Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
DIKASIH HATI MINTA JANTUNG BAB 83


__ADS_3

Namanya manusia. meskipun sudah terikat surat perjanjian hitam di atas putih pun, tetap saja mencari cara untuk bisa menuruti hawa nafsunya.


setiap hari Kiki selalu mengirim pesan ke suamiku. untung suamiku selalu jujur dan membalas semua pesan nya di hadapanku.


[mas zaenal. bisakan malam ini datang ke Rumah? aku kangen]


suamiku menujukan pesan nya sambil tersenyum sinis. kemudian membalas nya.


[untuk apa lagi Ki? aku sudah menepati janjiku untuk menikahimu, dan dihari itu juga aku sudah menalakmu, jadi sudah tidak ada lagi hubungan di antara kita.]


suamiku mencium tanganku. aku bersandar di bahunya sambil melihat lagi pesan apa yang kiki kirimkan.


[iya mas, aku hanya ingin mengobrol saja.tak akan minta lebih, sampai aku benar-benar bisa melupakan mu dan bisa hidup tanpa bayang-bayang kamu lagi]


Suamiku menarik nafas dan membuangnya kasar saat membaca pesan itu.


[kalau memang hanya ingin mengobrol kenapa gak ke rumahku saja, sekalian kita ngobrol sama-sama dengan istriku]


Dia memijit keningnya. sambil menatap ku. aku masih tersenyum meskipun dalam hatiku mulai ada perasaan tidak enak. Dia lalu menyimpan ponsel nya dan mengabaikan beberapa pesan masuk dari Kiki.


"masss, di baca lah. kasihan"


aku mengelus bahu suamiku. dia menggeleng dan menyandarkan kepala nya di sandaran sofa. sambil tetap memijit kening nya.


"mohhh. emohhh aku Yang. ndas ku ngelu ngrasakno"


aku memijit keningnya kini.


"mas, gak apalah sekali -sekali datang kerumahnya. mungkin dia kesepian"


dia melepaskan tanganku dari keningnya.


"gendeng, aku datang ke Rumah nya? "


dia kembali menggeleng kan kepalanya dan menatapku tajam. aku hanya mengangguk.


"aku sampai sana Bisa-bisa di kurung Yang. di paksa nanti.kamu Ridho? "


aku terkekeh mendengarnya.


"masa iya sih mas perempuan bisa sebrutal itu?"


dia kali ini yang terkekeh mendengar pertanyaan ku.


"kamu gak tau Yang. dulu aja aku di kurung di kamarnya Yang, saat orang tuanya gak ada di rumah. sampai terjadi pun dia yang meminta Yang. sumpah"


dia mengangkat dua jari nya di hadapanku. aku tertawa kegelian.


"hahaha masa sih mas, sampe segitunya"


Suamiku bergidig dan mengusap wajahnya kasar.


"hihhh. astagfirullah aku kalau inget ke situ. memang jujur dia masih perawan saat ku sentuh. tapi nafsunya itu lho. Agresif banget dulu"


aku kembali tertawa.


"hahaha. bukannya kamu suka yang agresif mas?sering dong kamu melakukan nya? "


Dia kembali bergidig. kali ini sampai mengusap kedua lengan nya.


"Ya gak gitu juga Yang. maksudku perawan tapi kok nyosor gitu lho.tapi demi allah Yang.aku hanya sekali melakukan nya"


aku malah makin tertawa sampai memegang perut ku.


"hahahaha.. mungkin itu juga mas, yang membuat dia sampai sekarang masih pengen. sekali di coba.. lho kok enak.. hahahaha"


suamiku menoyor kepalaku,sampai aku nyungsep di sofa.


"istri Gendeng kowe"


aku memukul sofa sambil terus tertawa geli.


"wes toh mas.. parani ngono.. wes ra kuat paling..saiki wes nyiapno kamar seng uempuuukk ben ora krungu kretek -kretek"


aku membayangkan tubuh kiki yang kecil kerempeng jika di tindih suamiku yang tinggi besar berbunyi kretek-kretek.


"Malah tambah Bentooo.. iki bojoku pikirane"


dia menggelitiki pinggang ku sampai aku menggelinjang dan tertawa terbahak-bahak. saking puasnya aku ketawa sampai mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"wes mas,, perutku loro iki"


dia mencibir kan bibirnya.


"wes yo wes. sopo sing nyuruh sampean guyu.bojone bingung ko malah dadi bahan guyonan"


aku menjulurkan lidahku ke arahnya. dia menarik tangan ku sampai mendekat dan dada kami beradu. dia mengecup bibirku.


"I Love you Sayang, Istri dunia akhirat ku"


Dia menatap netra mataku. tangan nya membelai kedua pipiku. aku menunduk dan membenamkan wajahku di perutnya. dan mengigitnya.


"awww...Rainaaaa. awas kamu.. "


aku berlari ke kamarku dan menjatuhkan tubuhku di kasur. dia mengejarku dan ikut berbaring di sampingku.


kemudian dia kembali membuka ponsel nya. dan tertawa seketika. sambil menujukan sesuatu kepadaku.


"hahaha. lihat Sayang, benarkan dugaan ku. dia mengirim photo begini"


aku menutup mulut ku dengan kedua tanganku melihat foto yang di kirim perempuan itu. dia mengirim photo setengah badan tanpa busana ke suamiku. gunung kembar nya di tutupi dengan telapak tangan nya. wajahnya menengadah ke atas dengan bibir bawah yang di gigit.


"ihhh aku kok geli sih mas ngelihatnya. dia itu seorang Guru lho. pendidikan nya juga pasti tinggi. tapi kok etitude nya.. astagfirullah "


suamiku bergidig dan langsung menghapus photo itu. dan mencoba membuka yang satunya.


"astagfirullah "


dia melempar ponselnya dan menutup matanya, sambil bergidig dan berulang kali mengucap istigfar.


aku tertawa melihat photo kedua itu. dimana dia sedang memasukan alat getar di bagian intinya. sambil bersandar di ujung ranjang.


"ahahahahaha.... iki opo maksute.. ben kamu terangsang paling mas"


suamiku masih beristigfar.


"wes hapus toh Yang. opo iku?bentukane ko koyo ngono. bagusan punya mu Yang, opo iku sing gelambar gelambir koyo bekicot"


aku memukul kepala suamiku dengan bantal.


"hahahaha.. tapi dulu kamu kan pernah menikmati nya mas... "


"iyo tapi dulu aku gak melihatnya dengan jelas Yang. wong lampune di pateni.. yo peteng toh Yang. tau begitu bentuknya aku gak jadi Yang. hiiihhhh"


aku kembali tertawa terpingkal -pingkal.


"sana lho mas. samperin dah gak tahan kayanya. sampai pake alat getar gitu.. hahahaha"


suamiku menggeleng.sambil menutup mulutnya.


"huwekkk.. aku ngebayangin nya pengin muntah kok Yang. apalagi sampai menghisapnya.. huekkkk"


dia berlari ke luar kamar. dan kembali dengan sebotol air mineral dingin.


"sumpah Yang, aku sampai muntah tadi"


dia meminum air nya sampai tandas.


"mending menikmati yang ini saja. udah pulen,legit,enak,gurih,sempit,spesial,dan ..."


dia menarik celanaku.


"dan apa mas...? "


aku meremas kepalanya yang berada tepat di depan bagian intiku.


"Dan... wahhhh.. selalu wangi dan sempit"


wajahku memerah saat hembusan nafas nya terasa berhembus ke bagian intiku.


"bentuknya juga membuatku kecanduan untuk menikmati nya"


aku menarik tangan nya agar tubuhnya menindihku.


"mau di lihat aja, atau....? "


dia segera membenamkan kepalanya di antara kedua gunung ku. dan menikmati semua yang Halal miliknya.


"aku milikmu mas selamanya.... sshhhh"

__ADS_1


dia pun membalas dengan berbisik lembut di telinga ku.


"bismillah, Halal sayang... dan semoga ini jadi pahala untuk kita"


aku mengangguk dan kami saling memberi hak kami..


sampai saat di tengah-tengah peraduan suara ponsel suamiku berbunyi. ada panggilan masuk di sana.. dia menutup nya dan tampak mengutak-atik ponselnya. sambil terus berada di atas ku.


"nikmati saja istriku. biar aku balas pesan"


aku mengangguk dan tak perduli apa yang dia lakukan.


"terusss ahhh.. emmmhh"


lalu dia melempar ponselnya ke kasur sembarang.


setelah selesai dengan peraduan kami. aku bertanya tentang panggilan tadi..


"siapa mas tadi yang menelpon? "


aku bertanya sambil memakai pakaian ku kembali dan menguncir rambutku yang berantakan.


"Kiki... lalu mengirim pesan..tetap memaksaku datang"


aku mengernyitkan dahiku dan memberikan pakaian suamiku untuk dipakainya kembali.


"lalu kamu balas? "


Dia mengangguk.


"aku balas dengan video kita yang sedang bercinta tadi"


aku memukul pundaknya.


plak.


"Gendeng kamu mas"


dia terkekeh.


"bodo amat habisnya aku kesel. aku bilang aja kalau lagi tanggung enak-enak sama istri "


aku menepuk jidatku dengan kenekad an suamiku.


"tenang sayang.. gak nampak wajah kita kok..aku juga langsung hapus permanen begitu dia selesai melihat nya.. amaaann"


dia membentuk bulatan dengan jari telunjuk dan jempol nya. aku menggeleng dan melengos keluar untuk mengambil minum.


aku membawakan satu gelas air dingin untuk suamiku dan menyodorkan nya. dia mengangkat tubuhnya bersandar di tepi ranjang,dan meminum air yang ku sodorkan.


dia lalu membuka sebuah pesan suara dari kiki.


"masss,, kamu kok tega sih.. hu... hu.huu.kamu juga harus nya ngelakuin juga sama aku"


dia bicara sambil nangis. suamiku tertawa dan membalas pesan suaranya.


"yee... siapa kamu.kamu sudah jadi mantan.. cari sana yang mau sama kamu.. jangan ganggu aku lagi. aku sudah bahagia dengan istriku. punya nya lebih indah dari punya mu. lebih enak"


aku menimpuk kepalanya dengan bantal.. tak berapa lama suamiku tertawa kembali.


"hahaha.. Yang sini deh.. yesss..."


aku mendekatkan wajahku ke arah ponsel nya.


"Dia blokir nomor ku.. alhamdulillah bebas aku dari gangguan jin gatel.. yang penting gak kita yang blokir"


aku mencubit lengan nya pelan. dia merangkul dan mencium keningku.


"mandi mas... udah mau magrib lho"


aku beranjak dan mengambil handuk kimonoku.


dia memeluku dari belakang dan menyimpan dagunya di pundaku.


"mandiin sayang"


aku memencet hidung mancungnya dan mengangguk.


"ayo bayi besarku"

__ADS_1


kami mandi dan kemudian sholat magrib bersama.


__ADS_2