
karena tingkahnya semalaman yang bikin aku berkali-kali kalah. kami tertidur pulas sampai pagi. hingga lupa tak sholat subuh.
aku terbangun ketika sinar matahari mulai masuk lewat jendela kamarku di balik tirai.
"astagfirullah "
aku tersentak melihat jam sudah menunjukan angka sembilan. sepulas itu kami tidur.
"mas, siang"
aku menggoyangkan tubuhnya.
"emmmh.. gak apa lah. aku kan libur hari ini"
dia menggeliat dan melingkarkan tangan nya di perutku. seolah menyuruhku kembali tidur. aku menjauhkan tangan nya. dan mengambil bajuku yang berserakan di ujung kasur.
"aaawhhh. ssshhh"
saat aku berusaha berdiri. bagian intimku terasa agak sakit. ************ ku juga. seluruh badanku juga terasa remuk. mungkin karena pertempuran semalam yang sangat sengit.
aku tetap berusaha berdiri. aku memakai baju tidurku dan menyambar handuk untuk mandi. Aku menggulung rambutku yang berantakan ke atas dan di jepit dengan jepitan rambut besar.
tampak mertua,ayah dan adiku sedang mengobrol di teras Rumahnya. aku tersenyum ke arah mereka.karena letak kamar mandi mertuaku harus melewati teras rumahnya dulu. posisi nya memang di luar.
aku melihat Ibu menyenggol tangan ayah sambil menutup mulut menahan tawa. kemudian di susul ayah yang bertepuk tangan seolah menepuk nyamuk.
"nyamuk nya gede kali ya Yah. sampe gigitan nya jelas begitu.Hahaha"
kemudian mereka tertawa serempak. aku masuk ke kamar mandi sambil memikirkan omongan mereka.
pas aku melihat kaca yang tergantung di kamar mandi. aku kaget.
"astagfirullah. pantesan"
aku melihat ada tanda merah di leherku. bukan cuma satu tapi empat. lalu kulihat lagi di kedua gunung kembarku ada juga.
saat aku mengguyur tubuhku. masih ku dengar samar mereka mengejeku.
__ADS_1
"ada yang keramas kesiangan Bu. entah berapa Ronde semalam sampe baru bangun"
"gak apa Yah. wong masih baru. lagi gencar-gencarnya"
seolah sengaja mereka menaikan suaranya.
"aduuuhh makin malu ini aku keluar dari kamar mandi"
aku bergumam pelan di kamar mandi. setelah selesai aku bergegas keluar dengan terburu-buru. dengan wajah menunduk kemerahan menahan malu.
aku menutup pintu kamar. dan langsung menepuk pan**t suamiku.
"aww. kenapa sih. kok gitu bangunin nya"
Dia langsung duduk bersandar di tembok pinggir kasur. saking kagetnya. mengacak rambutnya.
"lihat nih perbuatan kamu. hasil karya mu. bikin malu. aku di ketawain ibu sama ayah tadi"
sambil menujuk ke arah yang banyak cap merahnya.
aku memukulnya dengan bantal.
"stempel cinta ndasmu"
aku berdiri dari atas kasur. dengan di balut handuk berbentuk kimono. diatas lutut.
dia malah menariku kembali. kepelukan nya. aku menjauhkan wajahnya yang kembali mencoba menjamah leher ku.
"mandi ah sana. bau jigong"
aku melepaskan diri dari pelukan nya. dia malah menarik tali kimonoku yang melilit di pinggangku. sehingga bagian depan nya terbuka semua. Dia membenamkan wajahnya di bagian intimku dengan posisi berlutut.
"aahh awas"
aku mencoba menjauhkan kepalanya. tapi pelukan nya begitu kuat. tangan nya mulai meremas dua gumpalan di belakangku. tubuhku meremang ketika lidah itu mulai masuk ke goa ku. dan aku menyemburkan sesuatu dari dalam nya.
"aaahhh.. massss"
__ADS_1
aku terkulai duduk sejajar dengan nya kini. dia tertawa mengejeku.
"hahaha.. ayo mandi lagi"
kemudian menyambar handuk nya. dan berlalu ke kamar mandi. meninggal kan ku yang masih ngos ngosan.
terdengar di luar sana. Ibu mengejek suamiku.
"Banjir bandaaaaanggg semalaman. sampe nyamuk nya gede -gede keluar. mengigiti mangsanya. hahaha"
Dia menyembulkan kepalanya di balik pintu Rumah Ibu.
"Iya dong. sampe meluap-luap. sampai menggelegar suara nya kaya ombak"
sambil menjulurkan lidah nya. mereka tertawa mendengar suamiku yang malah membalas sindiran nya.
"ayo, Ramdan. segera nikah. nikmat banget sumpah. gak nyesel"
Dia mengerlingkan matanya ke arah Ramdan sang adik. yang di sambut tawa lagi oleh mereka.
"tapi nyamuknya aku gak akan seganas itu mas. aku gigit di tempat yang tersembunyi saja.. hahaha"
kemudian gayung mendarat di kepala Ramdan.
Tuk
"Aduh sakit..kakak gak ada akhlak"
Ramdan memegangi sambil mengusap kepalanya.
"sudah mandi cepat Nal. udah berkerak itu sisa semalam. hahaha"
Ibu mengejek kembali sambil mendorong suamiku menuju kamar mandi. aku yang bingung harus mandi lagi tapi malu. akhirnya memakai baju tanpa mandi lagi.
"ya udah lah. mandi nanti pas mau dzuhur. semoga ibu sudah berangkat jualan"
aku ngomong sendiri. dan senyum sendiri. sambil berhias.
__ADS_1