tak begitu lemas kan sayang? "


dia melempar senyuman yang dipaksakan ke arahku. aku mengangguk sambil membalas senyum nya.


"mobil kita dimana mas?"


dia kembali tersenyum.


"masih di bengkel sayang, "


aku menghela nafas dan menghembuskan nya pelan.


"parahkah mas, kerusakan nya? "


dia menggeleng.


"alhamdulillah,gak sayang.hanya penyok bagian pinggir nya saja. untung truk itu sigap mengerem hingga tabrakan nya tidak terlalu keras"


aku memijit keningku mencoba mengingat -ingat kejadian itu.


"sudah lah sayang, jangan terlalu di ingat. kamu juga hanya syok.tidak ada luka yang serius menurut warga yang menolongmu"


dia kali ini yang memijit kening nya.


"hanya saja aku kalah cepat oleh si Baj***** steven datang ke rumah sakit.hingga dia membawamu ke apartemen nya"


"tapi badanku sempat tak bisa di gerakan.kenapa mas? "


suamiku menoleh ke arahku. dengan rahang nya yang mengeras.


"steven menyuntikan obat penenang ke tubuhmu sayang, dia merekamnya dan mengirim ke ponselku. bersamaan video mes*** nya terhadapmu"


aku menunduk dan meremas dadaku.


"maaf mas,, aku tak berdaya.aku sudah berusaha menolak tapi.... "


dia mengangguk dan mengelus kepalaku.


"aku tau sayang. sudahlah aku yang salah di awal.. ini hanya balasan dari semua kebiadabanku"


mobil yang kami naiki melaju sangat cepat menembus jalan tol.aku melihat ke luar. daerah ini begitu asing. dan tak habis pikir kenapa stev punya apartemen daerah sini. dan ini bukan lah Bali.

__ADS_1


__ADS_2