
Suamiku saat ini di amanat kan steven untuk memegang Tiga cabang sekaligus. sehingga dia sangat kesulitan membagi waktunya bersama istri dan anak-anaknya.
"sayang, maaf ya aku hari ini gak pulang. langsung mampir ke cabang yang satunya. mungkin aku juga akan tidur dan beristirahat sebentar di kantor nya saja"
aku hanya mengiyakan sambil mengingat kan nya beberapa hal saat dia menelpon.
"iya mas, tak apa. yang penting kamu jangan telat makan dan tetap sholat."
dia pun lalu menjawab kembali.
"iya sayang, nanti kalau waktunya sedikit agak longgar aku pasti pulang. ya udah ya aku lanjut kerja"
tanpa mengucapkan salam dia mengakhiri sambungan telepon nya. aku hanya menghela nafas dan menghembuskan nya perlahan.
waktu berlalu begitu cepat, zaky pun sudah bisa merangkak. berarti sudah hampir lima bulan aku dan suamiku hanya berkomunikasi lewat ponsel. kami juga melepas kangen melalui video call. tak jarang suamiku juga meminta ku melakukan adegan yang belum pernah kami lakukan selama ini.
"sayang, ikuti kata-kata ku"
dia menuntunku melakukan nya saat video call. ponsel itu kami letakan di suatu tempat yang bisa mengekspos tubuh kami secara jelas. kami melalukan nya hingga sama -sama merasa puas.
"tak apa ya istriku. kita melakukan seperti ini dulu sementara yang penting hasrat kita tersalurkan dan tidak melakukan dengan orang lain"
aku hanya mengangguk dan pasrah. mau bagaimana lagi saat ini kami memang di pisahkan oleh jarak dan waktu.
"mas sudah hampir enam bulan kamu gak pulang. apa steven gak ngasih kamu kelonggaran waktu untuk sesekali melepas rindu dengan keluarga? "
dia hanya menggeleng. wajahnya juga kelihatan kusut dan tak terurus. jambang dan kumis nya membuat wajahnya terlihat tua.
"zaky juga sudah bisa merangkak mas, Queen juga sering menanyakan kabar mu. sedangkan di siang hari ponselmu sangat sulit di hubungi.. sesibuk apa sih mas kerjaan mu? "
suamiku mengacak rambut nya.
"iya sabar sayang. kamu beri pengertian ke anak-anak. di bilang sibuk sih gak terlalu. hanya saja stev selalu meminta pembukuan setiap hari dengan detail. bahkan hampir setiap jam dia meminta ku untuk selalu memberi laporan keadaan Rumah makan dengan mengirim foto"
aku berdecak dan menggeleng.
"keterlaluan menurut ku mas. sudah lah minta berhenti saja. toh kamu juga masih punya bisnis bersama suami mbak citra"
Suamiku mengangguk.
"iya sabar Yang. tunggu waktu yang tepat nanti saat steven datang ke lokasi. aku gak mau berhenti lewat ponsel. aku ingin mengajukan pengunduran diri secara langsung"
aku kembali mendengus kasar.
"ya sudahlah mas, terserah kamu. yang penting ingat keluarga mu mas. kami juga di sini butuh kebersamaan seperti dulu. uang bukan segalanya mas.kami juga butuh perhatian dan waktu bersama mu"
aku menutup video call itu secara sepihak. suamiku mencoba menyambungnya kembali. tapi aku menolak nya.
[sayang, kamu marah? oke nanti siang aku coba bicara sama steven]
aku tak membalas pesan nya.
__ADS_1
malam harinya aku mendengar suara mobil suamiku. Queen berlari menghampiri ayahnya dan merangkul nya.
aku menggendong zaky menyambut kedatangan ayahnya.
"assalamualaikum, istriku dan anak ganteng nya ayah"
dia mencium keningku dan mencium kedua pipi zaky. lalu mengambil nya dari gendongan ku.
"sayang. suruh Ramdan ambil koper dan semua barangku di bagasi"
aku mendengus kasar.
"kamu tuh mas. saking lama gak pulang sampe gak tahu kalau Ramdan sudah punya anak dan Rumah sendiri. Dia tuh ke sini saat kerja aja mas. pulang setelah selesai kerja"
dia menepuk kening nya sambil nyengir. aku melengos sambil menghentakan kaki ku. mengambil koper di bagasi mobil nya. dan membawa masuk ke kamarku.
"kamu jadi resaint mas? lalu gimana reaksi stev? dia mengijinkan? gak marah kan? dia ngerti kan? "
aku mencehcarnya dengan berbagai pertanyaan. dia tertawa kecil sambil melirik ke arahku.
"jawaban nya iya, aku resaint. Dan dia marah besar"
aku mengernyit kan keningku. sambil memiringkan kepalaku dan wajahku menatap ke arahnya.
"iya dia marah. tapi aku maksa. aku bilang daripada istriku lama-lama nyari laki lain"
aku melepar mukanya dengan bantal sofa.
"sus. zaky kayanya sudah ngantuk "
"Queen juga mau tidur ma, ayah. besok ada ulangan pagi -pagi"
aku dan suami mencium kedua pipinya dan keningnya yang lalu masuk ke kamarnya untuk tidur.
suamiku mendekati ku dan memegang bagian intiku.
"gak ada yang masuk selain punyaku kan selama aku tak ada?"
aku kembali medaratkan bantal sofa itu di kepalanya.
"mandi dulu sana. nanti kamu uji coba sendiri"
dia berkedip genit sambil berlalu ke kamar mandi.
"awas saja kalau berlendir. berarti kamu sudah ada yang nyiram"
aku menjulurkan lidahku.
"weee.. tanaman kali di siram.. gk lah mas di jamin gersang dan kekeringan.. hihi"
aku membalasnya dengan candaan.
__ADS_1
selesai mandi dia membuka kopernya dan mengambil sesuatu di dalam nya.
"sayang, kamu pake ini"
aku meraih sebuah lingeri yang sangat cantik. berwarna merah transfaran dengan bordir di bagian dada nya.
"waaah cantik nya.. ini pasti mahal mas,?"
aku meneliti dan meraba kain nya yang sangat halus.
"pakailah, gak usah mikir harganya. yang penting tubuh indahmu terlihat makin indah di balut lingery itu. pakai tanpa Bra dan CD"
aku segera memakainya sambil menyemprotkan parfum ke seluruh badanku.
dia menanggalkan handuk nya yang melingkar di pinggangnya begitu saja di lantai.lalu mengangkat tubuhku.lalu membawaku ke alam peraduan yang selalu membuatku candu.
"sayang, padahal usia pernikahan kita sudah lumayan lama,, aahhh"
suamiku berbisik sambil menghayati setiap gerakan tubuhku.
"haaahhh... tapi aku masih merasa seperti pengantin baru.. ssshhh"
aku tersenyum sambil mengelus dadanya yang di tumbuhi bulu halus.
"iya mas,,, aku juga semakin tua,, eeemmmhh"
aku memggeliat saat tangan nya meremas kedua gunung ku.
"tapi masih sempit sayang ..masih mengigit"
dia mempercepat gerakan nya dan mengeluarkan nya.lalu membalikan badanku hingga membelakanginya.
bermain kembali mengarungi samudera milik pribadinya.
"aahhh mas, kamu juga masih seperti dulu aaaahhhhh... ooohhhh"
aku meremas sprei di hadapanku saat sebuah desiran yang sangat nikmat menjalar ke seluruh tubuhku. sehingga membuat seluruh tubuhku meremang. dan berdenyut yang di sambut erangan suamiku di belakang telingaku.
tak sampai di situ. dia kembali meraih tubuhku dan memangku ku ke atas meja Riasku. peraduan kami lanjutkan kembali setelah selama enam bulan kami hanya melakukan pelepasan secara virtual.
"aaahhh... yaaa.. terus mas,,aaaahhhh"
aku meremas punggungnya hingga membekas kuku ku di sana. tubuh kami menegang bersamaan dengan semburan dari kedua benda milik kami.
entah berapa kali malam ini kami habiskan bersama. seluruh sudut Ruang kamar kami jelajahi hingga porak poranda. seperti anak kecil yang sedang main kejar -kejaran.
sampai entah keberapa kali dan yang terakhir bagian intiku membasahi tempat tidurku.
"sudah mas. aku sudah gak kuat. ngilu mas. awww"
aku mengigit bibir bawahku saat sesuatu yang basah menyembur dengan deras nya di bagian intiku. aku menahannya dengan jariku tapi tetap tak dapat ku tahan.
__ADS_1
"tanggulmu jebol sayang, hahaha"
aku memukul wajahnya dengan bantal. lalu menutup wajahku yang memerah menahan malu. suamiku merengkuh ku dalam pelukan nya. hingga sama-sama tertidur.